PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 20 - Ular VS Serigala -


__ADS_3

Setelah Kristan masuk, bukannya mereka berhenti berkelahi, tapi jadi makin rusuh. Mereka memperlihatkan kehebatan bertarung mereka di hadapan dua pria yang berdiri di depan pintu. Para pria hanya bisa terdiam menatap mereka berguling guling.


Disebelah kiri ada Jeslyn yang memiliki temperamen fisik yang kuat bagaikan besi baja, kecepatan yang lebih cepat, dan keganasan yang sangat menyeramkan bagaikan emak lampir. Mari kita juluki dia sebagai ular. Sedangkan disebelah kanan ada Angel yang memiliki tubuh yang besar dan berat, kecerdikan dalam bertarung, dan kelihaian dalam menghindar. Mari kita juluki dia sebagai serigala.


Inilah dia pertarungan antara ular dan serigala di hutam rimba. Keduanya saling bertatapan dan siap bertarung untuk ronde 2. Keduanya mengambil ancang ancang untuk bertarung. Siap, sedia, mulai!


"BERHENTI!!" teriak Kristan,


"Sudah cukup geludnya, saya sudah emosi. Angel pergilah merapikan diri di toilet lalu Gilbert akan mengantarmu pulang" lanjut Kristan,


"Tidak perlu mengantarku" kata Angel lalu keluar dari kantor,


"Saya keluar dulu tuan" kata Gilbert yang menyusul keluar. Tinggallah Jeslyn dan Kristan berdua di ruangan. Baju bagian atasnya sudah sobek, rambut acak acakan, pakaian berantakan,dan beberapa luka kecil di tubuhnya. Kristan menariknya lalu menyuruhnya duduk di sofa. Kemudian Kristan menyisir dan merapikan rambut Jeslyn. Setelah itu dia pergi mengambil kotak P3K lalu mengobati luka luka Jeslyn.


Tiba tiba ada suara ketukan pintu, Kristan membuka pintu dan kembali menutup pintu. Sebuah tas coklat dipegangnya dan sepertinya berasal dari orang yang mengetuk pintu itu.


"Ganti pakaianmu dengan yang ini"perintah Kristan kesal.


"Em baiklah" kata Jeslyn lalu beranjak ke kamar mandi. Tidak lama kemudian, Jeslyn keluar dengan penampilan yang mengenakkan dimata, bukan seperti tadi. Tiba tiba Kristan menjentikkan jari dan 2 OB perusahaan masuk membersihkan ruangan. Kristan menarik Jeslyn keluar dan menuju mobil, lalu mereka berangkat ke suatu tempat. Jeslyn mengira Kristan akan membawanya ke suatu tempat agar dia terhibur seperti mall, taman bermain, atau festival.


Ternyata setelah sampai ditempat tujuan, mereka pulang kembali ke rumah. Saat di depan pintu, mereka berdua disambut hangat oleh para pelayan. Lalu mereka naik ke atas kamar dan Kristan mengunci pintu. Kristan menghempaskan Jeslyn ke tempat tidur lalu berada diatasnya. Dia menatap Jeslyn dengan tatapan dingin seperti mengharapkan penjelasan dari Jeslyn.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jeslyn bingung.


"Kenapa kau datang ke kantorku dan membuat masalah?" tanya Kristan,

__ADS_1


"Siapa yang membuat masalah? Aku tadi cuma duduk manis tapi tiba tiba dia datang dan membuatku emosi. Aku datang kan untuk mengantar bekalmu, masa gak boleh?" jawab Jeslyn kesal,


"Kau boleh marah, tapi jangan dikantorku" kata Kristan,


"Kalau gitu nanti aku geludnya di mall aja. Kalau nggak, di lapangan tembak sono sekalian ada pistolnya" balas Jeslyn dengan wajah datar,


"Tidak boleh! Tidak boleh berkelahi!" kata Kristan yang semakin mendekat,


"Suka suka aku dong" balas Jeslyn. Kristan menatap Jeslyn serius. Tapi tiba tiba Jeslyn membalikkan badan dan Kristan terjatuh ke tempat tidur. Sekarang berganti, yang dibawah Kristan dan yang diatas Jeslyn. Kristan kaget dengan pergerakan Jeslyn sedangkan Jeslyn tersenyum ceria seakan telah memenangkan sebuah kontes.


"Cepat turun! Kau tidak tahu betapa berbahayanya tindakan yang kau lakukan ini!" kata Kristan yang suaranya serak serak. Telinga Kristan tiba tiba memerah, membuat Jeslyn gemas dan ingin menggodanya.


"Kenapa telingamu memerah?" tanya Jeslyn sambil membelai pipi Kristan dan tersenyum. Kedua tangan Kristan berhasil diikat oleh Jeslyn menggunakan ikat pinggang Kristan. Dan sekarang pipi Kristan yang memerah.


"Angel bilang padaku kalau aku harus bercerai denganmu dalam 1 bulan" kata Jeslyn tiba tiba,


"Aku menjawab kalau aku tidak ingin bercerai darimu. Lalu dia bilang kamu itu miliknya, tapi nyatanya kamu milikku" kata Jeslyn. Sekarang wajah Kristan benar benar merah, semuanya merah. Kristan sudah sangat malu diperlakukan seperti itu, tapi entah mengapa dia terlihat biasa biasa saja.


"Terus dia bilang dia mencintaimu. Padahal aku tahu cerita kalian, kalau dia cuma menyukai hartamu, lalu kami bertengkar" kata Jeslyn dengan nada pelan. Jeslyn terdiam dengan posisi berada diatas Kristan. Dia masih memikirkan perkataan Angel tadi mengenai kesehatan mental Kristan.


"Oh iya, saat kalian bertengkar tadi siapa yang memberimu nama ular?" tanya Kristan,


"Oh, si Angel yang memberikannya. Katanya aku licik, kuat, dan berbahaya jadi diberi julukan ular" jawab Jeslyn,


"Sejak kapan ular kuat?" tanya Kristan heran. Jeslyn mengangkat kedua bahu dan tangannya yang menunjukkan ketidak tahuan. Jeslyn tidak sadar, saat dia melepaskan kedua tangannya Kristan mengambil kesempatan melepaskan ikatan itu. Lalu dia menarik Jeslyn dan berganti tempat lagi. Jeslyn yang dibawah dan Kristan yang diatas, Kristan menyeringai.

__ADS_1


"Jangan bercanda, sudah cukup main mainnya. Cepat berdiri ada yang ingin ku kerjakan" kata Jeslyn santai. Mendengar perkataan Jeslyn, Kristan tidak tahu harus berkomentar bagaimana. Jadi dia menuruti kata Jeslyn dan segera berdiri. Mereka berdua duduk di tempat tidur dan terdiam.


"Apakah aku boleh bertanya tentang kesehatan mentalnya? Kalau dia marah gimana?! "pikir Jeslyn dalam hatinya.


"Kenapa dia tiba tiba jadi serius gitu? Kan yang mulai duluan dia, masa dia yang ngambek sih " batin Kristan.


"Kristan/Jeslyn" panggil Kristan dan Jeslyn bersamaan,


"Kamu duluan" kata Kristan,


"Emmm aku dengar dari Angel katanya... kamu... em... punya... gangguang mental??" tanya Jeslyn. Mata Kristan membelalak mendengar perkataan Jeslyn.


"Dilihat dari ekspresinya, sepertinya dia marah " batin Jeslyn. Jeslyn menggerakkan tangannya ingin menyentuh wajah Kristan, namun Kristan membalikkan wajahnya dan terdiam. Jeslyn menarik kembali tangannya dan ikut terdiam.


"Tidak apa kalau kamu tidak ingin cerita, aku tidak akan memaksamu. Istirahatlah, maaf " kata Jeslyn lalu beranjak keluar. Namun saat sebelum pintu tertutup, Kristan menahan tangan Jeslyn.


"Aku akan cerita" kata Kristan. Jeslyn menatap kaget. Lalu akhirnya dia kembali masuk ke kamar bersama Kristan. Setelah duduk tenang, mulailah Kristan bercerita.


"Angel adalah mantan pertamaku. Tapi tidak sampai situ, aku punya mantan kedua. Aku sangat mencintai wanita ini, tapi dia sudah meninggal" kata Kristan,


"Oh aku tau itu. Gilbert pernah menceritakannya padaku. Oh jangan jangan yang jadi ganguan mentalmu itu gara gara trauma kisah cintamu dan hilangnya orang yang kau cintai?" kata Jeslyn,


"Hm" balas Kristan. Jeslyn sekarang sudah paham dan mencoba membayangkan jika seandainya dia yang ada di posisi Kristan, seberapa besar rasa sakitnya.


"Okey sudah cukup jangan cerita lagi. Aku gak tega, istirahatlah" kata Jeslyn lalu mendorong lembut Kristan ke tempat tidur.

__ADS_1


"Jeslyn, kita tidak boleh saling menyukai oke?" kata Kristan,


"Oke! Tentu saja" balas Jeslyn penuh percaya diri.


__ADS_2