
Karena acara reuni teman SMA Jeslyn dikota lain, maka mereka berangkat ke sana 2 hari sebelum hari-H. Pagi hari mereka sudah mengenakan pakaian rapi dan menuju ke restoran. Sebuah restoran yang lumayan mahal di kota itu. Sampai disana, mereka naik ke lantai 3 dan masuk ke sebuah ruangan VVIP.
Sebelum masuk, dari luar Kristan dan Jeslyn bisa mendengar suara orang bercakap cakap di dalam. Mereka sedang membicarakan karir dan bercanda tawa. Jeslyn menarik napas panjang karena dia gugup. Setelah siap, pintu dibuka oleh seorang pelayan perempuan.
"Halo semua, maaf aku terlambat" ucap Jeslyn saat melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Wah sudah lengkap semua. Berarti aku yang terakhir datang ya" lanjut Jeslyn,
"Haiii Jesss, gak apa apa. Ini acaranya juga baru mau mulai kok, sini duduk" jawab Lesya, teman dekat Jeslyn di SMA. Jeslyn dan Kristan duduk bersampingan, tentu saja semua orang sudah tahu mereka pasangan suami istri.
"Wah kamu makin cantik loh~ Gimana rumah tangga kalian? Enak gak nikah muda? Kalo enak aku nyusul deh, HAHAHAHA" tanya Ashley yang mendadak kagum pada Jeslyn.
"Makasih loh. Rumah tangga baik baik aja, kalau masalah enak dan tidak sih, sepertinya seimbang. Kadang enak kadang tidak HAHAHAHA" jawab Jeslyn dengan ramah. Yang lain ikut saling menyapa dan bertanya tanya pada Jeslyn. Jeslyn tampil dengan menakjubkan yang membuat orang orang tiba tiba menjadi penggemar dadakannya.
Jeslyn mengenakan dress merah dengan tali tipis yang tergantung di bahunya. Memperlihatkan bahunya yang jenjang, kulitnya yang putih mulus, dan sedikit terbuka dibagian dada. Ditambah jas hitam Kristan yang tergantung di bahu Jeslyn. Sepatu hak tinggi merah maroon yang gelap dan rambut diurai, benar benar sangat mempesona.
Sedangkan Kristan menggunakan celana panjang hitam dan kemeja coklat ke kreman. Sepatu hitam mengkilat, dan rambutnya yang rapi, memberinya kesan seorang pengusaha sukses. Jam tangan yang diberikan Jeslyn juga dikenakan pada tangan kiri Kristan.
"Jess, aku dengar kamu lanjut S2 di Amerika?" tanya Varren. Jeslyn mengangguk angguk sambil tersenyum tipis.
"Congrats ya... Cepat lulus juga" kata Varren lagi. Jeslyn mengucapkan terima kasih atas ucapan Varren.
__ADS_1
"Suami kamu bagaimana? Kamu tinggal?" tanya Kenzo. Jeslyn mengangguk angguk.
"Bro, mau coba bertanding denganku?" kata Kristan sambil menyeringai.
"Wah ada apa nih ngajakin bertanding. Tanding apa?" balas Kenzo.
Kristan dan Kenzo duduk saling berhadapan. Tangan mereka sudah berada diatas meja, mereka siap berpanco atau beradu kekuatan tangan. Jeslyn memihak pada Kristan, sedangkan teman teman Jeslyn semua berpihak pada Kenzo.
"Biarin istri dukung suami. Kita yang masih belum punya pasangan dukung yang belum punya pasangan juga. HAHAHAHA" kata Lesya lalu tertawa.
"Hump, oke! Sayang kamu harus kuat dan kalahin dia ya. Ummuah" kata Jeslyn lalu mencium pipi Kristan.
"Iyuhhh aku jijik! Aargh harus kalahkan suami Jeslyn supaya tidak melihat kemesraaan mereka" kata Kenzo yang kesal melihat ciuman Jeslyn tadi.
"Kalau mereka pamer, suruh bayar pajak. Nona Jeslyn dan pak Kristan kalau pamer keuwuan harus bayar pajak 500 ribu" kata Ashley dan memberi kode goyang goyang jari minta duit.
"Jangan lama lama! Kita gas langsung mulai! 3 2 1, mulai!" kata Kenzo tiba tiba. Setelah angka satu, mereka langsung mengeluarkan tenaga masing masing dan mencoba saling menjatuhkan. Kristan sedikit telat mengeluarkan tenaga, hingga tangannya sudah miring sedikit dan hampir mengenai meja.
"Sayang semangat! Aku disini mendukungmu, semangat!" sorak Jeslyn menyemangati,
"Kita gak boleh kalah. Sang istri sudah mulai menyoraki suaminya. Ayo kita juga!" kata Ashley sambil menyeringai.
__ADS_1
"Kenzo, Kenzo, Kenzo!! Semangat Kenzo!" sorak teman teman Jeslyn.
"Kristan, Kristan, Kristan!!! Semangat sayang~" sorak Jeslyn tidak mau kalah.
"Waduh Jeslyn daritadi sudah manggil sayang sayang mulu. Sudah ini bayar pajak ya" kata Varren,
"Gak mau, wlee" balas Jeslyn lalu menjulurkan lidah seperti anak kecil. Mereka kaget lalu menambah sorakan supaya Kenzo menang. Perlahan lahan Kristan berhasil menaikkan tangannya dan kembali ke posisi awal yang seimbang. Tapi lagi lagi Kenzo mendorongnya ke bawah. Perlahan lahan semakin turun, para pendukung Kenzo semakin bersemangat. Tapi Jeslyn tidak kalah semangat dan tetap terus mendukung Kristan.
Sedikit lagi tangan Kristan menyentuh meja, Jeslyn mulai melemah memberi semangat. Jeslyn sempat melirik pada Kristan yang sangat santai sambil menyeringai. Kristan menatap Kenzo yang wajahnya sudah mau meledak karena mengeluarkan tenaga yang banyak untuk menjatuhkan tangan Kristan. Para pendukung Kenzo semakin bersemangat, sedikit lagi Kristan benar benar akan kalah.
Namun tiba tiba di detik terakhir, sebelum tangan Kristan benar benar mengenai meja dan kalah, dia berhasil membalikkan keadaan. Dengan cepat dan mudahnya bagi dia langsung menjatuhkan tangan Kenzo dan mengenai meja. Kenzo dinyatakan kalah!
"HAH?! KOK BISA?!" teriak para pendukung Kenzo. Kenzo sendiri melongo menatap bolak balik tangannya yang kelelahan dan Kristan. Kristan dengan bangganya berdiri lalu merangkul pinggang Jeslyn.
"Aku menang, kamu kalah. Apa sekarang aku boleh memamerkan kemesraanku dengan istriku?" kata Kristan sambil tersenyum senyum senang.
"Wah parah kamu Kenzo, kamu mengecewakan kami! Sekarang Jeslyn dan suaminya akan memberi kita makan malam kemesraan yang tak dapat kita terima" kata Varren sambil bertolak pinggang dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kekuatan suamimu luar biasa" kata Kenzo sambil menggeleng gelengkan kepala menatap Kristan.
"Harus sering latihan atau ngegym supaya dapat kekuatan sepertiku" kata Kristan lalu memamerkan tangannya yang indah dan kuat itu. Meskipun Jeslyn takut melihat tangan yang berurat dan berotot, tapi juga menginginkan suami yang seperti itu. Untungnya tangan Kristan termasuk idealnya karena tidak terlalu berurat dan berotot, sangat sempurna.
__ADS_1
"Cuma bercanda kok. Aku dan istriku tidak akan pamer kemesraan. Ayo kembali makan" kata Kristan sambil tersenyum. Mereka pun kembali duduk dan makan. Sambil mengobrol dan bercanda tawa. Kristan sangat cepat beradaptasi dan mulai ikut mengobrol bersama teman teman Jeslyn.
Lesya Aglesia adalah teman dekat Jeslyn saat di SMA. Lesya sangat cantik dan menjadi incaran cowok cowok di kelas. Tapi cantik cantik gitu, dia jutek dan lemot. Sedangkan Varren adalah teman SMA Jeslyn juga, yang pernah bersaing dengannya untuk merebut ranking 1 di kelas. Ashley sendiri adalah mantan sekretaris di kelas Jeslyn dulu. Dia juga lumayan dekat dengan Jeslyn karena memiliki cita cita yang sama. Jadi mereka sering ngobrol tentang universitas, jurusan, dan apa yang ingin dilakukan saat menempuh karir.