PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 74 - Anniversary -


__ADS_3

Ruang acara lagi lagi di dekor dengan mewah dan anggun. Mempelai mengenakan pakaian yang dulu mereka kenakan saat menikah. Tamu undangan sudah duduk sambil memberikan tepuk tangan pada mempelai. Mempelai berjalan diatas karpet merah, diikuti anak anak mereka. Zen dan Jen berjalan di depan, sedangkan Mike dan Natashya berjalan di belakang. Saudara saudara Kristan bersama iparnya menabur bunga disaat mempelai jalan.


"Hadirin sekalian, terima kasih telah meluangkan waktu untuk datang ke acara ulang tahun pernikahan saya dan istri saya. Ini adalah ulang tahun ke 12 pernikahan kami. Saya akan bercerita sedikit mengenai perjalanan pernikahan saya. Semoga kalian tidak merasa ngantuk seakan saya menceritakan cerita dongeng" ucap Kristan pada hadirin sekalian. Mereka tertawa oleh perkataan Kristan, lalu kembali fokus mendengarkan Kristan.


Di kesempatan kecil saat Kristan bercerita, Jeslyn juga menyelip masuk, sehingga tidak terkesan suami saja yang berbicara. Terlalu asik menceritakan kenangan masa lalu, mengingat kejadian baik maupun buruk, tapi akhirnya lega karena semua telah teratasi. Mereka tidak segan memamerkan keuwuan di depan pemirsa, tapi hanya keuwuan yang normal dan sewajarnya saja karena ada anak anak.


Nostalgia, mulai dari pertemuan kedua keluarga yang mendadak, perjodohan, rencana nikah kontrak yang malah menjadi nikahan asli, pihak pihak ketiga yang mau merusak hubungan, masa lalu suram, suka duka dilalui bersama, saling jatuh cinta, namun harus berpisah sementara lalu bertemu kembali, dan akhirnya menjalani kehidupan bahagia seterusnya dan selamanya.


"Bahkan saat istri saya hamil anak pertama saja, ngidamnya sudah unik - unik sekali para bunda dan ayah. Waktu hamil anak pertama ngidamnya buku buku. Tiap hari sibuk membaca, beli buku sana sini, sampai heran saya. Istri saya ini sedang baca buku apa sih, daritadi asik sendiri. Kalau anak kedua ngidamnya shoping. Tiap hari selalu aja pulang bawa kantong belanjaan. Ada perlengkapan bayi, mainan, baju, sepatu, kosmetik dan lain sebagainya. Nah, sedangkan anak ketiga dan keempat ngidamnya paling unik. Apa itu? Kesempurnaan. Lihat ada debu sedikit protes suruh bersihkan sampai mengkilat tak ada setitik debu pun. Lihat dasi gak rapi, protes suruh perbaiki. Lihat sana sini berantakan protessss suruh rapikan. Bingkai foto gak sejajar aja protes, padahal cuma miring 0,5 centi saja ke bawah. Tapi yang paling saya kenang itu, pas istri saya suruh masakkan makanan. Makanannya pun unik, pizza ikan salmon. Pusing saya. Maunya nyuruh koki aja yang buat, tapi kesayangan saya ini maunya saya yang buat. Mana saya tidak tahu lagi..." cerita Kristan sambil melirik pada istrinya dan para tamu.


"HAHAHAHAHA" tawa para hadirin. Setelah mereka cerita panjang lebar, seakan dunia hanya milik mereka berdua.


"Akhir kata, aku mencintaimu istriku" kata Kristan sambil menatap romantis Jeslyn dan merangkul pinggangnya.


"Aku juga mencintaimu" balas Jeslyn yang malu malu. Acara makan malam pun dimulai, para pelayan berjalan rapi mengantarkan makanan mewah ke setiap meja.


"Aaa papa ganteng bangeet" puji Natashya,


"Mama juga cantik. Lebih cantik, tambah cantik, dan paling cantik" puji Mike.


"Papa sama mama kamu itu dulu yang paling menonjol dan menarik loh sayang" ucap Mama Jane tiba tiba.


"Nahh bener! Papa mama itu cantik dan ganteng!" sambung Zen dan Jen.

__ADS_1


"Anak anak, kemari!" panggil Kristan. Anak anak berlari naik ke atas panggung, siap untuk foto keluarga.


3 2 1... CEKREK!


Foto itu di print 6 kali dan 4 anak masing masing mendapat 1 foto. Satu foto besar diletakkan di kamar pasutri, 1 foto besar lagi diruangan kenangan Kristan.


"Jadi inget waktu kamu pertama kali bersalin" bahas Kristan,


"Iya. Dulu aku heboh banget ya" balas Jeslyn sambil mengingat ingat. Kristan membalikkan pandangannya dan menatap Jeslyn. Tatapannya tidak dapat di deskripsikan.


"Kenapa menatapku begitu?" tanya Jeslyn bingung.


"Entahlah, aku merasa bahagia banget tapi bingung juga. Kenapa aku malah menikah denganmu?" balas Kristan yang masih terus menatap Jeslyn.


"Ma, Pa" panggil Mike,


"Ada apa sayang?" tanya Jeslyn. Lalu masuklah Mike yang diekori adik adiknya.


"Ini untuk mama papa" kata mereka berempat sambil menyodorkan gambar, kotak kado, kue, dan bentuk hati dari tangan Jen. Ada gambar keluarga mereka yang dibuat Zen. Ada kue buatan Natashya dan kado dari Christoper Michael yang berisi baju pasangan.


"Aduuh terima kasih kesayangan kesayangan mama. Sini cium sama peluk dulu, ummuah... ummuah..." balas Jeslyn sambil jongkok dan peluk mencium anaknya. Kristan mengelus kepala anak anaknya sambil ikut memuji.


"Ma ayo ke Paris!" ajak Jen dengan penuh harapan.

__ADS_1


"Gimana nih pa?" tanya Jeslyn,


"Boleh kok. Ayo bersiap, kita berangkat sekarang" jawab Kristan membuat anak anak itu lompat kegirangan. Lalu mereka keluar dan segera membereskan barang. Tidak perlu orang tua mereka menemani, mereka memang kelihatan masih kecil tapi sifatnya dewasa semua.


"Ehem... Paris mengingatkanku kejadian awal kamu minta Mike... Gimana kalau nambah lagi?" tanya Kristan menggoda Jeslyn,


"Heh! Ga mau! Kamu aja yang lahirin. Aku capekk" balas Jeslyn langsung mempelototi Kristan sambil tertawa.


"Bercanda sayang. Aku cuma bernostalgia ke kehidupan kita yang lalu. Berawal dari perjodohan tapi jadi jatuh cinta. Cerita kita menarik, kamu juga unik, jadi tambah cinta deh" kata Kristan lalu memeluk Jeslyn lagi dari belakang.


"Gombal terussss" balas Jeslyn yang sibuk merapikan pakaian.


"Emmm bagaimana keadaan kamu sekarang? Kalau... hujan deras datang?" tanya Jeslyn tiba tiba dan sedikit gugup.


"Terima kasih. Aku sudah merasa jauh lebih baik. Aku sudah bisa membuangnya dan membuka lembaran baru bersamamu" jawab Kristan yang masih terus memeluk dan bersandar pada Jeslyn.


"Syukurlah. Aku juga berterima kasih udah mau memelihara diriku ini" balas Jeslyn.


"Kamu ini bicara apa sih. Tentu saja aku mau mengambilmu, kamu jodohku yang dikirimkan Tuhan. Gak mau aku lepasin atau kasih ke orang lain, gak akan!" balas Kristan yang semakin memeluk erat Jeslyn.


"Uhuk... permisi saya udah mau mati di cekik. Tolong bapak di belakang saya ingat usia dan kekuatan" balas Jeslyn yang tidak bisa bergerak. Kristan melepas pelukannya, membalikkan badan Jeslyn ke arahnya, dan langsung menyerang bibir istrinya yang menggoda.


"Uhm!" sentak Jeslyn yang kaget. Untung saja tidak ada orang dan anak anak, mereka masih menikmati waktu - waktu mereka untuk berciuman. Tidak lama kemudian, mereka menghentikan ciuman itu dan mengambil nafas. Tapi Kristan merasa belum puas, akhirnya dia melanjutkan hal yang belum selesai.

__ADS_1


__ADS_2