PASANGAN Idaman Semua Orang

PASANGAN Idaman Semua Orang
Chapter 17 - Wedding Day -


__ADS_3

Keesokan harinya seperti yang tertulis dalam kalender, inilah hari pernikahan Jeslyn dan Kristan. Pagi hari yang cerah, Jeslyn dibangunkan oleh ayahnya lalu bergegas mandi. Setelah mandi, sang perias yang telah diutus Kristan untuk Jeslyn siap mendandani Jeslyn. Tap tap tap, tap tap tap, sang perias menghias wajah Jeslyn dengan semangat dan riang.


Ketika wajahnya sudah dirias, sekarang giliran rambutnya yang ditata. Lalu setelah itu beralih ke gaun lalu ke sepatu, hingga dirinya selesai dihias. Rambut yang diikat setengah dan dihiasi oleh jepitan kupu kupu, wajah yang dihias seperti putri Athanasia dari sebuah novel, gaun yang mewah dan mekar nampak cantik pada dirinya, ditambah dengan sepatu kaca yang mengkilat.


Ketika dia melihat dirinya dicermin, dia tersenyum manis menatap dirinya. Senyum yang mekar di wajahnya membuatnya semakin cantik sampai - sampai semua pekerja salon terpesona dan memujinya.


"Wah nona Jeslyn cantik banget hari ini" puji seseorang,


"Iya. Gaun itu nampak cocok padanya" puji lainnya,


"Lihatlah senyum manis yang mekar diwajahnya, cantik banget" puji yang lainnya,


"Udah cakep, baik, sopan, pintar, kurang apalagi coba? Beruntung banget lakinya" puji seorang lainnya. Dan seterusnya mereka memuji Jeslyn. Tak lama kemudian, sopir yang telah dipilih Kristan datang menjemputnya. Lalu dibawalah Jeslyn ke Gereja, setelah sampai di Gereja dia disuruh menunggu di sebuah ruangan sampai ayahnya datang untuk menjemput menuju Altar.


Jeslyn duduk sambil menunggu ayahnya datang. Dia mempersiapkan dirinya agar tidak gugup saat upacara pernikahan dimulai. Jeslyn menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Lalu menarik nafas panjang lagi dan menghembuskan nya lagi. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Jeslyn, sudah siap?" tanya ayah Jeslyn,


"Sudah!" jawab Jeslyn cepat,


"Mari, ayah antar" kata ayah Jeslyn sambil tersenyum. Jeslyn membalas senyuman ayahnya dan berjalan keluar pintu.


"Jangan gugup oke" bisik ayah Jeslyn sambil menuju ke pintu masuk Gereja,


"Iya" balas Jeslyn malu malu. Setelah itu, Jeslyn melirik wajah ayahnya, dia nampak sedih namun tetap tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang kamu sudah besar, bukan putri kecil ayah lagi. Kamu juga sebentar lagi jadi milik orang, ayah cuma berharap kamu hidup bahagia" kata ayah Jeslyn pelan sambil menghembuskan nafas. Jeslyn terdiam setelah mendengar kata kata ayahnya.


"Ya... aku kan jadi milik orang lain gara gara ayah jodohin aku. Kalau gak, aku pasti masih jadi putri kecil ayah" gumam Jeslyn yang terdengar oleh ayahnya,


"Kan ayah udah tua, harus cepat cepat nikahin kamu. Kelamaan kalau ditunda lagi, nanti gak dapat cucu. Lagipula Kristan itu baik kok, ayah sudah pernah bertemu dan mengobrol dengannya.Jadi semoga kamu bahagia ya sama calon suamimu" kata ayah Jeslyn sambil tersenyum.


"Hmmm iya iya, amiin. Tapi ayah jangan mikir sembarangan ya, udah tua udah tua, gak apa - apa ayah udah tua, asalkan sehat, pasti panjang umur" balas Jeslyn menasehati ayahnya,


"Iya iya" balas ayah Jeslyn. Setelah percakapan berakhir, mereka juga tepat waktu sampai dipintu Gereja. Jeslyn dan ayahnya berdiri di depan pintu siap melangkah maju menuju Altar. Pintu yang dihiasi rangkaian bunga mawar merah muda, tempelan bunga mawar putih di setiap 2 bangku Gereja, karpet merah yang digelar didepan pintu, keluarga dan teman memandang mempelai wanita yang raut wajah gembira, dan sang mempelai pria menatap wanitanya dengan tatapan melongo.


Jeslyn tersenyum melihat semuanya. Lalu dia perlahan berjalan bersama ayahnya dikarpet merah itu menuju depan Altar. Kristan melongo menatap Jeslyn sampai sampai dia meneteskan air mata. Lalu segera menunduk untuk menghapus air matanya.


"Ada apa denganku?? Kenapa aku menangis ?!?!" batin Kristan bingung. Dia menatap Jeslyn lagi dan sekali lagi dia meneteskan air mata. Dan akhirnya Kristan sadar, tetesan air matanya itu bukan karena kesedihan maupun kemasukan debu. Saat Jeslyn mengenakan gaun pengantin itu, berjalan dengan senyuman nya yang menawan, matanya yang memancarkan kebahagiaan, sehingga membuat Kristan tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya akan calon istrinya.


Mempelai pria meneteskan air mata bahagianya saat melihat mempelai wanitanya menggunakan gaun pengantin. Semua mempelai wanita akan terlihat sangat cantik saat menggunakan gaun pengantinnya. Apalagi saat melihat pasangan yang akan dia nikahi adalah orang yang dia cintai. Senyuman diwajahnya akan mekar dan lebih indah dari biasanya. Jantung berdegup kencang, senyuman di wajah yang tidak dapat ditahan, akan ada momen langkah yang akan terjadi.


"Silahkan mempelai pria mengucapkan sumpahnya" lanjut pendeta. Jantung Jeslyn berdegup kencang, tangannya gemetaran, wajahnya mulai merah, dia kembali gugup. Namun karena Kristan sadar kalau Jeslyn gugup, dia segera menggenggam kedua tangannya lalu mengucapkan ikrar.


"Saya Kristan Arthur Wijaya, dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Jeslyn Melissa Wira sebagai istri saya. Di hadapan para saksi yang hadir di sini, saya bersumpah akan mencintaimu, melindungimu, menghormatimu, dan setia kepadamu sepanjang hidup saya dalam suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu sampai maut memisahkan kita" kata Kristan dengan serius mengucapkan sumpahnya.


"Jeslyn Melissa Wira, bersediakah kau menerima sumpah Kristan Arthur Wijaya dan menjadi istrinya?" tanya pendeta,


"Ya, saya bersedia" jawab Jeslyn dengan serius dan malu malu,


"Baiklah, sekarang giliran mempelai wanita mengucapkan sumpah, silahkan" kata pendeta,


"Saya Jeslyn Melissa Wira, dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Kristan Arthur Wijaya sebagai suami saya. Di hadapan para saksi yang hadir di sini, saya bersumpah akan mencintaimu, melindungimu, menghormatimu, dan setia kepadamu sepanjang hidup saya dalam suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu sampai maut memisahkan kita" ucap Jeslyn serius.

__ADS_1


"Kristan Arthur Wijaya, bersediakah kau menerima sumpah Jeslyn Melissa Wira dan menjadi suaminya?" tanya pendeta,


"Ya saya bersedia" jawab Kristan sambil tersenyum menatap Jeslyn. Karena tidak tahan melihat senyuman Kristan, Jeslyn juga ikut tersenyum tanpa sengaja.


"Silahkan kedua mempelai saling memakaikan cincin" kata pendeta. Mulailah Kristan memasangkan cincin ke jari manis Jeslyn lalu berganti Jeslyn yang memasangkan cincin ke jari manis Kristan, seperti biasanya dalam hal pernikahan.


"Kini saya mengumumkan, bahwa Kristan Arthur Wijaya dan Jeslyn Melissa Wira telah sah menjadi suami istri, seperti yang tertulis dalam Injil Matius pasal 19 ayat 5 dan 6, "Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" selamat untuk kedua


mempelai" ucap pendeta itu lalu tersenyum.


PROK PROK PROK


Suara tepukan tangan para saksi yang meriah dengan kegembiraan diwajah masing masing. Membuat Jeslyn dan Kristan juga ikut senang.


"Meskipun pernikahan ini bukan karena cinta, entah kenapa aku merasa sangat bahagia" batin Jeslyn dan Kristan. Mereka saling bertatapan, para saksi memberi kode agar mereka berciuman.


"Kita harus kerja sama didepan mereka supaya mereka gak curiga" bisik Kristan,


"Mmm tapi itu first kissku..."bisik Jeslyn malu,


"Gak papa, kita sama sama kehilangan first kiss demi kebaikan kita. Masih lebih mending kehilangan first kiss dengan orang yang tidak dicintai, daripada kehilangan first night dengan orang yang tidak dicintai?" bisik Kristan,


"Huh? Benar juga, ya udah deh!" balas Jeslyn pasrah, kesal, dan malu. Perlahan Kristan mendekati Jeslyn dan Jeslyn menutup matanya. Inilah detik detik Kristan dan Jeslyn berciuman, jarak kedua mulut mereka sudah sangat dekat, mata Kristan juga mulai tertutup. Para penonton sudah tidak sabar dengan aksi mereka, namun ada saja yang mengganggu.


"Kristan!" suara panggilan seorang wanita dari luar pintu Gereja. Kristan dan Jeslyn tidak jadi berciuman, semua orang memalingkan wajah ke arah pintu. Para penonton yang sudah menunggu nunggu tiba tiba kaget dan kesal karena momen bagus itu terlewatkan dan ingin melihat orang mana yang berani mengacaukan momen ini


__ADS_1


__ADS_2