
Mendengar sang ketua ingin melenyapkan mereka bertiga karena dianggap tidak bisa bekerja dengan baik, Stanley diam, memikirkan cara untuk lepas dari ketua.
Azka pernah memberi sebuah ponsel khusus yang tidak bisa diretas siapapun. Stanley menggunakannya berkomunikasi dengan Azka, karena itulah Neil tidak tidak menyadap ponselnya.
‘Tidak, aku tidak boleh mati konyol, masih banyak yang ingin aku kerjakan, aku belum menemukan kode yang diberikan Kak Dave lima tahun yang lalu, aku belum bisa menemukannya, apa yang harus aku lakukan?
Tidak ingin mati konyol, Stanley meminta Azka meretas ponsel milik Billy dan Neil, ternyata apa yang dikatakan Azka benar. Bos gangster itu sudah sudah meminta Neil dan Billy untuk menghabisinya dan menawarkan imbalan yang sangat besar.
Menyadari dirinya dalam bahaya,Stanley akhirnya menerima tawaran Azka untuk bekerja sama, lalu mereka membuat sandiwara lewat telepon.
“Aku tidak ingin menyakiti mereka berdua, bagiku Billy dan Neil sudah adik sendiri.”
“Kalian bisa bekerja sama.”
“Maksudnya, bekerja sama bagaimana?” tanya Stanley berpura-pura .
“Aku dengar … jika mereka menghabisi mu, mereka berdua juga akan dilenyapkan, dia ingin mengganti skuad-skuad nya di luar penjara,” ujar Azka.
“Benarkah, itu artinya kami bertiga dalam bahaya?” tanya Stanley.
“Ya, aku dengar dia meminta seorang penembak jitu dari Rusia, kabarnya malam ini akan tiba di Indonesia, maka itu kalian tinggalkan apartemen sebelum mereka datang.”
“Aku ingin mengajak Billy sama Neil membangun kerajaan bisnis kami sendiri, tidak ingin bergantung pada lelaki itu.”
Neil sama Billy diam, mereka berdua ternyata mendengar pembicaraan Stanley dengan Azka dalam ponsel mereka, kini mereka berdua ragu dalam memilih apakah setia dengan bos besar mereka yang mendekam di penjara? atau mau memihak bos Stan yang saat ini ada bersama mereka?. Ternyata Neil sudah lama meretas ponsel milik Stanley. Mereka ditugaskan menghabisi Stanley , kini, setelah mendengar kalau mereka juga akan dihabisi. Neil mengurungkan niatnya untuk menyingkirkan Stenly.
Tidak lama kemudian ketukan pintu terdengar, Stanley tersenyum penuh kemenangan, akhirnya rencana mereka berdua berhasil.
Untuk bertahan hidup di dunia keras seperti itu, harus punya trik dan strategi agar bisa bertahan hidup.
Apa yang direncanakan untuk mendapatkan simpati kedua hati anak buahnya akhirnya berhasil.
“Masuk!” Stanley duduk di sofa di kamar tersebut.
“Bos, kami akan ikut sama Bos mulai hari ini.”
“Kenapa?”
“Mulai hari ini, kami akan mengikuti semua rencana , Bos,” ucap Neil dengan yakin.
__ADS_1
“Saya tidak bisa memberi kemewahan seperti yang ditawarkan ketua,” ujar Stanley.
“Mari kita bangun semua dari bawah,” ujar Billy.
Mereka sepakat melepaskan diri dari anggota ‘Blac Moon’ berencana akan membangun kerajaan mereka sendiri.
“Apa kalian sudah siap dengan resikonya? kita mungkin akan jadi incaran.”
“Saya siap Bos.”
“Baiklah, malam ini kita punya misi, tapi sebelumnya kita punya seorang yang akan bergabung dengan kita.”
Beberapa menit kemudian terdengar suara Bel, saat dibuka Azka datang, kedua alis Stanley menyengit karena lelaki yang ia kenal saat di penjara sama yang dilihat saat itu sangat berbeda.
Saat dipenjara lelaki itu, bersikap gemulai dan sering berdandannya layaknya perempuan. Tetapi penampilannya kali ini sangat coll.
“Jangan melihatku seperti Bos,” ujar Azka, ia menuangkan whisky di depan Stanley, lalu meneguknya tanpa sungkan, seolah-olah ia dan Stanley sudah saling mengenal lama.
“Baiklah, kalian belum kenal dia Azka, teman saat di penjara.”
Mereka saling salaman dan mengenalkan diri.
“Untuk lepas dari sang ketua kita harus punya modal besar, jadi malam ini kita akan dapatkan uang yang banyak untuk membangun bisnis kita yang lebih besar.”
“Saya sudah punya,” ucap Stanley.
“Jangan pernah mengaku barang jadi milikku, kalau hanya dititipkan di rumahmu. Ketua akan sangat marah kalau kamu menggunakan uangnya untuk membangun bisnis baru, kecuali kamu sudah menghabisinya barulah harta itu milikmu,” ujar Azka raut wajahnya serius.
“Baiklah, apa yang kita lakukan?”
“Merampok Brankas milik Jhon,” ucap Azka memberikan ide yang menantang adrenalin, seperti yang diketahui rumah Jhon di jaga sangat ketat, dikeliling para penjaga yang berjaga dua puluh empat jam.
“Kenapa harus pria itu …? ada banyak bank di kota ini.” Stanley menatap Azka dengan bingung.
“Orang yang menemui ketua di penjara adalah Jhon, lelaki itu selalu mendapatkan keuntungan dalam setiap kesempatan, dia memfitnah mu, dia bilang kamu menemui bos besar dari Thailand.”
“Kurang ajar, dia masih saja mengusik hidupku,” ucap Stanley geram.
“Baik saya setuju.” Billy angkat tangan.
__ADS_1
“Saya juga.” Neil juga angkat tangan..
“Kita akan eksekusi nanti malam, saat dia mengadakan transaksi dengan customer dari Hongkong, kita akan merampok brankas miliknya saya sudah dapat titik masuk ke dalam.”
Billy dan Neil semakin yakin kalau mereka akan disingkirkan, karena sang ketua ternyata tidak menunda transaksi, ia melakukanya dengan orang pilihannya, ia juga bekerja sama dengan Jhon.
“Itu artinya Jhon yang akan melakukannya malam ini?” tanya Stanley dengan tatapan sinis.
“Ya.”
“Baiklah ayo kita lakukan, aku juga punya rencana lain untuk si keparat itu,” ujar Stanley, ia berniat membalas penghianatan yang dilakukan lelaki itu lima tahun yang lalu.
Rencana akhirnya berubah.
Malam itu sebuah transaksi akan berlangsung di pelabuhan.
“Kita akan bermain cantik, kalau keadaan terdesak baru kita lenyapkan ucap Stanley, mereka berada di dalam kapal yang sedang berlabuh di tepi pantai.
Neil mematikan jaringan internet kearah pelabuhan, sementara Azka meretas data dalam ponsel Jhon dan anak buahnya lalu mematikan cctv di semua wilayah labuhan, sementara Stanley dan Billy turun ke dalam air menggunakan pakaian penyelam dan membawa tabung, mereka melubangi dinding kapal dan memasukkan selang berupa gas tidur.
Dalam sebuah kapal, berlangsung transaksi di mana tiga orang pembeli dari luar negeri akan membeli barang haram dari Jhon, disaat transaksi empat koper uang sedang di pertunjukkan, tidak lama kemudian Stanley memasukkan gas tidur kedalam kapal, saat mereka tertidur mereka berempat masuk menggunakan masker oksigen merampok uang dan sabu, lalu kabur menggunakan kapal, mereka mengatur rencana seolah-olah perampoknya adalah Jhon dan anak buahnya.
Stanley dan rekannya pulang menuju apartemen Azka, mereka berempat berhasil melakukannya dengan begitu sempurna, mereka mendapatkan uang ratusan milliar dan sabu sebanyak puluhan kilo gram.
“Kita akan berbagi sama rata,” ujar Stanly, walau ia bosnya untuk saat ini ia ingin mendapatkan kepercayaan kedua anak buahnya.
“Tidak usah Bos kam-”
“Tidak, kita adalah rekan, mulai sekarang kita akan bangun kerajaan bisnis kita dari bawah, Jhon menjebakku lima tahun yang lalu, jadi ini balasan untuk dia, kita tidak salah saya hanya mengambil imbalanku,” ujar Stanley, ia merasa sangat puas dengan pekerjaan malam itu.
“Ini belum cukup kita akan merampok brankasnya juga, saya sudah mempelajari ruang brankas miliknya,” ucap Azka.
“Baik, mari kita susun strategi untuk melakukannya, untuk saat ini, mari kita bersantai untuk memikirkan rencana selanjutnya.”
Di sisi lain.
Mafia dari hongkong sangat marah, karena mereka merasa dikhianati oleh Jhon, berniat akan membalas dendam pada Jhon.
Bersambung...
__ADS_1
Bantu kasih masukannya ya kakak, terima kasih