
Stanley masih bersama Shopia wanita cantik bertubuh seksi.
“Apa kamu juga menghindari polisi, sama sepertiku?” tanya wanita seksi itu menatap dada Staley,. Stanley bisa tebak apa isi kepala Sophia.
“Ya, saya tidak ingin berurusan dengan polisi, mari kita pergi dari sini.”
Wanita itu terus memulai obrolan dan Stanley hanya jadi pendengar, tatapan matanya yang misterius, membuat sang wanita semakin penasaran.
“Ini pertama kalinya bertemu wanita cantik seperti kamu, saya ingin mengundangmu untuk minum anggur di penthouse ku.”
‘Oh laki - laki ini sepertinya orang kaya’ ucap Shopia mengulum bibirnya dengan manja.
“Boleh, bagaimana kalau sekarang saja,”sikap binalnya mulai keluar.
‘Wow wanitamu ternyata pemberani Jhon, Aku akan mengirim rekamannya padamu bila perlu’ Stanley mengedipkan alisnya sebelah. Kode panas dimulai.
“Ok.” Stanley kembali mengeluarkan jurus maut dengan senyuman lembut yang penuh kepalsuan yang dipadukan dengan kata-katap persuasif membuat Shopia terbuai.
“Wow … You seksi Man,” gumamnya manja, suara ******* manja itu didengar oleh Stanley, lelaki bertato itu semakin menggodanya. Melihat Shopia wanita yang gampang dirayu, Stanley semakin berani, ia ingin wanita itu masuk ke perangkapnya lalu ia menelepon anak buahnya.
Menyadari Stanley seorang bos besar, Shopie semakin menggoda.
“You beautiful baby,” ucap lelaki itu sembari mendesis di daun telinga wanita itu.
Tiba-tiba Shopie menghentikan mobilnya di pinggir jalan tol, dengan sikap berani ia meraih dagu Stanley dan mengecap bibir tebal itu dengan sikap tergesa-gesa
“Wow … sabar cantik, bagaimana kalau kita melakukannya di apartemenku,” ucap Stanley menarik diri.
“Ba-baik,” ucapnya mengusap bibir Stanley dengan jemari lentiknya.
Lalu mobil melaju menuju apartemen
“Selamat datang di apartemenku baby,” ucap Stanley, ia berjalan menuju lemari kaca.
‘Wah .. kamu lelaki hebat, malam ini kamu milikku’ bisik Sophia dalam hati, lalu ia melepas pakaian atasnya memperlihatkan bongkahan indah yang menyembul dari kap pengaman yang ia kenakan.
__ADS_1
Stanley hanya tersenyum melihat Shopia yang merayunya, setelah wanita itu tahu kalau dirinya kaya Shopia lebih bersemangat untuk merayu.
Setelah mengeluarkan sebuah botol anggur dan menuangkannya ke gelas, mereka berdua duduk di sofa.
“Lalu apa tidak ada yang marah ni, kalau wanita cantik seperti kamu bersamaku?”tanya Stanley.
“Tidak ada,” jawab Sophia dengan yakin.
‘Aku tidak perduli lagi dengan kamu Jhon, aku sudah dapat laki-laki yang lebih tajir dan aku tidak akan melepaskan pria ini’ ucap Sophia, kekasih Jhon. Orang yang memanggil polisi ke bar itu adalah Shopia, ia marah saat sang kekasih menghiraukannya malah memilih bersenang-senang dengan wanita lain.
“Wow … sayang sekali wanita cantik seperti kamu tidak ada yang punya.”
Ia tertawa menggoda, Stanley menuangkan anggur ke dalam gelasnya lagi , lalu ia bertanya, “kenapa Jhon meninggalkanmu?”
“Oh, kamu curang, sebenarnya kamu sudah tau,” ucap Sophia memajukan bibirnya.
“Aku tidak tahu, hanya saja kamu tadi menyebutkan nama lelaki itu.”
“Apa kamu mengenal Jhon?” tanya Sophia mulai mabuk.
Ia mulai menebar pesona melihat tubuh berbentuk kotak-kotak itu Sophia membasahi bibir bawahnya lalu menggigit ujung bibirnya, menahan gejolak dalam tubuhnya yang kian bertambah panas.
“Lelaki itu banyak bisnis, ada bar dan sebuah kasino di Thailand, aku pernah dibawah ke sana, dia juga memiliki bisnis gelap dan anak buahnya ada di mana-mana,” ucap Shopia, ia membocorkan semua rahasia kekasihnya tersebut.
‘Dapat kamu Bung, aku akan menghancurkanmu sebagaimana kamu menghancurkan hidupku’ Stanley membatin.
Stanley tersenyum puas, ia mendapatkan rahasia laki-laki itu dengan mudah, tiba-tiba Sophia berdiri melompat ke pangkuan Stanley, lelaki bertato itu belum sempat berpikir panjang. Namun wanita bermata besar itu, sudah mendapatkan bibirnya, mengulumnya dengan sangat agresif tanpa komando, wanita berpinggang ramping itu sudah melucuti kain pengaman miliknya, bagian indah di tubuh Sophia seketika terpampang di depan mata Stanley
Tidak ingin menyia-nyiakan barang bagus, tangan kekar Stanley mencengkram kedua benda indah itu, Shopia mengeluarkan suara lengkuhan manja dari bibirnya.
“Apa kamu ingin melakukannya denganku cantik?” tanya Stanley, ia tidak ingin wanita itu menyesal, Stanley bahkan meletakkan ponselnya di sisi sofa, merekam aktivitas mereka berdua.
“Aku sangat ingin,”balas Sophia, ia melepaskan celana Stanley.
“Kamu belum mengenal siapa aku.”
__ADS_1
“Aku tidak perduli, aku hanya ingin dengan belaian, tubuh kekarmu membuatku terpesona,” ujar Sophia. wajahnya semakin bersemangat saat ia berhasil melepaskan celana berbahan jeans itu dari tubuh Stanley, lalu ia menariknya dari ujung kaki sampai terlepas.
Menyisakan brief bermerk Calvin Klien, sebagai kain pembungkus senjata milik Stanley, Sophia menggigit bibir bawahnya dengan tubuh gemulai manja saat melihat tonjolan besar itu, seolah-olah menantang, minta Sophia untuk menggenggamnya.
“Wow itu sangat besar,” desah Sophia, lelaki itu mengedipkan matanya menginginkan wanita cantik itu bermain dengan juniornya, Sophia jongkok di lantai dan mengarahkan wajahnya ke bagian batang milik Stanley.
Mendapat servis dari wanita cantik, Stanley tidak menyia-nyiakannya, ia membalasnya dengan gerakan dan sentuhan yang memukau, mereka berdua saling memberi dan menerima, mencoba berbagai gaya untuk menambah sensasi permainan.
“Kamu sangat hebat,” puji Sophia, tak kalah pria itu melakukannya dengan gaya menggendong tubuh Sophia di depannya dan mendorong senjata miliknya beberapa hentakan.
Jeritan kecil dari bibir wanita itu membuat Stanley semakin bersemangat dan menghentakkan tubuhnya dengan gerakan cepat, semakin ia melakukan tempo cepat semakin Sophia mengeluarkan suara-suara ribut dari bibirnya. Melihat Shopia yang semakin tidak terkendali pria itu mengganti posisi, meminta Sophia membelakanginya sembari berpegangan pada dudukan sofa, lalu ia melakukan dengan tempo yang lebih cepat, membuat wanita itu berteriak-teriak kenikmatan, suara ribut mereka.
“Aku ingin keluar, apa aku membuangnya di dalam atau di luar?” tanya Stanley meminta persetujuan pada partner wanitanya.
“Terserah baby,” desahnya dengan wajah basah bermandikan keringat.
‘Aku tidak ingin menanamkan benih di rahim wanita seperti kamu’ ucap Stanley, ia menumpahkan cairan miliknya di luar.
Puas dalam pertempuran yang panas, mereka berdua tergeletak di ranjang.
“Terimakasih , aku sangat puas,’ ucap Sophia setengah sadar efek minuman yang memabukkan itu, ia menarik bedcover dan tertidur.
Sementara Stanley bergegas ke kekamar mandi, menyalakan shower, mengguyur kepalanya dengan air dingin menyegarkan kepalanya agar tetap sadar. Lalu ia berpakaian rapi dan menelepon anak buahnya.
“Bawakan mobilku ke apartemen,” pintanya dengan nada tegas.
“Baik Bos,” jawab sang anak buah dengan patuh.
Beberapa menit menunggu seorang pria bertubuh tinggi, berbadan tegap datang menghampirinya dia anak buah Stanley.
“Urus wanita itu, berikan dia,” pintahnya lagi.
“Baik Bos,”
Setelah melakukan malam panas dengan kekasih musuhnya, lelaki itu merasa puas dan meninggalkan sang wanita begitu saja, Stanley hanya memanfaatkan Sophia untuk membongkar rahasia tentang Jhon dan ia mendapatkan semua bisnis gelap pria yang mencelakainya. Stanley akan bertemu Naira.
__ADS_1
Bersambung