
Zidan membuktikan kesetiaannya sampai akhir hayatnya, bahkan Diujung kematiannya ia menunjukkan kesetiaannya melindungi Okan dengan tubuhnya.
“Kamu akan selamat kawan, jangan gampang menyerah, kamu bukan orang yang seperti itu. Ken … ganti! Apa kamu mendengarku? Bagaimana keadaanmu?” tanya Leon menekan alat komunikasi yang menempel di kupingnya.
“Ya Bos. Aku mendengar,” suara Ken juga lemah.
“Apa yang terjadi, Ken?”
“Bos, kami berdua juga tertembak, Maaf Bos,” jawab Kinan.
“Bertahanlah. Tunjukkan posisimu, Kinan,” ujar Toni.
“Ya Pak, Kami masuk ke dalam lumpur.”
“Baik, aku akan menggunakan kacamata.” Bram menggunakan kacamata elektromagnetik detektor dan menemukan objek bergerak dalam lumpur. Kinan dan Ken terpaksa menceburkan ke dalam lumpur untuk menyamarkan tubuh mereka dari kepungan musuh yang menjebak mereka yang jumlahnya mencapai puluhan orang, sementa mereka hanya enam orang.
Bram menerbangkan pesawat ke sebuah rumah di sebuah perkebunan di arah puncak, sementara Leon masih terus mengajak Zidan bicara agar ia tetap sadar sampai mereka tiba.
“Zidan , tolong bertahan Kawan …,” ujar Leon dengan suara bergetar, bahkan anak buahnya yang lain yang memakai alat komunikasi itu bisa merasakan kesedihan Leon. Zidan anak buah Leon yang paling cerdas, seorang sniper handal memiliki strategi perang yang hebat di masa mudahnya, ia juga tampan dan tidak banyak bicara sama seperti Leon, karena itulah Leon sangat sayang sama Zidan, ia akan merasa sangat sedih kalau Zidan dengan cara yang tragis.
Aku sudah lelah.”
“Tidak, kamu harus selamat,” ujar Leon.
“Bos, Aku tidak berguna lagi karena Aku tidak akan bisa bekerja untukmu.” Tiba-tiba saat genting Stanley datang menolong Okan lagi.
“Ayo pergi dar sini, jumlah mereka banyak,” ujar Stanley.
*
Kenapa Stanley bisa ada di sana ?
ceritanya.
Lelaki yang bernama Asta Stanley itu, sangat penasaran dengan keluarga Okan. Ia pernah mendengar dari seorang kepala mafia hanya orang-orang hebat yang bisa mempekerjakan pasukan Naga Hitam, karena itulah ia meminta orang-orangnya mencari tahu tentang Okan.
__ADS_1
“Siapa sebenarnya ayah bocah itu? Harusnya Aku mengobrol dengannya,” ucap Stanley saat itu
Ia keluar dari apartemennya menuju kantor polisi tentang keberadaan adiknya yang hilang. Stanley tidak mengetahui kalau adiknya berbaring di rumah sakit.
Asta Stanley mendapat kabar dari orang suruhannya yang ia perintahkan untuk mencari tahu tentang Okan.
“Pak kami menemukan mereka, mobil mereka menuju puncak Bogor.”
“Oke, saya ke lokasi, tunggu saya di sana,” ujar Stanley saat itu.
Zidan berkendara menuju sebuah rumah yang alamatnya diberikan anak buah Bimo, ia rencananya hanya ingin mengawasi rumah yang mereka yakini rumah Dave, maka saat penembakan terjadi Stanley menyaksikannya.
Ia melihat Danis membidik kepala Okan, Namun Zidan melindungi dan menggunakan tubuhnya, saat Zidan ingin mengarahkan senjatanya ia tahu kalau itu putranya, sebagai seorang ayah yang mencintai anaknya, ia tidak akan tega menembak putranya, maka itulah ia memilih ditembak daripada menembak anaknya sendiri.
Danislah pengkhianat yang menjebak anak buah Leon. Tadinya Okan ingin menghabisi Okan, ia juga tidak tahu kalau Zidan akan ikut saat itu, kabar yang ia dengar dari anak buah Bimo yang berkhianat itu Okan akan datang dengan Kinan dan Ken, rupanya Zidan ikut, dengan sadar ia sudah membunuh papinya sendiri.
“Apa kamu ingin melindungi mereka walaupun kamu hampir mati. Kenapa Papi tidak mau berpihak padaku sekali saja …! Aku sudah memintamu bergabung denganku dan membangun kerajaan sendiri yang dikenal di seluruh dunia,” ujar Danis.
Dor!
“Ayo pergi dari sini!”
“Stanley?”
“Ya, pergilah menjauh dari sini,” ucap Zidan ia meminta Okan lari.
“Bagaimana denganmu, Om?”
“Jangan khawatir, Aku tidak apa-apa . Dengar Aku masih bicara dengan ayahmu, Bos dan orang-orangnya sudah menuju kesini, kamulah yang mereka incar untuk mencari kelemahan ayahmu,” ujar Zidan, ia mengokang pistol miliknya, ia melindungi Okan.
Saat mereka berlari menjauh bersama Stanley, akhirnya dua buah helikopter terbang di atas mereka.
‘Ayah sudah datang Aku tidak punya muka lagi untuk melihatnya’ ujar Okan, ia semakin berlari menjauh bersama Stanley.
“Siapa mereka?” tanya Stanley.
__ADS_1
“Itu Ayah dan Anak buahnya, suruh orang-orangmu mundur, dia akan membombardir tempat ini, dia lagi marah karena Om Zidan terluka.”
Stanley cepat-cepat menelepon kedua anak buahnya yang tadi membantu menyelamatkan Okan.
“Cabut dari sana! Mundur kalian menjauh dari sana!”
Melihat Leon datang, Okan melarikan diri karena merasa bersalah karena dirinyalah Zidan tertembak, ia terus saja berlari melarikan diri dari Leon. Asta Stanley mengejarnya dan menghentikannya.
“Berhentilah berlari Bro, sebelum kamu kehabisan darah,” ternyata kaki Okan juga terluka tertusuk kayu ia sampai tidak merasakannya karena merasa bersalah.
“Apa yang sudah Aku lakukan. Harusnya Aku tidak usah ikut tadi, Aku membuat mereka dalam bahaya,” ujar Okan memegang kepalanya dengan panik.
“Tenanglah Bro, katakan siapa kamu sebenarnya agar Aku bisa membantu,” ujar Stanley lelaki yang menyelamatkan Okan itu, adalah adik Dave dan Kakak Luna.
Okan takut nyawanya dalam bahaya kalau ia jujur, Okan teringat akan pengkhianatan sahabatnya , jadi ia tidak ingin memberitahukan siapa dirinya yang sebenarnya pada Stanley lelaki yang menyelamatkan nyawanya sebanyak dua kali itu.
“Aku hanya anak seorang pebisnis.”
“Lalu kenapa kamu diincar dan dijaga ketat.”
“Aku buronan polisi,” ujar Okan.
“Kenapa?”
“Kami merampok kantor polisi.”
“A …?”
Stanley kaget saat Okan mengaku ia merampok kantor polisi , ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Okan karena wajah Okan bukanlah tampang berandalan ataupun orang yang kekurangan uang, segala yang melekat di tubuhnya semua barang bermerek dari brand terkenal dunia.
“Barang apa yang ingin kamu rampok?” tanya Stanley, sebenarnya lelaki itu bukan tipe lelaki yang suka ikut campur urusan orang lain . Namun, demi mencari Dave dan Luna, ia akan banyak bertanya, ia yakin kalau Okan anak mafia atau ada hubungannya dengan Ketua bos mafia, tua bangka yang mengincar nyawanya juga
Okan langsung menatap sinis pada Stanley, ia berpikir laki-laki itu mata-mata yang mengincarnya juga. Sepertinya apa yang terjadi hari ini akan mengubah pandangan Okan tentang kehidupan. Okan salah satu anak yang beruntung, saat anak-anak di luar sana tidak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya Okan malah tidak ingin hidupnya diawasi orang tuanya, ia ingin bebas. Okan memang bodoh … karena sikapnya tersebutlah Leon akan patah hati, jika sampai Zidan meninggal, Leon akan menggila dan melenyapkan semua musuh yang yang melukai Zidan.
Bersambung
__ADS_1