
Setelah memberi pelajaran pada orang-orang jahat itu, Stanley menuju kota dan menemui Dorroty sahabatnya. Ia sudah membeli rumah di kota untuk lelaki itu agar ia keluar dari desanya.
“Kalian ke hotel saja duluan saya akan bertemu dengan teman lama saya, turunkan aku di depan.”
“Baik Bos.”
Stanley turun di sebuah gang, lalu masuk ke sebuah gang, ia bersembunyi di balik tembok ia mengintip dan dugaannya benar, ada sebuah mobil mengikuti. .
“Untung aku menyadarinya,” ucap Stanley, ia merogoh kantong celananya menelepon Billy.
“Billy, kalian berhati-hati ada satu mobil mengikuti kalian.”
“Lalu bagaimana dengan Bos? Apa perlu kami putar balik lagi?”
“Tidak usah, ganti rencana, kalian cari tempat aman kita bertemu di pelabuhan besok.”
“Tapi bagaimana kalau mereka menemukan Bos?”
“Jangan khawatir aku bisa menghindari mereka.”
“Baik Bos, kami mengerti. Kabarin kami kalau ada masalah.”
“Baiklah, hati-hati dalam bertindak.”
“Baik Bos,” jawab Billy.
Lalu ia menelepon bos mereka melapor tentang segala hal yang dilakukan Stanley, mereka menjalani hidup penuh trik, terkadang tidak tahu mana musuh mana kawan. Maka itulah Stanley tidak percaya pada siapapun lagi, ia memilih percaya pada diri sendri. Tidak ingin sahabatnya dapat masalah, ia terpaksa bersembunyi sampai keadaan aman lalu ia berjalan dari gang sempit dan masuk ke sebuah toko, melihat ada wig ia terpaksa menggunakannya, rambut palsu dan kumis, ia mengubah penampilannya jadi orang tua.
Ia memberi kabar Dorroty, ia meminta lelaki itu menemuinya dan meminta untuk menyamarkan penyamaran.
[Mari kita bertemu Bro, datanglah ke alamat ini] tulis Stanley dalam pesannya.
“Apa yang ingin dia lakukan lagi,” ucap Dorroty, menatap istrinya yang sedang hamil, ia sangat takut bertemu Stanley, ia tidak ingin keluarganya dapat masalah, ia hanya ingin hidup tenang bersama istri dan putrinya.
Tetapi ia juga tidak bisa mengabaikan Stanley, karena sahabatnya itulah ia bisa hidup sampai saat itu. Karena di masa lalu mereka berdua partner kerja yang saling tergantung satu sama lain.
[Baiklah Bung, katakan di mana posisimu] balas Dorroty tidak bisa mengelak.
[Aku akan mengirimnya , pastikan kamu menyamarkan penampilanmu]
Pria berkulit gelap itu terpaksa berpenampilan seperti perempuan memakai kerudung dan cadar, setelah pamit pada istrinya , ia keluar dari pintu belakang agar tidak dilihat putri.
__ADS_1
Di sisi lain,
Barkas memerintahkan orang-orangnya mencari Stanley, pria itu sangat menggila di rumah, saat tahu kalau lelaki yang dianggap kalangan rendahan di masa lalu mempermainkan putrinya.
“Aku ingin kalian membawa kepala pria itu ke hadapanku, aku akan membayar berapapun,” ucap lelaki itu pada seorang pembunuh bayaran.
“Baiklah, berikan padaku fotonya, malam ini akan aku pastikan membawa kepalanya jika ia benar ada di kota ini, tapi kalau dia sudah keluar dari sini, kamu akan menunggu beberapa hari, kepala itu sudah di hadapanmu,” ucap lelaki memiliki luka panjang di sebelah wajahnya, ia tampak menyeramkan jika dilihat dari dekat, “saya tidak pernah gagal melakukan tugas .”
“Baik lakukan dengan baik saya akan bayar dengan harga yang mahal untuk kepala lelaki itu,” ucap Barkas dengan marah.
Seorang pembunuh bayaran disewa untuk menghabisi Stanley, nyawa Stanley dan, adiknya dalam bahaya jika ia tetap berada di kampungnya.
Sementara Dorroty masuk ke sebuah cafe, matanya mencari sosok Stanley tapi tidak terlihat, ia mengeluarkan ponsel dari balik pakaiannya.
“Di mana, aku sudah di dalam .”
“Aku di pojok pakai jaket hitam ,” ucap Stanley, kedua sabahat itu seperti pasangan yang ingin selingkuh.
“Apa yang terjadi?” tanya Dorroty, lelaki itu duduk di depan Stanley.
“Tenanglah , aku hanya berjaga -jaga, kamu mau minum apa biar aku pesan.”
“Apa sa-”
“Ada apa?”
“Apa kamu yakin semua baik-baik saja, aku baru saja melihat seorang pembunuh bayaran datang ke sini,” ucap Dorroty dengan tenang.
“Itu artinya kamu sudah tepat berpakaian seperti datang ke sini.”
“Sialan kamu Bung.” Dorroti memaki Stanley, karena menyeretnya kembali dalam masalah besar, ini masalah hidup dan mati, lelaki yang memiliki luka di wajah itu di kenal pembantai sadis, ia tidak perduli di manapun berada targetnya ia akan menemukannya, lelaki berwajah menyeramkan itu punya mata-mata.
“Apa kita targetnya?’ tanya Dorroty, ia takut keluarganya ikut dalam bahaya.
“Tenanglah, kalau kamu bersikap kalau kita seperti pasangan suami istri ia tidaka akan curiga.
Dugaannya benar, ternyata ia bertemu orang Brankas, mereka menyelidiki setiap tempat di kota itu untuk mencari Stanley.
“Ini rekaman cctv saat dia diturunkan dari mobil,” ujar seorang laki-laki menyodorkan ponselnya, di mana wajah Stanley terlihat jelas.
“Itu artinya dia belum pergi jauh, aku akan mendapatkannya tenang saja.”
__ADS_1
Lelaki menyelidiki tamu dalam cafe, ia keluar saat menyadari tidak ada sosok Stanley.
“Katakan apa yang kamu ingin lakukan lagi Stan. Tidak bisakah kita menikmati hidupku kita dengan tenang?” Dorroty menatap sang sahabat.
“Tidak Bro, aku tidak akan memaafkan lelaki tua itu.”
“Ayolah kamu sudah meniduri putrinya, kamu juga sudah memberi pelajaran pada Sugun dan temannya, lalu apa lagi sekarang?”
“Aku ingin membeli tanah kami kembali.”
“Tanah yang mana?” Dorroty sangat takut setiap kali Stanley sudah marah.
“Tanah yang jadi jalan utama ke kampung itu.”
“Oh, gila kamu Bung, hanya itu akses utama ke kampung itu.”
“Karena itu … aku akan menghukum mereka semua, aku akan pindahkan makam ibuku di tengah jalan itu lalu aku akan menembok tinggi biar mereka semua tidak keluar masuk,”
“Kamu memang gila.”
“Apapun yang terjadi nanti, kamu jangan pernah mengaku ataupun mengatakan apa-apa, aku tidak ingin keluargamu dapat masalah. Tapi jika kamu berubah pikiran datanglah ke Jakarta kita akan tinggal di sana, ini kartu untukmu di dalamnya ada banyak uang itu , itu juga kunci apartemenku,” bujuk Stanley, ia ingin sahabatnya tersebut ingin ikut bersamanya.
“Apa kamu begitu kaya?” tanya lelaki itu dengan sini. “Ada berapa Miliar, hingga kamu berani menngajakku pindah ke jakarta, padahal di sini juga kamu sudah beli rumah untuk kami.”
“Aku punya triliunan,” jawab Stanley.
“Gila! Apa kamu benar-benar menjual hidupmu pada kepala gangster itu?”
“Aku hanya menikmati hidup, aku akan jadi salah satu miliader.”
“Kamu bukanlah pemilik sebenarnya Bung, kamu hanya diminta mengawasi harta lelaki itu selama dia dipenjara.”
“Itu akan jadi milikku, lelaki itu akan membusuk di penjara, dia dapat hukuman mati,” ucap
“Bagaimana kamu akan menguasainya? karena itu aku butuh bantuan mu, mari kita bekerja sama. Ajari aku.”
“Aku ahli mesin Bung, bukan hacker”
“Aku tahu, mari kita buka bisnis baru, membuka perusahaan mobil listrik”
“Halayanmu terlalu tinggi. Jangan libatkan aku dalam ambisi mu , Jangan pernah menghubungiku lagi, aku tidak ingin dapat masalah karena kamu,: ucap Dorroty, ia marah dan meninggalkan Stanley.
__ADS_1
Apakah Stanley bisa menumbangkan pembunuh bayaran yang dikirim Barkas?
Bersambung.