Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Orang yang Dicintai Diambil Musuh


__ADS_3

Melihat Naira berdangen tangan  dengan  musuh besarnya. Hati lelaki tampan itu terasa sakit, itu  satu pulukan untuk Okan. Bagaimana tidak? hampir satu satu tahun  ia berlatih mati-matian agar bisa menyelamatkan Naira dari tangan Dave, ternyata mereka punya hubungan spesial. Okan ternyata cinta mati sama Naira.


Ingatan masa lalu  melintas di benaknya;


Flas Back


Beberapa tahu yang lalu Okan baru pulang dari luar negeri. Karena Okan sekolah diluar negeri, hari itu ia pulang ke Indonesia.


Saat turun dari bandra  tanpa sengaja ia melihat Naira berada di samping cafe bersama tiga anak-anak yang bernampilan seperti pemulung. Ia mengumpulkan botol-botol bekas dari   cafe bersama tiga  anak-anak laki -laki. Ya Naira menemani adik-adiknya dari panti untuk memulung gadis cantik itu tidak malu memulung untuk mendapatkan tambahan penghasilan untuk panti mereka. Naira dulunya satu sekolah dengan Okan saat duduk di bangku SMA Naira bisa masuk ke seolah elite itu karena mendapat beasiswa ia gadis yang berprestasi.


“Apa dia jadi pemulung setelah lulus sekolah?” ujar Okan menatap wanita itu dengan tatapn sinis.


“Kenapa Kan, kamu melihat siapa?”  tanya  Juna.


“Tidak  ada Bro,  Gue pulang duluan,” ujar Okan, ia bergegas ke parkiran.


“Kenapa dia jadi pemulung memalukan sekali. Bukankannya gaji seorang arsitek itu besar,” ucap Okan lalu menyalahkan mesin dan meninggalka Naira.


Ia menghiraukan Naira dan ketiga anak malang itu yang sedang menunggu angkot untuk membawa mereka pulang ke panti.


Padahal saat itu Naira  melihat Okan dan mereka sempat bertatap mata, ia berharap Okan mengantar mereka pulang untuk menghemat ongkos.


Melihat mobil Okan melintas Naira hanya tersenyum kecil, ia tahu Okan pasti jijik dan malu mengajak mereka masuk  ke dalam mobilnya karena ia kotor dan bau sampah, Naira besar di panti asuhan, ia bisa kuliah jadi arsitek karena Hara ibu Okan yang memberinya beasiwa.


Melihat anak-anak itu lapar, Naira mengajak mereka  mengisi perut terlebih dulu sebelum pulang.


Saat   sedang duduk makan bakso, tiba-tiba Okan datang dan berdiri di samping Naira, wajahnya terlihat panik.


“Kita perlu bicara sebentar, aku minta tolong,” ujarnya dengan wajah memelas.


“Ada apa?”


“Nanti saja kita bicarakan di dalam mobil saya, ini sangat urgent”


“Adik-adikku?”


“Aku akan memesan dan  membayar taxi untuk mereka pulang,” ujar Okan ia tidak mau membawa adik-adik Nuara masuk ke dalam mobilnya karena mereka bau.


“Apa yang ingin kamu bicarakan?”


“Jadilah pacarku”


Naira terdiam ia berpikir salah mendengar.


“Jangan salah paham, mantan kekasihku  ingin  menemuiku”

__ADS_1


“Lalu kenapa aku?” tanya Naira.


”Aku terlanjur bilang kalau aku akan menikah dengan wanita pilihan ibu makanya aku pulang dan akan menikah, aku hanya ingin menghindarinya,"ujar Okan.


“Karena aku tidak punya waktu, dia sudah menuju ke sini aku akan membayarmu, aku yakin kamu sangat membutuhkan uang,” ujar Okan, ia yakin wanita itu akan menerima tawaranya karena ia melihat Naira memulung.


“Adik-adikku  di panti sangat membutuhkan uang, aku akan menerimanya.” Naira menerima.


“Mau?”


“Baiklah, kamu membayar berapa untuk pura-pura jadi calon istri dan apa saja yang akan aku lakukan?"


“Sekali pertemuan ini , aku bayar kamu berapa saja”


"Maksudnya bukan hari ini saja?" tanya Naira menegaskan


"Ya ... mungkin,"jawab Okan dengan ragu, ia jug tidak tahu berapa lama mantan kekasihnya menerornya.


“Baiklah, katakan apa yang bisa aku lakukan?” Naira siap


“Mungkin pertama kali kita ke salon dulu, agar dia percaya, karena dia tahu seleraku,” ujar Okan melirik pakain milik Naira.


“Tidak apa- apa aku setuju, lagian aku tidak mungkin bertemu orang dengan  penampilan seperti ini, aku bisa paham, soalnya aku juga  bau sampah,” saut Naura.


Tebakan Okan benar kalau  Naira langsung merima tawarannya karena melihat ia mengumpulkan barang- barang bekas di tempat sampah, tetapi ia tidak tahu, ia mua menerima itu demi anak-anak panti yang membutuhkan uang.


Setelah hampir setengah jam, Naira sudah di ubah jadi wanita yang sangat berbeda cantik dan berkelas sekilas Okan terlihat sangat terkejut karena penampilan Naira sangat berbeda saat itu. Ia menatap tanpa berkedip, bongkahan indah milik Naira tidaklah kecil seperti yang ia pikiran.


'It's beautiful man' ucap dalam hati.


“Bagaimana? Norak ya biar aku ganti lagi,” ujar Naira kikuk, karena ia tidak terbiasa berpakaian memperlihatkan sebagai keindahan tubuhnya. Naira selalu menyembunyikan kecantikan dibalik pakaian longgar yang ia pakai. Begitulah cara ia menjaga diri karena ia sadar ia hanya anak yatim-piatu.


“Tidak, ini sudah cocok,” ujar Okan.


"Apapun akan aku lakukan nanti kamu jangan menolakku di depannya"


"Baiklah,"ujarnya tanpa pikir panjang.


'Wanita ini sangat cantik, kamu akan jadi milikku'Okan jatuh hati.


Mereka keluar dari  salon menuju sebuah cafe, karena di sana Giovani menunggunya.


“Oh … nanti jika kamu bertemu dengannya, jangan katakan apapun, biar aku saja yang bicara,"pinta Okan.


“Baiklah lakukan saja”

__ADS_1


Tiba di satu Cafe mereka sudah di tunggu wanita cantik bak bidadari, ia adalah mantan tunangan Okan.


“Siapa dia?” Ia marah saat mereka tiba.


“Kenalin dia calon istriku,” ujar Okan mendaratkan satu ciuman di bibir Naira.


Mata wanita cantik itu terkejut, karena Okan mencuri ciuman pertamanya.


'Apa ini? apa ini ada dalam kesepakatan? Keparat kamu Okan!' Naira memaki dalam hati.


Tetapi, karena ia sudah berjanji tadi, ia hanya diam dengan perasaan geram.


Naira rela menjadi kekasih bayaran untuk mendapatkan uang, tetapi ia tidak pernah menduga kalau Okan akan berbuat semene-mena padanya.


Di sampingn Naira ingin memukul kepala Okan dengan batu, karena ia menciumnya sembarangan


"Aku pulang ...,"ujar Naira setelah mereka keluar dari cafe.


"Aku akan menggantarmu"Okan menawar kan diri.


"Tidak usah"Naira berjalan meninggalkan Okan.


“Apa kamu marah karena aku mencium tadi?” tanya Okan tertawa meledek.” Dengar Naira … kamu harusnya senang kalau aku membayarmu sebagai kekasih penjaman.  Kamu hanya seorang gadis pemulung dan Aku menciumku harusnya kamu senang karena-”


“Karena aku tidak berharga? Aku memang gadis yatim piatu dan pemulung Pak Okan dan Aku juga tahu kalau Mami kamu yang membayar kuliahku. Tapi bukan berarti kamu bisa berbuar semaunya padaku.”


“Aku membayarmu kan?” ujar Okan saat itu.


“Kamu bilang hanya ingin jadi kekasih, bukan dipegang-pegang dan dicium,” protes Naira dengan mata berkaca-kaca.


“Kamu norak bangat sih … baru dicium aja. Juak-jual mahal,” ketus Okan.


“Aku belum pernah melakukannya Okan. Baiklah aku mengembalikan uangmu kesepakatan kita batal Aku tidak mau jadi kekasih pinjamanmu.” Niara meninggalkan Okan dan mengusap ujung matanya.


*


Flas on


Okan masih diam  dalam mobil apa yang di lakukan di masa lalu , kali ini ia menyesalinya.


“Ternyata Aku salah padanya di masa lalu,” ujar Okan.


“Bos diam saja. Apa yang bisa kami lakukan?” tanya Fudo lelaki itu duudk di depan  sebagai pemegeng kemudi.


“Aku ingin tahu semua tentang lelaki itu. Semuanya! Mulai dari keluarganya,” ujar Okan matanya menatap degan tajam.

__ADS_1


Hatinya terasa sakit saat melihat Naira berpegangan tangan dengan Dave, lelaki yang menculiknya.


Bersmbung


__ADS_2