Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Dihajar Di Penjara


__ADS_3

Dihajar di penjara


Saat Stanley di  berjuang hidup di penjara, Azka adan rekan-rekannya bekerja keras di luar penjara mencari tahu tentang kelemahan ketua, Billy dan Neil akhirnya menemukan satu petunjuk kalau ketua pernah meminta Billy membeli tiket untuk seorang anak perempuan.


“Aku mendapatkan dia,” ucap Billy saat ia mengingat sesuatu.


“Apa ?” Azka dan yang lainya menatap  Billy dengan serius.


“Aku rasa dia punya anak perempuan  yang dia sembunyikan selama ini.


“Apa kamu yakin?” tanya Azka, sebelah alisnya menungkik.


“Ya, ayo kita cari tahu.”


Mereka  berbagi tugas, mereka harus mencari celah tentang kelemahan  tentang Ketua, walau hal kecil dengan begitulah mereka menyelamatkan Stanley dari cengkeraman bos penjahat tersebut. Mereka harus berlomba dengan waktu, kalau mereka tidak bertindak cepat, dalam hitungan hari bahkan jam hidup Stanley bisa selesai.


Di sisi lain, tepatnya di dalam penjara.


Seperti yang mereka pikirkan Ketua tahu kalau Stanley datang ke penjara, ia tertawa terbahak-bahak, ia berpikir kalau Stanley menantang  dirinya. Anak buahnya yang ikut di penjara memberi laporan pada lelaki tua tersebut kalau Stanley ingin bertemu.


“Sudah bosan hidup  sepertinya dia.”


“Ketua, dia minta bertemu denganmu,”ucap anak buahnya lagi.


“Baik atur waktunya, saya ingin lihat seberapa hebat anak muda itu sekarang,  saya sudah memberinya kehidupan senang, dia malah memilih memberontak,” ujar Ketua mengusap -usap dagunya yang sudah mulai berkerut.


“Baik, Ketua.”


“Sampaikan pada petugas saya ingin menemui  Stanley.”  Sang anak buah mengangguk patuh, lalu ia mengetuk pintu, petugas membuka pintu kembali dan dia keluar.


Lelaki yang di panggil ketua itu meminta pada petugas lapas untuk membawa Stanley bertemu dengannya.


Layaknya seorang penguasa,  ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau, ia  menyogok semua orang yang ada di sana, sekuat apapun hati seseorang kalau sudah disodorkan uang yang banyak  akan tunduk.


Tidak lama kemudian Stanley di panggil petugas sipir penjara, dan membawa Stanley bertemu dengan Ketua di salah satu ruangan khusus.


“Asta Stanley!” seru lelaki itu sembari bertepuk tangan.


Ia duduk di salah satu kursi, menyilangkan kakinya di atas lutut, menatap Stanley dengan tatapan tajam, lalu ia  meminta anak buahnya memaksa berlutut,  kedua anak buahnya menendang lutut Stenly dari belakang akhirnya kedua lututnya bersimpuh di lantai.

__ADS_1


“Asta Stanley ingat siapa yang menciptakanmu menjadi hebat seperti saat ini.”


“Kamu  melakukan itu agar aku bisa selamanya jadi binatang peliharaan mu dan aku tidak suka  seperti itu, aku   jadi orang yang bebas tidak suka diatur ini dan itu.”


“Tetapi semuanya harus ada aturan, aku ingin kasih kamu satu kesempatan lagi.”


“Aku sudah bilang kalau aku tidak akan bekerja  padamu, hidupku  adalah milikku, bukan milik orang yang lain,” ucap Stanley dengan berani, ia tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut pada lelaki penguasa pasar gelap tersebut.


“Saya ingin kamu  menghibur kami, sudah lama tidak menonton lagi pertandingan yang menghibur seperti yang kamu lakukan.”


Membunuh orang  hiburan untuk mereka, kali ini , Stanley ditunjuk yang akan naik ring, ia tahu yang ditunjuk lawannya nanti,  orang   negro bertubuh tinggi,  dia petarung andalan Ketua, lelaki itu tidak pernah kalah dalam  setiap pertarungan, dia bahkan mendapat julukan robot pemusnah, siapapun yang akan berhadapan dengannya sudah pasti tubuhnya remuk sebelum meninggal.


“Aku mau  bertarung tetapi dengan syarat, jika aku menang, aku ingin cincin yang kamu pakai,” ucap Stanley.


Lelaki tua itu terdiam  karena terkejut,  lalu ia tertawa terbahak-bahak lagi, “ kamu bocah pemberani, sayang sekali kamu membelot dari jalanku, andai saja kamu patuh, saya sudah menyerahkan kekuasaan ku padamu,” ujar Ketua.


“Aku tidak membutuhkannya.”


“Lalu apa yang kamu inginkan anak muda?”


“Informasi tentang Dave, kakakku yang menghilang lima tahun yang lalu,” ucap Stanley.


“Ya aku tahu, dan aku juga tahu tujuan kamu menjadikanku sebagai salah satu anak buah mu. Tapi apa kamu tahu … aku sudah memecahkan rahasia di dalamnya dan aku menyimpannya di rumah.”


“Kamu pembohong besar anak muda, jelas sekali Dave  tidak tahu apa-apa.” ucapnya membantah.


“Aku  sudah mengetahuinya, aku juga  tahu pejabat yang bekerja dengan kamu.”


“Ha, ha, kamu  belum sepenuhnya tahu … aku peringatkan padamu, sebaiknya kamu jangan  mencari tahu, itu akan sulit bagimu. Bagaimana kalau saya memberi kamu sekali lagi kesempatan untuk bergabung denganku.”


“Tidak akan,” balas Stanley.


“Kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada dunia ini,” balas Ketua.


“Bagaimana kalau aku  bilang kalau aku menceritakan satu cerita sama ketua tentang seorang putri cantik yang  disembunyikan ayahnya di Thailand, anak ini sangat cantik, hampir tiap bulan ayahnya menemui gadis remaja ini.”


Seketika wajah lelaki itu  menegang dan  mengepal tangannya dengan kuat, ia khawatir kalau Stanley sudah mengetahui tentang putrinya.


“Aku tidak tahu  apa yang kamu maksud,” mencoba mengelak.

__ADS_1


“Dia memperkenalkan dirinya pada kami bernama  Tiara, gadis cantik  berkulit putih.”


Wajah Ketua langsung pucat, saat Stanley  menyebut nama  putri Ketua yang disembunyikan di Thailand, lelaki penguasa itu ternyata memiliki seorang putri  dari wanita simpanannya.


“Kalau kamu berani menyentuhnya semua keluarga dan teman-temanmu akan saya habisi,” ancam lelaki itu dengan marah.


“Pak Ketua, jangan  marah, aku hanya menceritakan sebuah dongeng klasik, aku belum selesai menceritakan bagaimana akhir ceritanya, itu hanya awal saja,” ucap Stanley.


Stanley akhirnya mendapatkan kelemahan, sang Ketua ia tersenyum penuh kemenangan. “mari kita buat kesepakatan, jika kamu  memberitahukan tentang kakakku aku tidak akan menyentuh putrimu,” ucap Stanley melakukan penawaran.


“Kamu mengancam ku?” tanya Ketua dengan tawa yang menyeringai.


“Tidak, aku hanya mengingatkan.”


“Baiklah, katakan apa yang kamu inginkan?”


“Apa dia masih hidup?  Aku ingin tahu.”


“Ha, ha, Stanley …. saya  bukan orang yang mudah diancam, bocah kecil  ingin mengancam ku tidak akan  berpengaruh,” ucap Ketua.


“Aku tidak mengancam, hanya ingin tahu apa dia masih hidup apa tidak, aku ingin mengembalikan barang ini padanya,” ucap Stanley menunjukkan sebuah flashdisk.


Melihat flashdisk di tangan Stanley,  mata lelaki tua  melotot , Stanley yakin  dia pasti sangat penasaran apa isi dalam flashdisk tersebut.


“Saya mau bilang sama kamu Stanley … sebaiknya kamu lupakan saja, kamu tidak akan sanggup melakukan itu.”


“Aku mampu dan aku akan melakukannya,” ucap Stanley.


Tiba-tiba Ketua memberi kode  pada  dua orang anak buahnya yang  ikut ke ruangan tersebut, lalu Stanley di tarik  dua orang dan dihajar dengan membabi buta, pria yang sudah terlatih itu balik  membalas dengan senjata yang sudah ia siapkan dalam cincin akhirnya  melukai anak buah kedua mereka berdua tumpang setelah terkena  sayatan  pisau tajam dari cincin tersebut dan di cincin itu sudah di beri racun yang bisa menyebabkan tubuh kaku. Stanley tidak  ingin membuang-buang waktu hanya untuk bertarung, saat kedua anak buah ketua tumbang. Lelaki tua itu keluar dan mengunci Stanley di dalam ruangan.


“Kalau kamu masih hidup keluar dari penjara ini, temui aku baru kita bicara,” ucap ketua mendorong cincin kekuasaannya pada Stanley, lalu ia pergi.


Stanley sangat kesal dan marah saat ia kehilangan kesempatan memberi lelaki tua itu pelajaran.


Apakah Stanley selamat keluar dari penjara?


Bersambung.


Mohon dukungannya ya kakak, untuk like, kasih ulasan terimakasih

__ADS_1


__ADS_2