Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Ring Kematian


__ADS_3

Stanley terkurung di ruangan  itu bersama dua anak buah ketua yang sudah dilumpuhkan  dengan senjata beracun miliknya, tidak lama kemudian dua petugas sipir yang sudah disogok Ketua datang. Lalu menyeret Stanley dari sana dan membawanya ke ruangan khusus, di sana tangannya di ikat ke atas lalu ia disiksa.


“Aku sudah lama ingin menghajar mu, Bung,” ucap seorang petugas lapas.


Stanley tidak menjawab, tidak lama kemudian petugas  tersebut meninju bagian perut Stanley beberapa kali, memperlakukannya sebagai samsak tinju.


“Saat lelaki tua itu menjadikanmu kaki tangannya aku sudah lama ingin menghajar mu,” ucap salah satu petugas lagi lalu menyiram satu ember ke tubuh Stanley, lelaki berambut gondrong itu  menatap mereka berdua dengan tatapan tajam, dia sangat kesal sekarang.


“Aku mulai kesal sekarang.” Stanley mengangkat kaki kananya lalu memutar tubuhnya dan menendang kedua kedua petugas tersebut sampai terpental.


“Kamu ingin mati sepertinya,” ucap salah satu petugas, menarik pistol dari sarung yang tergantung di pinggang.


Tiba-tiba dari pintu datang petugas lainya.


“Hentikan!! apa yang kalian lakukan?”


“Aku ingin menghajar si keparat ini, dia melawan pada petugas,” ucap pria berseragam itu menatap tajam pada Stanley.


“Kalian mencari masalah dengan orang yang salah,” bisik rekannya lagi, “ dia sengaja ditugaskan ke penjara ini untuk menjalankan misi.”


“APA …!” Mereka berdua saling menatap.


“Dia sengaja datang ke penjara ini.”


“Tapi dia memukul sipir, kan?” tanya mereka mulai panik.


Setelah tahu tujuan  Stanley datang ke penjara mereka berdua langsung pucat pasi, mereka meninggalkan ruangan itu dengan buru-buru, Stanley menatap keduanya dengan tatapan tajam, mereka akan masuk dalam daftar orang yang akan dimusnahkan Stanley selanjutnya.


“Tunggu giliran kalian nanti,” ancam Stanley pada kedua orang yang menghajarnya.


Beberapa petugas  sudah bekerja sama dengan Stanley suruhan  Azka, lalu Stanley dilepaskan, wajahnya dan tubuhnya benar-benar babak belur, bibir pecah, pelipis kiri berdarah, kedua petugas yang menghajarnya tadi rupanya tidak tangung-tanggung memukul Stanley, lalu petugas yang memihak pada Stanley itu memberikan kembali alat komunikasi Stanley yang sempat diambil petugas tadi.


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Azka.


“Ya, aku masih hidup, setelah ini selesai aku juga akan memberi mereka berdua perhitungan,” desis Stanley geram, ia menggerakkan   pundak yang terasa sakit saat ia diikat dengan tangan ke atas.


“Nanti saja, kita ada tugas penting dari pada mereka, kabar buruknya  … si Ketua penjahat itu  melarikan diri dari penjara, mungkin dia akan ke Thailand untuk melihat putrinya.”

__ADS_1


“Ah, sial... padahal aku hampir saja mendapatkan tadi.” Stanley mengayunkan tinju kosong ke udara, dia kesal karena ke dua petugas tadi  dia kehilangan Ketua.


“Apa rencana mu selanjutnya?” tanya Azka lewat alat komunikasi itu lagi.


“Kita selesaikan satu-satu, kita mulai dengan membongkar situs gelap itu,” ucap Stanley.


“Baik, itu bagus, sekarang kamu pilih siapa yang akan jadi petarungnya malam ini?”


“Aku saja,” jawab Stanley.


“Jangan kamu Bro, pilih yang lain, kamu tidak boleh terlibat di sana, nanti kamu ikut diburu polisi, saat semua ini terungkap. Aku yakin masih ada polisi yang jujur di negara ini walau itu satu dari seribu,” ucap Azka.


“Walau aku tidak percaya pada mereka lagi, tapi aku akan mengikuti saran kamu, aku akan pilih petarung nanti.”


“Baik, lakukanlah, tapi kamu tetap hati-hati, orang-orang ketua masih berkeliaran di sana,” tutur Azka memberi nasihat.


“Baik.”


Stanley kembali ke ruangan di mana anak buah kedua yang terkapar tadi setelah diberi penawar mereka berdua bangun.


“Apa yang kamu inginkan?” tanya salah satu dari mereka.


“Apa maksudnya?”tanya lelaki  dengan tatapan tajam.


“Bukankah setiap awal bulan, Ketua  memintamu memilih napi untuk bertarung di ‘Ring Kematian?”


“Ya, lalu apa yang kamu inginkan?” Lelaki itu balik bertanya.


Mereka berdua tangan kepercayaan ketua di dalam penjara, kedua orang inilah  yang bertugas mencari para petarung dipenjara, dengan iming-iming akan diberi hadiah uang dengan jumlah yang besar kalau menang, jika menang mereka akan dijadikan anak buah ketua. Namun, jika mereka kalah maka akan meninggal.


“Aku ingin kamu bertarung di Ring.”


Wajah lelaki itu  menegang, bagaimana tidak menegang, lawan  yang akan dia hadapi di ring nantinya lelaki tangguh andalan ketua yang disebut si Robot Pembunuh. Harusnya Stanley yang akan bertarung.


“Aku akan memilih pemain untuk malam ini,” ucap lelaki itu menolak.


“Tidak, aku ingin kamu dan lelaki tua itu telah memberiku wewenang,” ucap Stanley, ia menunjukkan  cincin  simbol kebesaran bos mafia tersebut.

__ADS_1


Wajah keduanya langsung pucat, lalu berlutut di hadapan Stanley.


‘Oh, ternyata berguna juga  lelaki tua itu meyerahkan cincin ini padaku’ Stanley tertawa miring.


“Bos … saya siap melakukan perintah,” uap keduanya , mereka berpikir kalau orang tua itu telah mati dan Stanley yang mengantikan posisi ketua, karena cincin  bintang bersudut lima yang dipakai Stanley satu simbol yang ditakuti di kalangan mafia.


“Apa yang bisa kamu tawarkan padaku?” tanya Stanley.


“Baiklah kalau bos tidak menyakitiku aku akan mengungkapkan semua rahasia ketua,” ucap lelaki itu dengan ketakutan.


“Siapa lelaki yang ditemui ketua hari itu?” tanya Stanley, dia mulai mengintrogasi keduanya.


“Dengan cincin itu  bos bisa masuk ke perkumpulan para kartel terbesar di dunia.”


“Kenapa seperti itu.” Stanley mengorek rahasia  bos penjahat itu.


“Cincin itu, cincin kebesaran  bos mafia secara turun temurun, jika kamu memakainya semua  kartel kan tunduk padamu.”


“Baiklah, aku mengerti.” Stanley berdiri.


Tetapi dari raut wajah Stanley tidak menunjukkan rasa kasihan, baginya kedua lelaki anak buah  ketua itu manusia yang perlu dimusnahkan, mereka selama bekerja sama ketua selalu bersikap semena-mena pada napi yang lain, bahkan jika ada napi yang  menolak  untuk bertarung,  mereka berdua tidak segan-segan menyiksa sampai sekarat.


“Malam ini, kita akan adakan  pertarungan dan kamu beritahu semua kolega ketua untuk menonton,” pinta Stanley.


“Baik.”


Stanley menyodorkan ponsel  miliknya, “kalau kamu macam-macam aku akan menggantung mu di sini,” ancam Stanley saat pria itu ingin mengacaukan rencana mereka, anak ketua  itu memberitahukan kalau ada bahaya.


Beruntung Azka sudah mengendalikan semua jaringan, “singkirkan dia Bro, dia tidak berguna dia mengubah jam pertandingan,” ucap Azka.


“Kamu tamat. Aku tidak suka dengan  orang yang tidak setia,’ ucap Stanley, ia merampas ponsel dari tangan lelaki itu menatap dengan sinis.


Ia memancing amara  Stanley, dengan marah lelaki itu merobek kemeja salah satu dari mereka,  mengikat ke leher dan menggantung seolah-olah ia bunuh diri.


“ Ini balasan untukmu atas perbuatan jahat mu selama ini … jika penjara ini, tidak bisa memberimu hukuman,  biarkan aku yang memberikannya,” ucap Stanley, ia menggantung pria itu di ruangan itu. Lelaki yang satu lagi akan  jadi petarung menggantikan dirinya, para kolega penikmat situs mengerikan itu akhirnya masuk dalam perangkap Damar dan Azka, beberapa pengusaha bahkan pejabat.


Neil melakukan tugasnya dengan baik, ia menyebarkan situs ter larang itu ke berbagai media, menjadi trending topik,  karena menyeret beberapa nama artis, pejabat dan pengusaha yang jadi penonton perkelahian yang mematikan tersebut.

__ADS_1


Stanley akhirnya berhasil membongkar  situs yang mengerikan itu, di mana nyawa seorang seakan -akan tidak ada artinya, tapi sayang Stanley  tidak  mendapatkan kabar tentang kakaknya dari ketua karena lelaki itu berhasil melarikan diri.


Bersambung


__ADS_2