
Okan berencana akan bertemu Stanley di sebuah apartemen. Setiap kali ingin bertemu, Asta Stenley selalu memintanya datang sendiri, tidak ingin Okan membawa pengawal, entah apa yang dipikirkan lelaki bertato tersebut. Pertemuan kali ini pun lebih rahasia, ia meminta Okan mengenakan pakaian samaran datang ke apartemennya. Oka bukan tipe lelaki yang suka melakukan penawaran, kalau ia merasa mampu maka ia setuju.
[Datanglah sendiri ke alamat ini. Saya tidak ingin kamu membawa anak-anak buahmu, mereka bisa curiga, pakaian yang aku titipkan di pos satpam] tulis Asta Staley dalam pesan yang dikirim untuk Okan.
[Baiklah] Okan membalas pesan lelaki bertato tersebut.
Okan memberi kode pada kedua pengawalnya meminta mereka tidak mengikutinya. Wajah Fudo selalu khawatir setiap kali Okan pergi sendiri bertemu Stanley.
“Bos, siapa Staley sebenarnya?” Fudo curiga.
“Dia bilang dia tau tentang Black Moon, Saya rasa dia bisa membawa kita bertemu si brengsek Danis. Saya ingin memberi pembalasan untuknya, kematian om Zidan belum bisa aku lupakan. Saya yakin sekali orang yang menembakku saat itu adalah dia.” tebak Okan.
“Apa itu artinya dia membunuh ayahnya sendiri?” Shin menatap Okan dengan wajah serius.
“Ya, Saya yakin itu. Om Zidan salah satu sniper terbaik yang dimiliki Ayah, tembakannya tidak pernah meleset. Hari itu dia hanya melindungi tidak mau menggunakan senjatanya.” Ingatan Okan melintas satu tahun yang lalu, di mana Zidan menggunakan tubuhnya untuk melindunginya hingga akhirnya meninggal.
Sepanjang pemakaman Leon terlihat sangat kehilangan dan begitu terpukul, Okan bisa lihat betapa sedih Leon saat pemakaman Zidan di Kalimantan, Tidak ingin ia melihat para anak buahnya meninggal di depan matanya, Leon meminta Toni dan Ken untuk pensiun.
Okan masih merasa bersalah pada Leon ayahnya, karena ulahnya di masa lalu menyebabkan banyak masalah pada keluarganya. Tapi tidak ingin berhenti, ia punya ambisi besar, ia ingin lebih kuat dari ayahnya. Leon dan Hara pasrah dengan kemauan Okan, mereka berdua merelakan Okan bebas, menganggap anak sulung mereka sudah tiada. Sebesar apapun usaha Leon dan Hara membujuk, Okan tetap berontak,, ia tetap ingin masuk ke dunia hitam.
“Apa Bos yakin bertemu lelaki itu?” Shin kali ini yang bertanya,
“Ya, jangan khawatir. Dikhianati dan dimanfaatkan di masa lalu membuatku belajar banyak hal,” ujar Okan
“Apa yang kami kerjakan, Bos?”
“Aku ingin menguasai tempat di bagian barat.”
“Apa Bos yakin?” tanya Fudo dengan wajah serius,
“Yakin.”
Okan mengambil kembali kembali bar, diskotik dan tempat hiburan malam lainya. Leon dulu menjualnya karena ia ingin lepas dari dunia hitam dan memulai hidup damai dengan Hara. Namun sekarang Okan membelinya kembali dan ia mampu melakukannya, kini lelaki berwajah tampan itu sudah memiliki puluhan tempat hiburan malam di berbagai kota, Okan mewarisi sikap Leon Wardana berani dan nekat.
*
__ADS_1
Okan datang bertemu Stanley seperti yang ia pesan, Namun alamat yang diberikan Stanley menyebabkan Okan menyengitkan dahi. Sebab alamat itu, apartemen saat ia melihat Naira dan Dave berjalan bergandengan tangan beberapa waktu lalu. Semua itu membuatnya bingung.
Bahkan Okan belum tahu kapan Dave meninggal, tapi ia lihat tidak salah lihat, itu adalah Dave.
Saat tiba di apartemen Okan langsung masuk ke dalam apartemen karena ia sudah diberitahu password. Namun saat tiba ia melongo karena ia melihat Dave di sana.
“Kamu bajingan, ternyata kamu masih hidup. Dasar penipu kamu.” Okan memberinya bogem mentah.
“OP! op! Tenang Bro, ini saya.” Stanley melepaskan kumis brewoknya dan mengacak-acak rambutnya dan berubah jadi Stanley.
“Stanley …?”
“Ya, ini saya.”
“Jadi yang Saya lihat hari itu … bukan Dave?”
“Itu saya Bro, saya menyamar jadi Dave untuk menangkap pembunuhnya, dan ingin tahu siapa peculik adikku. Aku kan sudah bilang Dave sudah meninggal, Aku dituduh sebagai pembunuhnya dan Aku masuk penjara.” tutur Stanley.
‘Apa Naira punya hubungan dengan Stanley? Kenapa mereka bisa berpegangan tangan dengan akrab seperti itu’ Okan membatin.
“Jangan khawatir Aku dan Naira tidak ada hubungan apa-apa, dia hanya bersedia membantu untuk menangkap pembunuhnya. Tapi tidak tahu kalau dia menjalin hubungan asmara dengan Dave,,” tutur Stanley seolah-olah ia tahu apa yang ada di otak Okan.
“Berikan korek yang dulu kamu pegang,” Stanley menjulurkan tangan.
Okan tidak bisa memberikannya sebab korek itu hilang.
“Saya minta maaf seseorang mencuri barang pribadiku saat di gudang-”
Braaak!
Saat sedang mengobrol seseorang menendang pintu apartemen, dengan kuat, tendangan sekali tidak berhasil,
“Sial! Ada orang mengetahui keberadaanku!”
“Tidak, aku tidak boleh mati konyol, masih banyak yang ingin aku kerjakan, aku belum menemukan pembunuh Dave,” ujar Stanley mendorong sofa dan lemari untuk menahan pintu, Tidak ingin hanya penonton ia membantu Stanley.
__ADS_1
“Apa kamu punya usul?” tanya Stanley, ia juga tidak ingin mati sia-sia.
“Untuk saat ini kita tahan pintunya dulu.” Okan mendorong lemari dan meja menghalangi pintu.
“Siapa mereka sebenarnya? Apa yang diinginkan darimu?” tanya Okan, ia mendengar tidak ada musuh.
“Itu tadinya yang ingin aku beritahu padamu. Mereka anak buah si Tua Bangka, lelaki yang dipanggil ketua, lelaki Taipan atau penguasa Asia, Dia banyak julukan,” ucap Stanley.
“Sepertinya pernah mendengar nama itu.” Okan ingat mendengar Toni, Ken dan Zidan membahas bos mafia tersebut.
“Dialah yang sebenarnya ingin membunuh adikmu, dia ingin menuduh Dave jadi pembunuhnya dan itu berhasil, menurut Naira anak buah ayahmu datang menghancurkan rumah Dave malam itu. Namun tidak berhasil menangkap Dave karena mereka berhasil melarikan diri.”
Stanley akhirnya menceritakan semuanya , kalau dalang semua itu adalah ketua. Okan diam ia baru ingat kenapa Naira marah saat ia bilang kalau Dave penjahat kejam.
“Kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu anak Leon Wardana. Mafia yang paling ditakuti di masanya. Bahkan Dave bilang lelaki tua itu bahkan takut pada ayahmu,” ujar Stanley.
“Saya tidak mau disangkut pautkan dengannya,” ujar Okan ketus.
“Lalu kenapa kamu sangat tau dengan lelaki tua ini?”
“Karena saya pernah bekerja dengannya,” ujar Stanley.
“Kamu pernah jadi anak buah dari Black Moon?” tanya Okan dengan wajah serius,
“Ya.”
“Astaga!” Stanley menoleh -kanan kiri.
Dor!
Dor!
Pintu apartemen kembali ditembak dari luar.
“Kita harus pergi dari sini, mereka datang lagi. Bahkan lelaki tua itu tidak takut sama Polisi, Kamu tahu klub Kandang Macan? Itu adalah miliknya, jangan pernah mengusiknya sebelum kamu punya kekuatan besar,” ujar Stanley mengingatkan.
__ADS_1
Mereka berdua terjebak dan tidak bisa keluar, Namun sebagai orang -orang terlatih mereka berdua bisa mengatasinya, Okan sudah terlatih bagaimana kerasnya bertahan hidup di hutan, di tengah kepungan keberadaan para musuh. Sementara kehidupan Stanley jauh lebih keras lagi, dari keluarga miskin di salah satu desa ujung timur Indonesia, diremehkan, hina, keluar masuk penjara sudah hal biasa baginya. Okan menunjuk balkon apartemen mereka berdua bergegas melompat seperti tupai dari balkon satu ke balkon yang lainnya, pada akhirnya selamat,
Bersambung