Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Nyawa Adik Dalam Bahaya


__ADS_3

Setelah memberi orang -orang satu kampungnya pelajaran sebelum kembali ke Jakarta, ia datang menemui adik perempuannya  yang saat itu sudah bekerja sebagai perawat..


“Kalian tunggu di sini, saya ingin menemui seseorang di dalam,” ucap Stanley bergegas turun, masuk ke sebuah asrama putri di sebuah sekolah  sekolah swasta.


Ia melapor ke bagian pos penjaga, penjaga pos menelepon seseorang tidak lama kemudian dari jauh tampak berjalan  dua orang perempuan.


Stanley menatap sosok gadis cantik berambut sebahu yang datang ke arahnya.


“Siapa yang bersama Luna?” tanya Stanley pelan.


“Ya kakak ingin bertemu sa-”


Luna menatap wajah kakak laki-lakinya dengan tatapan tidak percaya, ia menatap dari bawah sampai ke atas.


“Ini aku … Stan.”


“HA!?”


Kedua wanita itu sama-ama terkejut, tidak lama kemudian Luna menghamburkan diri ke pelukan sang kakak, ia menangis memeluk erat kakak laki-lakinya keluarga satu-satunya yang ia miliki di dunia ini.


“Kakak dari mana saja selama ini, kenapa tidak pernah menjengukku.”


“Aku bekerja jauh.”


“Ini Dita, kakak masih ingat kah? “


“Adiknya Dorroty?”


“Ya.”


“Haaa?” Stanley terkejut, gadis kecil yang dulu sering bermain ke rumahnya bersama Luna sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi gadis cantik yang mempesona, ini pertama kalinya jantung Stanley berdebar kuat setelah sekian purnama.


“Astaga Dita! Kamu cantik sekali, aduh mamma ee.” Stanley memuji


Seulas senyum manis terpancar di wajah gadis cantik berkulit erotis tersebut, sekarang ia semakin mengerti kenapa Dorroty melarangnya menemui adik- adik mereka, ternyata ia takut Stanley jatuh cinta lagi sama adik perempuannya.


“Sebelum kakak kembali ke Jakarta, boleh kita makan bersama atau minum kopi di sana.” Stanley menunjuk cafe tidak jauh dari asrama sekolah.


“Sebentar  kami izin dulu sama petugas.” Dita mint izin.


“Apa dia sudah punya pacar?’ tanya Stanley sama adiknya, matanya tidak pernah lepas menatap Dita.


“Kakak masih jatuh cinta padanya?” Luna menyengitkan alis matanya.


“Hanya bertanya saja.”


“Kak Dorroty menjaga kami berdua sangat ketat, kemana Dita pergi aku akan ikut dan begitu juga sebaliknya, kami berdua bagai kembar beda ibu. Kami tidak pernah pacaran begitu juga dengan Dita.”


“Kenapa tinggal di asrama sekolah putri? bukannya kalian sudah lulus beberapa tahun yang lalu?”


“Di tempat inilah aku merasa nyaman, kepala sekolah mengijinkan kami berdua tinggal, kami juga ikut membantu kegiatan sekolah. Aku tidak pernah berani keluar, kejadian di masa lalu membuatku trauma.”


‘Jangan khawatir aku sudah memberi mereka semua pelajaran’ ucap Stanley dalam hati.


Luna Charlote adik perempuan Stanley, sudah tumbuh menjadi anak gadis yang cantik, tubuhnya tinggi, rambutnya panjang dan bola matanya berwarna coklat terang , kini wanita itu memilih tetap tinggal di sebuah asrama putri di sekolahnya dulu, pemilik sekolah dan pemilik rumah sakit tempat Luna bekerja sama, jadi mereka mengijinkan kedua wanita untuk tinggal.

__ADS_1


“Kamu dan Dita dua wanita yang kuat,” puji Stanley melirik sang adik.


“Ya, kehidupan yang keras memaksa kami  untuk kuat.”


“Bisa ayo.” Dita menghampiri mereka.


Berjalan menuju mobil di mana Neil dan Billi sedang istirahat.


“Ayo kita cari tempat makan,” pinta Stanley.


“Baik Bos!” jawab Neil dengan sikap tegas dan patuh.


Mendengar kata bos, raut wajah kedua wanita cantik itu langsung berubah, mereka  berpikir kalau Stanley kepala preman atau kepala gangster seperti yang biasa mereka dengar di kampung dulu, dimana premanisme dan kekerasan  sudah hal yang umum.


“Oh, mereka berdua temanku dari Jakarta.”


“Teman apa anak buah? tadi dia panggil kakak ‘Bos’.” Luna menatap sang kakak.


“Oh tidak mereka rekan kerjaku ya kan Bill?”


“I-I-iya Bos, iya Bro.”


‘Sialan ni si Billi pakai acara gagap lagi …,” maki Stanley dalam hati.


“Hai, aku Luna.”


Si cantik Luna menyodorkan tangannya sama Billi, lelaki yang berprofesi sebagai  bawahan Stanley langsung tersihir dengan kecantikan Luna, wajahnya polos tanpa polesan makeup, hanya sedikit gincu berwarna merah dioleskan ke bibir merahnya.


‘Oh, my God cantiknya, si bos selalu dapat teman wanita yang sangat cantik ucap Billy dalam hati, belum mau melepaskan tangannya yang bersalaman.


“Saya Dita.”


“Ya Dia Dita dan ini Billy dan Neil.” Stanley  menolak Dita  bersentuhan dengan lelaki lain.


Tiba di salah satu cafe mereka berlima duduk  menikmati makan siang.


Billi mencuri pandang pada Luna, wanita sederhana yang   memiliki pembawaan yang tenang dan kalem, mereka berdua tidak tahu kalau wanita cantik itu adik bos mereka.


Perlakuan manis Stanley pada adiknya membuat mereka heran, sepanjang mereka mengenal lelaki berwajah tegas itu tidak sekalipun ia terlihat baik pada wanita yang ia kencani.


Kali ini ia menyisihkan duri ikan bakar dan meletakkan di piring Luna, wanita itu tidak protes bahkan tidak merasa malu karena dari dulu kakak lelakinya akan melakukan hal itu padanya.


“Apa aku pesan lemon hangat untuk kalian berdua?” tanya Stanley lagi.


Luna dan Dita sama-sama mengangguk suasana tenang tidak terlalu banyak  pembicaraan


“Billy berhenti menatap adik perempuanku seperti itu, aku khawatir bola matamu, copot karena tidak berkedip,” tegur Stanley.


Lelaki berwajah tampan tersebut terbatuk karena terkejut, “ dia adik perempuanmu Bos?” tanya Billy melotot.


Di sela mereka makan, Dorroty menelepon Stanley menjauh dari mereka.


“Ya Br.”


“Apa kamu menemuinya?”

__ADS_1


“Ya, aku pikir aku sudah lama tidak makanya aku  menemu adikku.”


“Apa kamu sudah gila! Kenapa kamu tidak mendengar nasihatku! Kamu membuat mereka dalam bahaya. Cepat pergi dari sana, bawa mereka ke tempat aman, jangan antar ke asrama dulu mereka akan tahu kalau Luna tinggal di sana.”


“Apa yang terjadi?”


“Bodoh! Barkas dan anak buahnya sudah lama mengincar Luna, makanya aku menyembunyikan mereka di sana.”


“Sial!”


“Ada apa?” tanya Dorroty.


“Aku telah melakukan kesalahan Bro, mereka mengikuti kami.”


“Kamu gila Stan! Kamu gila! Hidup mereka berdua dalam bahaya karena ulahmu, kamu tidak pernah mau mendengar nasihat orang.”


“Aku akan membawa mereka dari sini, aku tutup teleponnya.”


Stanley  menghidupkan alat komunikasi di kuping .


“Billy … ada bahaya, ada dua orang penjahat mengikuti kita,  kamu bawa  dari pintu belakang aku dan Neil akan mengalihkan perhatiannya nanti kita akan bertemu di sebrang jalan.


Neil dan Billy saling melihat dan memberi anggukan kecil.


“Lun, kalian ikut Billy ke belakang ya, aku mau membereskan sesuatu hal di depan.”


“Apa yang terjadi?’ wajah kedua wanita cantik itu langsung panik.


“Jangan khawatir mereka hanya teman lama, ingin mengobrol sebentar.”


Mendengar hal tersebut mereka berdua sudah paham kalau ada bahaya.


“Baiklah.”


“Nah, pakai jaket kakak, jangan perlihatkan wajahmu.”


Billy melepaskan jaket dan memakaikan pada Dita, dan jaket hoddy milik Stanley  untuk sang adik , mereka keluar dari pintu belakang cafe, sementara Neil masuk ke dalam mobil Stanley  berjalan menuju mini market mereka berpencar.


Lelaki yang mengikuti mereka ternyata memilih mengikuti Stanley, karena ialah target utamanya.


‘bagus datanglah kemari aku akan menghabisi kalian berdua’ Stanley masuk ke dalam toilet mini market dan  ia mengeluarkan pistol yang sudah dipasang peredam suara  dari balik  kaos kakinya.


Saat ia keluar ternyata pria itu sudah membelakanginya, Stanley  meraih leher pria itu dari belakang dan mencekiknya sampai pingsan lalu menyeret tubuhnya ke gudang barang, ia keluar menggunakan topi dan kaca  mata milik musuhnya, ia melihat ada banyak kamera cctv,   tinggal satu lagi, lelaki itu berdiri di luar mengawasi sekitar. Ia memeluk lehernya dari belakang dan menodongkan pistol yang ditutupi jaket.


“Jangan bergerak atau aku akan melubangi punggungmu, masuk ke dalam mobil.”


Penjahat itu menurut, ia masuk ke dalam mobil, tiba-tiba menarik pistol dari pinggangnya, tidak ingin mati konyol.


Dor!


Stanley menembak tepat di perut dan memukul kepalanya sampai tersungkur dan pingsan, lalu ia mengendarai mobil itu untuk menemui Billy dan Nei.


Apakah Stanley bisa melindungi adik perempuannya dari penjahat yang mengincar mereka?” ikuti terus ceritanya ya …


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2