
Satu tahun kemudian.
Hidup Okan berubah total, wajah dan bentuk tubuh juga berubah. Tubuhnya dipenuhi tonjolan otot-otot keras, tubuhnya dipenuhi banyak bekas luka menunjukkan betapa keras perjuangan Okan untuk berlatih agar bisa seperti ayahnya.
Bertahan hidup dalam hutan sudah ia lalui, ia bukan lagi Okan yang selalu hidup mewah. Jika dulu kebutuhanya penuh kemewahan dan selalu di layani. Hutan mengajarkan Okan tentang mencari makan dari tumbuhan hutan untuk bertahan hidup,ia bekerja keras untuk mencapai apa yang diinginkan, selama hidup di hutan , ia mendapatkan ketenangan dalam keheningan hutan.
“Kamu sudah bisa melangkah maju, jika kamu sudah yakin,” ujar pelatih Okan.
“Saya ingin membalas pria yang membuatku hampir mati saat itu.”
“Bagus, lakukan yang terbaik,” ujar guru Okan.
“Baik Guru.”
Setelah berlatih dengan keras akhirnya ia datang kembali ke hadapan kepala suku. Okan bahkan meminta pada lelaki tua itu untuk mengadakan pertarungan antara dirinya dengan Putra Penjaga yang bernama Veak. Lelaki yang membuatnya hampir mati.
“Kamu sudah kalah anak muda. Jika saat pertunjukan tidak datang maka dianggap gugur,” ujar lelaki tua yang mereka hormati sebagai kepala suku.
“Lelaki itu bermain curang,” ujar Okan di depan semua orang.
“Apa yang kamu katakan?”
“Saat kompetisi, Veak dan teman-temannya membawaku ke tepi sungai, dipukuli sampai terluka lalu ditinggalkan di sana. Apa seperti itu perbuatan seorang Putra penjaga? Ayahku bilang seorang Putra Penjaga salah seseorang yang terlatih dan memiliki jiwa ksatria. Bukan mendapatkan kemenangan dengan cara curang,” ujar Okan, ia mempermalukan lelaki yang hampir membunuhnya satu tahun yang lalu.
“Lalu apa yang kamu inginkan?” Pria bertato yang bertugas sebagai Putra Penjaga itu berdiri menantang Okan.
“Aku ingin menantangmu bertarung dengan adil. Jika Aku menang kamu harus melepaskan gelar tersebut dan meninggalkan kampung ini,” ujar Okan.
Penduduk desa saling berbisik karena Veak putra kepala suku yang paling mereka hormati. Tetapi mereka tidak tahu kalau lelaki yang sudah menikah itu melakukan kecurangan.
“Kalau aku menang, kamu akan keluar dari desa ini saat itu juga dan menghapus simbol suku kami. Kamu bukanlah bagian dari penduduk desa ini. Kenapa kamu mengukir simbol itu di tubuhmu.” tekan si Veak.
“Baik setuju.” Ucap Okan melepaskan kaos yang ia kenakan, ia seolah-olah memamerkan tubuh atletisnya, Okan saat ini memiliki tubuh yang kekar sama seperti Leon.
“Wow …!” Gadis-gadis desa mengagumi tubuh atletis Okan.
Veak semakin kepanasan, saat semua wanita di desanya memuji ketampanan Okan.
*
__ADS_1
Di sebuah arena pertarungan, Okan dan Veak sudah bersiap.
Pertarungan akan dimulai, pertarungan yang sangat sengit. Apa yang dilakukan pria Veak padanya saat itu meninggalkan dendam di hati Okan, ia terus berlatih dengan keras agar bisa mengalahkan pria congkak tersebut.
Mereka bertarung menggunakan tangan kosong atau pertarungan bebas. Setelah dilatih sama guru profesional, Okan jauh lebih unggul dari Veak, bahkan menguasai semua tehnik pertarungan. Di menit terakhir Okan ingin menyudahi pertarungan dengan kemenangan.
Okan memutar tubuhnya dan mengangkat satu kaki lalu menendang keras ke batang leher Veak. Satu teknik tendangan yang mematikan yang diajarkan guru pelatihnya.
Haaak!
Seketika tubuh Veak terhuyung-huyung dan jatuh ke depan dengan tubuh telungkup.
Suasana seketika langsung hening, mata penduduk desa melonggo karena jenderal perang mereka tumbang tak berkutik di depan seorang pemuda.
Setelah dilatih akhirnya ia mampu menyelesaikan rintangan pertama walau dengan waktu yang lama. Okan akhirnya berhasil menyelesaikan ujian yang diberikan Leon, bahkan mengalahkan anak kepala suku yang pernah memukulnya, Okan keluar dari hutan.
“Bos … Pak Leon memintamu tinggal di mansion di Kalimantan ini.”
“Baiklah,” jawab Okan.
“Bos, aku baru saja mendapatkan kabar, Dave sudah kembali ke Jakarta.”
“Kita ke Jakarta sekarang siapkan helikopter.” Belum juga menginjakkan kakinya di mansion ia langsung terbang menuju Jakarta.
“Tidak, saya ingin cepat menyelesaikan misi yang diberikan, Aku tidak ingin menunda. Aku juga ingin bertemu Naira.”
“Bos … Pak Leon meminta untuk membereskan Star Hotel.”
“Nanti saya akan lihat, kita ke Jakarta dulu,” ujar Okan, ia terpaksa akan berganti pakaian di helikopter.
“Baik Bos,” sahut Fudo dengan patuh.
Fudo mempersiapkan helikopter yang diminta Okan, akhirnya Okan bisa melewati semua rintangan yang diberikan Leon dan ia siap menggantikan sang ayah.
*
Tiba di sebuah club di Jakarta, klub yang diberi julukan ‘Kandang Macan’ Okan duduk sembari menikmati segelas Vodka ia sengaja memesan tempat duduk private, ia hanya ingin duduk sendiri tanpa diganggu siapapun. Lama tinggal di hutan rupanya telah mengubah sifat Okan Wardana, ia lebih suka keheningan dan ketenangan.
“Bos, tidak turun dansa?”
__ADS_1
“Tidak, sepertinya Aku lebih suka duduk diam menikmati minuman ini,” ujar Okan menunjuk botol Vodka yang menyisakan seperempat dari botol tersebut. Okan memang dikenal kuat minum.
Saat lagi duduk dengan Fudo, Shin datang.
“Bagaimana?”
“Bos, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku mendengar ada pertikaian antara dua gangster di depan.”
“Siapa mereka?”
“Black Moon dan Mortal.”
Kedua geng preman ini memang sering sekali bertikai dan membuat onar, Okan dan kedua anak buahnya terpaksa keluar dari pintu belakang untuk menghindari bentrok antara dua kelompok tersebut, tidak ingin terlibat.
Pembunuhan, kematian sudah hal biasa di klub tersebut. Namun sebesar apapun pertempuran di sana polisi jarang ikut campur, karena itulah club itu disebut’ Kandang Macan’ banyak orang masuk dalam keadaan beryawa saat keluar dari sana tinggal nama. Bahkan banyak kabar yang beredar orang mati di sana, mayatnya tidak akan keluar, kabarnya organnya akan dijual , lalu sisa tubuhnya akan dikasih jadi makanan macan peliharaan pemilik klub.
Mereka pulang ke apartemen Shin.
“Bos, Aku mendengar lelaki yang bernama Asta Stanley juga mencari tahu tentang Dave,” lapor Shin lagi.
“Apa kamu tahu di mana lelaki itu tinggal, sepertinya Aku belum mengembalikan barang miliknya,” ujar Okan.
Sebuah korek gas berharga milik Asta Stanley masih ia pegang, saat mereka ingin pulang sebuah pesan masuk ke ponsel Shin.
“Bos … orang suruhanku memberitahu alamat apartemen, Dave.”
“ Ayo kita kesana!” pintah Okan bersemangat, ia berpikir akan menyelamatkan Naira.
“Shin mengeluarkan mobil dari apartemennya dan menyetir menuju sebuah apartemen.”
“Apa kamu yakin di sini?” tanya Okan, ia pernah ingat Chelia memintanya menjemput ke apartemen tersebut.
“Ya, orang suruhanku melihat Dave keluar dari gedung apartemen ini.”
Saat ingin turun , mata Okan terpelongo ia melihat Naira berjalan berpegangan tangan dengan Dave.
‘Apa ini …. bukankah mereka bilang kalau dia culik , lalu kenapa mereka berpegangan tangan dan terlihat mesra? Apa benar yang aku lihat di bar saat itu?’ Okan terdiam seperti patung.
Ia berlatih mati-matian agar bisa keluar dari hutan untuk menyelamatkan Naira, wanita yang ia cintai sejak lama. Tetapi saat ini Okan melihat wanita itu berjalan mesra dengan musuh besarnya bahkan lelaki yang menculiknya.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” tanya Okan dengan wajah pucat, apa yang lihat saat itu jadi satu pukulan berat padanya. Bagaimana tidak? saat ia sangat mengkhawatirkan Naira, ternyata selama ini wanita itu justru bersama pria yang menculiknya.
Bersambung