
Barkas mungkin tidak akan pernah menduga kalau Stanley akan berhadapan dengannya hari itu, lelaki yang dulunya hanya bekerja sebagai sopir di toko bangunan miliknya.
Lelaki sombong bertubuh gemuk itu, mungkin tidak pernah menyadari rumus dunia; hidup itu akan berputar bagai roda, kalau dulu Stanley hanya seorang lelaki kampung yang bisa ia rendahkan, tetapi pria bertubuh tinggi itu kini datang membalaskan dendamnya pada Barkas, lelaki yang paling kaya di kampungnya.
“Beraninya kamu menyentuh putriku , kamu bajingan,” ucap lelaki itu ingin memukul Stanley.
Billy dan Neil maju ke depan Stanley, mereka berdua menyisihkan jaket yang mereka pakai memperlihatkan benda berbahaya yang terselip di pinggang.
Barkas menatap tajam, otaknya mulai berpikir kalau lelaki yang ia hadapi saat ini bukan lagi orang sembarangan.
“Mundur lah Pak Tua, jangan sekali-kali kamu menyentuh Bos, atau otakmu akan tercecer di tanah,” bisik Billy menatap kanan-kiri.
“Putrimu yaang mengajakku tidur dengannya, kamu boleh melihat rekaman itu sekali lagi , kamu juga bisa lihat aku hebat dalam urusan memuaskan partner tidurku,” tutur Stanley lagi. “jangan khawatir Pak Tua, setelah itu aku tidak akan menemui putrimu lagi, aku hanya bersenang-senang,” ucap Stan.
Mental lelaki itu tua itu langsung terguncang, ia tidak percaya kalau putri kesayangannya jadi mainan seorang pria yang paling ia benci.
“Kamu bajingan! aku akan membalas mu!”
“Oh, silahkan, kamu sudah pernah melakukannya, bukankah kamu yang meminta Sugun melecehkan adikku? lelaki itu sudah mendapat hukumannya, aku sudah membakar tangannya sampai hangus, lalu mematahkan tangannya, dia akan jadi lelaki yang cacat, itu akibatnya kalau menyentuh adikku,”ujar Stanley dengan tenang.
“Untuk apa kamu datang kemari?” Pria itu menatapnya dengan tajam.
“Untuk menghancurkan kalian semua,” ucap Stanley ketus.
“Kalian akan menyesal telah datang ke kandang macan,” ucap lelaki itu dengan tawa merendahkan.
Lalu ia menelepon beberapa pria yang biasa ia suruh.
“Apa yang kita lakukan, Bos?” tanya Neil, ia memegang gagang senjata.
“Kita akan bertarung,” ucap Stanley dengan tenang, lalu ia melepaskan pakaiannya memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya, tato di kampung Stanley menggambarkan satu kekuasaan tertinggi, semakin banyak tato di tubuhnya semakin tinggi kekuatan yang ia dapatkan.
Ada satu simbol yang ditato di punggung Stanley, membuat beberapa preman langsung takut, tato tersebut sebuah simbol keanggotaan dari sebuah organisasi gangster. Didapatkan dari penjara, sebagai anggota gangster yang paling ditakuti yang bernama ‘Black Moon’
Ketiga lelaki berbadan bertubuh besar itu saling menatap saat melihat simbol tato di badan Stanley.
“Hajar dia! Aku membayar kalian mahal-mahal untuk bisa melindungi, bukan untuk bengong!” teriak Barkas.
__ADS_1
“Baik Bos, walau takut, tetapi ketiga pria itu mengarahkan balok kayu untuk memukul Stanley, lelaki yang sudah terlatih di penjara itu menangis dengan satu tangan lalu memutar tubuh menendang kuat dada salah satu suruhan Barkas.
“Buuuk!”tendangan kuat membuat tubuh lelaki itu terhempas ke belakang.
“AAA!” seorang mengarahkan tinju kearah Stanley , ia memundurkan tubuhnya lalu dengan cepat memukul wajah pria itu dengan kuat, lelaki berkumis itu terpelanting ke belakang dengan hidung berlumuran darah.
Mereka babak belur di kalahkan Stanley dengan kedua anak buahnya, karena mereka bertiga ahli bela diri, Neil dan Billy kaki tangan seorang bos pemimpin Black Moon, yang saat itu sedang mendekam di penjara. Sedangkan Stanley lelaki yang mendapat pelatihan keras di penjara selama lima tahun. Jadi, mereka bertiga bukan orang sembarangan.
Melihat kelima orang-orangnya terkapar tak berdaya, Barkas melarikan diri, ia menaiki mobil dan meninggalkan mereka.
Melihat ada cctv, Stenly tidak ingin berurusan sama polisi, “singkirkan benda itu.”
“Baik Bos.” Neil salah seorang ahli IT hanya menggunakan ponsel pintarnya ia menghapus dan mematikan cctv di tempat tersebut.
Kelima pria yang sudah babak belur itu, itu bangun kembali, mereka akan memanggil orang kampung untuk menghajar Stenly.
“Kita akan pergi dari sini sebelum mereka membawa orang,” ucap Stenly.
Baru saja mobil itu melewati jalanan sepi menuju kota, tiba-tiba sekelompok orang mencegat mereka bertiga.
Mereka bertiga turun.
“Hai! Turun kalian!” teriak salah seorang lelaki, ia teman Barkas.
Melihat salah satu orang yang menyakiti adiknya ada didepan mata, Stanley tersenyum sinis,”akhirnya kamu nongol juga keparat, akan aku patahkan juga tangan kotormu ,” gumam Stanley pelan.
“Apa yang kita lakukan Bos?” tanya Billy.
“Mari kita beri mereka pelajaran!”
“Stanley menggulung lengan baju lalu menarik sebatang kayu, menghajar mereka menggunakan kayu, lalu ia mengejar teman Sugan, menghajar para preman kampung itu hanya hal mudah bagi mereka bertiga, hanya menggunakan tangan kosong, padahal mereka sudah dikeroyok.
“Kemari kamu bajingan, aku akan mematahkan tanganmu,” ucap Stanley, memukul pria cempreng itu menggunakan kayu yang ia pegang.
“Buk ….!” Stanley menendang perut pria itu hingga terpental ke tanah.
“Ampun Bang, ampun aku hanya merekamnya, Sugun yang melepaskan pakaiannya,” ucap lelaki itu dengan ketakutan.
__ADS_1
“Aku sudah pernah bilang pada kalian, suatu saat akan mematahkan tangan dan kakimu. Apa kamu sudah lihat tangan dan kaki Sugun? sudah aku patahkan, kini giliran mu.”
“Bug … Bug …!” Stanley menendang kaki pria itu , ia meringis kesakitan.
“Ampun Bang … ampun aku salah!”
“Aku tidak membutuhkan kata maaf dari kamu sekarang bajingan!”
“Dor!”
“Dor!’
Suara tembakan itu menghentikan pertempuran, melihat rekannya ditembak tanpa ampun, mereka semua melarikan diri.
“Aaa … sakit!” teriak pria bertubuh jangkung itu memegang kedua kakinya.
“Itu balasan dari adikku, berdoalah agar kita jangan bertemu lagi, jika kita aku melihatmu lagi depan mataku aku akan menghabisi kamu dan keluargamu.” Stanley meninggalkan pria itu menangis kesakitan.
“Apa kita akan pulang Bos?”
“Kita istirahat di hotel, besok lagi kita lanjutkan, aku ingin membalas mereka semua , mata akan dibalas dengan mata,” ucap Stanley dengan wajah menegang.
Kedua pria yang tidak tahu menahu tentang masalahnya, hanya bisa mengangguk setuju tanpa membantah.
“Apa lelaki tua itu ayah wanita itu Bos?”
“Ya, apa dia menyusahkan mu setelah aku pergi?”
“Ya, dia terus memaksa untuk bertemu dengan Bos, bahkan hari itu ia mengancam tidak mau pulang kalau aku tidak memberikan alamat dan nomor telepon, aku terpaksa menyeretnya keluar,” ujar Billy.
Hari itu setelah Shopia bangun, ia kaget karena tiba-tiba ada lelaki asing di apartemen tersebut, padahal malam itu ia menghabiskan malam panas dengan pria macho berambut gondrong, ia tidak tahu kalau pria itu, lelaki yang ia hina dulu saat dikampung, lelaki yang akan membalas perlakuan jahatnya di masa lalu.
Bersambung....
Bantu like dan komen di setiap babnya ya kak, atau kasih masukannya.
Terima kasih
__ADS_1