Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Jadi Buronan


__ADS_3

Saat Jhon dan keempat anak buahnya terbangun, mereka panik karena uang dan barang lenyap, sedangkan pembeli  tersebut hilang  bak telan bumi, lelaki berkumis itu terus saja memegangi kepala, efek bius tidur  meninggalkan rasa pusing  dan mata berkunang-kunang.


“Sial, kita ditipu, brengsek,” ujar Jhon ia sangat marah saat dirinya  kehilangan barang mirip tepung terigu itu dalam sekejap, bibirnya terus saja mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah,  “apa yang terjadi? kenapa kita  terdampar di tengah laut terombang-ambing dalam kapal?” tanya Jhon, ia semakin marah saat kapal tidak punya bensin dan mereka semakin jauh terbawa angin laut.


“Saya tidak tau Bos,  saya hanya merasa saat itu sangat mengantuk.”


“Kurang ajar, mereka menggunakan gas tidur. Lakukan sesuatu! Saya tidak mau terjebak di sini sepanjang malam,” ucap Jhon memarahi anak buahnya, keempat pria itu mencoba segala cara, semuanya nihil, mereka harus menunggu sampai pagi menunggu kapal yang melintas.


“Saya sudah berusaha Bos, tetapi sinyal  juga tidak ada,” ucap sang anak buah.


“Sial! Sial.” Jhon berteriak marah.


Malam itu, saat Stanley berhasil membuat mereka semua tertidur,   memindahkan keempat pria itu ke kapal yang lain , sementara kapal yang dinaiki Jhon talinya dilepaskan dan kapal itu menjauh dari pelabuhan dan terbawa angin sampai  ketengah laut, Azka sengaja membuang  bensin kapal agar mereka semakin lama berkelana di tengah laut.


Di sisi lain.


Keempat pria asing itu , kembali ke hotel sebelum pulang ke negaranya, mereka berniat menghabisi Jhon dan merebut uang mereka kembali, warga asing itu tidak kalah marah daripada Jhon.


Stanley dan rekan-rekanya sudah menyusun rencana, Azka  sebelumnya sudah memasukkan sesuatu ke dalam ponsel  sala satu warga asing,  dengan begitu pria  berkulit putih itu bisa mengerjai pemilik ponsel.


Lalu ia mengirim alamat Jhon meminta mendatangi rumah, rencana mereka berhasil.


Keempat pria itu mendatangi villa Jhon,  Stanley juga mengikuti mobil mereka dari belakang. Tiba di sana, mereka membuat keributan di depan pintu, dua penjaga pintu depan ditembak  karena melarang mereka masuk.


Dor…!


Dor …!


Dua tembakan  beruntun menembak penjaga pintu rumah Jhon.


Mendengar ada keributan di depan pagar, penjaga di dalam ikut keluar.  Baku tembak terjadi, kesempatan itu di gunakan Stanley, untuk masuk ke dalam rumah melalui plafon, berhasil masuk Azka mengajak mereka ke ruang bawa tanah.


Azka sangat hapal tentang rumah tersebut, ia mengetahui selak beluk, tidak berapa lama akhirnya menemukan brankas. Tidak berapa lama mereka merampok  uang  ratusan miliaran dan barang-brang berharga dari dalam brankas.

__ADS_1


Azka belum puas, ia masih yakin ada  brankas penyimpanan serbuk ajaib itu, serbuk yang bisa membuat orang menjadi gila dan ketergantungan .


“Cepat, kita tidak punya waktu banyak,” ucap Stanley.


“Tunggu sebentar …  aku yakin si brengsek itu punya banyak stok sabu, karena di bar selalu  mengedarkannya,” ucap Azka.


“Saat dia mengarahkan alat ke tembok,  ternyata ada rak penyimpanan barang haram tersebut, mereka saling melihat karena stok barang itu sangat banyak.


“Gila, ternyata dia master,” ucap Azka dengan mata melorot.


“Ayo kita lakukan dengan cepat, masukkan ke dalam dan kita keluar dari pintu belakang, jangan lupa matikan cctv di bagian rumah belakang,” pinta Stanley.


“Baik Bos.” Neil mengendalikan semua cctv di rumah itu hanya dengan menggunakan ipad di tangannya, ia juga  mematikan cctv di sekitar  Villa.


Semua para penjaga sibuk adu tembak  di depan pintu,  kesempatan itu mereka gunakan  untuk  menguras brankas Jhon, setelah berhasil mematikan cctv  mereka keluar dari tembok belakang.


Sebelumnya Stanley seorang perampok profesional, maka itulah  mereka sangat mudah melakukannya,  mereka kelompok yang punya keahlian masing-masing. Saat  berhasil menggasak uang ,  masuk ke dalam mobil, lalu  menelepon polisi melaporkan penembakan di depan pintu rumah Jhon .


Lalu mereka  meninggalkan lokasi mengendarai mobil menuju apartemen Azka.


“Ada yang terjadi?” tanya.


“Bos harus pergi dari sini, polisi mencarimu.”


“Apa?”


“Tadi malam disini terjadi adu tembak dengan perampok brankas dibawah dirampok.”


“APA!”


Jhon berlari ia memegang kepalanya  dengan panik  kedua brankas miliknya sudah kosong dan lemari  penyimpanan barang-barang haram itu sudah kosong.


“Siapa pelakunya?” Siapa?” Jhon sangat marah, ia melempari semua barang dalam rumahnya .

__ADS_1


“Siapa pelakunya! Siapa …?”


“A-a-ada orang asing  mendatangi rumah ini tadi malam Bos, mereka memaksa masuk dan terjadi adu tembak, Golas dan Ruben meninggal.”


“A-apa!!! meninggal? Lalu apa yang kalian lakukan semua, kamu tidak bisa menjada rumah, lalu kamu apa gunanya.” Ia menarik pistol dari balik pinggang anak buahnya dan menembaki pria itu dengan membabi buta sampai mati.


Keempat anak buahnya yang ikut bersamanya  malam itu hanya diam melihat teman  mereka ke alam baka. Dada Jhon naik  turun dipenuhi kemarahan, ia kehilangan  semua hartanya dalam satu malam.


“Siapapun pelakunya? aku akan mengulitinya sampai mati,” ucapnya dengan rahang  mengeras.


“Bos, kita harus pergi dari sini,  bahaya kalau sampai polisi menemukan Bos di sini,” pungkas salah seorang anak buah Jhon.


“Aku tidak perduli dengan polisi, temukan orang yang merampok semua uangku, periksa cctv!” teriak Jhon dengan marah.


“Baik Bos.”


Keempat pria berbadan besar itu memeriksa layar monitor, tetapi tidak ada isi rekaman semuanya sudah  terhapus, bahkan jaringan internet di rumah itu mati, jaringan listrik juga ikut terputus,  mereka naik dari atas plafon, jhon sangat marah saat ia melihat laptop dalam ruangannya ikut lenyap, padahal dalam laptop ada banyak data penting.


Ia duduk di kursi memegang kepalanya yang hampir ingin meledak.


Bawahannya masuk,” bos kita harus pergi ada polisi di luar.”


Jhon berdiri dengan marah, lalu memberi bogem mentah tepat di wajah lelaki bertubuh besar tersebut, “apa kamu mau mengganti semua uangku, aku tidak perduli dengan polisi aku tidak takut, kalau dia sampai berani masuk aku akan menghabisinya. Tugasmu mencari tahu siapa orang yang mencuri uangku,” ucapnya lagi, ia mengusap tangannya yang berdarah.


“Baik Bos,” jawab lelaki itu menatap bos dengan tatapan sinis.


Benar saja, kedua polisi yang ada diluar masuk ke dalam rumah , karena  mereka berdua melihat ada aktivitas dalam rumah, sementara di depan rumah sudah dipasang garis polisi mereka berdua masuk. Jhon semakin marah melihat polisi masuk, ia mengeluarkan senjata dari laci meja dan mengarahkannya ke polisi.


Dor ..!


Dor …!


Ia menembak kedua polisi itu secara tiba-tiba, bahkan kedua polisi belum sempat menoleh, salah seorang polisi tersungkur dan salah satunya berhasil melarikan diri walau dengan kaki terluka, ia meminta bantuan.

__ADS_1


“Kita harus pergi dari sini Bos, kalau kamu tidak mau mati konyol di sini.” ujar anak buahnya menyeret Jhon kedalam mobil, mereka berempat melarikan diri, saat diluar pintu gerbang masih sempat mendapat tembakan dari polisi yang kabur tadi, mereka  berempat kini hidupnya makin hancur karena ia menembak polisi, dalam sekejap puluhan polisi berpakaian lengkap mendatangi lokasi mengeledah dan mengarahkan anjing pelacak. Menemukan beberapa sabu dalam plastik yang disembunyikan di balik kulkas. Rencana Azka semuanya berjalan sempurna, Jhon melarikan , saat ini ia jadi buronan polisi juga buronan sang ketua karena ia menghilangkan barang ketua.


Bersambung


__ADS_2