Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Merasa Bahagia Bila Bersamanya


__ADS_3

Okan dan Luna sudah sampai larut malam mereka berdua masih  saja  bermain game,  sudah tiga gelas kopi susu Okan habiskan dan  beberapa bungkus snack mereka makan, mulai tiduran , lalu duduk kembali Luna lakukan. Wanita  berambut sebahu itu sampai lupa dengan siapa ia bermain game.


Seolah-olah tidak ada batas diantara mereka berdua, Luna tertawa lepas saat ia melihat wajah Okan cemong penuh coretan semuanya  mengalir begitu saja, waktu cepat berlalu tidak terasa sudah pagi.


Tepat di jarum jam dia angka dua mereka berdua mulai menguap bergantian.


“Aku sangat mengantuk ,” keluh Luna sembari menguap.


“Aku juga.” Okan naik ke kursi dan merebahkan  kepalanya diatas meja, rasa sakit dari tangannya sudah berkurang sejak ia  habiskan waktu bermain dengan Luna.


“Aku bereskan ini dulu.” Luna membereskan semua yang berserak. Setelah itu ia  meletakkan kepala diatas meja, akhir mereka berdua tertidur.


Menjelang subuh .


Okan terbangun karena panggilan alam, ia menoleh ke samping Luna tidur dengan posisi kurang nyaman kepalanya hampir jatuh.


“Luna … Ayo bangun, ayo kita tidur di ruanganku,” ujar Okan menepuk-nepuk wajah Luna dengan lembut.


“Kenapa Pak?”


“Sementara lagi Pak Maman akan naik ke atas, ayo ke ruanganku,” ujar Okan.


“Aku masih sangat ngantuk ,” ujar Luna setengah sadar, masih meletakkan kepalanya diatas meja.


“Ya … kita pindah tidur ke ruanganku di sana ada sofa.”


Perhatian yang ditunjukkan Okan pada Aluna Astasya sangat manis, satu malam itu, ia  terlihat sangat bahagia saat bersama Luna.


“Baiklah.”


Saat Luna ingin berdiri ia sempoyongan  hampir jatuh, dengan sigap Okan menangkap tubuhnya menggunakan lengan kanannya dan memeluk pinggang wanita itu dengan erat. Masih ngantuk berat,  Luna meletakkan kepalanya di pundak Okan dan memeluk tubuh pria kekar itu dengan kedua tangannya, mereka berdua saling berpelukan,  seketika tubuh Okan terdiam seperti patung.


‘Luna, jangan membangunkan macan yang sedang tidur, akan susah nanti menjinakkannya’ ucap Okan ia mengkhawatirkan juniornya yang tiba-tiba bangun dan menegak di bawa sana. Okan merasakan tubuhnya panas seketika.


“Kamu keringat. Tapi aromanya wangi,” ujar Luna  ia mendekatkan hidungnya batang leher Okan, wangi parfum aroma amber yang dipadukan vanila dan woody , wangi parfum mahal memang beda, kesan maskulin dan tegas, itulah yang tergambar dari tubuh Okan.

__ADS_1


Aroma itu langsung membawa  pikiran Luna ke dalam suasana eksotis.


“Luna ayo.” Okan mendorong tubuh Luna sebelum hal buruk terjadi.


“Aku masih sangat mengantuk,” regek Luna matanya masih tertutup.


“Ayo.” Okan terpaksa memegang tangan Luna dan meraih tas wanita itu lalu membawanya ke ruangannya, Luna masih setengah sadar. Okan membantunya duduk di sofa panjang di ruangannya, lalu ia juga duduk menyandarkan tubuhnya di samping Luna , wanita itu kembali merebahkan tubuhnya, ia meraba di dekat kepala tapi tidak ada bantal,  merasa tidak nyaman tidur tanpa bantal,  Luna kembali membuat tubuh Okan panas dingin. Wanita itu meletakkan kepalanya  di pangkuan Okan.


“Astaga,” Okan mendorong kepala luna.


‘Apa dia sengaja memancingku?’ tanya Okan menatap wajah Luna, ternyata  Luna kembali tertidur pulas,  terlihat dari mulutnya yang sedikit menganga seperti ikan Lohan.


“Ckk … wanita ini,” Okan tersenyum melihat mulut Luna yang terbuka   mengeluarkan suara dengkuran halus.


Tidak beberapa lama mereka berdua sama-sama tertidur, Okan tidur  bersandar di sofa dan kedua kakinya ia letakkan di atas meja dan tangannya yang sakit, ia tempatkan di pegangan kursi. Mungkin malam itu akan hari yang  berkesan untuk Okan.


*


Okan terbangun, karena suara panggilan telepon miliknya, merogoh saku celananya menoleh sebentar ke layar,  lalu menempelkan  daun telinga.


“Bos Ada di mana?” tanya Shin.


“Apa Bos menginap di sana?” tanya Shin penuh penyelidikan.


“Ya.”


"Apa semua baik -baik saja Bos?" lelaki  bertubuh tinggi itu khawatir.


"Baik-baik saja. Hari ini kalian berdua libur saja."


Beberapa detik Shin diam, tidak biasanya bos Okan meminta mereka libur.


Tapi sebagai bawahan ia harus tetap taat pada perintah majikannya.


"Baik Bos," sahut Shin dengan patuh, setelah menutup telepon.

__ADS_1


Okan menoleh ke bawah Luna masih tertidur meringkuk, tapi wanita muda itu tidak lagi menggunakan pahanya sebagai bantal, ia menggunakan tas miliknya sebagai alas kepala. Mereka berdua menghabiskan waktu satu malam hanya bermain game dan tidur bersama di sofa.


Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan jam enam pagi.


Ia berencana ingin memesan  sarapan untuk mereka berdua.


Saat ini ingin berdiri, suara ketukan pintu terdengar, Okan takut yang datang sekretarisnya atau karyawan lain. Okan tidak ingin menimbulkan gosip lagi kantor, ia berdiri dan membuka pintu mengeluarkan kepala.


"Ini saya Bos." Fudo berdiri di depan pintu, matanya membesar menatap wajah Okan yang penuh lipstik.


"Loh ... Tadi kan saya sudah bilang untuk Shin untuk libur."


"Saya tidak tahu Bos, saya sudah tiba di sini dari jam lima pagi tadi," jelas Fudo.


“Ckkk mengganggu saja,” ketus Okan merasa jengkel.


Okan mengijinkannya masuk, Fudo terpaku saat melihat ada wanita tidur bersama sang bos, ia meyakini bekas lipstik di wajah bos hasil perbuatan wanita yang bersamanya semalam.


'Ganas juga perempuan itu ' ucap Fudo mengulum senyum, tidak lama kemudian matanya terpelongo melihat sosok wanita yang bersama Okan.


"Luna ...?" tanya Fudo lalu menoleh Okan.


"Jangan ganggu biarkan saja dia tidur sebentar lagi dia pasti kecapekan tadi malam, kamu cari sarapan untuk kami dan pakaian ganti untuk dia,"  pintah Okan.


Lelaki bermata sipit itu hanya menarik napas panjang, di lubuk hati yang paling dalam, ia menyimpan perasaan suka sama Luna, tepat saat mereka bertemu pertama kalinya saat lift ia sudah jatuh hati dengan tingkah konyol Luna.


Namun, hanya sedikit, ia tidak akan berani menaruh perasaan lebih pada wanita yang disukai oleh bosnya. Tapi ia tidak menduga kalau hubungan mereka akan sampai tahap tidur bersama, karena ia tahu Okan tidak pernah tidur dengan  sembarangan orang.


'Apa bos akan meninggalkannya setelah menidurinya? Dia bukan tipe bos' ucap Fudo melirik Luna yang masih tidur dengan pose miring.


Fudo berpikir  Okan sudah tidur dengan Luna, makanya ia memilih menginap di kantor.


Lelaki itu keluar dari ruangan Okan menghela napas panjang dan mengangkat bahunya.


Ruangan kerja Okan dilengkapi dengan sebuah ruang untuk istirahat, tapi malam itu seperti ia memang menjaga Luna atau memang belum mau menyentuh Luna. Karena ia tidak membawa ke ranjang miliknya, mungkin kalau mereka tidur disana ceritanya sudah berbeda. Okan selalu menyediakan pakaian ganti dan perlengkapan mandi di kantor,  setelah membuka lemari pakaian ia menarik sebuah jaket kulit dan menyelimuti tubuh Luna yang meringkuk kedinginan.

__ADS_1


Apakah  Okan sudah jatuh cinta pada gadis sederhana itu?


Bersambung


__ADS_2