
Setelah Okan resmi menjadi Ceo muda yang tampan di Wardana Group. Perusahaan yang bergerak di di bidang real estate dan bisnis lainnya. Okan memegang kekuasaan penuh atas semua perusahaan yang dibangun Leon
“Aku ingin mulai dari si brengsek itu,” ujar Okan.
“Katakan saja Bos, kami siap melaksanakan.” Fudo berdiri dengan hormat di depan meja kerja Okan.
“Saya akan mengejar bajingan itu kemanapun dia pergi,” ujar Okan , ia memikirkan Danis teman yang mengkhianatinya.
Kemarahannya pada Danis masih membara, karena Danis ia jadi buronan polisi, lelaki itu yang mencuri dari polisi, tapi ia dan Juna yang dapat masalah. Danis menghianatinya satu tahun yang lalu. Okan akhirnya tahu kalau dia anggota sebuah organisasi gelap sekarang tinggal di Thailand, ia juga merasa Dave mencuri wanita yang dicintainya, ia juga bos gangster, maka Okan akan membalas mereka semua.
Tapi untuk masuk ke lingkungan para mafia maka Okan pun harus jadi Mafia. Ia mempersiapkan semuanya dan mengubah hidupnya kembali, Okan selalu punya keinginan ingin lebih hebat dari ayahnya.
Apakah Okan bisa lebih hebat dari Leon Wardana?
Beberapa Lama kemudian
*
Dorrr-dorrr!
Beberapa tembakan terdengar menggema di sebuah gudang kosong di pinggiran kota Pahem Thailand. Jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, suara letusan senjata seperti itu sudah terbiasa bagi orang sekitar, karena tempat itu dikenal sebagai salah satu hunian para gangster dan para pengedar narkoba.
Seorang pria dengan setelan jas mahal hanya duduk dengan santai dalam mobil mendengar suara letusan senjata tersebut. Ia sudah bisa memastikan kini tubuh-tubuh lawannya berjatuhan dan bersimbah darah, ia hanya menyaksikan saja dari jauh.
“Bos, semua sudah mati, tapi tidak ada Dia di sana,” lapor Fudo.
Okan hanya mengangguk, kemudian memberi isyarat lewat tangan untuk membakar seluruh gudang tersebut.
“Baik.” Fudo mengerti dengan perintah Okan, ia segera memerintahkan anak buahnya untuk mengambil bensin menyiram seluruh gudang dengan bensin yang mereka bawa.
Okan Putra Wardana saat ini menjadi ketua kelompok mafia bernama Black Dragon yang merupakan kelompok mafia terorganisir, mereka berpakaian rapi dengan kemeja dan jas. Untuk bisa jadi Bos mafia Okan harus menyembunyikan identitas dirinya dari publik terutama aparat keamanan.
Okan Wardana, mendengar nama belakang saja orang sudah tahu kalau ia putra Leon Wardana, putra mantan mafia yang paling ditakuti di masanya.
Wanita yang dicintainya memilih lelaki lain daripada dirinya, dikhianati sahabat, selalu disepelekan, mengubah dunia Okan.
Okan Putra Wardana menjadi ketua mafia yang sangat menakutkan . Tetapi masyarakat luas terutama pemerintah dan pihak keamanan tidak mengetahui identitas Okan yang sesungguhnya. Kecuali orang-orang yang berada di lingkungan dunia hitam, anak buahnya tidak ada yang berani macam-macam padanya.
Shin dan Fudo orang kepercayaan Olkan, Shin menjabat sebagai ketua Black Dragon di bagian Asia.
__ADS_1
Okan sendiri menyembunyikan identitasnya sebagai Mafia. Di masyarakat ia hanya dikenal sebagai Putra Leon Wardana, pengusaha muda yang sukses itulah membuatnya tidak menyukai dirinya sendiri, karena selalu dikait-kaitkan dengan ayahnya, publik mengenalnya sebagai CEO Muda dari Wardana Group.
Namun sejauh ini, ia belum memiliki seorang wanita yang bisa mendampinginya, sehingga banyak wanita yang berlomba-lomba untuk mengejar dirinya. Okan bisa dengan mudah mendapatkan wanita mana saja, tetapi karena Naira wanita yang pernah ia cintai meninggalkannya dan memilih seorang mafia, ia sakit hati pada semua wanita. Saat ini sangat pemilih soal wanita, jika menurutnya bersih baru ia akan menyentuhnya. Setelah membakar gudang milik Danis, mereka pulang ke Jakarta.
**
Di sisi lain setelah beberapa lama merasa terkurung di mansion di Kalimantan, akhirnya Luna Atisya gadis cantik itu diperbolehkan kembali tinggal di rumah di Jakarta dan bekerja di perusahaan milik Leon. Walau pulangnya akan tetap ke rumah Leon. Wanita muda itu tidak keberatan karena ia merasa aman terlindungi dari penjahat yang ingin membunuhnya.
“Minggu depan ada acara liburan kantor, apa kamu mau ikut?” tanya Bimo.
“Boleh Om?” tanya Luna bersemangat.
“Boleh, karena selama ini kamu selalu bersikap baik dan penurut akan saya izinkan mengikuti liburan kantor. Lagian kamu juga tidak pernah melihat CEO baru perusahaan kita kan?”
“Belum pernah.”
“Ya nanti dia akan datang,” ujar Bram.
“Baik,” ucap Luna melompat kegirangan.
“Baik bersiaplah, saya akan mengantarmu ke kantor.”
Luna akan dijemput dan diantar saat berangkat ke kantor, jika di rumah ia akan bertugas sebagai asisten rumah tangga juga. Jadi gadis muda itu mendapat dua jenis pekerjaan dan tentunya mendapat dua kali gajian juga.
Selama bekerja di Wardana Group, Luna hanya memiliki satu teman bernama Sinar, wanita yang selalu bersinar seperti namanya orangnya ceria dan ramah.
*
Tiba di kantor ia duduk di kubikelnya menyimpan tasnya di atas meja, kemudian mulai menyalakan komputer. Beberapa berkas yang harus ia selesaikan kini sudah menumpuk di atas mejanya, itu terjadi karena kemarin ia tidak masuk karena Bimo dan Bram mengajaknya untuk membereskan berkas-berkas lama di mansion yang ada di Kalimantan.
“Ok, kita mulai bekerja,” ujar Luna menyatukan semua jari-jarinya lalu memprektekkannya dengan kuat.
Kreek-kreek
Bunyi tangan yang diperetek terdengar jelas, menarik perhatian rekan kerja di sampingnya, lelaki muda berkacamata itu tersenyum melihat Luna melakukan gerakan-gerakan itu seolah-olah wanita berkulit eksotis itu akan bertarung dengan seseorang.
“Suitt, suit …Lun, Luna Atisya!”
Saat ia sedang berkonsentrasi dan berpacu dengan waktu, ada seseorang mengganggu konsentrasinya, Sinar yang berada dua baris di sampingnya tampak memanggilnya dengan kebiasaan melempar tisu, kulit kacang, tutup bulpoin dan kali ini kertas digulung dan dilempar tepat ke jidatnya.
__ADS_1
“Ada apa sih Sinar…?” tanya Luna mendesis jengkel
Wanita berlesung pipi itu tersenyum manis padanya.
“Aku ingin bicara,” bisik wanita cantik itu sembari membungkukkan tubuhnya dan kepala menjulur ke arah Luna.
“Bicara apa?” tanya Luna sedikit malas,”nanti saja aku masih banyak kerjaan,” sambungnya lagi.
“Ini urgent bangat Lun,” ujarnya lagi sembari mengedipkan sebelah mata.
“Nanti saja pas makan siang. Berkas-berkas ini akan aku bawa ke ruangan Pak Bayu, harus selesai sekarang,” ujar Luna, ia tidak mengalihkan matanya dari laptop di depan.
“Ok, baiklah,” sahut Sinar, sedikit kecewa tetapi ia mencoba memahami situasi Luna.
“Butuh bantuan?” tanya Bara lelaki yang sedari tadi melihatnya lelaki yang duduk di samping meja Luna.
“Ya, gue sedikit kesusahan mengoperasikan laptop ini banyak pitur-pitur yang belum aku pahami,” ujar Luna mengarahkan mouse ke panel gambar, “maklum biasa memegang jarum suntik tiba-tiba disuruh pegang laptop, saya jadi bingung,” ujar Luna, berucap polos dan apa adanya.
“Maksudnya?” tanya Bara lelaki tampan itu baru dua hari bergabung di perusahaan Wardana Group.
“Dia tadinya seorang perawat dan sekarang belok jadi orang kantoran,” timpal Sinar, wanita itu duduk di samping Bara.
“Wow begitu.” Bara manggut-manggut seperti boneka pajangan dashboard.
Saat mereka sedang sibuk, anak-anak yang pada heboh, mereka berdiri lalu berlari ke arah aula.
“Ada apa sih?” tanya Sinar penasaran,
“CEO perusahaan kita ternyata tampan, cool, beribawa idaman gue bangat, dia baru pertama datang kali datang ke kantor ini,” ujar seorang rekan kerjanya dengan heboh.
Pekerja di divisi mereka kebanyakan perempuan yang masih muda, jadi kalau ada yang berbau tampan, macho dan cool mereka akan heboh.
“Ayo, lihat Lun!”ajak Sinar.
“Gak Aku tidak mau,” jawab Luna.
Walau ia belum pernah bertemu Okan, tetapi mendengar Bram dan Bimo membahas Okan Wardana, ia bisa tebak kalau Okan orang yang angkuh dan dingin seperti balok es .
Apakah Okan akan tahu kalau Luna adik dari Dave? Lelaki yang merebut Naira darinya? Apa yan akan dilakukan lekai angkuh itu nantinya jika ia tahu? Ikuti terus cerita menarik mereka.
__ADS_1
Bersambung
Mohon dukungannya ya kakak untuk karya ini, tulis komentar kalian di kolom ulusan dan simpan di rak pustaka, terimakasih