
Chelia masih berbaring belum sadarkan diri di rumah sakit, sementara Leon duduk di depan ruang operasi kedua siku tangannya ia letakkan diatas paha kedua telapak tangannya saling menyatu dan digigit . Leon selalu melakukan itu jika ia merasa panik atau takut. Kali ini lelaki pemilik tatapan misterius itu melakukannya, ia takut putri kesayangannya tidak terselamatkan.
“Bos. Apa Hara sudah tahu?” tanya Zidan duduk di samping Leon.
“Dia dari tadi sudah menelepon, sengaja mematikan ponselku.”
“Apa kondisi Hara belum baik.”
“Rencananya minggu ini Chelia akan melakukan operasi untuk ibunya,” ujar Leon.
“Bos ….” Zidan menghela nafas panjang, Leon menatap wajah anak buah yang bertugas sebagai shipper itu, ia sudah mengenal watak dan karakter semua anak buahnya.
“Ada apa?”
“Dugaanmu tepat Bos … sepertinya dia tidak akan berubah lagi,” ujar Zidan dengan tatapan kecewa.
Saat sedang mengobrol ternyata Hara datang dengan Jordan, Lucas , mendengar Chelia terluka Leon berpikir kalau Hara akan drop, ternyata wanita itu tegar.
“Apa yang terjadi,Yah?” tanya Hara. Leon hanya bisa memeluk istrinya mengusap-usap pundak istrinya, tadinya Leon belum mau memberitahukan Hara keadaan Chelia ia takut Hara jatuh pingsan karena kaget.
“Bagaimana kamu bisa tau?” tanya Leon menyengitkan kedua alis matanya, padahal ia sudah bekerja keras agar Hara tidak datang.
“Aku menelepon kak Toni,” balas Hara
“Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja dia wanita kuat sama seperti ibu,” ujar Leon.
“Apa ini pekerjaan-”
“Kita akan menangkapnya.”
“Bagaimana dengan, Naira?” tanya Hara, ia memang dekat sama Naira.
“Mereka menyanderanya.”
“Astaga, bagaimana kalau mereka menyakiti gadis malang itu juga? padahal dia baru tiba di Jakarta dan menemui Chelia di rumah sakit,” ujar Hara.
Naira baru tiba hari itu di Jakarta dan langsung menemui Chelia di rumah sakit, tapi siapa sangka nasib malang menghampirinya.
“Kami akan mendapatkannya walau bajingan itu lari ke ujung dunia , percaya padaku, Aku akan menemukan dia, Aku sudah meminta Moreno untuk pulang.”
Moreno anak buah andalan Leon di masa lalu seorang hacker jenius, ia dijuluki si manusia computer di masa lalu karena ahli dalam meretas data, dia salah satu hacker terbaik di Asia, maka itu direkrut untuk bekerja untuk bos mafia Rusia, tetapi lelaki berkaca mata tebal itu bukan seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Moreno pulang saat Zidan menelepon dan melaporkan kalau penjahat menculik Chelia.
Setelah beberapa jam bekerja keras Billy dan rekan dokter yang membantu melakukan operasi akhirnya keluar.
__ADS_1
“Bagaimana, Dok?” tanya Leon wajah khawatir terlihat jelas dibalik tatapannya.
“Kondisinya tidak baik, benturan itu sangat keras menghantam kepalanya, hingga tengkorak kepala retak, pergelangan kaki patah juga, kita akan berusaha sebaik mungkin.”
Mendengar penjelasan dr. Billy tadi Leon tidak bisa membendung air matanya, ia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami Chelia saat ia mendapat tembakan.
Saat hati Leon sedang panas, ternyata Okan datang, alhasil anak lelakinya ikut jadi pelampiasan amarah Leon.
“Bu, Bagaimana dengan Chelia?” tanya Okan dengan wajah panik
Pak!
“Bajingan tengik, Kalau saja kamu memberitahu Ayah lebih cepat, Aku bisa menghabisi penjahat itu. Kamu kenapa bertindak sendiri!” bentak Leon.
“Yah Aku hanya ingin melakukannya sendiri.”
“Dasar Bodoh! Apa dengan cara merampok kantor polisi?” Okan menatap tajam ke arah Jordan, ia berpikir kalau Jordan yang mengadukannya.
“Kamu ingin menukar adiknya menggunakan barang haram itu?”
“Yah.”
“Kamu menyebabkan semua ini. Juna belum sadarkan diri di rumah sakit, sementara Naira disandera penjahat itu , kantor polisi mencarimu karena kalian merampok barang sitaan mereka.”
“Kamu bodoh , Okan … pada kenyataannya barang sitaan itu hilang dari kantor polisi, pergilah Aku tidak ingin melihatmu,” ujar Leon dengan marah.
Ia berpikir kalau putranya keras kepala karena bertindak nekat, mendengar semua yang terjadi, Hara syok. Ia mengejar putranya keluar setelah diusir Leon.
“Bu, maafkan Aku.”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Hara dengan tatapan kecewa.
“Aku hanya ingin hebat seperti Ayah Bu, ditakuti dan disegani semua orang, Aku tidak ingin hanya bekerja didepan komputer, duduk dan tidak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin membuktikan pada Ayah kalau Aku juga bisa seperti dia menjadi Bos Mafia.”
“Astaga …Tuhan. Ayah berjuang keluar dari kegelapan itu dan dia mampu melakukannya karena dia mencintai keluarganya, mencintai kamu dan Chelia. Tapi kenapa justru kamu ingin masuk ke sana Okan?” ujar Hara menangis memegang dada.
“Ibu selalu memaksaku untuk jadi penerus bisnis keluarga, Aku tidak suka Bu, biarkan Lucas yang melakukannya, itu bukan bidangku,” ujar lelaki itu berterus terang pada ibunya. Selama ini demi menyenangkan hati Hara ia selalu bersikap jadi anak baik-baik.
“Lalu bidang kamu apa Okan?” tanya Hara dengan suara setengah histeris.
“Aku ingin seperti ….”
Ia melepaskan pakaiannya dan menunjukkan sebuah tato dan tato yang sama persis seperti yang dimiliki Leon, mata Hara melotot kaget, padahal tato naga yang dimiliki Leon bukanlah sembarang tato, itu lambang sebuah kekuasan yang diberikan kepala suku padanya.
__ADS_1
“Okan, apa yang kamu lakukan?” Hara meminta putra menutup tato tersebut.
“Ibu Aku-”
Pak!
“Kamu menyebabkan masalah besar pada keluargamu Okan … mereka akan tahu kalau kamu’ putra Penjaga’ oh bagaimana ini.” Hara sangat panik.
“Ibu ada apa?”
“Jangan pernah tunjukkan tato itu pada siapapun!”
“Ada apa Bu”
“Okan kamu meminta Ayahmu jadi pembunuh lagi, kenapa kamu tega Nak!”
Okan masih bingung dengan semua dikatakan sang Ibu, ia hanya mengagumi ayah dalam satu sisi. Ia tidak tahu kalau Ayah yang ia kagumi itu punya rahasia besar yang ditutupi dari semua orang termasuk anak-anaknya. Hanya Hara dan Toni, Zidan, Ken yang mengetahui kalau Leon putra pilihan dari sukunya, yang berada di hutan pedalaman Kalimantan , ia bahkan sudah meninggalkan ritual dan kajian ritual yang diberikan pada tetua adat padanya demi memutus hubungan dari suku mereka. Kini putranya menggunakan simbol itu lagi di tubuhnya.
“Apa maksud Ibu?”
Hara duduk dan menutup wajahnya, ia tidak ingin suaminya melakukan ritual penyembahan itu lagi, ia tidak ingin melihat darah segar di persembahkan pada patung jelek itu lagi.
“Ibu takut Okan, kenapa jadi seperti ini? saat Ibu sama Ayah berjuang melepaskan diri dari mereka, kenapa kamu malah mencelakai keluargamu?”
Melihat istrinya menangis Leon mendekat.
“Ada apa sayang?”
“Okan … membuat kita dalam masalah besar.”
“Kenapa?”
“Dia menato tubuhnya dengan simbol yang kamu pakai.”
Dengan cepat tangan Leon menyingkirkan pakaian Okan, matanya melotot, lalu mundur beberapa langkah ke belakang.
“Siapa yang memintamu melakukan itu?” tanya Leon dengan suara pelan tapi penuh penekanan.
“Aku Yah.”
“Okan …!” Leon menatap tajam ke arah putra sulungnya.
“Dia pelatihku.”
__ADS_1
Bersambung….