Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Ingin Tahu Tentang Aluna


__ADS_3

Okan masih duduk di kursinya, ternyata ia tidak pernah bisa marah pada Luna, setiap kali ia marah ada saja yang membuat amarahnya hilang.


“Tinggalkan Aku dengan luna di sini. Bawa sinar ke belakang hotel, semua karyawan sudah berkumpul di sana,” ujar Okan pura-pura memasang wajah tegas.


Sinar menatap Okan dengan tatapan memohon, ia berharap Luna tidak  kena marah karena ulahnya. Setelah Sinar meninggalkan ruangan tersebut Okan  menatap Aluna  begitu dalam.


‘Siapa sebenarnya kamu Aluna Atasya. Kenapa aku merasakan hal yang sangat berbeda setiap kali bersamamu …. Aku ingin tahu banyak tentang kamu, siapa kamu sebenarnya bagaimana masa kecilmu, dimana kampungmu?’ tanya Okan dalam hati ia ingin tahu tentang semua kehidupan Aluna.


“Bapak mau bilang apa?” tanya Luna   masih berdiri di tempat.


“Sini duduklah, sebenarnya saya sudah lama ingin tanyakan ini padamu. Sebenarnya saya tidak  peduli tentang kehidupan pribadi orang lain  tapi untuk kamu saya penasaran. Bisa kamu ceritakan … kamu dari mana  asalnya, berapa bersaudara dan bagaimana kehidupan masa kecil kamu?” tanya Okan.


‘Apa yang terjadi, apa dia sudah tahu kalau aku adiknya Dave?’ tanya Luna dengan gugup.


“Apa kamu keberatan?”


“Bapak kenapa ingin tau tentang saya?” Luna balik  bertanya.


“Ya, kamu membuat saya kaget Luna.”


“Kaget bagaimana Pak?”


“Hari ini  pokoknya  kamu membuat otakku dipenuhi pertanyaan, Aku mencari data-data tentang kamu di perusahaan, tapi tidak ada. Kenapa bisa seperti itu?”


“Mencari tentang  saya? Kenapa?”  Luna semakin gugup, ia tidak ingin Okan menyelidiki tentang hidupnya.


“Hanya ingin tahu saja, Ayo ceritakan padaku tentang kamu.”


Flashback


Luna, Dave, Asta Stanley  tiga bersaudara itu lahir dan besar di salah satu desa di tepi pantai di ujung timur Indonesia.


Mereka sudah kehilangan ayahnya saat masih kecil dan ibu mereka juga meninggal saat Luna masih beranjak remaja,  jadi kedua kakak laki-lakinya  yang menjadi orang tua untuk Luna . Menjaga Luna dengan sangat ketat, bahkan tidak diperbolehkan punya teman laki-laki . Luna kecil hanya punya satu teman bernama Dinar.


Mengapa Luna selalu  tidak mengerti tentang  dunia luar, itu karena kedua kakak laki-lakinya.


Asta Stanley hanya seorang pemuda biasa di kampungnya, demi menjaga adik perempuanya, ia rela bekerja sebagai sopir toko bangunan, agar bisa tiap hari pulang menjaga  adik perempuannya yang masih sekolah.


Ia rela melakukan pekerjaan apapun. Hinaan ejekan dari tetangga dan teman-temannya ia hiraukan yang terpenting bisa tetap bekerja dan menghasilkan uang.


Hari itu saat ia pulang kerja, melihat adik perempuannya di ejek sama anak-anak.

__ADS_1


“Ada apa, apa yang terjadi?” tanya Asta.


“Tidak apa-apa biarkan saja,” sahut Luna ia sudah kebal mendapat ejekan teman-teman satu sekolahnya.


“Apa ada yang nakal lagi? Kalau ada bilang, biar kakak hajar lagi.”


Luna tidak mau memberitahukan apa yang terjadi, ia tidak ingin Stanley dapat masalah, setelah diselidiki, ternyata adiknya korban pembullyan di sekolah yang dilakukan anak-anak orang kaya dan anak-anak populer di sekolahnya,  salah satunya anak bosnya tempat Stanley bekerja. Hinaan dan ejekan dari orang pada Luna dan keluarganya sudah hal biasa.


Luna menghabiskan masa remajanya di pantai, menyelam mencari ikan,  menjadi tour guide untuk para turis, jadi juru foto untuk para turis, jadi pengrajin kulit kerang dijadikan hiasan lalu dijual, semua ia kerjakan demi bisa sekolah dan  bisa menyambung hidup.


Hari itu, Asta Stanley mendapat kabar tentang Dave yang baru  merantau di Jakarta, ia disebutkan  menghilang


Stanley datang ke Jakarta dan menitipkan Luna pada temanya.


Stanley  mencari keberadaan Dave di Jakarta,  lalu bertemu dengan teman satu kampungnya yang juga merantau di Jakarta, ia dibawa ke sebuah klub pelatihan tinju. Ternyata lelaki satu kampungnya menjebak Asta Stanley.


“Kamu datang sebagai orang buta, kalau kamu keluar dari sini, harus bisu,” ucap John mengingatkan Asta.


“Memang kenapa?” Asta meletakkan tas ransel miliknya.


“Apapun yang kamu lihat di sini jangan pernah mengatakan pada siapa - siapa,” ucap John.


“Ya, aku hanya ingin mencari tahu tentang Dave, tapi bukan di tempat seperti ini.”


Tetapi melihat kekerasan dalam klub pelatihan tersebut, Asta merasa tidak nyaman, ia merasa tempat itu penuh dengan orang-orang misterius. Tidak ingin dapat masalah, Asta ingin keluar. Tetapi John menahannya.


“Hei, lu lemah bangat, tidak sekuat abangmu, abangmu seorang petarung hebat,” lelaki satu kampung tersebut masih terus membujuknya.


“Apa pernah lihat dia bertarung.” Asta penasaran.


“Tentu saja, aku melihatnya di latihan di pojok sana.”


Wajah Asta sangat bersemangat saat Jhon mengatakan kalau ia pernah melihat sang kakak bertarung. Itu artinya ia masih hidup, ia berencana akan memindahkan Luna sekolah ke Jakarta  kalau Dave sudah punya pemasukan sebagai petinju.


“Kalau begitu ayo kita bertemu dengan pemiliknya,”ucap Asta.


“Tidak semudah itu … belum ada satu orang pun yang bertemu dengan pemiliknya, tapi tenang, aku akan memperkenalkan kamu padanya, kalau kamu mau membantuku. Leon Wardana itu seorang bos mafia yang sangat kejam. Kalau terjadi sesuatu pada Dave, orang yang bertanggung jawab pastinya pemilik klub ilegal ini , kamu harus mencari Leon Wardana.”


“Aku akan membantumu, tetapi ceritakan tentang pemilik tempat ini.” ujar Asta


“Tempat ini club ilegal, melatih para petinju bebas dan mengirimnya bertarung di Bangkok, itu saja yang bisa aku ceritakan dan pemiliknya Leon Wardana,” ucap Jhon, ia berbohong padahal tempat ilegal itu bukan milik Leon, melainkan milik musuhnya  Bos  Black Moon.

__ADS_1


“Baik, apa yang ingin aku lakukan.”


“Ayo kita bertemu mereka.” Jhon membawanya bertemu salah seorang pelatih, lelaki berkepala botak bermata biru turun dari ring, ia melepaskan sabuk tinjunya dan ia menatap Jhon.


“Oh, tenang saja, dia teman saya yang butuh pekerjaan.”


Lalu mereka saling melihat seolah -olah lelaki itu bertanya.


“Apakah dia barang?”


“Oh, tidak. Dia hanya ingin pekerjaan,” ucap Jhon.


Lalu ia berjalan ke dalam membawa sebuah kotak dan memberikannya pada Jhon.


“Kamu harus tepat waktu , malam ini mereka akan pakai,” ucapnya lagi, memberikan sebuah camera, pastikan kamu mengambil gambar yang bagus,” ucap lelaki itu dengan santai.


“Baik ucap Jhon.” Ia memakai kartu pers miliknya.


Lalu mereka meninggalkan gedung tersebut, “apa yang kita kerjakan?’ tanya Asta.


“Pekerjaan kita mudah, hanya mengambil gambar saat pertemuan nanti.”


“Oke baiklah, Asta berpikir hanya pekerjaan mudah, ia setuju.


Tiba di pertemuan, Jhon meminta menggantikannya mengambil gambar, Asta tidak keberatan, tapi saat mengambil gambar, tiba-tiba polisi menyergap tempat tersebut dan menangkap Asta, rupanya dalam lensa kamera yang ia pegang ada banyak sabu yang sudah dikemas siap edar.


Ia  dijebloskan dalam penjara, di tempatkan di tempat isolasi khusus, karena dikategorikan dengan bandar narkoba kelas kakap.


Di penjara, ia bertemu dengan bandar narkoba sesungguhnya, yang mendapat hukuman mati, semua kekuasaan dan  harta, serta anak buahnya diberikan untuk Asta Stanley.


Menyerahkan kerajaan bisnis gelapnya untuk Asta, ingin membalaskan dendam pada orang yang mengkhianatinya . Asta menerimanya , secara resmi ia dinobatkan sang ketua sebagai pengganti dirinya. Penjara akhirnya mengubah hidupnya. Seluruh harta dan orang-orang jadi milik  Stanley.  Ia keluar dari penjara setelah  bos tersebut mengorbankan anak buahnya mengantikan  Asta Stanley di penjara. Uang bisa mengatur segalanya termasuk kebebasannya, Setelah bebas dari penjara ia membawa Luna ke  Jakarta, demi  melindungi sang adik  ia kembali menempatkan  Aluna Astasya ke asrama keperawatan  dan tidak diperbolehkan keluar dari sana sebelum  ia lulus. Luna lulus jadi perawat dan bekerja di rumah sakit yang sama dengan dr. Chelia.


Itu sebabnya kenapa Luna selalu bersikap norak dalam banyak hal.


Flash on


Luna masih berdiri, ia bingung harus menceritakan tentang kehidupannya, ia tidak ingin Okan mengetahui tentang kehidupannya dan kedua kakak laki-lakinya yang juga mafia.


“Luna apa kamu  keberatan  menceritakan tentang  kehidupan pribadimu. Ok baiklah saya tidak akan memaksa,” ujar Okan, ia tidak ingin memaksa Luna .


“Tidak ada yang menarik tentang hidupku Pak, aku lahir dan besar di desa di dekat pantai,” ucap Luna.

__ADS_1


Melihat Luna keberatan menceritakan tentang kehidupan pribadinya ia tidak memaksa.


Bersambung


__ADS_2