Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Para Petarung


__ADS_3

Hara dan Leon membawa Chelia untuk mendapatkan pengobatan di luar negeri. Leon meminta  anak buahnya untuk mengawasi Luna.


“Dengar Nona, aturan di rumah Bos ketat, jika kamu memilih tinggal di rumah sampai bos kembali maka kamu akan mengikuti peraturan di rumah ini,” ujar Bram.


“Baik Om,” sahut Luna dengan sopan.


“Tidak bisa keluar  dari rumah ini tanpa izin dari  penjaga,” tambah Bimo kemudian.


“Baik.”


“Dilarang menggunakan alat komunikasi apapun?” timpal Tony yang datang dari luar.


Wajah Luna langsung berubah saat ia mendengar tidak bisa  menggunakan ponsel miliknya , padahal  ia ingin menghubungi Stanley kakak laki-lakinya.


“Kenapa diam?” tanya Ken menatap wajah Luna. Mata keempat lelaki bertato itu menatap gadis muda itu penuh penyelidikan.


“Tidak bisakah saya menggunakan ponsel Om? Saya ingin mengabari kakak laki-lakiku kalau saya baik-baik saja,” ujar Luna dengan tatapan  memohon.


“Kamu ingin menelepon Dave?” Toni tatapan mata lelaki berkulit putih itu penuh penyelidikan. Toni berubah  jadi sosok yang lebih dingin belakangan ini, semua terjadi setelah Juna di rumah sakit.


“Bukan, saya punya saudara laki-laki yang lain.”


“Berikan nomornya saya  yang akan mengabarinya,” ujar Toni, mereka berdua menatap wanita muda itu penuh  penyelidikan.


“Baiklah tidak usah,” gumam Luna pelan.


Toni dan Ken saling melihat, dengan Luna bersikap seperti itu mereka semua menjadi curiga padanya. Hal yang wajar mereka semua mencurigai Luna karena adik dari Dave  lelaki yang menculik Chelia  menyebabkan wanita cantik itu mengalami  koma.


Bisa saja Leon menghabisi  Dave dan komplotannya . Namun Leon  memilih  kesembuhan Chelia yang  paling utama. Maka itu Leon  memilih membawa Chelia ke rumah sakit di Kanada.


“Kenapa? Apa saudaramu yang lain juga penjahat?” tanya Ken.


Luna terdiam ia tidak menjawab , karena  sebenarnya Stanley juga lelaki yang  sering berhubungan dengan market gelap, itu artinya saudaranya yang itu juga sama.


“Tidak, baiklah saya akan  tetap di sini,” ujar Luna gugup.

__ADS_1


“Bicaralah jujur Nona!” gertak Ken, ia merasa wanita itu  salah satu mata-mata. Namun mereka tidak berani menyakitinya apa lagi mengusir karena Leon yang memerintahkan tetap disana sampai mereka kembali.


“A-aku bicara jujur kok Om,” ucap Luna meremas ujung jari tangannya,  melihat tatapan kedua pria dewasa itu, ia tidak bisa berkutik.


”Dengar Nona Muda … kami sudah menghabiskan hampir seluruh hidup kami di dunia hitam,” gertak Ken, lelaki berambut keriting itu menyelidiki wanita musa itu dengan tegas.


“Baik Om, saya tidak bohong, tapi saya tidak bisa memberikan nomor kakak saya pada kalian. Dia bisa marah aku memberikan nomor miliknya pada orang lain,” tutur Luna.


“Baiklah, tapi sekali lagi Aku ingatkan kalau saja kamu terbukti ikut dalam penculikan itu, maka Saya tidak akan segan-segan menghabisimu,” bisik Bimo.


Mereka berempat terlihat sangat kejam pada Luna setelah tahu kalau gadis berambut panjang itu adik Dave. Gangster  yang menyebabkan semua kejadian buruk itu terjadi. Mereka  memperlihatkan tatapan tidak suka padanya.


Luna merasa tidak enak kalau  tidak melakukan apa-apa di rumah Leon.


“Bagaimana kalau saya ikut bekerja di rumah ini Om?” tanya Luna.


“Ya, itu bagus daripada kamu hanya makan tidur seperti Nyonya, sebaiknya kamu bekerja sebagai salah satu asisten di rumah ini,” pungkas Bimo.


‘Tapi Aku seorang perawat, Aku bisa  bekerja sebagai perawat saja’ ucap Luna dalam hati.


“Aku yakin Dave akan mencari wanita ini ke sini. Bagaimana kalau kita bawa saja dia ke mansion yang di kalimantan.”


“Itu ide bagus di sana juga kekurangan orang, saya akan ke sana,” ujar Ken.


Setelah izin pada Leon, akhirnya mereka  membawa Luna ke mansion yang di Kalimantan, wanita  berkulit eksotis itu akan dijaga lebih ketat di sana.


Di sisi Lain.


Setelah beberapa hari,  luka Okan sudah mulai pulih, ia mulai berlatih.


“Untuk bisa jadi anggota keluarga kami kamu  harus bisa seperti kami,” ujar lelaki yang tindik hidung menggunakan gigi babi hutan.


“Baik,” jawab Okan, ia  bersedia melakukan apapun yang penting bisa melewati ujian yang diberikan ayahnya.


“Ini,” ujar lelaki itu memberikan  wadah dalam tempurung kelapa lagi.

__ADS_1


“Apa ini?”


“Ramuan  yang diwariskan para leluhur untuk para pejuang seperti kami.”


Mencium aromanya Okan ingin mual, belum lagi wadahnya yang terbuat dari tempurung kelapa dan diminum secara bergilir. Ia ingin mual tapi tidak ingin  para  lelaki berpakaian adat itu tersinggung Okan  melakukannya ia juga  terpaksa meminumnya.


“Aku harus bisa keluar dari sini’ ujar Okan dalam hati, ia tidak tahan dengan kehidupan orang-orang suku pedalaman.


Hari ini agar penampilannya tidak berbeda dengan para pemuda di sukunya, ia harus menggunakan pakaian seperti mereka juga,  pakaian  yang hanya  menutup bagian  bawahnya saja.


“Bukankah ini terlalu vulgar?” tanya Okan pada seorang lelaki muda yang masih mudah di sampingnya.


“Jangan menghina pakaian adat, nanti kepala suku akan marah besar, karena ini warisan leluhur,” bisiknya lagi.


OKan mengangguk, ia akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan bicara kalau tidak mau hidupnya dalam  masalah lagi. Hingga akhirnya gilirannya yang akan bertarung dengan salah satu  pemuda.


Mereka akan  mengadakan kompetisi tahunan untuk mendapatkan  gelar baru, sebagai putra pilihan. Okan tidak pernah menduga kalau kepala suku akan memilihnya sebagai salah satu pesertanya. Sebab okan sendiri bukan suku dari sana, Okan hanya kebetulan mengukur tato lambang suku mereka di tubuhnya. Tetapi saat ia menolak ikut kepala suku malah memarahinya dan mengancam tidak akan meloloskannya  dalam ujian yang diberikan Leon.


Dalam  pertarungan babak pertama Okan berhasil lolos walau tubuhnya harus babak belur. Pada babak kedua Okan mendapat lawan yang sangat tangguh, seorang lelaki dengan tatapan bengis dan memiliki luka parut di wajah, ia putra terpilih .


“Kamu tidak akan bisa mengalahkanku anak kota,” ledeknya memancing emosi Okan.


“Ayo, tunjukkan kalau kamu memang hebat,” tantang Okan dengan berani.


“Kamu menantangku anak kota?”


“Ya, Aku menantangmu bertarung,  Aku ingin melihat seberapa kuat pemimpin perang mereka,” ujar Okan , lelaki untuk membalas, ia  tidak suka mendapatkan penghinaan.


Saat ingin bertarung, ternyata Okan diculik empat orang laki-laki dari rumah panggung tersebut. Lalu ia dibawa ke tepi sungai oleh dua orang suruhan Ivak . Lelaki yang bertugas menjadi pengawas hutan.


Okan  dipaksa minum cairan  dari botol  bambu, lelaki malang itu menggelepar di di lantai, tidak lama kemudian  ia  mengalami halusinasi ia seolah-olah  melihat mahluk mengerikan  dengan mulut  penuh darah. Setiap melihat pohon besar ia akan mengira kalau itu binatang berbulu putih  wajahnya menyerupai orang hutan tetapi kukunya dan giginya panjang, Okan  berteriak ketakutan  dalam pikirannya pohon-pohon  di sekelilingnya ingin  memakannya, ia terus saja meringkuk bersembunyi.


Apakah Okan berhasil  keluar dari hutan ?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2