
Stanley masih berada di rumah Azka, seorang agen mata-mata lelaki yang selama ini berbohong padanya, bahkan Stanley sempat berpikir kalau Azka manusia jadi-jadian alis banci kaleng. Ternyata ia melakukan itu demi sebuah misi yang menurut mereka misi besar yang bisa membahayakan negara.
“Kami akan memindahkan penugasan adikmu di rumah sakit tentara atau polisi agar orang kami bisa mengawasinya saat bertugas,” ucap Azka.
Stanley terdiam sejenak, dalam hati ia sangat menginginkan adiknya dapat perlindungan dan jauh dari Dita dan Dorroty ia tidak ingin mereka dapat masalah karena dirinya, namun di sisi lain ia juga tidak ingin begantung pada orang lain.
“Apa aku boleh bertanya?”
“Ya.” Azka menatap wajahnya.
“Apa yang terjadi dengan Neil?”
“Mereka menahanya di markas, kalau kamu mau bergabung, kami akan membantu,” bujuk Azka lagi.
Ia duduk kembali, menatap rumah Azka rumah itu di lenkapi peredam suara bahkan kaca jendela anti peluru, ia semakin yakin kalau kedua pria itu bukan orang sembarangan.
“Dari informasi yang aku terima, besok pengiriman para petarung akan di lakukan lagi,” ucap Pak Dmar.
Stanley diam, ia tidak tau aa yang mau ia kerjakan dahulu , apa mencari tahu tentang Dave kakak lelakinya yang enghilang beberapa tahun lalu. Dave seorang petarung bebas, belakangan Stanley baru mengetahu kalau Dave bergabung dalam sebuah klup ilegal di mana pra atletnya di kririm ke Thailand untuk bertarung.
“Apa mereka tidak bertarung di sini?” tanya Stanley.
“Tidak, menurut informasi mereka di kirim ke berbagai negara di asia, dijadikan badut tontonan dan mereka yang diberangkatkan, tidak kembali ke sini.”
“Maksudnya mereka mati?” tanya Stanley wajahnya berkerut.
“Itulah yang akan kita cari tahu, kalau kamu mau kita akan masukkan kamu sebagai salah satu petarung,” ucap Azka, “dengan itulah kamu masuk ke akses mereka, untuk adikmu jangan khawatir kita akan membawa dia ke Jakarta.”
“Apa kamu tau, setelah kami selidiki ternyata clup tinju itu milik … lelaki itu,” ucap Pak Damar.
“Ketua?” tanya Stanley dengan wajah kaget.
“Ya.”
“Jadi selama ini, dia sudah tahu hubunganmu dengan kakakmu dan dia ingin mengendalikanmu. Berhubung kamu tidak mau jadi kaki tangannya, jadi dia ingin melenyapkanmu,” ucap Azka.
“Jadi ini bukan hanya sekedar pengedar narkoba, ada rencana yang besar yang ingin mereka rencanakan dan kemungkinan kakakmu mengetahuinya , mungkin karena ia mengetahuinya maka itu dia dilenyapkan dan kode yang dikirim padamu kemungkinan menyimpan rahasia besar,” ucap Pak Damar.
Sedikit-demi sedikit Stanley akhirnya menemukan sebuah petunjuk, kalau Ketua sudah mengenalnya .
__ADS_1
“Sekarang ceritakan pada kami apa kamu sudah tahu tentang kode itu?” tanya Azka.
“Tunggu … kamu juga selama ini sudah tahu kalau aku memiliki kode itu?”
“Ya, aku ingin tahu apa di sana,” ucap Azka.
“Pak Diego juga menginginkannya, lalu kamu juga menginginknnya, sekarang aku jadi semakin bigung dengan kalian,” ucap Stanley.
“Kami hanya inngin negara ini aman,” ucap Azka.
“Diego juga bilang seperti itu, kalau kalian sama-sama ingin negara ini aman, harusnya kalian bekerja sama, karena sama - sama menjaga negara,” tutur Stanley.
“Tujuan kami sama Nak, hanya saja kami bekerja secara rahasia,” tutur Pak Damar.
“Kami ingin membongkar pekerjaan musuk para pejabat, salah satunya dipenjara aku menemukan hal yang tidak manusiawi.”
“Aku sudah mendengar hal itu saat aku di penjar.”
“Itu salah satu yang kami bongkar, saat aku masuk penjara seorang petinggi kepolian di sana,” ucap Azka, “aku tidak bisa masuk ke sana, karena saat aku mendekatimu di penjara, aku pikir kamu akan di masukkan dalam clup Ring Kematian tersebut, ternyata mereka tidak memasukkanmu untuk bertarung.”
Azka dan Damar ingin mengunkap sebuah tabir gelap dalam penjara, bandar narkoba dapat fasilitas mewah dalam penjara, sudah hal biasa terdengar. Namun, ada lagi kabar yang mngejutkan, dimana para tahanan yang dipilih Ketua akan bertarung di sebuah ruangan khusus dibawah tanah, lalu disiarkan secara live ke sebua situs milik seorang konglomerat situs itu di beri nama Ring Kematian.
“Kami ingin mengungkap, aku sudah mencoba meretas situsnya, namun keamanan tidak bisa aku buka,” ujar Azka, ia seoran hacker handal. Namun, tidak mampu membuka situs milik kedua.
“Dia punya ahli IT dari Rusia,” ucap Stanley.
Kedua lelaki itu saling menatap, lalu seorang dari mereka bertanya lagi. “Apa kamu tahu sesuatu?”
“Apa yang kalian tawarkan padaku?” tanya Stanley, ia bersedia membantu asal kedua lelaki itu bisa memberikan apa yang ia minta.
“Kami hanya bisa memberikan bayaran-”
“Aku tidak membutuhkan uang, kalau soal uang aku memiliki lebih banyak dari kalian,” ucap Stanley.
Bukan ingin smbong tetapi apa yang dikaakan Stanley sebuah kebenaran, ia memilih kekayaan yang besar selama ia menjadi kaki tangan Ketua selama di penjara.
“Lalu apa yang ingin kamu inginkan,a nak muda.”
“Menjamin keselamatan adikku, perlindungan selama 24 jam,” ucap Stanley, “jika kalian bisa melindunginya aku bisa akan bekerja sama,” ucap Stenley.
__ADS_1
“Baik aku setuju.” Kedua pria tersebut menerima tawaran Stanley.
Pak Damar menghubungi seseorang untuk memindahkan Luna dari Surabaya ke rumah sakit pemerintah di Jakarta.
*
Disisi lain Luna kaget karena ia dipidahkan tanpa Dita, karena dari dulu mereka berdua selalu bersam.
“Kenapa hanya aku” tanya Luna.
“Maaf yang dibutuhkan hanya satu,”ucap seorang dikter, ia yanga kan mendamingi Luna ke Jakarta.
“Lalu aku bagaimana?” Dita sangat sedih, saat ia dipisahkan dengan sahabat baiknya.
Tadinya Dita bisa juga ikut dipindahkan ikut dengan Luna, Stanley menolak, ia hanya ingin adik saja. Tidak ingin punya hubungan dengan Dita, ini salah satu cara untuk melupakannnya.
Saat lagi mengobrol serius dengan Azka, Dorroty menelepon.
“Apa kamu yang melakukannya?” tanya lelaki itu diujung telepon.
“Ya.”
“Kenapa?” tanya sang sahabat.
“Aku tidak ingin melibatkanmu dan Dita dalam masalah.”
“Luna sudah seperti adikku,” ucap Dorroty.
“Jangan khawatir dia akan baik-baik saja, mereka akan menjaminya.”
“Siapa? Mereka lagi …. Apa kamu sudah melupakan kejadian yang menimpamu dulu?”
“Lupakan masa lalu Bro, jaga adikmu, kamu tidak perlu khawatir lagi … aku tidak akan mendekati adik perempuanmu lagi, ini juga untuk kebaikan kita semua,” ucap Stanley, lalu menutup teleponnya.
‘Apa selama ini aku sudah kelewatan padanya? ‘ tanya Dorroty.
Dorroty terdiam, di satu sisi apa yang dilakukan Stanley melegahkan hatinya, karena ia tidak perlu takut adiknya ikut dalam bahaya, tetapi di satu sisi ia kehilangan komunikasi dengan sahabat terbaiknya, setelah Azka berjanji akan menugaskan anggotanya untuk bertugas menjaga Luna, Stanley akan bekerja sama dengan agen rahasia.
Mampukah Stanley menguak kejahatan di dalam penjara?
__ADS_1
Bersambung