Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Tampil di Panggung


__ADS_3

Entah kenapa sejak tiba di Bali Luna dan Sinar mendadak jadi perhatian  banyak orang dan dikagumi  banyak orang, terlebih satu kantor. Selama ini kedua gadis muda itu bukanlah siapa-siapa di kantor mereka, tidak populer bahkan tidak banyak yang mengenal mereka. Namun tiba di Bali kedua gadis muda itu seolah-olah menunjukkan hal yang baru dari mereka. Luna  menjadi sangat populer karena jago main Voli dan jago main papan seluncur bahkan  memenangkan hadiah ponsel bagus dari Bara.


Malam itu Sinar yang akan tampil bersinar seperti namanya, ia akan membawakan lagi-lagu andalannya di atas panggung. Ternyata setelah mereka temui satu band yang tampil malam itu  tidak ada vokalisnya. Luna dengan berani mendatangi  salah satu grup band yang akan manggung malam itu.


“Beneran mau tampil Mbak?” tanya sang gitaris dengan wajah gembira,


“Bukan aku sih temanku yang ini … dia hanya menyumbangkan beberapa lagu saja.”


“Dia bisa menyanyi?”


“Bisa … jago malah,” ucap Luna membangkan Sinar.


“Kebetulan sekali … Bagaimana kalau teman kamu kami sewa satu malam.”


“Maksudnya? “


“Kami pakai dia jadi personil kami untuk satu malam ini, Tenang bayarannya pasti ada.”


“ Saya boleh nyanyi di panggung itu?” tanya Sinar lagi.


“Tentu. Daripada kami pulang lebih baik kami pinjam Mbak saja.”


“Ok, tapi temanku harus ikut ia akan pakai kojan untuk menemaniku. Bagaimana?” tanya Sinar bersemangat.


“Baiklah, sebenarnya itu milik  grup band lain … tapi saya pinjam ,” ujar lelaki berambut gondrong  tersebut.


Sesuai kesepakatan mereka akan menggunakan Sinar sebagai vokalis mereka malam itu, karena vocalis mereka tiba-tiba sakit, dari pada group band itu pulang sia-sia jadi mereka sepakat mengikuti kemauan Luna untuk menyanyikan beberapa lirik lagu dari bollywood dan  beberapa lagu milik mereka.


Setelah dibrefing sebentar Luna masuk ke ruangan ganti di sana mereka berdua berdandan sederhana. Beruntung  outfit yang digunakan Luna saat itu pakaian casual celana jean dan kaos dipadukan sweater jadi saat ia duduk di panggung untuk memukul kojan tersebut tidak mengganggu.


“Masa  kita pakai sendal,” tunjuk Luna menoleh ke bawah


“Pakai sepatu kets saya saja kebetulan aku selalu bawa stok sepatu, tunggu sebentar ujar manajer mereka wanita itu berlari ke mobil dan membawa dua sepatu ket untuk Luna dan Sinar, ia juga membantu Luna dan Sinar merapikan  bedak dan membantu merapikan rambut.

__ADS_1


“Oke, sebentar lagi  giliran kita yang tampil ya bersiap,” ucap sang manager.


“Ok siap,” sahut Luna, tapi Sinar terlihat sangat nerves ia beberapa kali menghela nafas panjang.


*


Tidak lama kemudian mereka   naik panggung bersama personil grup band tersebut, saat Luna datang dari belakang panggung, ia kaget karena orang sudah sangat banyak bukan hanya di meja bahkan yang berdiri juga banyak  memenuhi  area depan hotel.


“Astaga banyak bangat!” ujat Luna kaget ia hampir gak mau maju.


Tadinya ia piki hanya panggung biasa  menghibur tamu yang sedang makan di cafe di depan hotel ternyata  panggung musik untuk acara weekend . Setelah mengintip dari balik panggung tiba-tiba Sinar tidak mau maju hampir saja mempermalukan  group banda tersebut, padahal para personilnya sudah ambil bagian masing-masing.


“Sin … jangan seperti itu, tadi kan kakaknya sudah tanya kamu. Kamu bilang bisa,” bujuk Luna.


“Tadi aku pikir orangnya gak sebanyak itu, ini mah konser Lun, bukan panggung biasan” ujar Sinar ia menolak naik panggung  keningnya dipenuhi keringat segede-gede jagung.


Manajer itu dan pemain gitaris itu sudah membujuk Luna tetapi wanita malah semakin grogi, para penonton juga tidak sabar lagi menunggu vokalis menyanyi.


“Sina … ini kesempatan kamu untuk menunjukkan bakat  menyanyi kamu yang kamu simpan selama ini. Buktikan pada keluarga dan pada teman-temanmu kalau kamu punya sisi yang luar biasa. Tunjukkan pada Raka kalau  kamu wanita yang hebat, bahkan tidak apa-apanya ketimbang Intan, Buktikan pada orang selama ini menganggap sepele kalau kamu hebat … anggap saja kedua orang tuamu disana berikan yang terbaik untuk mereka,” ujar Luna.


Kata-kata penyemangat itu rupanya bisa membangkitkan semangat Sinar, ia berdiri dengan wajah yakin.


“Baiklah, aku akan lakukan yang terbaik,” ujar Sinar mereka akhirnya maju ke depan.


“ Halo selamat malam semua, Maaf agak lama ada sedikit problem di belakang,” ujar Sinar tiba-tiba bersikap seperti seorang penyanyi profesional.


Seketika mata satu kantornya melongo saat mereka berdua tampil diatas panggung. Luna dengan senyuman manisnya ia  mengambil bagian, ia menarik alat musik itu lalu  mendudukinya dan memukulnya  sebenarnya  hanya formalitas.   Luna hanya ingin menemani sahabatnya di atas panggung  karena Sinar tidak berani tampil diatas panggung,  daripada ia bengung  jadi ia memukul-mukul Kojan itu saja.


Melihat Luna dan Sinar tampil diatas panggung satu kantornya melongo, tadi siang Luna yang  menyita perhatian mereka kali Sinar yang tampil diatas panggung dengan penampilan yang memukau . Ternyata untuk penampilan pertama ia memutuskan membawa lagu dari  Barat ‘You re Stiil’ by Shania twain ia juga duduk memetik gitar. Luna tersenyum melihat sang sahabat, tadinya  ia pikir Luna bercanda bisa  bermain gitar ternyata jago.


“Apa mereka berdua punya group band?” tanya Tika sang atasan


Disisi lain.

__ADS_1


“Luna …?” Fudo sampai menganga.


“Bos, itu dia Luna,” ujar Shin.


Okan yang sedari tadi menatap layar ponselnya ia menoleh ke atas panggung,  ternyata kedua karyawannya  mendadak seperti penyanyi papan atas.


“Apa  itu Luna?’ tanya Okan menyengitkan kedua alisnya.


“Ya, Luna dan Sinar,” sahut Fudo ia sampai berdiri.


“Suaranya bagus,” puji Shin, ia menatap Sinar.


Sinar  sagat cantik, ia memang sengaja melepaskan kacamatanya dan menggunakan soflen dan rambutnya sengaja di gerai. Raka  melotot tanpa berkedip, ia baru tahu kalau gadis yang baru ia putuskan itu ternyata punya sisi yang berbeda.


Pada lagu kedua Sinar menyanyikan lagu  ‘Lovely’ dari Billie Eilish, Sinar memang sangat mengidolakan artis Billie Eilish bahkan hafal lagu-lagu dari artis yang selalu berpenampilan nyentrik itu.


“Bos apa mereka berdua penyanyi?” pertanyaan yang sama juga ditanyakan Fudo sama seperti yang ditanyakan semua rekan-rekannya.


“Mana saya tau,” jawab Okan dengan ketus, saat semua orang memuji penampilan kedua gadis manis itu, ternyata Okan tidak suka melihat Luna jadi perhatian banyak orang, “aku mau ke kamar.” Okan meninggalkan mereka.


“Ada apa dengan Bos?” tanya Fudo.


“Gak tau,” sahut Shin.


“Apa dia cemburu …? Ah … masa cemburu. Sama siapa?” Fudo tampak berpikir dan memiringkan kepalanya, ia bertanya ia juga yang menjawab sendiri.


“Jangan terlalu ikut campur, yang ada kamu kena marah lagi,” ujar Shin dengan tatapan acuh.


“Kamu sama Bos … layak dijodohkan sama-sama kaku, kayak tiang listrik, garing dan gak ada selera humornya,” ujar  Fudo sewot.


“Kalau aku pantas sama Luna selera humor kami sama,” ujar Fudo lagi sembari tersenyum menatap Luna yang terlihat cantik diatas panggung.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2