
Mendengar adiknya diculik Okan Wardana datang menuju rumah sakit dimana adik kembaranya bertugas sebagai dokter, ia belum memberitahukan ayahnya. Kalau sampai ayahnya tahu maka akan terjadi perang dunia ketiga.
Leon Wardana sangat melindungi keluarganya, kalau sampai ia tahu kalau putrinya diculik, ia akan turun gunung dan membasmi para penjahat itu seperti membasmi hama. Jovita Hara tidak mau suaminya kembali ke dunia gelap itu.
Saat melihat cctv arah keluar rumah sakit, akhirnya Okan yakin kalau adik kembarannya diculik.
“Bagaimana Kan, apa yang harus kita lakukan?” tanya Harvis, walau ia seorang polisi, ia tahu diri, ia belum punya kekuatan yang besar untuk mengalahkan Dave, penjahat yang dikenal sadis dan kejam.
“Kita akan menyerahkan barangnya dan menukar dengan Chelia,” ujar Okan.
“Maksudmu … kita akan menyerah pada penjahat itu?” tanya Harvis kaget.
“Kamu pilih mana, kamu ingin Chelia dan Naura mati?”
“Masalahnya barang itu sudah ditangan penyidik menjadi barang sitaan polres, bagaimana kita mencurinya?” tanya Harvis, kini mereka dihadapkan dengan masalah besar.
“Aku akan mengumpulkan teman-temanku,” ujar Okan, anak lelaki itu dituntut kedua orang tuanya untuk menjalankan bisnis keluarga dengan baik, mereka tidak tahu kalau Okan diam-diam mempelajari ilmu bela diri dan mempelajari semua jenis senjata. Pekerjaan ayahnya di masa lalu rupanya menarik perhatiannya, apa yang dialami keluarganya di masa lalu membuatnya bertindak tanpa diketahui orang tuanya.
“Apa yang kamu rencanakan?” tanya Harvis, tetapi Okan bukan lelaki bodoh yang ingin dimanfaatkan oleh polisi, ia tidak ingin memberitahu rencananya pada Harvis, sebagai seorang polisi tentu saja lelaki itu akan lebih pekerjaannya dari pada nyawa adik perempuanya, itulah yang dipikirkan Okan, berpikir kritis itu jauh lebih baik dari pada kecewa karena merasa dimanfaatkan nantinya.
“Aku sedang memikirkannya,” ucap Okan.
“Apa Aku boleh terlibat dalam rencanamu?” tanya lelaki itu lagi.
“Nanti Aku akan kabari jika sudah ada rencana, Aku pulang dulu,” jawan Okan
Ia menaiki motor besarnya dan meninggalkan rumah sakit, Harvis hanya bisa menatap Okan pergi, ia tahu lelaki anak mantan bos mafia itu punya rencana sendiri, Okan mengikuti jiwa berani sang ayah.
Okan menelpon rekan-rekannya dan salah satunya Jordan,.
“Kita berkumpul, ada misi yang akan kita kerjakan,” ucap lelaki tampan itu mengumpulkan semua rekannya .
Motor ninja berwarna hitam itu masuk sebuah rumah kosong, sebuah rumah besar dari luarnya tampak tidak terurus, sengaja disamarkan seperti itu agar orang tidak ada yang curiga kalau ada aktivitas di dalamnya, saat Okan tiba sebuah pintu rahasia terbuka dan berkendara menuju basement, tiba di ruangan bawah tanah disambut sebuah ruangan mewah bak hotel bintang lima itu adalah ruangan rahasia yang dipakai Okan dan teman-temannya.
“Kenapa Bro?” tanya Danis.
“Misi apa?” tanya Juna
__ADS_1
Ternyata anak-anak mantan bos mafia itu bersatu lagi, mereka membentuk satu organisasi tanpa diketahui keluarga mereka, Okan, Danis, Juna sadar bos penjahat yang mengincar ayah mereka akan datang lagi untuk mengusik keluarganya cepat atu lambat. Karena itulah mereka membentuk satu organisasi, di sana mereka berlatih bagaimana menggunakan senjata dan dilatih oleh seorang pelatih profesional.
“Chelia dan Naira diculik.”
“Apa? Sama siapa?” tanya Danis dengan panik, walau Chelia tidak mau lagi bicara dengannya, ternyata Danis masih peduli padanya, bahkan Leon tidak ingin lagi putri kesayangannya menjalin hubungan dengan Danis, sekalipun itu anak dari sahabatnya sendiri
Disisi lain
Keempat penjahat itu membawa ketiga wanita itu ke sebuah rumah mewah di daerah PIK, rumah mewah itu mendapat penjagaan ketat, beberapa pria berbadan kekar menjaga rumah itu dengan perlengkapan senjata di pinggang mereka.
Dalam mobil mereka bisa mendengar keempat penjahat itu bicara.
“Kenapa menculik tiga orang kan bos minta hanya wanita yang dekat sama pria itu.”
“Daripada ada masalah lebih baik kita angkut tga-tiganya, kalau bawa satu orang nanti dua orang ini lapor polisi.”
“Tapi Bos tidak ingin ada masalah, Botak,” ucap lelaki yang pakai kumis ia memukul kepala rekannya yang berkepala botak.
“Beginilah cara biar tidak ada masalah, kalau kita hanya bawa satu orang yang dua orang lagi akan melapor polisi,” sahut lelaki berkepala botak lagi.
Mereka membuka penutup kepala ketiga wanita tersebut, mata mereka bertiga langsung melongo karena ketiga wanita yang mereka culik gadis-gadis cantik.
“Aduh Mamak …ee cantik sekali ciptaan Tuhan ini,” seru berkepala botak.
Ketiga wanita itu tidak bisa bersuara karena mulut mereka dilakban dan tangan diikat, Chelia hanya meronta minta dilepaskan.
“Tenanglah manis … tunggu bos kita melihat kalian,” ujar salah seorang penjahat itu lagi.
Mulut sama mata mereka bertiga masih ditutup jadi tidak ada kesempatan untuk berteriak dan melihat alam sekitar, mereka dibawa masuk.
Seorang pria bertato burung elang di dada tampak uring-uringan, ia kembali menghajar lima anak buahnya yang gagal malam itu menghabisi polisi yang membawa barang miliknya.
“Bos, saya minta maaf malam itu ada penembak jitu.”
“Polisi anti narkoba tidak memakai penembak jitu bodoh, berhenti membohongi,” ujarnya mendaratkan satu pukulan keras tepat di perut anak buahnya, tubuhnya terhempas ke belakang setelah mendapat pukulan overhead dari Dave.
“Kami tidak berbohong bos ,” ujar lelaki berambut gondrong itu lagi, satu tendangan mendarat tepat di dada ia terhempas ke tembok.
__ADS_1
Saat sedang marah, anak buahnya melapor kalau mereka berhasil menculik tiga perempuan.
“Kenapa tiga?” tanya lelaki itu mengangkat dua alisnya, lalu berjalan ke ruangan di mana ketiga wanita itu ditempatkan.
“Bos saya membawa ketiganya.”
“Kenapa harus tiga orang?”
“Karena mereka masuk ke mobil itu tiga orang.”
“Buka penutup kepalanya.”
Saat dibuka mata, matanya melotot kaget, karena salah satu gadis yang diculik itu adik perempuan yang ia tinggalkan di kampung.
‘Luna …? Kenapa dia di Jakarta?’ tanya lelaki itu dalam hati, tetapi ia bersikap seolah-olah tidak mengenal.
Begitu juga dengan sebaliknya, gadis cantik yang berprofesi sebagai perawat itu menatap lelaki yang menculiknya dan dua temannya. Mata melotot tidak bisa berkata-kata, Kakak lelaki yang menghilang lima tahun lalu itu sudah berubah.
‘Apakah dia Dave?’ tanya Luna dalam hati.
“Kakak …? Kak Dave?” Ia mencoba memberanikan diri membuka mulut, mata semua orang menatap Luna dengan tatapan bingung.
“Kamu Dave kan?”
“Aku tidak mengenal siapa kamu, diamlah atau kamu akan menyesal,” ujar Dave mengancam adiknya, ia tidak mau rahasia dirinya diketahui orang lain.
“Lepaskan kami atau kamu akan menyesal menculik kami, kamu tidak tahu siapa Aku?”
“Tidak tahu dan Aku tidak takut walaupun kamu anak jenderal maupun anak presiden sekalipun,” ujar lelaki itu dengan sombong.
“Aku anak dari Leon Wardana, Mantan Bos Mafia yang paling ditakuti di negara ini, Apa kamu berani mencari masalah dengan Ayahku?” tanya Chelia.
Wajah lelaki itu langsung menegang setelah tahu kalau gadis cantik itu anak dari Leon, ia menatap anak buahnya dengan mata melotot.
Apakah Leon akan tahu kalau putri kesayangannya telah diculik?
Bersambung
__ADS_1