Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Mendapat Layanan Servis Dari Wanita Cantik


__ADS_3

Stanley dan rekannya  semakin kaya setelah merampok uang Jhon, lelaki yang menjebak Stanley masuk penjara dulu.


Setelah mendapat bagian masing-masing, Stanley  ingin mewujudkan impiannya  memiliki showroom  mobil mewah. Sebelum memulai rencana besar kedepannya, mereka bersenang-senang dulu menikmati hidup di salah satu hotel di Bali yang dilengkapi Bar. Stanley  memesan ruang karaoke VIP yang menyediakan wanita cantik yang  menemani mereka ber empat. Saat mereka bertiga didampingi satu-satu wanita cantik yang seksi, namun,  tidak untuk Azka ia memilih bernyanyi sendiri.


“Aku ingin membangun bisnis denganmu,” ujar Azka.


“Aku tidak ingin berkongsi dengan siapapun, bangun saja bisnismu sendiri,” ujar Stanley dengan sikap acuh.


Ia belum sepenuhnya percaya pada Azka, ia tidak ingin terlihat masalah dengannya.


“Aku ingin membeli satu hotel  di Bali ini, lalu kita  beri nama Luna Hotel.”


“Siapapun  namanya, itu urusanmu , menjauh dariku agar orang tidak salah paham.”


“Kamu masih  menganggapku banci …?” tanya Azka dengan raut wajah serius.


“Lalu kamu yang sekarang apa?” tanya Stanley lagi masih bersikap dingin dan cuek terhadap Azka.


“Kamu brengsek, kamu ingin melawanku kemarilah,” ujar Azka, ia kesal saat  Stanley menganggapnya sebagai banci, ia melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan tubuhnya  yang ber otot, ia mengajak Stanley duel. Billy dan Neil hanya tersenyum  melihat sang Bos ditantang duel.


“Kalau begitu kamu ajak satu wanita untuk bersenang-senang, baru aku percaya,” pungkas Stanley.


“Ok, aku akan perlihatkan padamu Bung betapa perkasanya diriku dalam urusan ranjang,” ujar Azka, ia keluar dari ruangan private room, turun ke lantai dansa,  tidak berapa lama ia membawa seorang wanita cantik dan seksi untuk melakukan  hotservis di depan ketiga rekannya.


Stanley, Billy, Neil hanya jadi penonton saat Azka mengajak teman wanitanya melakukan adegan panas di depan mereka, melakukan berbagai gaya, bahkan meja tempat berbagai minuman itu menjadi pegangan wanita itu saat ia melakukan gaya ranjang ***** *****.


Saat wanita seksi itu melakukan dengan Azka, ternyata ia terpesona dengan wajah dingin Stanley, ia mengigit bibir bawahnya  sembari menatap lelaki berwajah misterius tersebut, tetapi Stanley bukanlah lelaki yang gampang di goda apalagi diminta melakukan gaya tresome.


“Kita bisa melakukannya bertiga ganteng,” goda wanita malam itu sembari mengigit jemari dengan gaya nakal. Sementara Azka melakukan tugasnya dari belakang mendorong tubuhnya dengan hujaman-hujaman yang kuat , kedua bongkahan milik wanita itu bergoyang hebat. Mereka berdua melakukannya tepat di depan Stanley.


“Aku juga bisa melakukannya untuk kamu sayang,” ucap pemandu karaoke itu sembari meletakkan mic dan duduk di pangkuan Billy. Mendapat layanan tambahan, tentu saja Billy dan Neil tidak menyia-nyiakan  kesempatan.  Jadilah rungan itu jadi tempat aktifitas panas bagi tiga pasangan anak manusia yang sedang dimabuk hasrat yang panas.


“Kamu jangan  menahan diri, kamu juga bisa melakukannya , tidak usah sungkan, kita menikmati hidup,” ucap Azka. Ia menantang Stanley melakukan nya di depan mereka juga.


Teman wanita yang menemani Stanley,  sudah memainkan jemari lentiknya di dada Stanley, tetapi lelaki berambut gondrong itu masih bisa menahannya, ia menjaga harga dirinya di depan kedua anak buahnya.

__ADS_1


“Aku bisa melakukannya dengan gaya yang kamu suka Bos,” ujar wanita yang menemani Stanley, ia tahu kalau pria yang ia temani tersebut adalah bos, terlihat dari sikap Billy dan Neil yang bersikap sopan dan hormat  padanya.


“Kita bisa melakukannya dengan gaya bertiga, Bos,” ucap wanita yang melayani Azka lagi, sepertinya wanita genit itu lebih tertarik dengan tubuh Stanley.


“Hei, kamu  milikku malam ini cantik,”ucap Azka sembari memukul bagian ekor wanita itu dengan telapak tangannya meninggalkan tanda merah di sana.


“Auh sakit,” teriak wanita itu manja.


Tidak ingin hanya jadi penonton, Stanley mengajak teman wanitanya untuk melakukannya di tempat yang lebih layak. Sebagai pria normal ia juga menginginkan layanan ranjang dari wanita- wanita cantik tersebut.


“Saya duluan ke hotel,” ucap Stanley.


“Baiklah kami akan pulang lebih lama, agar kalian bisa melakukannya dengan bebas,” ucap Azka menggoda Stanley.


“Brengsek,” maki Stanley, ia  keluar dari ruangan karaoke.


*


Siang harinya mereka masih di hotel melakukan pembahasan selanjutnya.


Dor …!


Sebuah tembakan mengenai  lengan Neil, seorang penembak jitu sedang mengincar mereka, menembak dari gedung apartemen di sebelah mereka.


“Penembak , Menunduk!” teriak Azka.


Mereka menunduk di lantai menghindari kaca jendela,


Billy  sebagai seorang penembak juga, dengan cepat ia mengambil senjata miliknya mengarahkan senjata laras panjang itu ke arah penembak , ia melihat target dari teropong senjata .


“Aku mendapatkannya Bos, seorang penembak dari kamar  hotel depan  depan kita.”


“Apa kamu bisa mendapatkannya?” tanya Stanley, ia  duduk di belakang tembok, tangannya menarik taplak meja membungkus lengan  Neil.


“Terhalang tembok Bos … tapi,  tunggu aku pasti mendapatkan sebelah kakinya,” ujar Billy ia mengganti tempat mengintai,  merangkak kearah jendela yang lain dan akhirnya …

__ADS_1


Dor …!


Tembakan  Billy mengenai paha pria bayaran tersebut.


“AAA!”


Pria asing berambut pirang itu tidak pernah menduga kalau ia akan mendapat balasan penembakan juga.


Ia tidak tahu kalau orang-orang yang ia incar saat itu orang-orang yang sangat terlatih, pria itu terluka di bagian pundak tepat diatas ketiak, alhasil tangan itu otomatis tidak bisa digunakan untuk  menembak.


“Aku mendapatkannya Bos ..  dia terluka.”


“Baik kamu urus dia, kamu ikut aku.” Stanley meraih kunci mobilnya, ia dan Azka berlari ke lift dan berlari kearah gedung apartemen di sebelah mereka,  dimana penembak itu berada. Azka berlari  memegang iPad di tangannya, ia melihat cctv melalui benda ditangannya.


“ Dia turun melalui tangga, mungkin dia ingin mengobati lukanya disana.”


“Ayo kita kesana, sebelum pria itu menghabisi ku, aku akan melenyapkan nya duluan,” ucap Stanley, berjalan dengan tenang menuju apartemen di depan mereka.


Berlari menuju tangga, setelah naik beberapa lantai, ada tetesan darah, tidak lama kemudian seorang pria asing turun menenteng tas,  tidak ingin  berpikir  panjang Stanley menembak pria itu dari bawah dengan tembakan tanpa suara,  Stanley sengaja memakai peredam dalam pistol miliknya, ia tidak ingin membuat kepanikan .


Dua tembakan tepat diarea yang vital, membuat lelaki  itu tumbang, untung di tangga tidak ada orang, setelah memakai pelapis tangan mereka berdua mengeledah kantong dan mendapatkan ponsel.


“Apa yang kita lakukan?” tanya Azka, tidak ada rasa takut di wajah keduanya, terlihat seperti dua orang  yang sudah ahli dalam bidang tersebut.


“Kita letakkan di sini, apa kamu mendapatkannya?”


“Ya, aku mendapatkannya, mari kita pergi dari sini.” Azka menunjukkan ponsel ditangannya.


Pemburu jadi buruan, itulah yang terjadi saat itu, ketika ketua ‘Black Moon’ membayar seorang penembak untuk menghabisi Stanley,  tetapi Stanley terlebih dulu melenyapkan. Itulah dunia para mafia,  hanya ada dua yang  sering terdengar di sana dilenyapkan atau melenyapkan. Saat ini lelaki bayaran itu yang akhirnya lenyap.


Dikamar atas, Billy  berusaha menghentikan pendarahan dari luka di bahu Neil. Stanley menelepon, meminta Billy membawa Neil turun, ia menggendong tubuh  rekannya di pundak dan membawanya ke dalam mobil di mana Azka dan  Stanley sudah terlebih ada di sana.


Setelah mereka  tiba,  dengan cepat Stanley menginjak pedal gas  mobil melaju dengan cepat membawa Neil ke sebuah Klinik terdekat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2