
Setelah dua orang pria mengikuti Shopia ke apartemen Billy. Stanley berpikir cepat.
“Berikan aku ponselmu,” ucap Stanley.
“Untuk apa Bos?”
“Kita akan minta bantuan kepala keamanan di sini.”
“Apa tidak apa-apa, maksudku bagaimana kalau dia membongkar semuanya, Bos.”
“Jangan Billy, aku sudah mengenal pria ini sejak lama.”
Karena ini nomor baru, ia tidak punya nomor penjaga keamanan apartemen, kalau biasanya ia selalu meminta nomor orang pekerja di apartemen, mulai OB dan bagian keamanan, ia membayar mereka kalau ada sesuatu yang mencurigakan ia mengabari Stanley. Lelaki bertato itu mengirim pesan pada bagian keamanan.
“Aku ingin bapak mengurus mereka, tolong cari tahu juga siapa mereka,” ucap Stanley.
“Baik pak Stanley.”
Mereka berhasil lolos dari incaran kedua pria tersebut. Beruntung Stanley mengenal baik bagian keamanan apartemen, ia menelepon dan meminta tolong untuk menahan mereka lebih lama agar bisa keluar dari apartemen. Cara itu berhasil, kedua pria asing yang diketahui sebagai tentara itu bisa ditahan di sana, saat dalam mobil penjaga keamanan apartemen mengirim pesan padanya
[Pak Stanley, mereka mengaku tentara. Apa ada masalah?] tanya lelaki berbadan tegap itu dalam pesan yang dikirim.
[Tidak ada Pak … biasa perkelahian di bar]
[Oh, saya sudah menduga] balasnya lagi.
Perkelahian antara oknum dan para preman di dalam bar sudah hal biasa, dorongan alkohol membuat seseorang tidak bisa mengontrol emosi, bahkan sering sering sekali jadi masalah yang panjang pengeroyokan seseorang oleh onmum tertentu lalu balas dengan korban dengan membawa pasukan, hal seperti itu sudah sangat sering terjadi.
[Tolong jangan katakan apapun pada mereka tentang saya]
[Baik Pak Stanley, aman]
Mobil Shopia melaju meninggalkan apartemen Billy, “kita mau kemana?” tanya wanita berpakaian terbuka itu melirik kaca depan.
“Aku juga tidak tau.”
“Bagaimana kalau kita ke apartemenku?” Shopia menawarkan.
Mereka berdua saling mellihat,Shopia putri dari Barkas, musuh yang paling dibenci Stanley dan kekasih dari lelaki yang juga paling ia benci. Shopia kekasihnya Jhon, orang yang pernah menjebak Stanley masuk penjara , bahkan Jhon memfitnahnya pada ketua lalu, sang ketua meminta lelaki membayar penembak untuk menghabisi Stanley. Lelaki itu layak dijuluki manusia sembilan nyawa karena beberapa kali ingin dilenyapkan, tetapi selalu lolos.
“Kita ke hotel saja.” Stanley menolak ajakan Shopia.
“Hotel justru lebih berbahaya, mereka pasti sudah menyebar orang-orangnya di sana. Jangan khawatir, aku tidak akan melaporkan kalian berdua,” tutur Shopia.
‘Benar juga kalau ke hotel orang-orang itu sudah pasti ada di mana-mana’ Stan bermolog dalam hati.
“Bagaimana Bos? Untuk sementara waktu kita ke sana dulu,” ujar Billy.
__ADS_1
“Baiklah,”jawab Stanley kemudian, ia tidak punya pilihan yang lain. Ia juga tidak tau apa pilihan yang ia pilih salah atau benar, karena Shopia anak dari musuhnya dan kekasih dari orang yang pernah menghancurkan hidupnya.
Shopia menyetir kearah apartemen, setelah beberapa lama berkendara mereka akhirnya tiba, ia meminta Shopia untuk menunggu beberapa saat untuk memastkan tidak orang yang mengikuti mereka.
“Mari turun, tidak ada orang yang akan membuntuti kita,” ucap Shopi dengan yakin.
“Apa kamu yakin?” tanya Billy, ia melirik kanan-kiri, kakinya yang membuatnya kesusahan berjalan jadi beban bagi sang Bos, karena lelaki itu yang memapahnya keluar masuk mobil.
“Ya, belum ada yang tahu tempat tinggalku, karena ini apartemen baru aku tinggali.” ucap Shopia ia berjalan mendahului mereka.
Stanley kembali memapah Billy turun, lelaki berambut cepak itu merasa tidak enak, seharusnya ia yang bertugas mengawal bos, tetapi kali ini justru dirinya yang dibantu .
“Maaf Bos,” ucap Billy.
“Tidak apa-apa santai saja, tapi … kalau ada kira-kira yang yang mencurigakan dari wanita itu, cepat beritahukan saya,”bisik Stanley.
“Baik Bos, apa ada hal yang mencurigakan?”
“Tidak, ada maksudku belum ada. Kita hanya mengantifasi saja.”
*
Saat tiba di dalam apartemen, Shopia menuju dapur dan Stanley masih terus mengawasi, ia takut wanita itu menelepon anak buah ayahnya tau mungkina anak buah Jhon. Tetapi untuk saat tu wanita itu tidak melakukannya, ia menunjukkan kemampuan memasak pada kedua tamunya.
“Mbak Shopia pintar masak, masakannya enak,” puji Billy.
“Terimakasih atas makanannya Nona Shopia.” Stanley mengusap mulut lalu berdiri, ia duduk di sofa di ruang tamu, sesekali ia mengintip dari lubang pintu memastikan tidak orang yang mengincar mereka.
Tidak lama kemudian Billy ikut duduk.
“Apa kita pergi dari sini saja Bos?”
“Kita tunggu sebentar lagi,” balas Stanley.
Tidak lama kemudian wanita yang selalu berpakaian terbuka itu datang, membawa satu boto wiskey.
“Apa ini tidak terlalu pagi untuk minum alkohol?” tanya Stanley? ia tidak mau mabuk dalam situasi bahaya.
“Tidak, hujan di luar suasana dingin begini enaknya kita minum yang begini,” ujar Shopia.
“Aku tidak minum, boleh aku istrirahat di kamarmu? Aku tidak ingin menganggu kalian untuk bicara,” ucap Billy memberi ruang untuk mereka berduaan.
Mendengar hal itu Shopia setuju , ia setuju laki-laki itu tidur di kamarnya.
“Baiklah silahkan.”
Kini mereka berdua yang duduk di sana.
__ADS_1
“Apa kamu tidak ingin menceritakan semuanya padaku?” tanya Shopia mulai mengoda Stanley.
“Aku tidak punya apapun yang ingin diceritakan padamu Nona Shopia.”
“Ada banyak Pak Stanley.”
“Mendengar kamu menyebut namaku seperti itu, artinya , kamu sudah tau siapa aku. Jadi, tidak perlu lagi menjelaskan semuanya,” ujar Stanley datar. Ia berdiri berjalan menuju balkon apartemen di tangannya gelas alkohol.
“Apa kamu masih marah atas masa lalu?”
Mendengar masa lalu, mengingatkan Stanley dengan perbuatan keluarga Shopia padanya dan adik perempuannya.
‘Aku sangat membencimu dan keluargamu’ ucap Stanley dalam hati.
Saat situasi hati Stanley dalam keadaan tidak baik, Dita mengirim pesan padanya.
[Kenapa tiba-tiba membenciku, apa aku punya salah sama, Kakak?]
[Kamu yang memberiku harapan, lalu kamu sekarang yang mengabaikanku] tuisnya lagi.
[Apa kamu tidak mencintaiku?] tanya wanita itu lagi, ia semakin kesal.
Stenley jatuh cinta sama Dita, ternyata Dita juga mencintai Stanley, tetapi sayang seribu sayang kedua insan yang saling mencintai itu terhalang restu Dorroty. Hubungan mereka tidak bisa bersama karena Dorroty melarang. Stanley juga sudah berjanji akan melupakan Dita dan menghapus dari hidupnya. Stanley hanya membaca pesan tersebut, ia tidak membalas tidak tahu harus mengatakan apa.
[kenapa pesanku hanya dibaca?]
[Balas … dong]
[Ping …!]
[Ping …!]
Stanley mengabaikan pesan, bukan tidak mau membalas, tetapi hatinya mencintai, tetapi ia tidak bisa mengungkapkan perasaan tersebut.
[Baiklah kalau kamu tidak mau membalas pesanku, aku akan mencari pria lain]
‘Sial …’ Stanley memaki kesal, ia sangat marah setelah membaca pesan Dita.
“Kamu kenapa terus mengabaikanku,” ucap Shopia yang berada di depannya. Stanley meneguk minuman dalam gelasnya dalam satu tegukan.
“Apa kamu mau tidur denganku lagi?” tanya Stanley.
“Apa …? Aku mau,” balas Shopia dengan wajah berseri, dari tadi itulah yang ianginkan dari pria bertubuh kekar itu, ia tidak tahu kalau dirinya dijadikan pelampiasan saja.
Bersambung
bantu like komen dan. kasih ulasan kalian ya kakak terimakasih
__ADS_1