Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Kemarahan Okan


__ADS_3

Karena kelakuan Intan semua kena getahnya, Okan sangat marah karena ada karyawan yang memfitnah dirinya. Bos tersebut sampai membatalkan sebuah pertemuan dengan klien karena ulah Intan. Wanita itu akhirnya kena batunya juga, selama ini ia selalu bersikap semena-mena pada semua karyawan dan belum ada yang berani melaporkannya.


Mereka semua dipanggil ke ruangan Okan, Tika, Bayu, Maman dan Intan duduk di sana.


“Pak Maman wanita ini mengatakan kamu menuduh saya meniduri salah satu karyawan di kantor ini bernama Luna.  Boleh kamu jelaskan tentang hal itu?”


“Saya tidak pernah mengatakan itu Pak Okan, saya sudah puluhan tahun  bekerja di kantor ini sejak Pak Leon masih menjabat-”


Guabrak!


Okan mendebrak meja dengan kuat


“Saya tidak bertanya itu!” bentaknya dengan marah


Mereka semua langsung gemetar.


“Yang saya tanyakan …. Apa kamu mengatakan pada wanita ini, kalau saya tidur dengan  Aluna?”


“Tidak Pak. Anak perempuan ini yang selalu datang ke pos satpam mengorek-ngorek tentang Nona Luna, saat itu saya hanya bilang kalau Nak Luna sering lembur dan pernah sampai ketiduran di kantor.”


“Lalu kenapa kamu menuduh saya?” Tatapan mata Okan tertuju   pada Intan.


“Saat itu Pak Maman juga  bilang Bapak tidur di kantor.”


“Kalau saya tidur di perusahaan,  itu artinya saya sedang meniduri karyawan di sini?”


“Maaf Pak saya hanya asal menebak.”


“Apa kamu tahu … mencemarkan nama baik dan memfitnah  orang lain bisa dipidana? Saya ingin melaporkan kalian supaya  di penjara.”


“Maaf, maafkan saya Pak.   Saya Janji tidak melakukannya lagi,” ujar Intan ketakutan.


“Bu Tika, bagaimana Ibu mengatur  karyawan di kantor ini? Saya  berpikir mereka tidak punya etika,” ujar Okan menegur semuanya.


“Maaf Pak saya salah.”


“Sepertinya Ibu tidak mampu menjadi HRD, akan saya pertimbangkan untuk mengganti Anda.” pungkas Okan.


“Pak saya minta maaf saya akan memperbaiki,” sahut Tika menunduk .


“Pak Bayu. Apa Anda juga tahu dengan apa dilakukan anggotamu?”


“Saya akan memperbaiki Pak,” ujar Bayu lelaki itu jauh lebih takut dari mereka semua.


“Saya tidak ingin orang  yang suka memfitnah dan menghina harga diri saya ada  ada di perusahaan ini. Saya ingin mereka di keluarkan,” ujar Okan  menatap Tika,

__ADS_1


“Baik Pak, saya mengerti,” jawan Tika dengan patuh.


“Baiklah, kalian bisa keluar.”


*


Pak Maman yang sudah puluhan  tahun bekerja  menjaga gedung dipecat karena  ulah Intan.  Lelaki tua itu hanya bisa pasrah  ketika Tika memecatnya, pengakuan yang dilakukan orang tua itu rupanya membawa masalah besar padanya, ia dianggap  tidak bisa menjaga privasi atasan, sekaligus lalai dalam menjaga keamanan dalam gedung, hari itu juga  meninggalkan  gedung Wardana Group.


“Karena ulahmu lelaki tua itu harus kehilangan mata pencahariannya, padahal sudah lama dia bekerja di kantor ini,” tutur Tika.


“Aku tidak tahu ada apa antara kamu dengan Luna, tapi, tidak seharusnya kamu melibatkan orang lain,” ,” ucap Bayu.


Kini giliran Intan  yang  ditatar di ruangan Tika.


Bulan depan kontrak kerja Intan akan habis, rencananya bulan depan ia akan diangkat jadi karyawan tetap. Tapi dengan ada masalah ini semuanya jadi batal, ia akan bekerja sampai sisa kontrak kerjanya habis. Kali ini Luna ikut dipanggil ke ruangan Tika.


“Saya berharap kamu melupakan semua ini dan kalian kembali fokus bekerja,” ujar wanita menatap Luna.


“Baik Bu.”


“Untuk Intan sangat disayangkan, padahal kami sudah sepakat akan mengangkat kamu jadi karyawan tetap di kantor ini,”ucap Tika.


“Saya minta maaf Bu,” ujarnya kemudian, tetapi tatapan matanya semakin dendam melihat Luna.


Sementara Luna tidak dapat teguran apa-apa karena ia pihak yang difitnah di sana. Luna akhirnya bernapas lega karena ia tidak dapat masalah, ia tadinya sudah sempat khawatir,  ia dapat hukuman lagi.


Hari yang ditunggu-tunggu semua karyawan Wardana Group akhirnya tiba, mereka akan liburan  selama tiga hari ke Bali.


Sinar sangat gembira saat mereka akhirnya bisa liburan.


“Kamu nanti akan sama yayang Bebmu aku  tidak ada teman,” ujar Luna pura-pura memasang wajah sedih.


“Tenang saja, Aku tidak ingin berharap banyak padanya.”


“Apa karena Aku ?” tanya Luna.


“Ya, boleh dibilang seperti itu. Aku tidak ingin kamu sendirian nanti,” sahut Sinar


“Kenapa? Apa ada masalah?” Luna tidak ingin gara-gara dirinya ada yang harus mengorbankan  hubungan.


Jauh-jauh sebelum acara liburan, semua  orang di kantor sudah heboh memikirkan pasangan untuk diajak ikut liburan di Bali.  Saat  menyinggung pasangan para jomblo seperti Luna hanya jadi pendengar saat semua teman kantor pamer akan bawa pasangan. Tapi kali ini sepertinya ia punya pasangan.


“Sebenarnya kenapa Sinar?” tanya  luna lagi.


“Setiap kali tidak menuruti kemauannya dia akan minta putus.”

__ADS_1


“Dia mengancam?” tanya Luna .


“Iya.”


Jangan mau Sinar, lelaki yang seperti itu  hanya ingin memoroti uang kamu. Saya pernah lihat di satu artikel ada satu laki-laki, sebenarnya sudah punya cewek cantik. Namun dia pacaran sama gadis culun hanya untuk mendapatkan uang tambahan,” ujar Luna.


“Mungkin yang kamu maksud dia.”


“Mungkin dia salah satunya, coba kamu bayangkan dia akan datang menjemput kamu ke kantor kalau dia ada maunya,’ ujar Luna.


“Kamu benar, dia juga tidak pernah membawaku bertemu teman-temannya, kalau bertemu kami hanya duduk  sebentar lalu ia pulang.


“Makanya kamu dimanfaatkan. Kamu terlalu bucin sih … gara-gara dia tampan, padahal kamu tidak tahu justru lelaki tampan itu yang berbahaya punya banyak cewek simpanan,” kata Luna lagi.


“Kamu benar Lun … mari kita putus,” ucap Sinar dengan yakin.


Sinar sangat senang ketika punya kekasih, mereka baru jadian beberapa bulan. Namun lelaki itu selalu meminta dibelikan barang- barang mahal dari Luna. Awalnya  gadis berkacamata itu berpikir tidak apa-apa, kalau hanya sekali dua kali. Namun ini sudah kesekian kalinya, kali ini Sinar menolak membeli ponsel mahal secara kredit. Sebab tidak mau membeli ia mengancam Sinar minta putus . Namun kali ini Sinar sudah muak dengan sikap sang kekasih, ia tidak perduli lagi walaupun akan diputuskan.


“Sin, bukankah kekasih kerja juga?’ tanya Luna.


“Ya, dia kerja di Wardana Group juga, di kantor ekspedisi  nanti kalau pas liburan dia pasti ikut. Tapi tenang aku tidak akan sedih itu artinya kita dua jomblo,” ujar Sinar melompat kegirangan.


Luna terdiam ia melonggo melihat sikap Sinar,   kalau biasanya wanita nangis-nangis saat diputus kekasih apalagi di saat sayang-sayangnya. Tetapi Sinar malah  merasa bebas.


“Kok kamu senang ? Bagaimana kalau dia memutuskan hubungan kalian. Tidak apa-apa itu artinya Aku bebas,” ujar Sinar.


“Baik, itu artinya kita berdua jomblo.”  Kedua sahabat ini  saling bercanda.


“Kalau begitu ayo kita beli perlengkapan untuk kita selama liburan,” ujar Sinar.


“Baik.”


Pulang kantor keduanya menuju mall belanja pakaian pantai.


Besok pagi mereka akan berangkat liburan ke Bali.


Sebelum berangkat Luna kembali dapat ceramah dari Bimo.


“Luna, kamu harus hati-hati  saya tugaskan dua orang pengawal umtuk kamu,” ujar Bimo.


“Tidak usah Om, Aku ingin bebas.”


“Kamu yakin bisa jaga diri?”


“Yakin Om,” sahut Luna dengan yakin.

__ADS_1


Di sisi lain saat mendengar Luna jadi ikut liburan, Okan memutuskan ikut, lagi padahal sebelumnya ia  mengatakan tidak datang.


Bersambung


__ADS_2