Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Kehidupan Dalam Penjara


__ADS_3

Untuk memasukkan Stanley ke penjara, mereka menyusun rencana.


Billy dan Neil  sebenarnya tidak suka dengan pilihan Stanley . Namun kedua pria  itu  tidak berani menolak, karena lelalki bewajah tegas itu bos mereka, orang yang sangat teguh dengan perkataannya.


Besok pagi mereka berlima keluar dari rumah.


“Apa rencanamu, Bos?” tanya Billy.


“Aku akan memukuli polisi yang di  sana, berikan kunci motormu,” ujar Stanley.


“Ha! Bos yakin?” Billy kaget.


“Yakin, kalian tunggu di sini saja.”


Stanley memukul polisi yang sedang patroli.


Ia memilih cara tersebut bukan tanpa alasan, sebab seseorang yang  memukul polisi akan mendapat hukuman  berbeda dari napi lainnya.


“Dia memang gila,” ucap Pak Damar saat melihat Stanley diangkut ke penjara dengan tangan  terborgol, ia melirik ke arah mereka dengan senyuman misterius.


“Apa dia akan baik-baik saja? Bagaimana kalau Ketua tahu dia di sana.” Billy menatap mereka bergantian.


“Itu yang dia harapkan , dia ingin menghabisi penjahat gila itu,” ucap Pak Damar.


“Ayo kita pulang,  kita akan sibuk mulai hari ini,” ujar Azka.


*


Setelah Stanley masuk penjara Azka menemui Luna, ia tidak ingin wanita yang berfrofesi itu khawatir ia menceritakan semuanya.


“Apa yang dia lakukan sampai masuk penjara?” tanya Luna dengan mata berkaca-kaca.


“Dia ingin melakukan misi penting,”ucap Azka.


“Misi apa harus ke penjaram dia baru keluar dari penjara, lalu kenapa sekarang harus penjara lagi.”


Luna yang mendengar kabar Dorroty dan Stanley masuk penjara ia tidak bisa menahan perasaanya, wanita cantik itu merasa sangat takut, Dita menelepon.


“Aku sangat takut di sini sendirian Lun, aku tidak tenang.”


“Kamu harus datang ke sini Dit, kamu tidak boleh sendirian di sana,” ucap Luna.


“Aku takut keluar dari rumah,” ucap Dita di ujung telepn.

__ADS_1


Luna meminta tolong pada Billy dan Neil untuk menjemput Dita ke Surabaya, Luna ingin sahabatnya tersebut tinggal bersamanya. Neil dan Billy setuju malam itu juga mereka berdua berangkat ke Surabaya menggunakan kreta.


Tiba di Surabaya, mereka berdua   menuju rumah yang di Stanley yang ia beli  untuk Luna.


“Syukurlah kalian berdua datang, aku sampai tidak  berani keluar dari rumah.”


“Apa Nona tidak bekerja?” tanya Billy.


“Tidak,a ku sudah satu minggu cuti, di luar  sana ada dua orang pria  mengawasiku tiap hari aku juga tidak tahu apa yang terjadi pad Dorroty,”lirih wanita itu dengan wajah sedih.


“Tenanglah Nona, semua akan baik-baik saja kita berangkat sekarang sebelum ada masalah,” ucap Neil, ia meretas CCTV di lokasi tersebut.


“Bagaimana ? Apa kamu menemukan sesuatu?” Billy menunggu jawaban dari Neil.


“Ya, bahkan mereka melihat kita saat ini,” ucap Neil memperlihatkan Ipad pada mereka.


“Siapa?” tanya Neil.


“Ini bukan anak buah Ketua,  kalau  aku tidak salah ini orang-orang Diego.”


“Apa dia tahu kalau Bos masuk penjara?” tanya Neil.


“Siapa yang masuk penjara?” Dita kaget, ia belum tahu kalau Stanley masuk penjara demi Dorroty. Luna sengaja tidak memberitahu, tidak ingin Dita bertambah takut.


“Bos Stanley ke penjara untuk membantu Dorroty.”


“Jangan Khawatir  nona Dita,  kami semua akan membantu Bos nanti yang perlu kita lakukan saat ini, keluar dari tempat ini sebelum  mereka menangkap kita juga,” tutur Neil, ia melihat layar Ipad miliknya.


Kehidupan me merena berdua sudah sering mengalami teror sejak Stanley keluar penjara lima tahun yang lalu,  untungnya Dorroty mau menggantikan tugas Stanley menjaga Luna, hingga Luna berrhasil  jadi seorang perawat, kini, Stanley  ingin sabahatnya tersebut  dalam bahaya di penjara.


Dita mengumpulkan barang-barang yang bisa ia bawa ke Jakarta, lalu mereka naik kereta menuju Jakarta.


Sepanjang jalan mereka berdua tidak ada yang berani macam-macam pada Dita, mereka tahu wanita cantik itu, wanita yang disuka Bos mereka.


“Aku penasaran apa yang kalian kerjakan selama ini dan  kenapa kalian memanggil Kak Stanley Bos, kenapa?” tanya  Dita pada Neil lalu ia menatap Billy yang duduk  dis ebelahnya.


“Panggilan Bos, untuk seru-seruan aja,  pekerjaan kami menjual mobil -mobil mewah , apa Nona Dita tidak tahu kalau  dia punya shoroom mobil?” Billy balik  bertanya.


“Tidak, tidak pernah bilang apa pekerjaan dia.”


“Ya itu pekerjaan kami.”


“Bukankah kalian pembunuh bayaran?”

__ADS_1


Kedua lelaki itu terkejut dengan pertanyaan Dita, “kenapa bertanya seperti itu?”


“Karna kalian selalu bawa, pistol kemana-mana.” Dita melirik pinggang Billy, karena di pinggang pria tersebut terselip pistol.


“Ini hanya untuk berjaga-jaga, buka menyakiti orang,” ujar Neil, mereka berdua terpaksa berbohong  pada Dita.


*


Sementara Stanley  saat itu sudah di masukkan ke dalam sel.


“Jangan khawatir, salah satu petugas lapas temanku, aku sudah bicara padanya, untuk membantumu di sana,” ucap Damar lewat alat komunikasi rahasia yang diselipkan di rambut di dakat teliga Stanlley.


Stenley  hanya menjawab dengan batuk kecil,  ia  bicara menggunukan kode dengan Azka dan Pak Damar, saat para  napi keluar dari ruangan, ia melihat Dorroty wajahnya babak belur.


“Stanley apa yang kamu  lakukan di sini?” tanya Dorroty kaget, tetapi ia terlihat sangat senang saat bertemu Stanley.


“Ada apa dengan wajahmu?”


“Satu selku memukuliku.”


“Mana orangnya katakan padaku.”


“Stan … lupakan, aku tidak ingin dapat masalah.”


“Katakan saja aku akan menghajar.”


Semua napi sudah mengenal Stanley, karena ia mantan anak buah penguasa,  karena terus di desak Dorroty  akhirnya memberitahukan orang yang memukuliny di dalam sel. Stanley menghajar pria itu , sampai nyaris mati. Kalau saja para polisi tidak datang menghentikannya  orang yang memukuli Dorroty pasti sudah tewas. Penjara tempat berkumpul para penjahat, kalau Stanley tidak datang ke penjara  Dorroty akan di pilih, salah satu petarung dalam tinju bebas yang akan jadi tontonan Ketua  dan para pejabat.


“Kamu lihat dan ingat baik wajah ini, jika kamu masih berani menyentuh aku akan patahkan tanganmu,” ucap Stanley menghajar  pria tersebut sampai bonyok.


Lalu meninggalkannya tergelatak, Stanley melepaskan pakaiannya melihat  kode tato kekuasan di tubuhnya tidak ada satu orangpun yang  mau mendekti, itu artinya ia sangat ditakuti di sana.


“Aku harus mengurusmu keluar dari sini secepatny.”


“Lalu bagaimana dengan kamu Bung?”


“Jangan hiraukan aku, aku masih punya urusan penting, kemungkinan besar bos penjahat  saat iu, tahu tentang Dave, aku akan menemuinya.”


“Dia akan menghabisimu di sini, jangan lakukan itu,” ucap Dorroty.


“Jangan hiraukan aku, aku sudah meminta  orang-orangku untuk mengurus tentang penangkapanmu, mereka hanya mengincarku. Mereka hanya salah tangkap, pulang.”


“Mereka  akan  menhbahisimu nanti,” ucap Stanley.

__ADS_1


Stanley meminta pengacara untuk mengurus tentang penangkapan Dorroty tidak menjul ordendil motor palsu,  semua sudah beres jadi Dorroti akan pulang digantikan Stanley yang saat ini mendekam di penjara, rencananya ia akan masuk ke arena tinju tersebut untuk menemu ke tua.


Bersambung


__ADS_2