Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia

Pembalasan Anak Mantan Bos Mafia
Berjuang Sendiri


__ADS_3

Cinta bisa mengubah banyak hal, itu benar adanya, begitu juga dengan Okan, dulu ia tidak pernah menganggap Naira sebagai wanita. Okan selalu merendahkannya karena Naira  menjadikan pekerjaan pemulung sebagai pekerjaan sampingan.


Tetapi berjalannya waktu ia jatuh cinta pada Naira. Apalagi gadis cantik itu sangat dekat dengan Hara ibu Okan dan kedua orang tuanya mendukung hubungan mereka. Tapi saat ini ia sangat marah karena Dave menggandeng tangan Naira. Ia tidak tahu hubungan Naira sudah mengenal Dave jauh sebelum Okan pulang dari luar  negeri. Walau hanya hubungan  mereka sebatas  antara donatur dan pengurus panti asuhan.


Okan memerintahkan kedua anak buahnya untuk menyelidiki.


“Aku ingin tahu semua tentang lelaki itu. Semuanya! Mulai dari keluarganya,” ujar Okan matanya menatap dengan tajam.


“Baik Bos, bagaimana kalau istirahat dulu?”


“Tidak perlu. Kita ke gudang untuk mengambil barang-barangku dari sana. Aku ingin mengembalikan barang milik Stanley.”


“Baik.”


Fudo memutar arah kendaraan menuju sebuah gudang untuk mengambil barang-barang milik Okan yang ia simpan di sana saat dikurung Leon di sana. Namun barang  milik Okan tidak ada lagi.


“Sial … kemana semuanya?” tanya Okan, ia  kehilangan korek  milik Stanley.


Okan semakin marah, sebab ia kehilangan barang-barangnya di gudang, ia merasa mengalami dua kali kesialan hari itu. Ia berdiri  hanya menatap kedua anak buahnya mencari barang miliknya.


“Maaf Bos. Kami tidak menemukannya.”


“Hari yang menyebalkan,” keluh Okan duduk di tumpukan kayu yang diletakkan di gudang. Gudang itu salah satu gudang penyimpanan barang-barang hotel milik Leon


“Apa kita mau lihat ke rumah  Pak Leon, Bos?” tanya Fudo.


“Apa ayah dan ibu sudah pulang?”


“Belum, mereka masih d luar negeri,” jawab Fudo.


“Kalau begitu saya tidak perlu ke rumah.”


“  Bos,  Pak Toni dan Pak Ken ingin bertemu Bos,” ujar Shin,


Si manusia kulkas yang satu ini jarang bicara. Ia akan bicara untuk hal-hal yang penting saja.


“Baik kita ke rumah  dulu, nanti akan  menemui  Stanley, sepertinya Aku akan meminta maaf padanya karena menghilangkan barang penting miliknya” ujar Okan.

__ADS_1


“Baik Bos.”


Sementara Leon,  Hara,  Lucas dan Chelia memutuskan tinggal di Canada  Chelia melakukan pengobatan di sana. Lucas putra bungsu Leon dan Hara kuliah di sana juga. Leon  tidak membutuhkan kekuasaan dan jabatan  lagi, ia hanya ingin fokus untuk kesembuhan putrinya.  Setelah tahu Okan bisa menyelesaikan  ujian di hutan, ia menyerahkan semuanya pada putranya. Ia dan Hara  ingin menikmati kehidupan yang tenang di Canada.


Tiba di sana Okan menghela napas, rumah besar itu sepi dan sunyi hanya dijaga  beberapa orang dan dua asisten rumah tangga. Kalau biasanya Hara dan Leon dan kedua adiknya sedang duduk di taman depan sembari bercekrama. Okan menata kursi di taman, tidak ada orang, taman itu hanya dihiasi lampu-lampu taman yang remang. Okan berdiri di sana memasukkan kedua tangan ke saku celananya, tatapan matanya menatap jauh ke arah jalanan ibu kota.


‘Ini kan yang kamu inginkan Okan, maka nikmatilah’ ucap Okan pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Ken dan Toni datang dari rumah.


“Oh, jagoan. Kamu sudah datang.”


Okan membalikkan tubuhnya menatap kedua pria itu dengan sungkan, kematian  Zidan menyebabkan Okan  selalu merasa bersalah pada kedua lelaki tersebut.


“Om.” Okan menyodorkan tangan untuk menyalam Ken. Tetapi lelaki itu  menarik tubuh Okan dan memeluknya dengan erat.


“Kenapa di luar, kamu harusnya menemuiku di dalam,” ujar Ken.


“Hanya ingin melihat suasana di luar, Om.”


“Kamu tampak berubah macho,” ujar Toni meninju  pelan lengan Okan yang berotot.


Okan tidak menjawab, ia sendiri bingung dengan keinginannya.


“Seperti yang kamu inginkan, hening dan tidak ada suara,” ujar Ken, seolah-olah ia menuduh Ken yang menyebabkan keluarganya pindah ke luar negeri.


Okan hanya diam, secara tidak langsung ia  yang meminta keluarganya meninggalkan ia  sendirian. Okan yang meminta kebebasan, dan  jadi pemimpin. Leon memberikan seperti yang diinginkannya.  Apakah itu yang diinginkan Okan? Apa benar-benar ia tidak suka diperhatikan keluarganya? Biarkan waktu yang menjawab dan Okan akan tahu bagaimana hidup sendirian.


JIka di luar sana bersyukur punya keluarga yang harmonis dan ingin selalu diperhatikan . Namun Okan ingin  bebas.


“ Ya Om benar. Katakan  apa yang ingin om bicarakan dengan saya,” ujar Okan, wajahnya sudah terlihat mulai kesal.


“Kami hanya menyampaikan amanah Bos, dia meminta kamu mengurus  bisnis yang ada di Kalimantan, dia memintamu untuk tinggal di mansion yang di sana.”


“Apa dia tidak pulang lagi ke Indonesia?”


“Siapa?” tanya Ken dengan mimik wajah yang kesal.

__ADS_1


“Leon Wardana.”


“Astaga.” Toni menggeleng.


“Okan, dia ayahmu. Tolong hormati dia,” hardik Toni.


“Baiklah Om, apa yang diperintahkan akan saya lakukan,” ujar Okan ia  berdiri.


“Okan, Bos melakukan yang terbaik untuk kamu. Jangan  membencinya,” nasihat Ken padanya.


“Dia tidak mencintaiku Om, dia hanya takut bisnisnya hancur  jika saya yang pegang. Saya akan membangun bisnis jauh lebih besar dari milik ayah,” ujar Okan masih dengan  sikapnya yang angkuh.


Ia meninggalkan rumah keluarganya.


“Ada apa dengannya?” tanya Ken pada kedua pengawal yang  datang bersama Okan.


“Kami tidak tahu Pak,” jawab Fudo, ijin keluar dan mengikuti langkah Okan.


“Apa kamu ingat seperti siapa dia?’ tanya Toni mendengus kecil.


“Seperti Bos, saat muda Angkuh dan menyeramkan kalau lagi marah,” timpal Ken.


Setelah menyerahkan semua urusan perusahaan ke tangan Okan kedua sahabat itu akan pensiun. Toni akan membawa Juna kembali ke kampung, ia dan istrinya Kikan akan rujuk. Toni masih beruntung karena Kikan dan keluarganya  menerima Toni kembali.


Sementara Ken berencana akan  menjenguk putrinya di Brazil. Thiani putri semata wayang. Ken ikut mantan istrinya di Brazil, ia menjadi seorang model. Putrinya meminta kedua orang tuanya kembali rujuk setelah berpisah . Ken setuju untuk kembali pada keluarganya, itulah alasan Ken dan Toni pensiun. Mereka  berdua ingin menikmati masa tua dengan keluarga dan anak-anak mereka sama seperti yang dilakukan Leon dan Hara. Mereka semua  kembali pada keluarga masing-masing walau dengan cara yang berbeda. Zidan  juga menyusul Clara istrinya ke dunia lain dan mungkin mereka juga sudah berbaikan.


Jadi kali ini Okan berjuang sendirian, ia akan memimpin perusahan keluarganya sendiri.


“Apa Aku bisa melakukan semua  itu?” tanya Okan.


“Pasti Bos, Pak leon sudah percaya padamu makanya memberikan perusahaan untuk dipegang sama Bos.”


“Waktunya yang muda yang berkarya, Bos,” ujar Shin.


Leon menepati janji, setelah Okan berhasil melewati ujian dan rintan di dalam hutan. Akhirnya ia memberikan perusahaan di pegang Okan. Bukan hanya perusahaan bahkan menyerahkan kasus tentang penjahat yang  menculik Chelia yang menyebabkan adik kembarannya terluka. Okan benar-benar sendirian sekarang, ia hanya punya  dua orang bodyguard kepercayaannya.


Setelah Leon menyerahkan semuanya  padanya Okan .

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2