
Wan Lu yang tak kunjung kembali ke aula utama dimana pesta perjamuan berlangsung terlihat sangat cemas dan diapun segera melangkah keluar untuk melihat kondisi yang ada.
Nyonya besar Jiang segera bergegas menuju kamar dimana keponakannya itu berganti pakaian dengan wajah cemas, apalagi melihat pintu kamar tak bisa dibuka membuat amarahnya semakin memuncak.
“ Buka paksa pintunya !!!!.....”, teriak nyonya besar Jiang penuh amarah.
Beberapa orang terlihat mulai mendobrak pintu dalam ruang ganti tersebut.
Begitu pelayan masuk, dia tak bisa lagi menyembunyikan rasa keterkejutannya melihat pemandangan yang ada dihadapannya saat ini.
Para tamu yang datang, mendengar nyonya besar Jiang berteriak jiwa ingin tahu mereka yang besar mulai muncul sehingga satu persatu tamu yang hadir mulai berada ditempat nyonya besar Jiang berada.
“ Apa yang terjadi ?!!!....”, teriak nyonya besar Jiang lantang.
Pelayan yang ada dihadapannya hanya bisa menunduk ketakutan dan mulai berbicara dengan tubuh bergetar.
“ Nona muda…nona muda Wa bersama laki – laki didalam sana….”, ucapnya ketakutan.
Dengan tubuh bergetar ketakutan, pelayan tersebut menceritakan semua hal secara detail apa yang tadi dilihatnya didalam ruangan.
“ Apa !!!....”
“ Wan Lu !!!....”, teriak nyonya besar Jiang histeris hingga tubuhnya lemas hampir pingsan waktu dia mendengar jika ada seorang lelaki menindih tubuh keponakannya dalam keadaan telanjang.
“ Bukankah tuan muda pertama kembali lebih dulu karena mabuk. Tapi kenapa dia….”, ucap Ruo Xinxin sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.
Satu kalimat yang diucapkan oleh Ruo Xinxin, membuat semua orang bisa langsung menebak tentang situasi apa yang terjadi didalam ruangan.
Dengan kata lain Ruo Xinxin ingin menegaskan jika Jiang Chen yang sedang mabuk bertemu dengan nona muda Wan yang kembali untuk berganti pakaian.
Karena terlalu mabuk dan tak bisa mengendalikan dirinya maka Jiang Chen yang berada dibawah pengaruh alkohol memaksa nona muda Wan dan mengambil kemurniannya.
Jiang Xia Yan melihat drama malam itu hanya diam menunggu keseluruhan rencana nyonya besar Jiang yang telah disiapkannya malam ini
.
Dia akan bergerak setelah nyonya besar Jiang sudah beraksi hingga wanita tua itu tak akan bisa mengelak dan mencabut kata – kata yang telah diucapkannya.
__ADS_1
Apalagi disini sudah banyak tamu yang hadir ikut menyaksikkan drama menjijikkan yang dibuat oleh bibi ketiga dan nenek tirinya tersebut.
“ Adik ketiga, kenapa kamu tidak berbicara….”
“ Aku tahu jika masalah ini tidak ada hubungannya dengan adik ketiga karena yang melakukan kesalahan adalah kakak tertua….”
“ Meski kalian memiliki hubungan darah, tapi adik ketiga juga tak bisa sepenuhnya untuk disalahkan….”, ucap Jiang Xialun ambigu.
Perkataan Jiang Xialun menegaskan kepada semua orang jika Jiang Xia Yan adalah adik dari Jiang Chen dan dengan adanya kecelakaan ini bagaimana mungkin Jiang Xia Yan bisa hidup dengan baik dimasa depan.
Jiang Xia Yan melihat semuanya menatapnya dengan intens bahkan tak sedikit yang mulai mencibir dirinya pada akhirnya mulai bersuara.
“ Aku hanya penasaran saja….”
“ Semuanya tidak melakukan tindakan apapun dalam menyelesaikan masalah yang telah terjadi…”
“ Kenapa kita tidak memanggil semua orang yang ada diaula untuk kemari agar suasana semakin ramai…”
“ Atau mungkin karena bibi ketiga saat ini menggantikan bibi kedua sebagai nyonya rumah sehingga bibi ketiga tak tahu harus berbuat apa ?....”, ucap Jiang Xia Yan sinis.
Tiba – tiba saja wajah Ruo Xinxin menjadi hijau, bahkan ekpresi Jiang Xialun yang semula terlihat sangat bahagia kini sudah berganti merah padam menahan malu dan amarah atas semua ucapan yang dikeluarkan oleh Jiang Xia Yan.
Tapi sekarang tampaknya Ruo Xinxin dan nyonya besar Jiang malah seakan aib keluarga ini ingin mereka ekspos keluar membuat semua orang yang melihat pun mulai bertanya – tanya ada apakah sebenarnya ini ?
Tentu saja hal ini seakan menampar wajah Ruo Xinxin yang secara tidak langsung telah gagal sebagai nyonya rumah menggantikan Qianyi yang selama ini memegang kekuasaan tersebut karena dianggap tidak becus dalam menanggani sebuah permasalahan yang tengah terjadi.
“ Nona muda ketiga !!!....”
“ Tuan muda pertama telah membuat masalah besar seperti ini kamu malah sibuk menkritik bibi ketigamu !!!!....”, teriak nyonya besar Jiang penuh amarah.
“ Karena masalah ini sangat besar maka sebaiknya memanggil ayah, paman kedua dan paman ketiga untuk mengambil keputusan….”, ucap Jiang Xia Yan tenang.
Melihat ketenangan yang ditunjukkan oleh Jiang Xia Yan membuat hati Ruo Xinxin tak tenang meski semua yang terjadi telah sesuai dengan rencana.
“ Jangan ditutup…”
“ Apa yang sudah dilihat harus dilihat sepenuhnya…”
__ADS_1
“ Itu akan mengubur kedalam pasir jika pintu ditutup sekarang karena semua orang belum melihat dengan jelas situasi apa yang terjadi didalam sana….”, ucap Jiang Xia Yan tajam waktu nyonya besar Jiang hendak menutup pintu ruangan.
Kali ini bukan hanya Ruo Xinxin saja yang semakin gelisah, nyonya besar Jiang pun merasakan hal yang sama waktu melihat Jiang Xia Yan terlihat lebih agresif dari biasanya.
Karena banyak mata yang menyaksikan apa yang telah terjadi malam ini karena keingginannya agar semua tahu keburukan sikap Jiang Chen, tapi sekarang hatinya mulai ragu.
Meski begitu, nyonya besar Jiang sudah tak ingin mundur lagi karena dia pikir ini adalah satu kesempatan besar yang tidak bisa dia lewatkan begitu saja untuk menghancurkan keluarga pertama.
“ Tolong minta waktunya sebentar….”, ucap nyonya besar Jiang dengan wajah sedih.
Semua orang pun langsung terdiam dan mengarahkan atensi mereka kepada nyonya besar Jiang yang saat ini ingin berbicara dengan semuanya.
“ Aku memiliki satu permintaan agar semua orang yang hadir disini menjadi saksiku…”
“ Keluarga Jiangku selama ini memiliki tata karma keluarga yang baik…”
“ Karena hal yang merusak dasar keluarga telah terjadi, tentu saja seseorang harus memberi penjelasan kepada semua orang….”
“ Wan Lu adalah keponakanku yang baik dan berperilaku bijak….”
“ Aku telah berpikir untuk mempertahankannya disisiku sehingga dia bisa menemukan keluarga yang baik….”
“ Tapi siapa yang menyangka….”, ucapan nyonya besar Jiang terputus sejenak sambil terisak dengan air mata mengalir deras dipipinya.
Ruo Xinxin yang berada disampingnya segera mengeluarkan sapu tangan dan mencoba untuk menguatkan mertuanya itu dengan ekpresi sangat sedih.
“ Keluarga Jiangku bukanlah orang yang suka mengertak orang lain…”
“ Tidak perduli apa yang akan terjadi dimasa depan….”
“ Wan Lu adalah cucu menantu perempuan keluarga Jiang….”
“ Seseorang harus bertanggung jawab atas kemalangan yang diderita oleh Wan Lu….”, ucap nyonya besar Jiang dengan suara bergetar karena menangis.
Semua orang hanya bisa terdiam melihat raut kesedihan yang ditampilkan oleh nyonya besar Jiang dan Ruo Xinxin malam ini.
“ Sungguh alasan yang mengesankan….”
__ADS_1
“ Benar – benar akting yang bagus…”, batin Jiang Xia Yan sinis.