
Tepat diruangan sebelah tempat pertemuan diamna Jiang Xia Yan berbicara dengan Han Shan Yang ada sebuah ruangan rahasia dan tiga orang lelaki muda berada didalamnya dengan berbagai macam ekpresi.
Mereka baru saja melihat pertunjukkan yang bagus, meski mereka tidak bisa mendengar percakapan yang tengah berlangsung tapi dari sikap keduanya dapat mereka simpulkan jika pembicaraan telah mencapai kata sepakat.
Dibelakang pilar berukir ada kaca besar yang dipasang didalam ruangan dimana sisi yang luar bisa melihat sisi yang dalam, tapi sisi yang berada didalam tidak bisa melihat sisi luar.
Dan sisi luar adalah sisi yang berada dalam ruangan Feng Mo Tian sekarang. Sedangkan sisi yang dalam adalah tempat dimana Jiang Xia Yan melakukan pertemuan.
Mungkin hal ini tak disadari oleh Jiang Xia Yan, jika dia tahu sudah barang pasti dia akan melakukan perhitungan terhadap Feng Mo Tian yang selalu ikut campur dalam setiap urusannya.
Saat ini, Gu Zou terlihat menopang dagunya dengan kipas dan terlihat serius seperti seseorang yang sedang memikirkan masalah yang sangat berat.
Sementara Feng Mo Tian terlihat menopang kepalanya dengan kepalan satu tangannya sedangkan tangan lainnya dia gunakan untuk memutar cangkir teh sambil berpikir tentang tujuan sebenarnya Jiang Xia Yan melakukan pertemuan.
Meski dia bisa membaca apa yang dipikirkan oleh Han Shan Yang, tapi dia juga tak terlalu menangkap banyak mengenai isi pembicaraan yang didominasi oleh Jiang Xia Yan yang sama sekali tak bisa dia baca pikirannya, bahkan gerak bibirnya juga sulit untuk bisa dia artikan.
“ Masalah keluarga Dong….”
“ Dan sekarang masalah hakim Han….”
“ Dua informasi ini sama sekali tidak bisa diselidiki oleh Zhentan She….”
“ Lalu, bagaimana dia bisa tahu….”, guman Fen Mo Tian sangat pelan.
Setelah mengatakan hal tersebut, suasana menjadi sangat dingin dan aura membunuh terasa kental diudara membuat Chang Wu yang awalnya ingin bersuara menjadi bungkam.
Gu Zou juga sependapat dengan apa yang dipikirkan oleh Feng Mo Tian, bagaimana bisa gadis seperti Jiang Xia Yan mengetahui informasi penting yang sudah dikubur dalam – dalam bahkan organisasinya Zhentan She saja tak bisa mendapatkannya tapi gadis itu bisa mengetahui semuanya dengan sangat mudah.
Memikirkan hal tersebut membuat tubuh Gu Zou bergetar ketakutan tanpa dia sadari, apalagi mengetahui jika gadis itu mentargetkan pangeran kedua Ming Shin.
“ Jika tidak berada diperahu pangeran kedua Ming Shin, lalu diperahu mana dia berlabuh….”, tanya Gu Zou penasaran.
“ Tidak diperahu manapun. Dia berjalan sendiri….”, ucap Feng Mo Tian singkat.
Jawaban Feng Mo Tian tentu saja membuat Gu Zou menjadi gusar dan melayangkan protes “ Bagaimana mungkin ?....”.
Feng Mo Tian hanya bisa mengangkat kedua bahunya seoalh berkata " Aku juga tidak tahu....".
Dia sendiri pun mulai bertanya – tanya jika Jiang Xia Yan memiliki koneksi dan kekuatan yang cukup, seberapa besar badai yang akan dia ciptakan.
Bahkan sekarang, ketika dia tak memiliki pengaruh apapun namun secara perlahan dan pasti dia bisa menggerakkan bidak catur sesuai keingginannya.
Gaya yang dipakai oleh Jiang Xia Yan tersebut bukanlah gaya kedua orang tuanya yang merupakan jenderal perang.
Juga bukan gaya para pangeran dalam bergerak selama ini, jadi Feng Mo Tian pun menyimpulakn jika semua ini adalah permainan dan rencana gadis Jiang itu sendiri.
Selama ini dia sudah masuk cukup dalam kepermainan catur kekaisaran Ming dan sudah banyak orang yang bermain didalamnya.
Feng Mo Tian pada awalnya tidak menganggap Jiang Xia Yan bukalah sosok yang penting dalam bidak catur tersebut karena menganggapnya lemah.
Tapi hari ini Feng Mo Tian bisa melihat kemampuan wanita muda itu yang hanya menggunakan selabu anggur untuk menaklukan targetnya.
__ADS_1
Meski terkesan ceroboh dan terburu – buru, tapi setiap rencana yang disusunnya selalu berjalan mulus tanpa menimbulkan kecelakaan sekecil apapun.
Dan hal itulah yang cukup membuat Feng Mo Tian penasaran dan selalu berusaha mengikuti gerak – gerik Jiang Xia Yan.
Sementara itu, Jiang Xia Yan yang sudah sampai dikediamanannya segera melangkah memasuki halamannya untuk beristirahat.
Meski dia sudah meminum obat agar tidak mabuk, tapi entah kenapa tubuhnya terasa sangt ringan saat ini dan dia ingin rebahan diatas ranjangnya tanpa diganggu oleh siapapun sekarang.
Namun, ketika tiba didepan kamarnya langkah kakinya terhenti waktu dia merasakan aura yang sangat kuat berada didalam kamarnya.
“ Jangan biarkan siapapun mengangguku….”
“ Aku ingin beristirahat….”, ucap Jiang Xia Yan tajam.
Keempat pelayannya hanya mengangguk patuh dan membiarkan Jiang Xia Yan beristirahat didalam kamar karena mengira jika gadis itu terlalu mabuk.
Jiang Xia Yan yang pada awalnya ingin marah karena mengira yang datang adalah Feng Mo Tian tiba – tiba menghentikan langkahnya waktu melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.
“ Kaisar Ru Xie Chang….”, ucapnya terbelalak.
Jiang Xia Yan masih tak percaya bagaimana bisa kaisar Ru Xie Chang berada didalam kamarnya dan apa sebenarnya yang lelaki itu inginkan hingga menyusulnya kemari.
“ Apa Yang Mulia kembali terkena racun atau apa aura hitam itu kembali menutup meridian Yang Mulia ?....”, Jiang Xia Yan yang terkejut pun mencecar kaisar Ru Xie Chang dengan banyak pertanyaan.
Melihat raut kekhawatiran diwajah gadisnya, kaisar Ru Xie Cang yang hendak marahpun akhirnya bisa tersenyum bahagia.
“ Aku baik – baik saja, kamu tak perlu terlalu cemas begitu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tersenyum lembut.
Jiang Xia Yan terlihat mengusap – usap kedua matanya dengan cepat waktu melihat senyum lembut yang ada dihadapannya saat ini.
Selama berada dikekaisaran Ru, meski lelaki itu bersikap sopan dan lembut kepadanya tapi Jiang Xia Yan belum pernah melihatnya tersenyum seperti itu.
Saat dia tersenyum wajah tampan kaisar Ru Xie Chang seperti mengeluarkan sinar yang sangat terang sehingga menyilaukan mata.
Melihat Jiang Xia Yan terpaku ditempat sambil beberapa kali menepuk pipinya karena masih syok dengan apa yang dilihatnya, kaisar Ru Xie Chang pun berjalan mendekatinya.
“ Jangan ditepuk – tepuk seperti itu, pipimu akan bertambah merah nanti….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengusap pipi Jiang Xia Yan dengan lembut.
Merasa usapan dipipinya sangat dingin dan menyejukkan, Jiang Xia Yan yang sedikit mabuk tanpa sadar menutup kedua matanya sambil menikmati apa yang dilakukan oleh kaisar Ru Xia Chang hingga sesuatu yang kenyal dan hangat menempel di bibirnya membuatnya tersadar.
“ App….”, belum sempat meneruskan kalimatnya, bibir Jiang Xia Yan sudah kembali dibungkam oleh kaisar Ru Xie Chang.
Melihat jika gadisnya tampak menikmati apa yang dilakukannya, kaisar Ru Xie Chang pun mulai memperdalam ciumannya hingga membuat Jiang Xia Yan kehabisan nafas.
“ Lain kali kalau ingin minum, panggil aku….”
“ Cukup sekali ini saja….”
“ Selanjutnya, aku tak akan membiarkanmu minum dengan lelaki lain selain aku….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mencubit hidung Jiang Xia Yan dengan gemas
Jiang Xia Yan yang masih belum sepenuhnya sadar spontan menganggukkan kepala namun sedetik kemudian dia tampak sedikit binggung sambil berkata “ eh…kenapa ?....”.
__ADS_1
Melihat wajah lucu dan mengemaskan Jiang Xia Yan membuat kaisar Ru Xia Chang pun kembali mengecup bibir munggil Jiang Xia Yan berkali – kali hingga gadis itu benar – benar sadar dan spontan mendorong tubuh tegap kaisar Ru Xie Chang kebelakang dengan wajah panik.
“ Cepatlah pergi….”
“ Aku tidak mau ada yang salah paham jika sampai ada yang melihat Yang Mulia disini….”, ucap Jiang Xia Yan gugup.
“ Kenapa jika ada yang salah paham….”
“ Justru aku senang jika ada yang salah paham dengan tindakan kita saat ini….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan senyum menggoda.
Jiang Xia Yan pun spontan melotot tak percaya dengan semua ucapan orang nomor satu di kekaisaran Ru tersebut.
“ Cepatlah pergi….”
“ Jika tidak, aku benar – benar akan membencimu….”, ucap Jiang Xia Yan mengancam.
Melihat jika gadisnya marah, kaisar Ru Xie Chang pun berhenti menggodanya dan langsung memeluk tubuh munggil Jiang Xia Yan dengan erat.
“ Baiklah….”
“ Aku akan pergi sekarang….”
“ Tapi, berjanjilah satu hal….”
“ Jangan pernah minum bersama lelaki lain….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tajam.
“ Iya….”
“ Aku janji….”
“ Sekarang pergilah….”, ucap Jiang Xia Yan sambil beberapa kali melirik pintu kamarnya dengan cemas.
Cup….
Kaisar Ru Xie Chang kembali mencium lembut bibir Jiang Xia Yan sebelum menghilang seperti ditelan angin, meninggalkan gadis itu membeku ditempatnya karena terkejut.
" Oh....bibirku sudah tak perawan lagi....", teriak Jiang Xia Yan histeris.
Mendengar teriakan dari dalam kamar, spontan Chyou yang berada dibalik pintu bergegas masuk disusuk Kiew yang berlari dibelakangnya.
Melihat dua pelayan pribadinya masuk dengan wajah panik, Jiang Xia Yan yang masih merona malu segera mengusir keduanya
" Tadi ada kecoak masuk., tapi sekarang sudah aku usir..."
" Kalian keluarlah...."
" Aku mau beristirahat....", ucap Jiang Xia Yan datar.
Daipun bergegas naik keatas ranjang dan langsung emnutub seluruh tubuh hingga wajahnya dengan selimut sambil berteriak tanpa suara memaki kaisar Ru Xie Chang yang dianggapnya telah lancang.
Sementara itu, kaisar Ru Xie Chang yang sudah berada didalam ruang pribadinya tersenyum bahagia melihat tingkah lucu gadisnya itu sambil memegang bibirnya yang telah berhasil mencuri ciuman pertama seoarng gadis.
__ADS_1
" Tenang saja gadisku...."
" Ini juga yang pertama untukku....", guman kaisar Ru Xia Chang bahagia.