Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
TEKA - TEKI TERSEMBUNYI


__ADS_3

Malam tanpa bintang dikekaisaran Ru membuat suasana sedikit terlihat mencekam, apalagi kabut tebal yang menyelimuti membuat jarak pandang semua orang menjadi terbatas.


Jiag Xia Yan yang tak bisa tidur, ditemani Yuyun berjalan – jalan mengelilingi bagian istana yang belum sempat dia telusuri waktu terakhir kali berkunjung.


“ Tunggu….”


“ Ini….”, ucap Jiang Xia Yan terkejut.


Dengan sedikit berlari dia menghampiri sebuah tanaman yang tersembunyi diatara tanaman rambat yang menyelimutinya.


Setelah memakai sarung tangan, dengan hati – hati Jiang Xia Yan mengambil tanaman hijau tersebut dengan hati – hati dan memasukkannya kesebuah kantong plastik.


“ Apa itu nona ?....”, tanya Yuyun penasaran.


“ Apakah kamu pernah melihat tumbuhan seperti ini didalam istana ?....”, Jiang Xia Yan bertanya dengan tatapan menyelidik.


Yuyun sedikit berpikir sambil menautkan kedua alisnya hingga menukik kebawah dengan sempurna sambil menggali ingatannya.


“ Saya tidak yakin juga, tapi coba kita lihat ditaman belakang….”, ucap Yuyun yang langsung mengajak Jiang Xia Yan melihat taman belakang istana.


Sepanjang perjalanan keduanya melihat bagian kiri dan kanan istana, terutama jika ada tanaman hijau yang sedang tumbuh disana.


Jika siang hari mungkin mereka tak akan bisa menemukannya karena bentuknya yang tidak terlalu mencolok dan tertutup dengan tanaman hijau yang lain.


Tapi jika malam seperti ini, tanaman hijau ini sedikit bersinar jadi bisa langsung mengenalinya dan membuatnya beda dari yang lain.


Seperti ucapan Yuyun, ternyata ditaman belakang istana mereka menemukan banyak tanaman hijau tersebut disana.


Bukan hanya tanaman hijau tersebut yang mengeluarkan cahaya, tapi ada beberapa tumbuhan lainnya dan satu bungga yang juga memiliki sinar yang sama.


Dengan hati – hati Yuyun dan Jiang Xia Yan mengumpulkan tanaman tersebut didalam istana dan memasukkannya kedalam kantong palstik setelah berhasil mencabutnya.


Setelah dirasa semua tempat sudah dijelajahi dan tak lagi menemukan tumbuhan aneh tersebut, Jiang Xia Yan bersama Yuyun segera membawa tanaman tersebut kedalam kamar dan mulai menelitinya.


Lagi – lagi Yuyun dibuat takjub oleh kecerdasan yang dimiliki oleh Jiang Xia Yan hingga dia bertekad dalam hati jika gadis itu menjadi permaisuri kekaisaran Ru maka dia akan melindungi gadis itu dengan segenap jiwa dan raganya.


Setelah mengindentifikasi masing – masing sihir yang  terkandung dalam tumbuhan tersebut bersama Yuyun, Jiang Xia Yan pun segera membawanya ke ruang kerja kaisar Ru Xie Chang untuk dilaporkan.


“ Jadi, tumbuh – tumbuhan ini yang membuat kedua orang tuaku terbaring lemah diatas ranjang ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang penasaran.

__ADS_1


“ Betul Yang Mulia….”


“ Meski sihirnya tak terlalu kuat, tapi jika diserap terus menerus maka akan menimbulkan ketidak stabilan dalam tubuh….”, ucap Yuyun menjelaskan.


“ Dan berkat penemuan ini aku bisa membuat obat penawar untuk kedua orang tuamu….”, ucap Jiang Xia Yan sambil mengeluarkan sebotol kecil pil penyembuh dari balik lengan bajunya.


“ Terimakasih sayang….”


“ Kamu sudah berusaha cukup keras hari ini….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengusap kepala Jiang Xia Yan dengan lembut.


Melihat kemesraan keduanya, Yuyun yang tak ingin menganggu moment bahagia kaisar Ru Xia Chang segera berjalan mudur meninggalkan ruangan.


“ Kurasa, rencanaku kemarin perlu aku teruskan….”, ucap Jiang Xia Yan meminta persetujuan.


“ Tidak !!!!....”, tolak kaisar Ru Xie Chang tegas.


Wajah kaisar Ru Xie Chang langsung berubah menjadi gelap waktu mengetahui jika Jiang Xia Yan hendak melanjutkan rencananya untuk menarik hati pangeran kedua Ming Shin demi mendapatkan batu permata hitam dari lelaki tersebut.


“ Hey…kamu tak boleh egosi…”


“ Ini semua demi kebaikan semua orang….”, ucap Jiang Xia Yan merajuk.


“ Aku akan memikirkan cara lain untuk mendapatkan batu permata hitam itu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil menutup kedua matanya.


Saat ini dia tak bisa menatap kedua mata Jiang Xia Yan  yang terlihat seperti anjing kecil yang meminta pertolongan kepadanya, karena pasti dia tak akan tega.


Jika benar pangeran kedua Ming Shin memiliki batu permata hitam tersebut, tentunya dia bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi.


“ Apa aku harus tinggal beberapa waktu dikekaisaran Ming untuk menyelidikinya sendiri….”, batin kaisar Ru Xie Chan bimbang.


Yang jelas, jika ingin pergi menyelidiki sendiri maka dia harus menunggu kedua orang tuanya sembuh dulu agar bisa menyerahkan kepemimpinan kepada mereka.


“ Jika kamu ingin pergi menyelidiki bersamaku, sebaiknya bersihkan dulu istanamu…”


“ Aku yakin selain tanaman ini masih ada hal lain yang tertanam diistana ini….”, ucap Jiang Xia Yan curiga.


Mendengar hal tersebut, kaisar Ru Xie Chang pun segera menatap wajah cantik yang ada dihadapannya dengan intens.


“ Apa kau memiliki gambaran mengenai hal itu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang penuh selidik.

__ADS_1


Setelah mendesah panjang, Jiang Xia Yan pun mengeluarkan buku catatan kecilnya yang bersisi gambar – gambar mengenai semua hal yang berhubungan dengan sihir kuno terlarang yang dia dapatkan dari ingatan Wuxia.


“ Ini aku dapatkan dari perpustakaan akademi….”


“ Tapi aku tak tahu apa semua benda ini ada kaitannya dengan sihir kuno terlarang….”, ucap Jiang Xia Yan berbohong.


Dia tak mungkin mengatakan jika itu dia dapatkan dari ingatan Wuzia. Mendapatkan gambar dari buku sihir akan lebih bisa dipercaya ioleh akal sehat sehingga dia pun mengatakan hal tersebut kepada kaisar Ru Xie Chang.


Kaisar Ru Xie Chang terlihat mengamati gambar – gambara yang dibuat oleh Jiang Xia Yan dengan seksama.


Dalam buku kecil tersebut dia juga bisa melihat ada beberapa tanaman yang tadi gadis itu bawa dan uji bersama Yuyun.


“ Baiklah, akan kita coba cari benda – benda yang ada dalam gambar ini esok dan kita uji….”, ucap kaisar Ru Xie Chang yang langsung membawa Jiang Xia Yan kedalam kamarnya untuk beristirahat.


Beberapa benda yang ada dalam gambar yang ditunjukkan oleh Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang merasa tak asing sehingga dia akan menyuruh bawahannya besok untuk mencari dan mengumpulkannya.


“ Apakah kita akan tidur dalam satu ranjang ?...”, ucap Jiang Xia Yan curiga.


“ Tentu saja….”


“ Tapi percayalah….”


“ Aku hanya ingin memelukmu semalaman tanpa melakukan apapun…..”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil memeluk tubuh munggil Jiang Xia Yan dengan erat.


“ Aku tak percaya dengan ucapanmu….”, ucap Jiang Xia Yan berusaha melepaskan diri dari pelukan kaisar Ru Xie Chang namun gagal.


“ Berhentilah bergerak jika kamu tak ingin membangukan ular yang sedang tertidur….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan nada mengancam.


Glekkk….


Jiang Xia Yan terlihat menelan ludahnya beberapa kali mendengar ucapan kaisar Ru Xie Chang tersebut yang baginya cukup berbahaya.


Meski masih was- was namun kai ini Jiang Xia Yan berusaha untuk mempercayai kata – kata kaisar Ru Xie Chang kepadanya.


Setelah mendengar dengkuran halus keluar dari mulut kaisar Ru Xie Chang, Jiang Xia Yan pun mulai memejamkan kedua matanya dan masuk kedalam alam mimpi.


Meliha gadisnya yang sudah terlelap dalam pelukannya, kaisar Ru Xie Chang tersenyum hangat dan mengecup kening Jiang Xia Yan dengan lembut.


“ Aku pastikan sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya….”, batin kaisar Ru Xie Chang bahagia.

__ADS_1


Diapun segera menutup kembali kedua matanya dan kali ini dia benar – benar terlelap dan menyusul Jiang Xia Yan kealam mimpi.


__ADS_2