Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
SHENTAN SHE


__ADS_3

Pagi harinya, Jiang Chen benar – benar menepati janjinya kepada sang adik dengan membawa satu peti berukuran sedang berisi kepingan emas ke kamar Jiang Xia Yan.


Bukan hanya itu saja, Jiang Chen juga mengeluarkan lima ribu liang uang kertas dari balik dadanya dan langsung memberikannya kepada sang adik.


“ Adik….”


“ Ambil uang ini dan belilah semua yang ingin kamu beli….”


“ Jika kurang…. ”


“ Cukup datang dan cari kakak….”, ucap Jiang Chen lembut.


Jiang Xia Yan sama sekali tak menyangka jika sang kakak akan meresponnya secepat ini. Diam – diam hatinya menghangat atas semua dukungan dan perhatian yang diberikan Jiang Chen kepadanya.


Para pelayan yang sedang menyapu diluar tampak iri pada Jiang Xia Yan karena mendapatkan perhatian yang begitu besar dari keluarganya.


Keempat pelayan pribadi Jiang Xia Yan merasa snagat puas waktu melihat pelayan lain yang merupakan mata – mata keluarga kedua dan keluarga ketiga menatap nona mudanya dengan rasa iri.


“ Akhirnya, tiba juga aku melihat memandangan bagus seperti ini….”, ucap Kiew puas.


Ketiganya pun mengangguk setuju karena selama ini nona mudanya sama sekali tak pernah mendapatkan perhatian dan dukungan sebanyak ini.


Mereka pun segera membawa peti berisi uang tersebut kedalam ruang pribadi nona muda ketiganya dan menguncinya agara tak ada siapapun yang bisa mencurinya.


Keluarga kedua dan ketiga yang mendengar kabar tersebut terlihat sangat murka, terutama Qianyi yang selama ini selalu menyimpan uang dan perhiasan serta pakaian mewah yang diberikan oleh istana kepada kakak iparnya setelah melalui tangan nyonya besar Jiang.


“ Lihat saja….”


“ Begitu Ying’er masuk keistana pangeran Ming Qianfan aku akan membuat p*****r kecil itu membayar semuanya….”, ucap Qianyi penuh amarah.


Sementara itu, gadis yang membuat banyak orang iri hati dan naik pitam dalam sekejap saat ini bersama ke empat pelayan pribadinya membuat rencana alokasi uang yang tadi pagi dia dapatkan dari sang kakak.


Dengan uang sebanyak itu, Jiang Xia Yan merasa jika rencana yang telah disusunnya dengan sangat matang akan berjalan sempurna.


“ Chyou….”


“ Suruh Yinhang bersiap….”


“ Kita akan kepasar sekarang….”, perintah Jiang Xia Yan tegas.


Hari ini Jiang Xia Yan akan mulai mejalankan rencananya. Karena istana pangeran Mig Qianfan tak bisa ditembus dengan mudah, maka dia memerlukan bantuan seseorang untuk melakukannya.


" Pinjam tangan seseorang untuk membunuh adalah ide yang bagus sehingga aku tak perlu menggunakan tenaga banyak, hanya perlu otak yang cerdas....", guman Jiang Xian Yan tersenyum lebar.


Dan tujuannya kali ini adalah Zhentan She, sebuah agen detektiv dijaman kuno yang berkedok sebagai rumah pegadaian atau biasa disebut Dangpu.


Jiang Xia Yan pergi bersama dua orang pelayan pribadinya, Lin dan Chyou. Sedangkan untuk pengawal dia hanya membawa Yinhang karena menurutnya itu sudah cukup.


Tapi, sebelum berangkat  pengawal milik sang kakak, Chuntao datang menyusul setelah diperintahkan langsung oleh Jiang Chen untuk mengawal kemanapun adiknya pergi.


" Nona, pengawal ini diperintahkan oleh tuan muda pertama untuk mengantar kemanapun nona pergi....", ucap Chuntao dengan dua tangan terkepal ke depan sambil membungkuk hormat.


" Baiklah....", ucap Jiang Xia Yan datar.


Meski merasa itu terlalu berlebihan, tapi Jiang Xia Yan yang tak ingin berdebat pagi ini dan melihat kebaikan sang kakak akhirnya membiarkan Chuntao mengikutinya.


Begitu tiba, Jiang Xia Yan segera masuk kedalam rumah Dangpu. Setelah matanya menyapu isi ruangan, diapun segera berjalan menuju kearah wanita cantik dengan gaun sexy berwarna merah menyala yang dia yakini sebagai pimpinan disana.


“ Giok putih ZS….”

__ADS_1


“ Aku datang untuk membuat kesepakatan….”, ucap Jiang Xia Yan singkat.


Mendengar kata yang keluar dari gadis muda dihadapannya, wanita sexy tersebut cukup terkejut. Namun sedetik kemudian, ekspresinya kembali normal seperti semula.


Waktu tahu jika nona muda yang ada dihadapannya bukanlah orang biasa, wanita sexy inipun segera tersenyum ramah untuk menyambutnya.


“ Barang yang dibawa nona muda pastilah sangat mahal….”


“ Mari ikuti aku untuk berdiskusi dibelakang….”, ucapnya ramah.


Selama ini banyak yang tidak tahu mengenai keberadaan Zhentan She. Tapi gadis muda ini, bahkan bisa menyebutkan kata sandi dengan tepat, tentunya harus diwaspadai.


Chyou dan Yinhang yang ingin masuk, gerakannya langsung dihalangi oleh wanita sexy tersebut dan diapun berkata dengan lembut tapi tajam “ Maaf, kalian tidak bisa ikut masuk….”.


“ Nona muda….”, ucap Yinhang cemas.


Dia dapat melihat jika wanita sexy yang ada dihadapan mereka itu sangat berbahaya. Meski dia tahu jika Jiang Xia Yan juga tak mudah dikalahkan, tapi Yinhang masih saja tetap khawatir.


“ Kalian tunggu diluar…”


“ Aku akan segera keluar begitu kesepakatan dibuat….”, ucap Jiang Xia Yan datar.


Keduanya hanya bisa patuh menunggu diluar sampai Jiang Xia Yan keluar. Meski cemas, tapi mereka juga tak dapat berbuat apapun apalagi nona mudanya sudah memberi perintah tegas seperti itu.


“ Kak Yinhang, apa tidak masalah membiarkan nona masuk sendirian….”, ucap Chuntao cemas.


“ Tidak apa….”


“ Nona sudah memberi perintah…”


“  kalian tunggu disini hingga nona keluar...."


Diapun segera pergi keluar dari rumah Dangfu untuk menjemput Lin yang sedang pergi membelikan kudapan untuk nona mudanya dan membawanya kembali kedalam kereta kuda.


Wanita cantik dan sexy tersebut membawa Jiang Xia Yan masuk melewati koridor yang sangat panjang dimana ujungnya terdapat sebuah pagoda setinggi enam lantai.


Yang paling menarik adalah, ada tudung dilantai tertinggi pagoda, membuat orang luar tidak dapat melihat apa yang ada didalamnya.


Tapi jika melihat desain dan bahan yang digunakan oleh banggunan tersebut, Jiang Xia Yan bisa menebak jika dalam pembangunannya membutuhkan dana yang sangat banyak.


“ Tentunya, pemilik Zhentan She ini sangat kaya bahkan tiang penyanggahnya saja bernilai ribuan tael emas….”, batin Jiang Xia Yan kagum.


Wanita sexy tersebut membawa Jiang Xia Yan pada bagian terendah pagoda yaitu lantai bawah pagoda yang merupakan ruangan untuk minum teh.


“ Aku biasa dipanggil Qian Lang…”


“ Bagaimana wanita ini memanggil nona ?....”, ucapnya sopan.


“ Aku dari keluarga Jiang….”


“ Panggil aku nona muda Jiang….”, ucap Jiang Xia Yan datar.


Keduanya terlihat saling mengamati satu sama sama lain dengan intens, berusaha untuk mencari tahu melalui sikap yang terlihat dipermukaan.


Meski Qian Lang cukup tahu seberapa kuat posisi keluarga Jiang di kekaisaran Ming, tapi dia sama sekali tak menyangka jika nona muda mereka mengetahui tentang Zhentan She bahkan bisa menyebutkan kata sandi dengan tepat.


“ Jadi, nona muda Jiang….”


“ Wanita ini tidak yakin….”

__ADS_1


“ Nona mau menjual, atau membeli……”, ucapnya sedikit ragu.


“ Aku mau membeli dan juga menjual….”, ucap Jiang Xia Yan tegas.


“ Membeli dan menjual secara bersamaan !!!....”, batin Qian Lang terkejut.


Selama ini tidak ada yang pernah melakukan dua transaksi sekaligus. Melihat jika nona muda Jiang ini dengan tegas mengatakan hal tersebut, diapun segera mempersilahkannya untuk duduk.


“ Jika begitu, kalau wanita ini boleh tahu, berapa kesepakatan yang ingin nona muda berikan….”, ucap Qian Lang hati – hati.


Melihat nona muda yang ada dihadapannya ini tak sesederhana kelihatannya, maka Qian Lan harus lebih waspada lagi.


“ Kesepakatan yang aku buat terlalu besar dan aku hanya akan membicarakannya dengan tuanmu….”


“ Maka dari itu, minta tuanmu untuk datang….”, ucap Jiang Xia Yan tenang.


Meski Qian Lang sedikit marah karena merasa direndahkan, tapi melihat aura kuta yang terpancar dari tubuh Jiang Xia Yan diapun  merasa sedikit takut.


“ Wanita ini adalah pengawas disini…”


“ Semua transaksi yang terjadi secara alami harus melaluiku…”


“ Tidak perduli seberapa tinggi nilai barangnya…”


“ Wanita ini harus melihatnya terlebih dahulu….”,


Ucapnya tenang tapi ada banyak penekanan disetiap katanya yang menegaskan bahwa Jiang Xia Yan mau tak mau harus berurusan dengannya tanpa harus bertemu dengan tuannya.


“ Ini tidak ada hubungannya dengan uang…”


“ Aku telah mengatakan sebelumnya, hanya tuanmu yang bisa membuat kesepakatan ini…”


“ Aku datang dengan niat baik dan tulus…”


“ Tapi kalian menyambut buruk niat baikku…”


“ Tak kusangkan jika Zhentan She ternyata hanya seperti ini….”, ucap Jiang Xia Yan sarkasme.


Qian Lang belum pernah bertemu dengan gadis muda yang sekasar ini sebelumnya sehingga ekpresi wajahnya pun berubah menjadi lebih dingin daripada sebelumnya.


“ Aku malah merasa nona muda Jiang tidak tulus dalam berbisnis…”


“ Karena nona muda Jiang tidak mempercayaiku maka aku tak ada pilihan lain…”, ucapnya penuh ancaman.


“ Ini berkaitan dengan keluarga Dong…”


" Mengenai hilangnya dua putri keluarga Dong tiga tahun yang lalu....."


“ Jika tuanmu tak berminat….”


“ Aku akan menjualnya ditempat lain….”, ucap Jiang Xia Yan sambil bangkit dari tempat duduknya.


Qian Lang terlihat sangat terkejut dan berusaha untuk menahan agar nona muda Jiang tersebut tidak pergi dari sana.


“ Nona muda Jiang, tunggu sebentar. Aku akan memanggil tuan untukmu….”, ucapnya dan langsung bergegas pergi.


Bagaimana dia tidak terkejut, selama tiga tahun terakhir ini tuan mudanya sudah berusaha keras untuk mendapatkan informasi mengenai dua putri keluarga Dong yang menghilang tanpa jejak tapi samapi sekarang tak ada satupun informasi yang bisa didapatkan.


Dan sekarang, nona muda Jiang ini membawa informasi penting tersebut, tentu saja ini akan menajdi bisnis besar baginya.

__ADS_1


__ADS_2