Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
GALAU


__ADS_3

Dikediaman keluarga kedua, Jiang Yong yang semula berharap suasana hatinya akan membaik setelah pergi ke halaman rumah tangga pertama dan menekan Jiang Xia Yan justru kembali dengan tubuh lunlai.


Beberapa kali hatinya terasa terhantam batu besar setiap mengingat semua perkataan adik ketiganya tersebut.


Sambil menyeret tubuhnya, diapun berjalan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya walau sejenak.


Namun keingginan Jiang Yong ini tampaknya tak akan pernah terwujud begitu suara nyaring ibundanya menghentikan langkahnya.


“ Yong’er….”


“ Apakah kamu benar – benar tak bisa menolong adikmu ?...”, ucap Qianyi menuntut.


Jiang Yong terlihat menggelengkan kepalanya lemah sambil berkata “ Ini agak sulit bu…”


Melihat reaksi sang putra, Qianyi yang emosinya sedang tak stabil tersebut langsung berteriak histeris membuat Jiang Yong semakin pusing dibuatnya.


“ Bagaimanapun caranya kamu harus bisa membantu adikmu ?....”


“ kamu kan memiliki banyak kenalan dipengadilan….”


“ Minta bantuan mereka !!!….”


“ Jangan menjadi bodoh seperti ayahmu !!!....”


“ Sebagai saudara sedarah, hanya kamu yang bisa menyelamatkannya !!!....”,


Qianyi terus mendesak Jiang Yong hingga  membuat pemuda tersebut merasa muak.


“ Aku tahu !!!....”, ucap Jiang Yong dengan nada tinggi karena kesal.


Saat dia mengatakan hal itu, air ludahnya menyembur ke tubuh Qianyi. Jiang Yong juga merasakan kesedihan yang dalam.


Tapi ketika dia terus didesak dan ditekan seperti ini, kekesalan hatinya semakin meningkat apalagi dia baru saja bertemu dengan Jiang Xia Yan yang membuat kepalanya pusing tujuh keliling.


Melihat Jiang Yong seakan tak perduli dengan adiknya membuat Qianyi marah dan diapun semakin keras dalam berbicara.


Mendengar semua ocehan ibundanya, Jiang Yong yang sudah tak kuat lagi akhirnya memilih segera pergi kedalam kamarnya dengan cepat.


Didalam kamar dia kembali terngiang – ngiang ucapan adik ketiganya yang begitu mengena langsung dihatinya.


“ Harus ada sesuatu yang dikorbankan….”


“ Dan kakak tertua harus mau mengorbankan hal itu agar masa depan kakak kedua cerah…”


“ Tapi mengingat jika kakak tertua sangat egosi dia tak akan mau untuk membantu kakak…”


“ Sekarang kakak kedua tinggal memilih….”


“ Masa depan yang cerah tapi harus mengorbankan satu nyawa….”


“ Atau masa depan suram dan satu keluarga hancur….”


“ Untuk keluarga pertamaku, aku tak terlalu pusing karena Yang Mulia masih membutuhkan kedua orang tuaku dan kekuatan militer keluarga Jiang….”


“ Dan untuk keluarga ketiga, paman ketiga akan bisa keluar dari masalah ini segera karena mereka tak terlibat secara langsung…”


“ Tapi, untuk keluarga kedua….”

__ADS_1


“ Apakah masih bisa lolos….”


Kata demi kata yang diucapkan oleh Jiang Xia Yan kembali bergema dikepalanya. Membuat Jiang Yong mulai bimbang akan pilihannya.


Pada awalnya Jiang Yong kembali ke ibukota, bayangan tentang masa depannya yang cerah sudah ada didepan mata.


Apalagi dia yang sudah beberapa tahun ini diam – diam menjadi pendukung pangeran kedua Ming Shin, tentunya jalan karir kedepannya akan semakin mulus.


Tapi siapa sangka, satu persatu kejadian buruk menimpah keluarga kedua hingga harus menyeretnya ikut turun sejauh ini.


Ibunya yang sebelumnya sangat cerdas dan bermartabat menjadi sedikit gila. Sedangkan sang ayah yang lemah sama sekali tak bisa dia harapkan.


Ditambah permasalahan yang dibuat sang adik, bahkan sekarang Jiang Yong yakin jika pangeran kedua Ming Shin juga berpaling darinya karena tak mau terlibat dalam permasalahan ini.


Dan kata – kata yang diucapkan oleh Jiang Xia Yan menjadi benar dihatinya jika perlu adanya pengorbanan dari adik perempuannya agar dia tak ikut tenggelam bersama keluarganya.


Jiang Yong merupakan orang yang egois karena dibesarkan oleh nyomya besar Jiang dan Qianyi yang memiliki karakter hampir sama.


Selama dia bisa memanjat naik keatas, dia tak akan memikirkan hubungan darah jika hal tersebut dianggap tidak menguntungkan.


Tampaknya Jiang Xia Yan cukup memahami hal itu hingga dia bisa menanamkan perasaan benci Jiang Yong terhadap Jiang Xiuying karena dianggap sebagai penghambat karirnya dimasa depan.


Sementara itu dilain tempat setelah kepergian Jiang Yong, Jiang Xia Yan pergi kepenjara untuk menjenguk Jiang Xiuying.


Ketika Jiang Xia Yan mencapai pintu penjara, penjaga disana terlihat sangat terkejut namun dia segera mengembalikan kesadarannya dan mulai beriskap biasa saja.


Melihat hal itu, Yainhang yang mewakili nona mudanya segera melangkah maju kedepan untuk melapor.


“ Nona muda adalah nona muda ketiga dari kediaman keluarga Jiang…”, ucap Yinhang menjelaskan.


Jiang Xia Yan pun segera mengambil token yang diberikan oleh sang kakak untuk ditunjukkan kepada petugas penjara.


Melihat token yang dibawa oleh Jiang Xia Yan, penjaga tersebut langsung menyapa gadis muda yang ada dihadapannya itu dengan sikap hormat.


“ Baik nona muda ketiga Jiang, mari ikuti saya….”, ucap penjaga penjara sopan.


Diapun segera mengantar Jiang Xia Yan untuk masuk kedalam sambil berkata “ Nona muda ketiga tidak perlu merasa khawatir, meskipun nona muda tertua masih dipenjara, begitu kebenaran terungkap, nama nona muda tertua akan langsung dibersihkan….”.


Penjaga itu berpikir jika hubungan antara Jiang Xia Yan dengan Jiang Xiuying pastilah sangat dekat karena hanya gadis muda itu satu – satunya anggota keluarga Jiang yang datang ke penjara.


Dan saat ini dirinya bersikap hormat dan menjamu Jiang Xia Yan dengan baik dnegan harapan dirinya bisa menyenangkan jenderal besar Jiang Shing agar karirnya cerah dimasa depan.


“ Terimakasih….”, ucap Jiang Xia Yan ramah.


Sebelum Jiang Xia Yan turun, penjaga penjara mengingatkan jika dia tak bisa lama berada dibawah karena sebenarnya tidak ada yang boleh berkunjung sebelum proses penyelidikan berlangsung.


Jiang Xia Yan menuruni anak tangga yang lumayan panjang, selanjutnya berjalan menyusuri lorong hingga akhirnya tiba disel paling ujung.


Disana terlihat seorang gadis sedang duduk diatas selimut yang terlihat sangat kotor dan banyak memiliki lubang sobekan didalamnya sambil menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya.


Mendengar ada suara langkah kaki mendekat, diapun mendongakkan kepalanya sambil berguman “ Adik ketiga….”


“ Ya…benar ini aku….”, ucap Jiang Xia Yan yang langsung bergerak mundur menghindari serangan yang tiba – tiba dari Jiang Xiuying.


“ Kamu !!!....”


“ Aku sangat yakin ini pasti ulahmu !!!.....”

__ADS_1


“ Hanya kamu yang memiliki dendam cukup dalam kepada pangeran Ming Qianfan !!!!....”, teriak Jiang Xiuying penuh amarah.


Melihat kakak tertuanya marah, Jiang Xia Yan hanya bisa terkekeh pelan. Dengan senyum mengejek diapun mulai bersuara.


“ Ternyata berada didalam penjara selama beberapa hari membuat kakak tertua menjadi sedikit cerdas….”, ucap Jiang Xia Yan mencemoh.


Api amarah dalam diri Jiang Xiuying semakin berkobar setelah mendengar ucapan merendahkan dari adik ketiganya itu.


“ Begitu ayah dan kakak tertua datang menyelamatkanku….”


“ Maka, kamulah yang akan ada disini !!!...”


“ Dan pada saat itu, aku pastikan kamu akan sangat menderita !!!....”, teriak Jiang Xiuying histeris.


“ Itu jika kamu masih bisa melihatnya….”


“ Tapi hal itu tak akan terjadi….”, ucap Jiang Xia Yan dengan nada meremehkan.


Mendengar hal itu, Jiang Xiuying pun bertambah marah dan dia kembali menunjuk Jiang Xiuying dengan kedua mata melotot “ Kamu !!!.....”.


“ Kamu pikir paman kedua dan Jiang Yong akan datang menyelamatkanmu ?....”


“ Paman kedua sangat takut terlibat jadi dia bahkan tidak akan repot – repot untuk datang mengunjungimu….”


“ Sedangkan kakak kedua, dia memiliki prospek karir bagus dimasa depan….”


“ Tapi masalahmu ini akan menjadi batu sandungan untuknya…”


“ Jadi, apa kamu masih berharap kakak kedua akan datang menyelamatkanmu….”, ucap Jiang Xia Yan memprovokasi.


Jiang Xiuying melototi adik ketiganya dengan penuh amarah. Tapi dalam hati dia membenarkan semua kata yang diucapkan oleh Jiang Xia Yan.


Diantara semua keluarga Jiang, keluarga keduanyalah yang dipenuhi oleh orang – orang egois yang mementingkan keuntungan semata.


Melihat jika dirinya hanyalah hambatan, maka mereka tak akan mungkin bersedia untuk membantunya keluar dari masalah.


Membayangkan anggota keluarganya tiba – tiba Jiang Xiuying teringat ibunya.


Kedua matanya pun langsung berbinar cerah karena yakin ibundanya pasti tak akan diam saja melihatnya kesulitan seperti ini.


“ Ibu….ya, ibu pasti akan menolongku….”, ucap Jiang Xiuying gembira.


“ Aku tahu jika bibi kedua sangat menyayangimu dan memperlakukanmu dengan sangat baik….”


“ Tapi, melihat jika masalahmu ini akan membawa penderitaan kepada adik ketiga dimasa depan apakah bibi kedua masih akan menyelamatkanmu….”


“ Aku juga sangat ingin tahu antara kakak tertua dan adik ketiga kira – kira siapa yang akan bibi kedua pilih untuk diselamatkan….”, ucap Jiang Xia Yan memprovokasi.


Mendengar ucapan Jiang Xia Yan, tubuh Jiang Xiuying pun langsung luruh ditanah dan rasa putus asa kembali memenuhi kedua matanya.


Tampaknya sekarang dia hanya bisa diam menerima semua ketidak adilan ini sendirian tanpa ada satupun keluarga yang bisa membelanya.


Melihat jika mental Jiang Xiuying telah benar - benar hancur, perlahan Jiang Xia Yan pun meninggalkan sel dengan senyum kemenangan.


Bagi Jiang Xia Yan membunuh adalah perkara mudah, tapi melihat kakaknya tersiksa hingga sampai ke titik terendah ini diapun merasa snagat puas.


" Dan aku sekarang tinggal menunggu kakak kedua untuk mengakhiri semuanya....", batin Jiang Xia Yan puas

__ADS_1


__ADS_2