
Pagi yang cerah, semua orang sudah sibuk mengumpulkan benda dan tanaman sesuai dengan gambar yang diberikan oleh Jiang Xia Yan kepada kaisar Ru Xie Chang.
Untuk menghindari kejadian buruk semua orang yang ditugaskan untuk mencari benda – benda tersebut dilengkapi dengan peralatan dan sarung tangan untuk menghindari kecelakaan yang terjadi selama proses pencarian berlangsung.
“ Cukup banyak juga ternyata….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tercenggang.
Setelah mengobati kedua orang tua kaisar Ru Xie Chang, Jiang Xia Yan pun bergegas menuju ruangan dimana semua barang sihir yang dia dapatkan dari ingatan Wuxia dikumpulkan.
Dengan sangat hati – hati, Jiang Xia Yan mulai mengelompokkan barang – barang tersebut dan mengeluarkan sihir yang ada didalamnya.
Yuyun dan beberapa orang kepercayaan kaisar Ru Xie Chang terlihat mulai mengevaluasi sihir yang ada dengan cermat.
Ternyata dari seluruh barang yang dikumpulkan hampir tujuh puluh persen barang mengandung sihir hitam yang mematikan.
Sedangkan sisanya yang tiga puluh persen disinyalir sebagai sihir biasa yang tidak terlalu berbahaya dan bisa dihilangkan dengan cepat.
“ Sebagian barang ini merupakan peninggalan dari tuan besar Ru Tang….”, ucap salah satu anak buah kaisar Ru Xie Chang melaporkan.
“ Jadi, paman kekaisaran ada hubungannya dengan ini semua….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tajam.
Kaisar Ru Xie Chang sama sekali tak menyangka jika paman kekaisarannya akan melangkah sejauh itu hingga mempelajari sihir kuno terlarang yang cukup berbahaya.
“ Jika paman kekaisaran mempelajari sihir kuno terlarang, kurasa dia akan selamat dari pembantaian malam itu….”
“ Lalu, jasad siapa yang aku lihat waktu itu ?.....”, guman kaisar Ru Xie Chang binggung.
Dengan kedua tangannya sendiri kaisar Ru Xie Chang memusnahkan tubuh Ru Tang waktu itu, jadi dia sangat yakin jika paman kekaisarannya itu telah mati.
“ Untuk mengetahui hal tersebut, kita bisa mencoba melacak keberadaannya….”, ucap Jiang Xia Yan menawarkan solusi.
“ Bagaimana caranya ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang sedikit binggung.
Sambil memijit pelipisnya, Kaisar Ru Xie Chang terdiam sesaat memikirkan dimana dia bisa mencari keberadaan Ru Tang.
“ Jika jasadnya telah hancur, apakah mungkin rohnya masih utuh ?….”, guman kaisar Ru Xie Chang sambil mengkerutkan kening cukup dalam.
“ Bisa jadi….”
“ Bukankah itu juga salah satu kekuatan yang bisa dilakukan dengan menggunakan sihir kuno terlarang dimana jiwa kita bisa memasuki tubuh lain yang cocok sebagai penganti jasad kita yang telah musnah….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
__ADS_1
Kaisar Ru Xie Chang membenarkan semua ucapan Jiang Xia Yan. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dia bisa mencari keberadaan jiwa Ru Tang jika dia berada didalam raga yang berbeda.
Setelah berdiskusi mengenai hal ini tiba – tiba Jiang Xia Yan teringat kembali mengenai slide yang ada dalam ingatan Wuzia.
“ Apakah keberadaanku disini juga termasuk salah satu praktek dari sihir kuno terlarang ?....”
“ Jika begitu, apakah Feng Mo Tian dan pangeran kedua Ming Shin juga mengalami hal yang sama…”, batin Jiang Xia Yan gelisah.
Meski tak bisa mendengar semua percakapan yang ada dalam slide memori Wuzia tapi Jiang Xia Yan sangat yakin jika orang yang mirip Feng Mo Tian, pangeran kedua Ming Shin dan Wuzia dimasa lalu terlibat dengan praktek sihir kuno terlarang.
“ Kurasa aku akan menyelidikinya begitu kembali ke kaisaran Ming…..”, batin Jiang Xia Yan penuh tekad.
Jika benar dia, Feng Mo Tian dan pangeran kedua Ming Shin terlibat ini semua maka kuncinya ada di mereka bertiga juga.
“ Apakah kondisi ayahku sudah membaik ?...”, tanya kaisar Ru Xie Chang cemas.
“ Sudah lebih baik dari sebelumnya….”
“ Tapi, beliau masih belum bisa keluar ruangan untuk saat ini karena masih dalam tahap pemulihan….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
Tanpa banyak kata, kaisar Ru Xie Chang pun segera menggandeng tangan Jiang Xia Yan dan membawanya kedalam ruang rahasia untuk menemui kedua orang tuanya.
“ Melihat hubungan keduanya yang begitu dekat kemungkinan besar beliau mengetahui sesuatu….”, ucap Jiang Xia Yan lugas.
Keduanya pun segera mempercepat langkah kakinya menuju ruang rahasia untuk berbicara dengan Ru Qian demi bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai kelompok penganut sihir kuno terlarang.
Didalam ruang rahasia, Ru Qian yang kondisinya sudah mulai stabil terlihat sedang menyalurkan energy spiritualnya kedalam tubuh istrinya diatas batu giok salju.
Jiang Xia Yan dan kaisar Ru Xie Chang langsung duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari posisi giok salju berada, menunggu hingga ayahnya selesai dengan ritual yang sedang dijalaninya.
Begitu selesai, Ru Qian segera menyapa anak semata wayangnya dan mengucapkan terimakasih kepada Jiang Xia Yan karena telah mengobatinya dan sang istri.
“ Ayah….”
“ Apakah ayah tahu jika paman kekaisaran mempelajari sihir kuno terlarang ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang to the point.
Mendengar pertanyaan putra semata wayangnya itu, Ru Qian hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar dan menoleh kepada sang istri meminta persetujuan.
Setelah melihat istrinya menganggukkan kepala perlahan, setelah mengambil nafas dalam beberapa kali Ru Qian pun mulai menceritakan semuanya kepada sang anak.
__ADS_1
Semua orang terlihat serius mendengarkan cerita Ru Qian, bahkan beberapa kali ekspresi terkejut sangat terlihat jelas diwajah kaisar Ru Xie Chang.
Dia sama sekali tak menyangka jika paman kekaisarannya tersebut bisa melakukan semua hal tersebut hanya karena seorang gadis.
“ Apakah gadis itu bernama Han Shuang ?....”
“ Adik perempuan satu – satunya hakim Han Jiang Won dari Qionghe ?....”, tanya Jiang Xia Yan curiga.
“ Bagaimana kamu bisa tahu ?.....”, tanya Ru Qian terkejut.
Mendengar ucapan Ru Qian, Jiang Xia Yan mulai bisa menarik benang merah dari semua peristiwa yang terjadi.
“ Jadi pemusnahan seluruh keluarga hakim Han Jing Won bukan dilakukan oleh kaisar Ming Qin tapi oleh Han Shuang sendiri yang menumbalkan seluruh anggota keluarganya demi menyempurnakan ritualnya…..”, guman Jiang Xia Yan pelan.
Meski sangat pelan, tapi ketiga orang yang berada dalam ruang rahasia tersebut bisa mendengar dengan jelas apa yang gadis itu ucapkan.
“ Jika benar begitu….”
“ Maka itu akan sangat berbahaya….”
“ Apalagi pangeran kedua Ming Shin merupakan kandidat terkuat untuk posisi putra mahkota yang nantinya akan menjadi kaisar dimasa depan…. ”, ucap Jiang Xia Yan tajam.
Wajah semua orang langsung menegang, bagaimanapun sihir kuno terlarang tak boleh berkembang jika tak ingin membahayakan kehidupan umat manusia didunia.
“ Apakah mungkin paman kekaisaran juga berada didalam kekaisaran Ming sekarang?....”, ucap kaisar Ru Xie Chang berspekulasi.
“ Kemungkinan besar hal itu pasti ada….”
“ Tapi, dalam raga siapa jiwa tuan Ru Tang bersembunyi…..”, Jiang Xia Yan berbicara sambil menatap semua orang dengan tajam.
Jika Ru Tang sudah bisa memindahkan jiwanya kedalam raga orang lain bukan tidak mungkin dia akan kembali melarikan diri dengan cara yang sama.
Saat ini yang perlu dicari adalah bagaimana kita bisa mendeteksi keberadaan Ru Tang dan cara menghancurkan jiwanya agar dia tak terus melarikan diri seperti ini.
“ Ru Tang memiliki buku kuning yang disimpan didalam bungkusan kain berwarna merah….”
“ Jika kalian bisa menemukannya, kemungkinan disana ada petunjuk mengenai cara mendeteksi keberadaannya bahkan menghancurkan jiwanya….”, ucap Ru Qian tajam.
Mendengar ucapan sang ayah, kaisar Ru Xie Chang pun segera mengajak Jiang Xia Yan pergi ketempat tinggal sang paman yang telah dia hancurkan.
__ADS_1
Jika benar apa yang dikatakan ayahnya, kemungkinan besar buku tersebut masih berada disana diantara puing – puing reruntuhan.