Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
DALAM GENGGAMAN


__ADS_3

Kaisar Ming Qin sangat dilema sekarang, jika dia membela pangeran MIng Qianfan maka semua orang akan menganggapnya tak bijaksana.


Tetapi jika dia tak membela maka rasa bersalah akan terus mengerogotinya mengingat lagi pangeran MIng Qianfan adalah penyelamat nyawa dirinya beserta ibunya dimasa lalu yang membuatnya memiliki hutang nyawa hingga sekarang.


Meski sedikit binggung dalam mengambil keputusan, akhirnya kaisar mengikuti apa yang Jiang Xia Yan katakan sebelumnya.


Jika mereka berdua memiliki perasaan yang mendalam dan tidak ada paksaan, maka dia tidak akan menghukum atau membela pangeran Ming Qianfan yang bisa membuat banyak orang mempertanyakan kebijakannya.


“ Jadi, wanita muda Jiang yang disebutkan oleh adik kekaisaran ini sebelumnya adalah nona muda tertua Jiang….”


“ Tapi, kalian berdua terlalu berlebihan….”


“ Bagaimana bisa masa depan kalian diawali dengan masalah seperti ini…”


“ Tentu saja kaisar ini merestui dan menganugerahkan pernikahan ini untuk kalian…”, ucap kaisar Ming Qin bijaksana.


Meski takut, tapi ada senyum kelegaan diwajah Jiang Xiuying. Dia merasa jika dia telah mendapatkan tiket emas.


Meski pangeran Ming Qianfan sangat kejam, tapi anak yang ada dalam perutnya adalah garis keturunan keluarga kekaisaran.


Dan tentunya dengan anak ini dia bisa mendapatkan posisi tertinggi apalagi statusnya sebagai istri sah pangeran Ming Qianfan membuatnya menjadi tak tersentuh, hal itu sangat bagus untuk membalaskan sakit hatinya kepada adik ketiganya dimasa depan.


Jiang Xia Yan tersenyum sinis menyaksikan wajah kebahagiaan Jiang Xiuying. Dia bisa membaca dengan jelas apa yang tengah dipikirkan oleh kakak tertuanya itu.


“ Sangat naïf dan bodoh….”, batin Jiang Xia Yan miris karena pemilik tubuh sebelumnya juga sama seperti Jiang Xiuying saat ini.


Jiang Xiuying pun segera berlutut degan wajah ceria berkata “ Berterimakasih atas berkat dari Yang Mulia kaisar dan permaisuri….”


Meski dia tahu betapa buruknya tindakannya kali ini, tapi Jiang Xiuying tetap harus melanjutkan hidupnya.


Dan ini dia anggap lebih baik daripada dia harus masuk dan menjadi istri pajangan didalam keluarga Ciu yang tak terlalu kaya itu.


Pangeran Ming Qianfan terlihat mencengkeram kuat pinggiran kursi yang didudukinya sambil menatap Jiang Xiuying dengan muram.

__ADS_1


Meski dia tak bisa mencapai keingginannya, tapi dia juga tak ingin memperpanjang masalah ini yang terlihat sangat tak menguntungkan baginya.


Dengan wajah merah menahan amarah, pangeran Ming Qianfan pun menangkupkan kedua tangannya dan berkata  “ Berterimakasih kepada kakak kaisar dan kakak ipar kekaisaran karena telah memenuhi permintaan adik ini…”


Sudut bibir Jiang Xia Yan mengait sempurna dan sama sekali tidak ada jejak ketakutan pada saat kedua matanya bertatapan langsung dengan tatapan tajam pangeran Ming Qianfan.


Sepasang mata yang cerah dan jernih tersebut memiliki jejak kegembiraan tapi dalam kegembiraan tersebut tersembunyi keganasan seperti binatang buas yang siap mencabik – cabik mangsanya.


Pertunjukan hari ini bagi Jiang Xia Yan hanyalah hidangan pembuka, sedangkan untuk hidangan utama dan hidangan penutup akan segera gadis itu sajikan secepatnya.


Karena dirinya berani memusnahkan rencana licik pangeran Ming Qianfan tepat didepan wajahnya, tentu saja akan memicu amarah lelaki paruh baya itu kepadanya.


Dan ketika amarah sudah menguasai diri seseorang maka mereka akan dengan mudah orang tersebut untuk membuat kesalahan.


Kesalahan demi kesalahan yang akan dilakukan oleh adik kaisar Ming Qin itu bisa Jiang Xia Yan manfaatkan untuk menghancurkan pangeran Ming Qianfan hingga tak tersisa.


“ Tenang saja pangeran Ming Qianfan, ini hanyalah permulaan saja….”, batin Jiang Xia Yan tersenyum puas.


Semua pangeran langsung terdiam waktu menyadari jika semua hal yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.


Pangeran kedua Ming Shin terlihat berpikir sangat dalam mengenai pertikaian antara Jiang Xia Yan dan paman kekaisarannya itu.


Meski dia sangat yakin jika pangeran Ming Qianfan tak akan melepaskan Jiang Xia Yan dengan mudah setelah apa yang terjadi malam ini.


Tapi dia juga sangat yakin jika nona muda ketiga Jiang itu juga bukanlah lawan yang mudah untuk dia hadapi.


“ Siapa orang yang ada dibalik semua tindakannya ini ?.....”, batin pangeran Ming Shin penuh tanya.


Meski ada Jiang Shing, tapi pangeran Ming Shin merasa jika bukan jenderal besar itu yang ada dibalik semua tindakan yang dilakukan oleh putrinya beberapa waktu terakhir ini.


Saat fokus memikirkan semuanya, tatapan mata pangeran kedua Ming Shing tak sengaja bertemu dengan sorot tajam selir Nuwa.


Pangeran kedua Ming Shin terlihat mengangguk sekilas setelah berkomunikasi dengan sang ibunda melalui sorot mata yang dilayangkan keduanya.

__ADS_1


Tindakan kecil pangeran Ming Shin yang tak terlihat oleh yang lainnya itu ternyata ditangkap dengan jelas oleh Han Shan Yang yang duduk tak jauh dari tempat para pangeran berada.


“ Kurasa, pangeran kedua Ming Shin ini tak sesederhana kelihatannya….”, batin Han Shan Yang bermonolog.


Setelah peristiwa besar tersebut, kaisar Ming Qin segera menghempaskan lengan bajunya dan pergi meninggalkan perjamuan dengan wajah gelap.


Begitu juga dengan permaisuri yang mengikuti langkah sang suami dengan alasan dia sudah sangat lelah dan ingin beristirahat dengan cepat.


Setelah kepergian keduanya, satu persatu selir dan para pangeran pun mulai meninggalkan aula pesta dan kembali ke istananya masing – masing.


Semua tamu yang melihat sudah tak ada lagi yang perlu mereka tunggu diperjamuan, maka satu persatu para pejabat dan jenderal pun ikut meninggalkan aula pesta  termasuk seluruh keluarga Jiang yang benar – benar menjadi bintang malam ini.


Xiao Mei keluar sambil mengenggam tangan putrinya dengan erat. Keputusannya dan suami untuk menetap didalam ibukota selama enam bulan kedepan atas permintaaa Jiang Xia Yan dianggap tepat.


Melihat apa yang terjadi antara pangeran Ming Qianfan dengan Jiang Xiuying, jenderal wanita itu merasa jika ibukota sama berbahayanya dengan medan perang yang selama ini dia masuki.


Begitu juga dengan Jiang Shing, meski kali ini putrinya bisa lolos dari jeratan pangeran Ming Qianfan tapi dia masih memiliki firasat jika adik kaisar Ming Qin tersebut tak akan melepaskan putrinya begitu saja.


Sebagai lelaki dewasa, tatapan tajam yang dilayangkan oleh pangeran Ming Qianfan terhadap sang putri bukanlah tatapan kekaguman biasa, tetapi lebih kepada perasaan ingin memiliki yang membuat jenderal besar Jiang itu semakin waspada.


“ Mulai sekarang, jaga adikmu dengan baik….”, bisik Jiang Shing kepada putranya sebelum keduanya menaiki kuda yang akan membawa mereka pulang.


Jiang Chen memacu kudanya dengan garang, sorot matanya tajam dan penuh kebencian. Dia kembali mengingat peristiwa tadi didalam istana.


Seandainya keberuntungan tidak memihak adiknya, mungkin yang akan berada di tangan pangeran Ming Qianfan saat ini adalah Jing Xia Yan.


Dia sangat tahu siapa dan bagaimana perilaku buruk dan tercela serta menjijikkan pangeran Ming Qianfan tersebut.


Sebagai seorang kakak, tentunya dia akan melindungi sang adik semata wayangnya itu dari binatang buas penuh nafsu yang terus mengintai.


“ Aku akan mencabik – cabik tubuhnya dengan kedua tanganku sendiri jika sampai dia berani menyentuh Yan’er….”, batinnya penuh tekad.


Jiang Chen sama sekali tak takut jika nantinya dia akan langsung berhadapan dengan keluarga kekaisaran karena berani menyentuh pangeran Ming Qianfan.

__ADS_1


Karena baginya keluarganya terutama sang adik adalah permata berharga yang harus dia jaga dan lindungi dengan baik.


__ADS_2