Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
KECEWA


__ADS_3

Udara dingin, mulai menyambut datangnya musim dingin didalam ibukota tampaknya tak berpengaruh didalam keluarga besar Jiang, terutama dihalaman keluarga pertama Jiang.


Saat ini hati ketiga anggota keluarga yang baru saja datang dari medan perang ini sangat panas, bagaikan kobaran api yang besar dan siap menghanguskan siapa saja yang datang mendekat.


Permata yang mereka jaga dan harapkan selalu bersinar kali ini benar – benar redup dan hampir saja kehilangan nyawanya seandainya saja mereka tidak datang tepat waktu.


Selama ini mereka mengira jika sang putri dibesarkan dengan baik oleh seluruh anggota keluarga Jiang seperti apa yang terlihat dipermukaan setiap kali mereka pulang.


Nyatanya, gadis itu tampaknya harus menelan kepahitan setiap saat tanpa ada kedua orang tua dan saudara yang mendukungnya.


“ Setelah kejadian ini, aku sudah tidak percaya lagi dengan mereka….”, ucap Xiao Mei tajam.


Sebagai jenderal perempuan yang buas dimedan pertempuran sebenarnya Xiao Mei sudah mencium gelagat aneh ini sejak lama.


Tapi karena suaminya sangat mempercayai kedua adiknya dan ibu tirinya serta Jiang Xia Yan yang tak pernah mengeluh apapun kepadanya, membuat kecurigaan wanita tersebut hanyalah sesuatu yang tak beralasan.


Hingga akhirnya dia mencoba berbesar hati untuk menghapus semua keraguan yang mendera hatinya selama ini.


“ Lin…jaga Yan’er untukku….”, perintah Xiao Mei tajam.


Lin mengangguk patuh, bagaimanapun Xiao Mei adalah pahlawan yang telah menyelamatkan nyawanya dulu sewaktu kecil dan membawanya kedalam kediaman sebagai teman putrinya.


Atas kebaikan nyonya pertama Jiang inilah Lin bersumpah akan melindungi nona muda ketiga meski nyawa sebagai taruhannya.


Dan hari ini, dia cukup senag karena pada akhirnya keluarga pertama bisa melihat dengan jelas bagaimana sikap buruk seluruh keluarga besar Jiang terhadap nona mudanya selama ini.


Didalam aula kediaman utama, pesta masih belum juga usai. Dengan langkah tegap dan wajah penuh amarah ketiganya kembali masuk kedalam untuk menginterogasi mereka atas nasib buruk yang menimpa putri mereka.


“ Aku menitipkan Yan’er kepada kedua adik ipar dengan harapan bisa menjaga dan membantunya….”


“ Tapi tampaknya tidak demikian….”


“ Jika bukan karena aku dan suamiku kembali tepat waktu….”


“ Aku khawatir Yan’er akan mati didalam lautan api tanpa diketahui oleh siapapun…”, ucap Xiao Mei sinis.


Meihat topeng semua anggota keluarga Jiang sudah mulai terbuka, sambil bersendekap Xiao Mei tertawa terbahak – bahak.


Mentertawakan kebodohannya mempercayai para serigala berbulu domba yang selama ini tinggal bersama putrinya.

__ADS_1


“ Kakak ipar…”


“ Bukan seperti itu…”


“ Kakak ipar terlah salah paham….”


“ Aku sudah memanggil penjaga untuk memadamkan apinya….”, ucap Ruo Xinxin gugup.


“ Lalu, kenapa Yan’er berada didalam aula leluhur sendiri sedangkan kalian asyik berpesta disini ?….”,ucapan Xiao Mei semakin sengit dan sinis membuat tubuh semua orang membeku seketika.


“ Itu…karena nona ketiga ingin berdoa sendirian diaula leluhur…”, ucap Ruo Xinxin beralasan.


“ Berdoa pada saat ulang tahun nyonya besar Jiang ?....”


“ Terkunci sendirian didalam aula dengan penjagaan yang ketat…”


“ Apa kamu anggap aku bodoh….”, teriak Xiao Mei mulai tak sabaran


“ Dan lagi, aku mendengar jika kalian memaksakan pernikahan ?....”


“ Dikurung dan dipaksa menikah…”


Aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Xiao Mei membuat Ruo Xinxin tak bisa lagi berkelit. Dia seolah kehabisan kata – kata.


“ Jika sampai hal buruk ini membuat Yan’er menderita, lihat saja bagaimana aku akan membalas dendam pada kalian semua !!!....” , Teriak Xiao Mei dalam satu tarikan nafas dengan tatapan tajam yang membunuh.


Ucapan keras Xiao Mei tentu saja tidak hanya membuat seluruh keluarga Jiang gemetar tapi juga para tamu yang hadir ikut merasakan aura mencekam yang ada disana.


Meski mereka tidak terlibat secara langsung dengan permasalahan yang ada, tapi melihat api kemarahan disorot mata “ iblis wanita”, julukan untuk Xiao Mei dimedan perang membuat nyali semua orang menciut.


Ternyata bukan hanya Xiao Mei yang sangat marah, Jiang Shing yang biasanya hanya diam kali ini ikut bersuara dan menginterogasi kedua adik tirinya.


Jiang Quon sangat terkejut waktu kakak pertamanya menyebutkan tentang pertukaran pernikahan.


Dia sama sekali tak menyangka jika istrinya kembali membuatnya masuk dalam masalah dengan rencana bodohnya itu.


“ Sial !!!...”


“ Qianyi ini benar – benar membuatku sangat kesal !!!...”

__ADS_1


“ Lihat saja, bagaimana aku mendisplinkanmu nanti !!!...”, batin Jiang Quon geram.


Jiang Quon masih tak habis pikir bagaimana bisa istrinya itu ingin menukar pernikahan Jiang Xia Yan dengan Huang Yi dengan pernikahan Jiang Xiuying dengan Ciu Lang


Jika sampai kelurga besar Huang mengetahui jika mereka telah dijebak karena putrinya sudah tak murni lagi, bukankah itu akan menambah masalah baru untuknya.


“ Dasar waniat tak berguna !!!....”, Jiang Quon terlihat kesal waktu memikirkan lagi mengenai kebodohan istrinya itu.


Nyonya besar Jiang yang melihat kedua putranya diinterogasi oleh Jiang Shing merasa tak terima dan berusaha untuk menegurnya.


Mengingat keduanya tak memiliki hubungan darah dan hubungan yang baik selama ini, jadinya nyonya besar Jiang meluapkan ketidak senangannya selama ini secara langsung kepada anak tirinya itu.


“ Jadi, kalian pikir karena aku tak ada di ibukota sehingga kalian semua bisa menganggu Yan’erku sebanyak kalian suka….”


“ Hari ini, aku Jiang Shing akan meletakkan kata – kataku disini…”


“ Aku pastikan akan menyelidiki masalah ini sampai ke akar – akarnya….”


“ Dan aku, akan menghukum siapa saja yang terlibat dengan balasan yang setimpal….”


" Meski itu adalah keluargaku sendiri.....", ucap Jiang Shing dengan sorot mata tajam.


“ Hari ini seharusnya menjadi ulang tahun ibu, tapi putra ini tidak berbakti dan tidak bisa melihat Yan’er terperangkap dalam kobaran api dan seolah – olah tidak melihat apa – apa jadi aku minta maaf….”, setelah mengatakan ucapan kejam tersebut, Jiang Shing langsung pergi dari dalam aula tanpa lagi memandang wajah semua orang diikuti oleh istri dan anak sulungnya.


Nyonya besar Jiang hanya bisa terpaku dilantai mendengar ucapan kasar anak tirinya tersebut. semua orang baru bisa bernafas dengan lega waktu ketiganya sudah meninggalkan ruangan pesta.


Malam yang seharusnya ceria berubah menjadi muram dan mencekam seiring kejadian demi kejadian tak terduga datang.


Nyonya besar Jiang yang selama ini selalu mendapatkan pujian dari semua orang malam ini harus rela kehilangan muka setelah topengnya terbuka.


Ucapan Jiang Shing membuat semua orang mulai berspekulasi apa yang akan jenderal besar itu lakukan terhadap keluarganya.


Apapun itu, dampaknya akan sangat tidak baik bagi keluarga besar Jiang karena bagaimanapun Jiang Shing adalah roh keluarga tersebut.


Jika roh tersebut menghilang, maka kebesaran keluarga Jiang tidak akan ada artinya dimata semua orang karena yang membuat mereka dihormati adalah jasa – jasa Jiang Shing di medan pertempuran.


“ Gadis itu sangat cermat dan sudah memperhitungkan semuanya dengan detail…..”


“ Meski tindakannya terlihat sembrono…”

__ADS_1


“ Tapi dia cukup cerdas dan kejam….”, Feng Mo Tian tersenyum licik begitu mendengar kabar yang dibawa oleh Tian Wan untuknya.


__ADS_2