Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
PUAS


__ADS_3

Jiang Xia Yan pada akhirnya memutuskan untuk membawa serta Feng Mo Tian ke kekaisaran Ru melalui teleportasi bersama dengan Yuyun.


Gadis itu sangat berharap jika disana mereka bisa memecahkan teka – teki mengenai dua buku sihir yang dimiliki oleh Feng Mo Tian karena ada beberapa orang yang memiliki tingkatan ilmu sihir yang lumayan tinggi meski masih berada dibawa kaisar Ru Xie Chang.


Setidaknya, dengan adanya banyak kepala maka bisa dicari solusi yang tepat karena Jiang Xia Yan merasa jika Ming Ming lebih sulit dihadapi dibandingkan dengan Ru Tang.


Kaisar Ru Xie Chang tersenyum lebar dan merasa bahagia waktu melihat Jiang Xia Yan datang untuk menemuinya didalam istana.


Namun senyum itu langsung memudar begitu dia melihat Feng Mo Tian berjalan disamping Jiang Xia Yan dan Yuyun dibelakangnya.


“ Untuk apa kamu ajak kucing liar ini kemari ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang tak senang.


“ Aku membawanya karena dia memiliki sesuatu yang mungkin bisa membantu kita untuk menghancurkan Ru Tang dan Ming Ming….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.


“ Apa yang bisa dibantu oleh lelaki lemah seperti dia….”, kaisar Ru Xie Chang berbicara dengan nada mencibir dan tatapan merendahkan.


Melihat hal tersebut tentu saja Feng Mo Tian merasa sangat aneh karena mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi kaisar Ru Xie Chang terlihat sangat tak senang dengannya.


“ Kenapa kaisar Ru Xie Chang terlihat memusuhiku ?...”


“ Apa ini karena….”, Feng Mo Tian terlihat melirik sekilas kearah Jiang Xia Yan.


Feng Mo Tian yang bisa membaca pikiran orang lain hanya bisa berdecak kesal waktu melihat apa yang kaisar Ru Xie Chang pikirkan waktu menatap lembut karah Jiang Xia Yan.


Melihat bagaimana interaksi keduanya yang terlihat sangat akrab Feng Mo Tian pun tersenyum sinis dan api cemburu dalam hatinya perlahan mulai menyala.


Kaisar Ru Xie Chang yang melihat tatapan cemburu Feng Mo Tian segera mengandeng tangan Jiang Xia Yan dengan erat sambil membawanya masuk kedalam ruang kerjanya.


Mengingat waktu mereka tak banyak, Feng Mo Tian pun tak lagi menanggapi sikap provokatif yang ditujukan oleh kaisar Ru Xia Chang kepadanya.


Diapun segera mengeluarkan dua buku bersampul kuning yang dia ambil dalam ruang pribadi pangeran Ming Qianfan.


Satu buku telah berhasil Feng Mo Tian dan Jiang Xia Yan artikan meski tak secara keseluruhan. Namun  satu buku lagi dipenuhi dengan symbol – symbol aneh yang tidak bisa mereka baca dan terjemahkan.


Melihat symbol – symbol tersebut, kaisar Ru Xie Chang langsung memanggil bawahannya yang ahli dalam memcahkan symbol bermantra sihir.


Begitu kedua anak buahnya datang, mereka segera merapalkan mantar dan mulai menelisik isi yang ada dalam buku tersebut.


“ Yang Mulia…”


“ Simbol ini hanya bisa dibuka oleh batu permata hitam yang bisa menterjemahkan peta yang dibawa oleh nona muda Jiang beberapa waktu yang lalu….”, ucap keduanya serentak.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Jiang Xia Yan pun segera mengeluarkan batu permata hitam dari kotak penyimpanannya.


Begitu batu tersebut diletakkan dicekungan yang ada disampul buku tiba – tiba saja keluar cahaya yang sangat terang dan masing – masing halaman bukupun mulai terlihat tulisan serta gambar – gambar yang terlihat hidup.


Melihat hal tersebut tiba – tiba kepala Feng Mo Tian berdenyut sangat keras hingga membuat pemuda tersebut hampir jatuh sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


Yuyun yang berada dibelakang Feng Mo Tian langsung membantu lelaki itu untuk duduk. Satu persatu ingatan masa lalu mulai muncul didalam benaknya.


Ingatan yang semakin lama semakin jelas tersebut seperti apa yang beberapa waktu terakhir sering dia impikan setiap malam.


Jiang Xia Yan yang melihat hal tersebut sedikit mengkerutkan kening sambil berguman “ Apa ingatan masa lalunya kembali hadir ?....”


“ Ingatan masa lalu ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang dengan tatapan penuh selidik.


“ Aku, Feng Mo Tian dan Ming Ming sepertinya memiliki hubungan dimasa lalu yang belum terselesaikan….”


“ Meski kami sudah mengalami reinkarnasi beberapa kali….”


“ Tapi selama hal tersebut belum diselesaikan dengan baik maka kami bertiga akan terus terhubung….”


“ Maka dari itu aku membawanya kesini….”


“ Selain memiliki petunjuk, mungkin disini Feng Mo Tian bisa mengingat jelas tentang masa lalunya yang tidak terlalu jelas dia ingat….”, Jiang Xia Yan terlihat menjelaskan sambil menatap Feng Mo Tian dengan cemas.


“ Apa ingatan masa lalumu sudah jelas….”, kaisar Ru Xie Chang terlihat sangat penasaran akan jawaban Jiang Xia Yan kepadanya.


Mendengar pertanyaan kaisar Ru Xie Chang tiba – tiba saja ekpresinya berubah dan kilatan penuh kebencian terlihat jelas dikedua mata Jiang Xia Yan.


Membuat semua orang bergidik ngeri, apalagi suhu didalam ruangan yang tiba – tiba menurun secara drastis akibat pertanyaan tersebut.


“ Kematian yang menyakitkan dan pengkhianatan….”, Jiang Xia Yan berkata sambil mengertakkan giginya dengan keras.


Seolah dia ingin mencabik – cabik tubuh Ming Ming saat ini juga membalaskan dendam akan perlakuan lelaki itu terhadap Wuzia dalam kehidupannya dimasa lalu.


Ingatan masa lalu Feng Mo Tian yang berangsur – angsur menghilang membuat pemuda itu kembali tersadar dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.


Diapun bergegas menuju meja dan membuka perlahan buku yang ada disana, berusaha untuk mencocokkan dengan beberapa peristiwa yang baru saja dilihatnya.


“ Jadi seperti itu….”, Feng Mo Tian berguman sambil tersenyum puas.


Melihat jika Feng Mo Tian tampaknya telah menemukan solusi dari permasalahan yang ada, Jiang Xia Yan pun meminta pemuda itu untuk segera menjelaskan dengan seksama kepada semua orang dengan harapan semuanya bisa terselesaikan dengan cepat.

__ADS_1


Semua orang terlihat menyimak dengan seksama semua penjelasan yang diberikan Feng Mo Tian untuk bisa menghancurkan tubuh Ru Tang dan Ming Ming agar tak bisa menari inang baru untuk jiwanya.


" Jadi maksudmu, Ming Ming adalah Bai Zheng ?....", tanya Jiang Xia Yan terkejut.


" Itu benar...."


" Dan hanya kita berdua yang bisa membinasakannya....", ucap Feng Mo Tian menjelaskan.


Sekarang Jiang Xia Yan mulai mengerti kenapa Wuzia menyuruhnya untuk membalaskan dendam kepadanya karena jiwa lelaki itu masih berkeliarah didunia.


" Aku juga akan membatumu...."


" Bertiga lebih baik...."


" Apalagi kekuatanku masih lebih tinggi jika dibanding dengan kalian....", ucap kaisar Ru Xie Chang congkak.


Kaisar Ru Xie Chang jelas tak akan membiarkan Feng Mo Tian bisa lebih dekat dengan gadis yang dia cintai dengan misi ini sebagai alasan.


Feng Mo Tian yang melihat sikap kompetitif yang ditunjukkan oleh kaisar Ru Xie Chang hanya bisa berdecak kesal,


Namun karena dia tak ingin membuat keributan maka semua amarah yang Feng Mo Tain rasakan hanya bisa dia pendam sampai misi ini berakhir.


Sementara itu didalam istana kekaisaran Ming, semua pejabat yang diperiksa dan kedapatan korupsi serta menyalahgunakan perintah kaisar dimasukkan kedalam penjara dan dihukum berat.


Akibat permasalahan tersebut, kondisi kaisar Ming Qin juga dikabarkan mulai memburuk terutama hatinya yang terasa sangat sakit waktu mengetahui wanita yang dicintainya berselingkuh.


Meski dia terus menyiksa selir Hien diistana dingin, namun hal itu masih belum juga bisa meredam amarah dan sakit yang ada dalam hatinya.


Tentu saja kondisi kaisar Ming Qin yang lemah ini dipergunakan dengan sebaik – sebaiknya oleh permaisuri Yihua untuk lebih dekat dengan suaminya sambil membisikkan kata – kata manis yang mengandung racun agar putranya bisa segera diangkat menjadi putra mahkota.


“ Yang Mulia, bukankah sudah waktunya untuk mengisi kursi putra mahkota sekarang agar bisa meringakan beban anda sedikit….”, ucap permaisuri Yihua sambil memijat kaki kaisar Ming Qin dengan suara lembut.


Meski kaisar Ming Qin berusaha untuk terus menghindar, tapi menyadari jika kondisi tubuhnya tak sekuat dulu maka diapun mulai memikirkan perkataan permaisuri Yihua.


“ Tunggu keadaan reda dulu baru aku akan mengangkat pangeran pertama menjadi putra mahkota….”, ucap kaisar Ming Qin datar.


Mendengar hal tersebut tentu saja permaisuri Yihua sangat bahagia karena pada akhirnya putranyalah yang akan menduduki posisi tersebut meski sebenarnya itu sudah seharusnya menjadi milik pangeran Ming  Zheting sejak kecil karena dia lahir dari istri sah kaisar.


“ Pangeran Ming Zheting pastinya tak akan pernah mengecewakan Yang Mulia….”


“ Meski kondisi pangeran pertama tak begitu baik, namun pangeran pertama memiliki pemikiran yang mendalam dan tegas….”, ucap permaisuri Yihua sedikit berhati – hati.

__ADS_1


Melihat suaminya mulai menutup mata, permaisuri Yihua pun perlahan menyelimuti tubuh kaisar Ming Qin dengan selimut sebelum meninggalkan kamar dengan perasaan puas.


__ADS_2