Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
GONCANGAN RUMAH TANGGGA KETIGA


__ADS_3

Pagi yang cerah brung – burung terlihat terbang bebas kesana kemari untuk mencari makanan dan tak sedikit dari mereka yang bergerombol disebuah dahan dan memberikan nyanyian selamat pagi.


Namun kecerian dan kegembiraan tersebut sama sekali tak berpengaruh pada keluarga ketiga Jiang.


Jiang Xialun terlihat snagat marah waktu ibunya mengatakan jika dia memiliki janji pernikahan dengan tuan muda kedua Shu.


Bagaimana tidak marah, Jiang Xialun selama ini sudah menolak beberapa tuan muda yang disodorkan kepadanya oleh nyonya besar Jiang dan tetap teguh untuk menunggu pangeran kedua Ming Shin melamarnya.


Tiba – tiba tanpa meminta pendapatnya, Jiang Yu langsung menetapkan pernikahan dengan tuan muda kedua keluarga Shu.


Ibunya yang selama ini terlihat mendukungnya juga dibuat tak berdaya hingga pada akhirnya menyerah dan menuruti keingginan ayahnya tersebut.


Hari ini Jiang Yu pulang cepat karena nyonya besar Jiang mengatakan jika dia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan putra bungsunya itu.


Setelah pertemuan yang dia rencanakan gagal, kali ini nyonya besar Jiang menjalankan rencananya dengan sangat hati – hati.


Bahkan dia juga tak membicarakan mengenai kedatangan nona muda keempat Mo kepada siapapun termasuk pelayan pribadinya agar informasi tersebut tidak bocor.


Jiang Yu yang baru saja datang langsung menuju kediaman utama tanpa masuk kehalaman rumahnya untuk segera menemui sang ibu.


Melihat sang ibu sedang ada tamu, Jiang Yu yang pada awalnya ingin mengundurkan diri dan datang lagi nanti segera ditahan tangannya oleh nyonya besar Jiang hingga membuatnya terpaksa duduk.


Jiang Yu menyesap teh yang ada dihadapannya sambil berbincang lembut dengan sang ibu.


Tak lama kemudian nyonya besar Jiang pun meninggalkannya bersama tamunya seorang wanita muda yang tadi nyonya besar Jiang jamu.


Diam – diam Jiang Yu mulai memperhatikan wanita muda cantik yang ada dihadapannya itu. Jika melihat pakaiannya, meski sederhana dia bisa tahu jika latar wanita muda ini pasti tak biasa.


Wanita muda yang ada dihadapannya itu dia perkirakan berusia dua puluh tahunan. Dia memiliki penampilan yang lembut, anggun, dan yang paling penting ada aura terpelajar yang kental disekeliling tubuhnya.


Dalam sekali pandang, Jiang Yu bisa menebak jika wanita muda cantik itu dibesarkan dalam keluarga sastrawan dan terlihat sangat terpelajar.


Dan ketika keduanya berbicara mereka seperti menemukan kesamaan dan memiliki banyak topik untuk dijadikan bahan pembicaraan sehingga tak ada habisnya.


Bahkan sesekali Jiang Yu tersenyum lebar jika ada hal yang dianggap lucu atau sangat menarik. Nyonya besar Jiang yang melihat pemandangan tersebut tersenyum puas.


Pada akhirnya dia bisa meningkatkan derajat keluarganya setelah tenggelam ketika Jiang Shing memilih melepaskan diri dari kediaman keluarag besar Jiang.


Bukan hanya bisa menaikkan derajat keluarga besar Jiang, kehadiran Mo Lian juga dapat menjadi angin segar untuk Jiang Yu mendapatkan pewaris yang tak bisa diberikan oleh Ruo Xinxin.

__ADS_1


“ Seharusnya aku lebih cepat mengambil langkah seperti ini sebelumnya….”, guman nyonya besar Jiang puas.


Tak ingin menganggu kebersamaan keduanya, nyonya besar Jiang pun pergi kedalam ruang pribadinya dan mengistruksikan kepada para pelayan agar jangan sampai membiarkan siapapun menganggu pertemuan tersebut termasuk Ruo Xinxin.


“ Senang berbincang dengan tuan ketiga….”


“ Tapi mengingat sebentar lagi hari menjadi gelap maka saya pamit undur diri….”, ucap Mo Lian dengan suara lembut yang menyejukkan hati.


“ Jika begitu, saya akan mengantar nona muda Mo Lian sampai ke kediaman Mo….”, ucap Jiang Yu tersenyum lebar.


Mo Lian yang pada awalnya merasa keberatan, tapi karena didesak terus oleh Jiang Yu pada akhirnya tak bisa menolak dan menerima tawaran baik tuan ketiga Jiang tersebut dengan hati gembira.


Ruo Xinxin terlihat sangat cemas dihalamannya setelah mendengar suaminya sudah kembali ke kediaman.


Tapi setelah cukup lama dia menunggu Jiang Yu sama sekali tak terlihat memasuki halaman rumah tangga ketiga membuat hatinya gelisah.


Diapun segera menyuruh pelayannya untuk mencari tahu kenapa suaminya tersebut hingga saat ini belum tiba dihalaman keluarga ketiga..


“ Ren An….”


“ Apa yang kamu dapatkan, cepat beritahu….”, ucap Ruo Xinxixn tak sabaran.


Mendapatkan pelotototan tajam, Ren An pun segera melaporkan semua informasi yang bisa dia dapatkan dari pelayan kediaman utama.


“ Tapi…..”, Ren An sedikit menghentikan perkataannya sedikkit takut.


“ Tapi apa Ren An….”


“ Cepat jelaskan….”, ucap Ruo Xinxin sambil menguncang tubuh Run An dengan kencang.


“ Tadi….”


“ Tadi saya melihat tuan ketiga keluar dari kediaman utama bersama seorang wanita muda…”


“ Dan tak lama tuan muda terlihat memasuki kereta kuda kediaman ketiga bersama wanita muda tersebut….”


“ Saya rasa….”


“ Saya rasa tuan ketiga mengantarkan wanita muda tersebut pulang….”, ucap Ren An dengan wajah menunduk ketakutan.

__ADS_1


Seperti dugaannya, setelah mendengar ucapannya Ruo Xinxin langsung berteriak penuh amarah. Diapun segera mengepalkan kedua tangannya dengan kedua mata melotot tajam.


“ Dasar wanita tua terkutuk !!!....”


“ Beraninya dia membawa j****g itu untuk menemui suamiku !!!....”, Ruo Xinxin mengumpat dan berteriak penuh amarah.


Ren An dan dua orang pelayan yang sedang bersama Ruo Xinxin hanya bisa menunduk dengan tubuh gemetar melihat kemarahan majikannya.


Sementara itu, Jiang Yu yang sudah kembali dari mengantar Mo Lian terlihat senyam – senyum sendiri mengingat kebersamaannya dengan nona muda keempat keluarga Mo tersebut.


Sementara itu dilain tempat, Jiang Xialun yang kecewa dengan keputusan kedua orang tuanya yang akan menikahkan dirinya dengan tuan muda kedua keluarga Shu terlihat mengurung diri didalam kamarnya.


“ Aku harus memikirkan cara untuk lepas dari pernikahan bodoh ini….”, guman Jiang Xialun resah.


Setelah memikirkan matang – matang diapun segera memanggil pelayan pribadinya untuk membelikannya sesuatu dibalai obat.


“ Pastikan tidak ada yang tahu mengenai masalah ini…”


“ Jika tidak, aku akan langsung menjualmu kerumah bordil…..”, ucap Jiang Xialun mengancam.


Pelayan tersebut segera beranjak pergi dengan ketakutan. Meski Jiang Xialun terlihat sangat lembut diluaran seperti nyonya ketiga.


Tanpa banyak orang tahu gadis itu ternyata juga sama kejamnya dengan sang ibu yang akan melakukan hal keji jika ada yang berani menentang perintah dan menghalangi jalannya.


Jiang Xia Yan yang mendengar dari Chyou jika pelayan nona muda kedua Jiang membeli obat pembangkit gairah terlihat sangat bersemangat.


“ Ternyata kakak kedua sudah tak sabar ingin naik keatas ranjang pangeran kedua Ming Shin….”, guman Jiang Xia Yan sinis.


Jiang Xia Yan yang mendapatkan kabar jika pangeran kedua Ming Shin akan mengadakan pertemuan tertutup besok dengan para pengikutnya, dia merasa kakak keduanya itu akan melaksanakan rencananya besok malam ketika pertemuan tertutup tersebut selesai dilaksanakan.


Seperti yang Jiang Xia Yan ketahui, Jiang Xialun akan selalu memberikan pangeran kedua Ming Shin masukan setelah pertemuan berlangsung.


Dan dia rasa waktu tersebutlah yang akan Jiang Xialun gunakan untuk melaksanakan rencana busuknya untuk menjebak pangeran kedua Ming Shin agar mau menikahinya.


“ Jika begitu, maka kita akan mempermudah rencananya tapi tentunya harus menggunakan tangan orang lain…..”


“ Usahakan nona muda pertama perdana menteri Song Noywen mengetahui rencana Jiang Xialun….”


“ Untuk selanjutkan, biarakan Song Noywen yang membereskan Jiang Xialun….”

__ADS_1


“ Kita hanya perlu menonton saja dari kejauhan…..”, ucap Jiang Xia Yan tersenyum lebar.


Dalam ingatan sang pemilik tubuh Jiang Xia Yan sangat tahu bagaimana kejamnya Song Noywen dalam menyingkirkan musuh – musuhnya karena dia juga menjadi salah satu korban kekejian wanita muda itu dalam kehidupan sebelumnya.


__ADS_2