
Sepeninggalan Qian Lang, Jiang Xia Yan pun mulai menyesap teh dalam cangkir kecil yang ada dihadapannya itu sambil mengamati keadaan sekitarnya.
.
“ Perfect….”
“ Ternyata pemilik Zhentan She ini tahu bagaimana cara menikmati teh…”, guman Jiang Xia Yan puas.
Sentuhan dupa yang ringan di udara dan teh premium yang diminumnya membuat tubuh Jiang Xia Yan menjadi lebih rileks dan pikiranpun menjadi tenang dibuatnya.
“ Kurasa, aku harus menyuruh Lin untuk menyediakan teh jenis ini dikediaman ….”, batin Jiang Xia Yan bermonolog
Industry yang dijalani oleh Zhentan She adalah jual beli informasi, ketika penjual dan pembeli dipertemukan maka kesepakatan bisnis akan dianggap berhasil.
Dan kasus mengenai keluarga Dong adalah sebuah kasus fenomenal yang pernah ada di kekaisaran Ming selama tiga tahun terakhir ini tanpa adanya perkembangan yang berarti.
Keluarga Dong dari provinsi Xining yang tak jauh dari ibukota memiliki dua orang putri yang sangat cantik dan berbakat.
Dengan penampilan serta kemampuan yang mereka miliki tersebut, jika memasuki istana maka keduanya akan memiliki kesempatan untuk menjadi putri mahkota yang di masa depan bisa menjadi permaisuri.
Selain sebagai keluarga kaya diprovinsi Xining, mereka juga memiliki status yang diperhitungkan di dunia petarung (ahli kultivasi ) yang memiliki banyak pendukung.
Siapa yang sangka meski dengan kekuatan tersebut mereka nyatanya kehilangan dua putri yang sangat mereka sayangi dibawah mata mereka pada saat perayaan musim semi tiga tahun yang lalu.
Sudah banyak energy dan uang mereka kerahkan selama tiga tahun terakhir ini meski kemungkinan untuk menemukan kedua putri mereka sangatlah kecil.
Bahkan Zhentan She selama ini sudah berupaya keras namun tak membuahkan hasil apapun. Tentu saja mendengar ada seseorang yang menjual berita ini mereka sangat senang.
Upah yang diberikan oleh keluarga Dong tak sedikit, setidaknya jika informasi ini berhasil mereka dapatkan, dalam setahun mereka tak menerima transaksi sudah bisa menutup pengeluaran yang ada selain mendapatkan keuntungan yang tak sedikit jumlahnya.
Dengan berita eksklusif ini, Jiang Xia Yan tak yakin jika tuan yang selama ini tak pernah menampakkan batang hidungnya tersebut bisa dia temui hari ini.
Sementara itu didalam banggunan pagoda, tepatnya dilantai enam ada lima orang pemuda tampan duduk mengelilingi sebuah meja membahas hal penting yang berkaitan dengan masalah istana.
Mereka adalah Feng Mo Tian, Chang Wu, Gyo Meng, Gu Zou dan Chi Ang Bei. Kelimanya tampak serius membahas perubahan situasi yang terjadi begitu cepat akhir – akhir ini.
Atensi keempatnya teralihkan begitu ada wanita dengan gaun berwarna merah dengan tampilan sexy berlari kecil kearah mereka.
“ Tuan….”, sapanya hormat.
“ Qian Lang….”
“ Sudah beberapa kali aku bilang, jangan mengangguku ketika saudara – saudaraku ada disini…”, tegur Chang Wu tajam.
“ Maaf tuan….”
“ Ini bisnis besar….”
“ Pelanggan bersikeras untuk melihatmu….”, ucap Qian Lang hati – hati.
__ADS_1
“ Hey….”
“ Keluarga mana yang begitu sombong datang ke rumah Dangfu….”
“ Dangfu tidak kekurangan uang….”
“ Tidak akan pernah ada kesepakatan…”
“ Biarkan dia pergi….”, ucap Chang Wu congkak.
Sebenaranya Dangpu hanyalah kedok yang digunakan oleh Chang Wu untuk menetap di ibukota tanpa dicurigai oleh siapapun.
Dan bisnis informasi yang di perjual belikan sebenarnya lebih mengarah kepada kepentingan dia dan ketiga temannya untuk tujuan tertentu dimasa depan.
Jadi dia tak akan pernah mau menemui siapapun dan hanya bekerja dibalik layar, menyerahkan semua urusan kepada Qian Lang dan anak buahnya diluar.
“ Tapi tuan…kesepakatan ini sangat langkah…”, Qian Lang masih berusaha untuk membujuk Chang Wu.
“ Sudah ku bilang aku tidak setuju !!!!....”
“ Dangpu tidak melayani pelanggan sombong seperti itu….”, ucap Chang Wu dengan nada tinggi.
Melihat kekeras kepalaan tuannya, Qian Lang pun merasa tak berdaya, namun pada saat dia berbalik dan hendak melangkah pergi tiba – tiba suara datar Feng Mo Tian menghentikannya.
“ Berita penting apa yang dia bawa ?....”, tanya Feng Mo Tian penasaran.
Qian Lang berbalik sambil melirik kearah Chang Wu dengan cemas. Meski keempat pemuda yang bersama tuannya itu memiliki hubungan yang sangat dekat, tapi masalah sensitive ini tak bisa dia sebutkan dengan lugas disana.
“ Maka berbicaralah….”
“ Mereka berempat juga pengurus Dangpu…”
“ Kata – kata mereka juga merupakan kata – kataku….”, Chang Wu menegur dengan keras.
Dengan sedikit ragu, Qian Lang pun menjawab pertanyaan Feng Mo Tian “ Orang ini ingin menjual berita terkait kasus dua putri keluarga Dong dari provinsi Xining….”.
“ Apa ?!!!....”
“ Kasus keluarga Dong !!!....”
“ Ini adalah kesempatan emas !!!....”, teriak Gyo Meng bersemangat.
“ Keluarga Dong adalah keluarga kaya dan berkuasa di provinsi Xining…”
“ Dengan mendapatkan informasi ini….”
“ Kesempatan untuk mendapatkan emas dan dukungan dimasa depan akan terpenuhi….”, ucap Feng Mo Tian tajam.
Chang Wu yang mendengar ucapan Feng Mo Tian terlihat memegangi kepalanya yang tiba – tiba saja berdenyut.
__ADS_1
Bagaimanapun juga Feng Mo Tian adalah pemilik sesungguhnya dari Shentan She didalam Dangpu. Dengan berat hati maka diapun mulai bangkit dari tempat duduknya.
“ Karena kalian semua bersikeras….”
“ Maka tuan muda ingin akan melihat tuan muda dari keluarga kaya mana yang berani menganggu…”
“ Waktu tuan muda ini sangatlah berharga….”, ucap Chang Wu sewot.
Qian Lang yang melihat tuan mudanya terpaksa keluar hanya bisa tersenyum sambil berkata pelan “ Ini bukan tuan muda tapi nona muda…”
Tentu saja ucapan Qian Lang mendapatkan sambutan antusias dari Chang Wu yang raut wajahnya mulai berubah menjadi ceria dan bersemangat.
“ Nona muda ?....”
“ Bagaimana penampilannya….”
“ Apa sangat cantik ?....”, tanyanya membabi buta.
Keempat pemuda yang melihat reaksi Chang Wu hanya bisa geleng – geleng kepala. Jika menyangkut wanita cantik, sahabatnya tersebut selalu terlihat paling antusias.
“ Sangat cantik….”, ucap Qian Lang tak bisa menyembunyikan tawanya.
Chang Wu segera berdiri sambil menepuk jubahnya beberapa kali dan menangkupkan kedua tangannya kedepan.
“ Empat kakak laki – laki….”
“ Adik pamit undur diri dulu….”, ucapnya dengan senyum merekah diwajahnya.
Chang Wu pun segera berjalan cepat menuju kebawah untuk menemui tamunya bersama Qian Lan yang terlihat sedikit kesulitan menyamai langkahnya karena gaunnya yang terlalu sempit dibagian bawahnya.
Setelah kepergian Chang Wu, Gu Zou menatap Feng Mo Tian sambil berkata dengan culas “ Kenapa tidak kamu buang saja pemuda tak berguna itu…..”
“ Dia adalah umpan yang pas untuk musuh, jadi tenanglah….”, ucap Feng Mo Tian terkekeh.
Gu Zou hanya menatap sinis mendengar ucapan yang diberikan sahabatnya itu dan diapun kembali melanjutkan diskusi yang tadi sempat tertunda akibat kedatanganQian Lang menginterupsi kegiatan mereka.
" Langkah apa yang akan kamu lakukan selanjutnya ?....", tanya Gu Zou tajam.
" Kediaman pangeran Ming Qianfan dan pengeran kedua Ming Shin...."
" Dua tempat itu yang masih belum bisa kita jamah...."
" Tak mungkin apa yang kita cari bisa terbang begitu saja...."
" Aku rasa salah satu dari merekalah yang menyimpan berkas tersebut....", ucap Feng Mo Tian tajam.
Meski pangeran kedua Ming Shin terlihat tak berbahaya dan mengancam, tapi Feng Mo Tian sangat tahu jika anak kedua kaisar tersebut telah berjalan lebih jauh daripada semua saudara - saudaranya dalam diam.
Dan hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi kursi tahta yang selama ini kaisar Ming Qin perjuangkan untuk tetap berada ditempatnya.
__ADS_1
Sedangkan untuk pangeran Ming Qianfan, meski dia terlihat tak tertarik dengan kekuasaan dan menikmati smeua fasilitas yang diberikan oleh keluarganya, nyatanya dia adalah ular berbisa yang bersembunyi dibalik semak dan siap memangsa kapanpun ada kesempatan.