
Para pengguna ilmu hitam yang mengincar kekaisaran Ru terlihat sedang berpesta pora waktu mengetahui jika musuh mereka hidup tinggal menghitung hari.
“ Akhirnya hari yang kita tunggu – tunggu akan tiba….”
“ Jika sudah begini, bagaimana tua Bangka itu bisa menyembunyikan fakta jika putra kesayangannya yang hebat itu akhirnya mati ditangan kita….”, ucap Lutan Mo selaku ketua bangga.
Sementara itu didalam istana kekaisaran Ru saat ini Jiang Xia Yan sedang berjuang keras untuk menghilangkan energy hitam yang menyelimuti meridian kaisar Ru Xie Chang.
Beberapa kali gadis itu terlihat memuntahkan seteguk darah, tapi itu sama sekali tak membuat tenaganya berkurang.
Justru kekuatan yang ada didalam tubuhnya semakin bertambah seiring energy yin murni yang masuk menggantikan energy yang dia keluarkan.
Itulah kenapa Jiang Xia Yan membutuhkan tempat yang memilki energy yin murni yang tinggi agar waktu dia kehilangan energinya untuk mentransfer tenaga kedalam tubuh kaisar Ru Xie Chang dia mendapatkan gantinya secara langsung.
Ternyata bukan hanya Jiang Xia Yan yang sedang berusaha keras, Go You yang bertindak sebagai dukun sebutan didunia modern juga berusaha mempertahankan agar energy hitam tersebut tak keluar dari tubuh kaisar Ru Xie Chang.
Keduanya seperti adu ilmu kekuatan saat ini, membuat tubuh kaisar Ru Xie Chan beberapa kali kejang dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
Pertarungan sengit pun terjadi, meski tidak secara langsung berhadapan namun pertarungan tersebut sangat menguras energy hingga pada akhirnya Jiang Xia Yan berhasil membuat energy hitam perlahan menghilang dan digantikan oleh energy murni yang masuk.
Brakkk….
Buggg….
Tubuh Go Yon terpental jauh dan mulutnya mengeluarkan darah segar membuatnya langsung pingsan di tempat.
Tentu saja hal tersebut membuat Lutan Mo panik dan langsung berusaha mengobati orang kepercayaannya itu.
Sementara Jiang Xia Yan yang sudah berhasil mengeluarkan energy hitam dari dalam tubuh kaisar Ru Xie Chang segera membentengi tubuh lelaki tersebut agar energy hitam tak bisa kembali masuk.
Selama prosesnya, Jiang Xia Yan juga mulai menyeimbangan yin dan yang dalam tubuh kaisar Ru Xie Chang.
“ Fyuhhhh…..akhirnya selesai juga….”, guman Jiang Xia Yan sambil mengusap keringat didahinya.
Setelah semua meridian terbuka, perlahan tubuh kaisar Ru Xie Chang kembali menghangat dan nafasnya juga stabil.
Dengan lembut, Jiang Xia Yan membantu kaisar Ru Xi Chang untuk meminum pil pemulih buatannya karena kondisinya yang masih belum sadar betul lelaki itu hanya bisa membuka mulut tanpa bisa membuka kedua matanya untuk melihat siapa yang telah berhasil mengobatinya.
“ Beristirahatlah….”
“ Tiga hari lagi aku akan berkunjung dan melakukan pengobatan selanjutnya….”, ucap Jiang Xia Yan sambil membaringkan tubuh tegap tersebut diatas batu giok salju yang dijadikan alas selama prosesi pengobatan.
Kedua orang tua kaisar Ru Xie Chang merasa sangat gembira waktu melihat Jiang Xia Yan sudah keluar dari ruang rahasia dan mengatakan jika kondisi anak mereka sudah stabil.
“ Kaisar akan benar – benar sadar dua jam lagi….”
“ Selama proses penyembuhan, sebaiknya tubuh kaisar tetap berada didalam ruang rahasia ini hingga seluruh tenaga dan kekuatannya kembali pulih seperti sedia kala….”
“ Dan tiga hari lagi saya akan kesini untuk melakukan pengobatan selanjutnya….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
“ Tidak bisakah kamu tetap berada disini hingga kondisi putraku benar – benar pulih….”, ucap ibunda kaisar Ru Xie Chang penuh harap.
“ Maaf nyonya, saya harus pulang karena tidak ingin membuat keluarga saya khawatir….”, ucap Jiang Xia Yan lembut.
Meski berat, tapi kedua orang tua kaisar Ru Xie Chang juga tak bisa berbuat apapun karena cara mereka memanggil gadis itu juga salah dengan cara menculiknya.
Bersama Yuyun dan lima prajurit yang menculiknya, Jiang Xia Yan diantara kembali ke hutan yang ada dibelakang kediaman keluarga Jiang yang tentunya melalui teleportasi agar tidak memakan waktu.
“ Kita bertemu tiga hari lagi disini….”, ucap Jiang Xia Yan sebelum menghilang dan kembali ke kediamanannya.
Keempat pelayan pribadi Jiang Xia Yan merasa sangat bahagia waktu mengetahui jika nona mudanya itu telah kembali dengan selamat.
__ADS_1
“ Nona….”
“ Nona darimana saja ?....”
“ Apa ada yang terluka ?....”, tanya Lin sambil memutar tubuh Jiang Xia Yan untuk melihat luka apa yang diderita oleh nona mudanya itu.
“ Hey….”
“ Kenapa kalian menangis ?....”
“ Aku baik – baik saja….”, ucap Jiang Xia Yan sambil meregangkan kedua tangannya agar keempat pelayan pribadinya itu bisa dia peluk semua.
Huaaa…..
Tangis haru pecah dikamar tersebut hingga membuat Jiang Chen yang kebetulan sedang berjalan didepan kamar sang adik langsung masuk dengan panik.
Brakkkk….
Pintu kamar terbuka dengan lebar, Jiang Chen tersenyum bahagia waktu melihat sosok gadis yang sedari tadi membuatnya sangat cemas berdiri dihadapannya dalam kondisi baik - baik saja.
“ Adik…..”, ucapnya langsung berlari untuk memeluk Jiang Xia Yan dengan erat.
“ Kakak….”
“ Kenapa tidak beristirahat….”
“ Hari masih gelap….”, ucap Jiang Xia Yan penuh perhatian.
“ Maafkan kakak….”
“ Kakak berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian dalam keramaian….”, ucap Jiang Chen sedih.
Setelah kakaknya merasa tenang, Jiang Xia Yan pun pamit untuk beristirahat karena tubuhnya sangat letih sekarang.
Semua orang membiarkan Jiang Xia Yan untuk beristirahat dan memendam rasa penasaran kemana saja gadis itu pergi hingga kembali ke kediaman dini hari.
Keesokan paginya, diruang makan kediaman utama semua orang terlihat sangat segar dan berseri seolah semalam mereka semua tidur dengan nyenyak.
Jiang Yong yang beberapa hari terakhir tak pernah ikut sarapan dan terlihat dikediaman hari ini ikut berkumpul bersama keluarganya untuk melihat kesedihan yang dialami oleh keluarga pertama pasca diculiknya Jiang Xia Yan.
“ Apa benar nona muda ketiga diculik ?...”
“ Lalu, apakah kakak tertuamu sudah melaporkan masalah ini ke biro hukum dan pemerintahan ?....”, tanya nyonya besar Jiang kepada kedua putranya Jiang Quon dan Jiang Yu.
“ Kami sedang menunggu keputusan kakak tertua untuk segera melaporkan hal besar tersebut pagi ini karena kita tak bisa mencarinya sendiri….”, ucap Jiang Yu menjelaskan.
“ Benar apa yang dikatakan adik…”
“ Dengan bantuan biro hukum dan pemerintahan kita akan bisa lebih cepat menemukan keberadaan nona muda ketiga….”, ucap Jiang Quon menimpali.
Mendengar ucapan kedua putranya nyonya besar Jiang merasa senang.
Ini pertama kalinya dia bisa tersenyum lebar setelah kasus demi kasus dibuat oleh keluarga kedua membuat kepalanya pusing tujuh keliling.
Dia sangat puas atas kemalangan yang diterima oleh keluarga pertama.
Dan dia akan lebih puas lagi jika Jiang Xia Yan kehilangan kepolosannya seperti apa yang terjadi pada Jiang Xiuying.
Bukan hanya nyonya besar Jiang saja yang pagi ini berbahagia, semua orang merasakan hal yang sama terutama Jiang Yong dan Jiang Xialun.
“ Adik perempuan….”
__ADS_1
“ Akhirnya pengorbananmu tidak sia – sia….”
“ Jiang Xia Yan, gadis licik itu akhirnya telah mendapatkan balasan setimpal….”, batin Jiang Yong puas.
Bukan hanya Jiang Yong saja yang puas mendengar jika nona muda ketiga diculik, Jiang Xialun juga merasakan hal yang sama.
Bahkan dia sangat berharap jika kepolosan Jiang Xia Yan bukan saja hilang tapi dia juga menjadi gila seperti kakak tertuanya sehingga dia bisa menjadi satu – satunya nona muda sah didalam keluarga Jiang.
Tentunya hal tersebut akan sangat menguntungkan baginya dimana perhatian semua orang akan tertuju padanya.
Begitu Xiao Mei muncul di ruang makan, Ruo Xinxin pun tak lagi bisa membendung kebahagiannya untuk langsung memojokkan kakak iparnya itu.
“ Kakak ipar….”
“ Bagaimana perkembangan pencarian nona muda ketiga ?....”
“ Apa sudah membuahkan hasil ?....”, ucap Ruo Xinxin dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
“ Apa tidak sebaiknya kakak melapor saja ke biro hukum dan pemerintahan agar bisa mendapatkan bantuan….”, ucap Jiang Quon menambahkan.
Xiao Mei tak menanggapi ucapan adik iparnya dan memilih untuk duduk dengan tenang dimejanya.
Jika bukan karena menghargai mertuanya, mungkin dia tak akan sudi makan satu meja dengan para serigala berbulu domba seperti keluarga suaminya itu.
“ Apa yang perlu dilaporkan ke biro hukum dan pemerintahan ?...”, ucap Jiang Shing tajam.
Diapun segera melangkah memasuki ruang makan bersama anaknya Jiang Chen dengan wajah dingin membuat semua orang pun mulai merubah ekspresi mereka.
“ Tentu saja laporan mengenai hilangnya nona muda ketiga ?...”, ucap Ruo Xinxin angkat bicara.
“ Siapa yang bilang Yan’er hilang….”
“ Dia hanya terpisah dari rombongan saja….”, ucap Jiang Shing santai.
Melihat tingkah angkuh dan keras kepala anak tirinya tersebut, nyonya besar Jiang pun ikut angkat bicara untuk menekan agar Jiang Shing segera melaporkan kasus penculikan Jiang Xia Yan tersebut.
“ Kenapa kamu bersikap kasar seperti itu….”
“ Adik – adikmu hanya mengkhawatirkanmu….”, tegur nyonya besar Jiang keras.
Melihat jika keluarga pertama sama sekali tak merespon ucapannya dan malah asyik menikmati sarapan yang ada dihadapannya membuat nyonya besar Jiang murka.
“ Kenapa kamu sangat tenang….”
“ Padahal anakmu diculik dan bisa saja dia kehilangan kepolosannya !!!….”, teriak nyonya besar Jiang lantang.
Semua orang terlihat menunggu reaksi yang diberikan oleh keluarga pertama akan permasalahan ini, hingga suara lembut mengejutkan semuanya.
“ Siapa bilang aku diculik ?...”
“ Atau jangan – jangan ada anggota keluarga Jiang yang ingin melukaiku ?.….”,
Ucap Jiang Xia Yan yang tiba – tiba muncul dalam kondisi baik – baik saja membuat semua mata terbelalak.
Dan sedetik kemudian aura muram mulai menyelimuti ruang makan yang sebelumnya sempat ceria karena menganggap jika Jiang Xia Yan mengalami kecelakaan.
“ Aku tak menyangka jika nona muda ketiga bisa kembali dalam keadaan baik – baik saja…”
“ Kurasa, aku tak boleh meremehkannya mulai saat ini….”, batin Ruo Xinxin gelisah.
Suasana hati semua orang yang pada awalnya ceria seketika berubah menjadi muram dengan kedatangan Jiang Xia Yan.
__ADS_1
Bukan hanya keadaannya baik – baik saja, gadis itu juga memberikan ucapan yang sangat tajam kepada seluruh anggota keluarga hingga membuat mereka sangat geram.