
Pagi harinya, paviliun Honglin digemparkan oleh kabar hilangnya kepolosan nona muda kedua Jiang bersama dengan tuan muda kelima Lin.
Siapa yang tidak tahu jika tuan muda kelima Lin adalah seorang mata keranjang dan memiliki banyak selir dihalamannya.
Meski wajahnya sangat jelak, tapi uang yang dimiliki sangat banyak sehingga banyak wanita yang tak segan untuk melemparkan diri kepadanya hanya sekedar sebagai penghangat ranjang.
Yang masyarakat tak habis pikir adalah nona muda kedua Jiang juga terpikat padanya. Bahkan gadis itu rela naik keatas ranjang tuan muda kelima Lin.
Padahal gadis itu sangat cantik dan berbakat, tentunya bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dan memiliki masa depan yang cerah dibandingkan dengan tuan muda kelima Lin.
Jiang Yu dan nyonya besar Jiang tentu saja sangat murka waktu melihat Jiang Xialun pulang dalam kondisi mengenaskan seperti itu.
Bukan hanya penampilannya yang acak - acakan, bahkan dia menggunakan pakaian longgar akibat bajunya dirobek paksa pada waktu malam panas berlangsung sehingga bekas percintaannya semala terlihat jelas di leher dan sebagian dada yang terekspos.
Kabar menghebohkan tersebut tentunya langsung menjadi topik hangat di ibukota jika nona muda kedua Jiang merangkak naik keatas ranjang tuan muda kelima Lin demi harta.
Plakkkk….
Plakkkk….
“ Kamu menolak tuan muda Shu dan malah memilih naik keatas ranjang tuan muda kelima Lin !!!....”
“ Sungguh memalukan !!!....”, ucap Jiang Yu penuh amarah.
Semua orang sangat terkejut karena selama ini Jiang Yu tak pernah kasar dan marah seperti itu meski Jiang Xialun melakukan banyak kesalahan.
Tapi kali ini tuan ketiga Jiang itu benar – benar marah sehingga menampar putrinya hingga tersungkur dilantai dan bibirnya berdarah.
“ Suamiku, tenanglah….”
“ Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik – baik….”, ucap Ruo Xinxin mengiba.
Dia bahkan bersujud diahadapan suami dan mertuanya untuk memohon ampunan untuk Jiang Xialun atas musibah yang dialaminua.
Sementara Jiang Xialun hanya bisa menangis histeris waktu menyadari jika dia menyerahkan kepolosannya pada orang yang salah.
“ Bagaimana bisa tenang !!!....”
__ADS_1
“ Putrimu telah mencoreng wajah keluarga Jiang !!!....”
“ Dia menolak semua lelaki bangsawan yang aku berikan kepadanya dan memilih naik keatas ranjang tuan muda Lin yang tak memiliki masa depan seperti itu !!!....”
“ Aku kira kamu berasal dari keluarga terpelajar bisa mendidik putrimu dengan baik !!!....”
“ Tapi nyatanya dia lebih rendah dari pada j****g yang ada dirumah bordil !!!.....”, teriak nyonya besar Jiang penuh amarah.
Ruo Xinxin hanya bisa mencengkeram erat ujung gaunnya sambil mengertakkan giginya menerima makian dan hinaan mertuanya.
Tapi yang lebih membuatnya sakit hati adalah putrinya. Dia sama sekali tak menyangka jika Jiang Xialun akan melakukan perbuatan hina seperti itu.
“ Karena istri dan anakmu tak bisa diharapkan lagi, sebaiknya kamu segera menikahi nona muda keempat Mo….”
“ Dari dia kamu bisa mendapatkan keturunan dan ahli waris….”, teriak nyonya besar Jiang lantang.
Melihat putra bungsunya terdiam tanpa menanggapi ucapannya, nyonya besar Jiang pun kembali bersuara karena merasa ini adalah moment yang tepat untuk segera memasukkan seorang wanita kedalam keluarga ketiga.
“ Kenapa diam saja !!!....”
“ Apa kamu ingin berakhir tragis seperti keluarga kedua tanpa keturunan….”, ucap nyonya besar Jiang penuh provokasi.
“ Baiklah….”
“ Aku akan mengikuti semua yang ibu katakan….”, ucap Jiang Yu pasrah.
Ruo Xinxin yang melihat suaminya pada akhiranya menyerah dan mengikuti keingginan nyonya besar Jiang hanya bisa melotot tak percaya.
Tapi dia juga tak bisa berbuat apapun, apalagi kepolosan Jiang Xialun juga telah hilang sementara dirinya sudah tak bisa lagi untuk melahirkan anak bagi suaminya, membuat Ruo Xinxin hanya bisa menelan pil pahit tersebut sendirian.
“ Bawa nona muda kedua ke kediamanannya dan jangan biarkan dia keluar sebelum pernikahannya berlangsung….”, perintah nyonya besar Jiang tegas.
Jiang Xialun hanya bisa pasrah waktu para pelayan menyeretnya dan kembali mengurungnya didalam kamar.
Karena Jiang Xialun yang merangkak sendiri keatas ranjang tuan muda kelima Lin, maka keluarga besar Lin tak memberikan mahar yang layak.
Bagaimanapun kepolosan Jiang Xialun diberikan sendiri oleh gadis itu, maka keluarga Lin pun tak mau mengeluarkan dana yang besar mengingat banyaknya selir yang telah dibawa oleh anaknya itu dihalamannya.
__ADS_1
Didalam kamar, Jiang Xialun menangis meraung – raung sambil mencakar – cakar tubuhnya yang penuh dengan bercak kemerahan akibat pergumulan panasnya dengan tuan muda kelima Lin tadi malam.
Dia merasa sangat hancur sekarang, bukan hanya tak bisa bersanding dengan pangeran kedua Ming Shin tapi dia juga menyerahkan kepolosannya untuk lelaki yang sama sekali tak layak untuknya.
Jika saja dia menerima saran dari ibundanya untuk menikah dengan tuan muda kedua Shu mungkin dia tak akan semenyedihkan ini.
Setidaknya, semua orang tak akan mencemoh dan memandang rendah dirinya seperti sekarang. Jiang Xialun merasa sangat jijik denga dirinya sendiri ketika mengingat bagaimana perangai tuan muda kelima Lin.
Buakn hanya jelek, tapi lelaki itu juga memiliki nafsu yang sangat tinggi makanya dia memiliki banyak wanita dihalaman kediamanannya.
Ruo Xinxin yang baru saja kembali terlihat menatap pintu kamar putrinya dengan wajah sedih. Dia sangat menyesali kekeras kepalaan Jiang Xialun hingga menyebabkannya hancur seperti sekarang.
Meski dia tak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi kelakuan putrinya itu tetap saja membuatnya sangat kecewa dan marah.
Karena kejadian ini maka suaminya pada akhirnya menuruti keingginan nyonya besar Jiang untuk memasukkan wanita lain kedalam kediaman keluarga ketiga.
Mo Lian yang mendengar kabar jika Jiang Yu akan segera meminangnya merasa sangat bahagia karena sebenarnya wanita muda itu sudah memendam perasaan cukup lama terhadap putra bungsu keluarga Jiang itu.
Tapi melihat jika Jiang Yu sama sekali tak pernah menanggapi setiap ada wanita yang mendekatinya dan setia terhadap istrinya Mo Lian sempat berusaha untuk melepaskan perasaannya.
Hingga kemunculan nyonya besar Jiang yang ingin menjadikannya sebagai menantu membuat perasaan Mo Lian kembali tumbuh dengan subur.
Sekarang dengan posisi Jiang Xialun yang telah kehilangan kepolosannya dan Ruo Xinxin yang tak bisa melahirkan seoarng anak membuat peluang Mo Lian untuk menjadi istri resmi semakin besar.
Jika dia bisa melahirkan seorang anak, apalagi penerus dan dengan posisi keluarganya bukan tidak mungkin jika Jiang Yu akan menceraikan Ruo Xinxin dan menjadikanya nyonya keluarga ketiga satu – satunya.
Hari pernikahan Jiang Xialun akhirnya tiba juga, tak ada lagi perayaan atau ritual apapun dikediaman Jiang.
Bahkan acara pernikahan Jiang Xiuying dengan pangeran Ming Qianfan yang dulu dianggap menyedihkan lebih parah hari pernikahan Jiang Xialun.
Bukan hanya tuan muda kelima Lin tak menjemputnya, bahkan keluarga Lin menyambut Jiang Xialun melalui pintu belakang karena hanya istri sah saja yang bisa masuk melalui pintu depan.
Hal tersebut tentu saja membuat hati Jiang Xialun semakin pedih. Dia merasa perjuangan dan kerja kerasnya selama ini hancur tak bersisa hanya dalam waktu semalam akibat kebodohannya.
Meski dia tak tahu siapa yang telah menjebaknya, namun dia sangat yakin jika pangeran kedua Ming Shin juga ada dibalik kemalangannya itu.
“ Seharusnya aku menyadari jika dia sudah mengetahui semua rencanaku waktu meminum habis teh yang kuberikan kepadanya….”, batin Jiang Xialun miris.
__ADS_1
Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur. Menyesal sekarang pun sudah tidak ada artinya lagi karena kepolosannya telah hilang.