Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
KEPERCAYAAN


__ADS_3

Masih dikekaisaran Ru, tepatnya didalam kamar kaisar, beberapa kali Jiang Xia Yan mencoba untuk mendeteksi penyakit kaisar Ru Xie Chang tapi hasilnya selalu nihil.


Bahkan nadinya terasa sangat normal, membuat Jiang Xia Yan sedikit frustasi dibuatnya. Tapi masalah ini tak membuatnya mundur, justru dirinya merasa tertantang.


Sambil memejamkan kedua matanya, diapun mulai membuka aura tubuhnya sambil menekan nadi kaisar Ru Xie Chang.


Ayah dan ibunda kaisar Ru Xie Chang sangat terkejut waktu kultivasi Jiang Xia Yan terbuka karena gadis itu ternyata sudah berada di tingkat surgawi awal.


Tingkat kultivasi yang sangat jarang ditemukan didunia ini, apalagi yang memiliki tingkat ini adalah seoarng gadis muda berusia empat belas tahun.


Bahkan dikekaisaran Ru hanya ada beberapa saja yang bisa menempati tingkat surgawi karena kebanyakan mereka berada di tingkat langit kedelapan.


Ïtupun sudah tingkatan yang paling tinggi dan biasanya dimiliki oleh pemuda diatas usia dua puluh lima tahunan.


Sedangkan untuk para wanita biasanya akan mentok pada tingkat langit keenam saja.


Setelah menggunakan kekuatan kultivasinya, Jiang Xia Yan pun baru bisa mendeteksi apa yang sebenarnya telah menimpah kaisar Ri Xie Chang.


Jiang Xia Yan dapat merasakan ada energy hitam yang sangat kuat membelenggu meridian yang ada dalam tubuh kaisar Ru Xie Chang hingga aliran yin dan yang menjadi kacau.


Bahkan jika hal ini diteruskan lebih lama lagi, nyawa kaisar Ru Xie Chang akan menjadi taruhannya.


Setelah memastikan apa yang membuat tuibuh kaisar Ru Xie Chang lemah sampai tak sadarkan diri, Jiang Xia Yan mulai menghitung dengan jari dan matanya langsung terbelalak.


Tentu saja reaksinya ini dapat dilihat jelas oleh pasangan suami istri tersebut yang langsung panik dibuatnya.


“ Apa yang terjadi ?....”, tanya wanita tua tersebut dengan raut wajah penuh kecemasan.


“ Apakah disini ada tempat dengan energy yin yang sangat murni ?….”


“ Jika ada, saya ingin kaisar dibawa kesana sekarang juga….”, ucap Jiang Xia Yan tegas.


Tanpa banyak berkata lagi, ayahanda kaisar Ru Xie Chang segera memanggil pasukan bayangan dan menyuruh untuk memindahkan tubuh sang putra ke ruang rahasia kekaisaran Ru.


Ketika sudah sampai, Jiang Xia Yan yang dapat merasakan jika dalam ruangan tersebut memiliki energy Yin murni yang sangat tinggi terlihat tersenyum lebar.


“ Aku akan berusaha untuk menyembuhkan kaisar….”


“ Harap jaga ruangan dan jangan biarkan siapapun masuk….”, ucap Jiang Xia Yan tajam.


“ Kamu tenang saja….”


“ Tidak ada yang mengetahui ruangan ini selain kami….”, ucap ayahanda kaisar Ru Xie Chang tersenyum.


“ Penyembuhan yang akan aku lakukan ini dapat memancing para pengguna ilmu sihir hitam mendekat…”


“ Aku juga tak bisa memprediksi akan hal itu….”


“ Yang jelas, selama pengobatan berlangsung aku tak bisa diganggu….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.

__ADS_1


Kedua orang tua kaisar Ru Xie Chang terlihat sangat terkejut waktu Jiang Xia Yan mengatakan mengenai sihir hitam.


Tapi, demi kesembuhan sang putra mereka berdua pun menyanggupi dan akan membentengi ruang rahasi tersebut dengn sihir pelindung yang tidak memungkinkan orang untuk bisa mendeteksinya.


Setelah semua orang keluar, Jiang Xia Yan pun mulai duduk bersila dihadapan tubuh kaisar Ru Xie Chang yang tak sadarkan diri dan langsung mengambil posisi lotus.


Meski diluar sudah diberi sihir pelindung, tapi dirinya juga tak mau mengambil resiko besar sehingga melapisi juga bagian dalam ruangan dengan sihir pelindung yang telah dibuatnya.


Selanjutnya, Jiang Xia Yan pun mulai melakukan pengobatan kepada kaisar Ru Xie Chang.


Sebagai langkah awal dia harus mengeluarkan energy hitam yang ada dalam tubuh kaisar Ru Xie Chang baru kemudian menstabilkan energy yin dan yang dalam tubuh kaisar tersebut.


Sementara itu, dilain tempat, tepatnya dinegara kekaisaran Ming terlihat semua orang sibuk untuk mencari keberadaan Jiang Xia Yan yang tiba – tiba saja menghilang tanpa jejak.


Bahkan Feng Mo Tian dan anak buahnya pun sudah mengerahkan banyak tenaga namun sama sekali tak menemukan titik terang keberadaan nona muda Jiang tersebut.


“ Sial !!!....”


“ Apakah mereka yang telah membawanya !!!...”, guman Feng Mo Tian kesal.


Feng Mo Tian merasa jika semua yang terjadi ini pasti berkaitan dengan benda yang ada di dalam ruang rahasia pangeran Ming Qianfan yang tak berhasil dia temukan.


Dia jugasangat yakin benda yang tak bisa dia temukan itu sekarang ada ditangan Jiang Xia Yan.


Hal itu bisa dia ketahui setelah pengawal bayangan yang ditugaskan untuk mengawasi gerak – gerik nona muda ketiga Jiang itu mengatakan jika gadis itu kembali keruang rahasia dikediaman pangeran Ming Qianfan pada malam hari.


Sementara itu Jiang Shing dan Jiang Chen terlihat sangat frustasi akibat hilangnya Jiang Xia Yan tepat didepan mata mereka.


Yinhang yang sedari tadi melihat raut kekhawatiran diwajah semua orang terutama Xiao Mei mnerasa tak berdaya.


Saat ini hatinya sedang bimbang, dilain sisi dia sudah berjanji kepada nonanya tak akan mengatakan hal ini kepada siapapun.


Tapi disisi lain dia juga merasa jika nona mudanya bisa jadi dalam bahaya besar mengingat tak ada satupun jejak yang tertinggal.


Xiao Mei yang lebih sensitive dibandingkan suami dan anaknya segera datang menghampiri Yinhang yang saat ini sedang galau.


“ Apa kamu tahu sesuatu ?...”


“ Katakan….”


“ Jangan diam….”


“ Nyawa nona muda ketiga sedang dipertaruhkan saat ini….”, ucap Xiao Mei penuh penekanan.


Jiang Shing dan Jiang Chen yang melihat istrinya menekan pengawal pribadi putrinya diam – diam mengamati interaksi keduanya.


“ Mungkin aku harus mengatakan yang aku tahu dan alami saja kepada nyonya….”


“ Ini tak membuat aku mengkhianati nona karena aku tak mengatakan pesan nona untukku…”, ucap Yinhang penuh tekad.

__ADS_1


“ Sebenarnya sudah beberapa hari nona merasa jika ada seseorang yang mengawasinya…”


“ Tapi melihat jika mereka tak ada niat buruk maka nona pun membiarkannya….”


“ Saya juga tidak tahu kenapa pada akhirnya mereka menculik nona….”, ucap Yinhang sedikit putus asa.


Seharusnya waktu itu dia memberi tahu kedua orang tua nona mudanya atau setidaknya tuan muda pertama sehingga hal buruk seperti ini bisa diantisipasi.


Tapi karena nona mudanya sangat yakin jika mereka tak akan menyakitinya, makanya Yinhang pada akhirnya menyerah dan mengikuti keingginan Jiang Xia Yan.


“ Siapa mereka ?....”


“ Apa kamu tahu ?....”, tanya Xiao Mei menuntut.


Yinhang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sambil berkata “ Nona hanya berpesan jika suatu saat dia menghilang agar jangan membiarkan siapapun  untuk mencarinya….”.


Hanya itu pesan Jiang Xia Yan yang bisa Yinhang ucapakan, sedangkan untuk pesan yang lainnya dia tak bisa mengatakan karena nona mudanya melarang.


“ Omong kosong apa itu ?....”, teriak Xiao Mei frustasi.


Jiang Shing yang mendengar percakapan tersebut hanya bisa mengusap bahu istrinya agar amarahnya segera mereda.


“ Apakah Yan’er tahu siapa mereka ?....”, tanya Jiang Shing tajam.


Lagi – lagi Yinhang menggelengkan kepalanya pelan. Nonanya tidak mengatakan apapun selain dia bilang akan pergi selama beberapa hari.


Jiang Chen yang sedikit banyak mengetahui sifat dan sikap baru sang adik berusaha untuk menenangkan kedua orang tuanya.


“ Jika adik berpesan seperti itu maka kita harus percaya kepadanya…”


“ Aku juga sangat yakin jika adik tidak berada dalam kondisi bahaya sekarang….”


“ Justru yang harus kita lakukan sekarang  adalah meredam masalah ini hingga tak bocor keluar…”


“ Kurasa kita harus mulai dengan keluarga kita dahulu karena aku sangat yakin mereka sangat senang mendengar kabar jika adik hilang dan ingin segera membocorkannya keluar….”, ucap Jiang Chen bijaksana.


Jiang Shing dan Xiao Mei pun berusaha untuk  mempercayai keputusan yang diambil putrinya tersebut meski kecemasan tetap ada dihati mereka.


Dan esok hari mereka akan berusaha untuk membungkam mulut seluruh anggota keluarga Jiang yang dia yakini akan bersuka cita diatas kemalangan yang diderita oleh keluarga pertama saat ini.


“ Baiklah jika demikian, pencarian akan kita hentikan malam ini dan besok pagi aku akan bicara dengan seluruh anggota keluarga Jiang….”, ucap Jiang Shing tegas.


Melihat jika seluruh pasukan yang mencari keberadaan Jiang Xia Yan ditarik, anak buah Feng Mo Tian dan pangeran kedua Ming Shin terlihat sangat binggung.


“ Apa yang terjadi ?…”


“ Kenapa mereka menghentikan pencarian sedangkan nona muda ketiga Jiang belum kembali ?….”


Itulah pertanyaan yang ada dalam benak pangeran kedua Ming Shin dan Feng Mo Tian.

__ADS_1


Keduanya merasa jika keluarga pertama Jiang ini benar – benar tidak mudah, baik itu dibaca pergerakan maupun pemikiran mereka.


__ADS_2