
Di kekaisaran Ru, lelaki tampan yang tergolek lemas diatas sebuah batu giok salju terlihat mulai membuka kedua matanya secara perlahan.
Tak ada lagi rasa sakit dan sesak yang selama ini sering menyiksanya. Bahkan sekarang dia merasakan jika tubuhnya lebih ringan dan bertenaga jika dibandingkan dengan sebelumnya.
“ Anakku….”
“Jangan bangun dulu….”
“ Istirahatlah….”, ucap Aidi Wu sang ibu dengan cemas.
“ Ananda sudah baik – baik saja bu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang datar.
Melihat sang anak gigih untuk tetap bangun, Aidi Wu hanya bisa mengelus dada perlahan sambil berguman dalam hati “ Sangat keras kepala seperti ayahnya…”.
Kaisar Ru Xie Chang yang ingin bangkit dari tempatnya berbaring segera dihentikan begitu ayahandanya memasuki ruangan.
“ Nona muda Jiang menyarankan agar selama proses pengobatan berlangsung sebaiknya kamu terus berada diatas batu giok salju karena itu akan membantu proses pemulihanmu….”, ucap Ru Qian sang ayah menjelaskan.
“ Jadi wanita yang mengobatiku adalah nona muda Jiang….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil menerawang jauh kedepan.
Meski dia tak melihat secara langsung bagaimana rupa nona muda Jiang tersebut, tapi dia bisa merasa jika gadis itu pasti sangat cantik.
Membayangkan hal itu membuat kaisar Ru Xie Chang semakin bertambah penasaran dibuatnya.
Apalagi gadis itu memiliki kekuatan kultivasi dan ilmu medis yang sangat tinggi.
Tentunya hal itu semakin membuat lelaki nomor satu dikekaisaran Ru tersebut semakiningin bertemu dengan gadis itu secepatnya.
Selain untuk mengucapkan rasa terimakasih, dia juga ingin merealisasikan janji yang telah dibuat sendiri yaitu siapapun yang bisa menyembuhkannya akan lamgsung diangkat menjadi saudara dan keluarga kekaisaran Ru.
Dan jika itu adalah wanita muda, maka dia akan langsung meminangnya dan menjadikannya sebagai permaisurinya.
“ Kapan dia akan kembali lagi ?.....”, tanya kaisar Ru Xie Chang masih dengan wajah datar.
“ Besok dia akan kemari untuk melanjutkan pengobatanmu hingga selesai….”, ucap Ru Qian menjelaskan.
“ Kenapa ayahanda tidak menahannya saja agar dia tak perlu bolak – balik kemari….”
“ Lagipula, perjalanan kemari memerlukan waktu yang panjang…”, ucap kaisar Xie Chang menegur.
“ Nona muda Jiang masih memiliki urusan yang harus dia selesaikan dikekaisaran Ming….”
“ Untuk perjalanan kesini…”
“ Nanti Yuyun akan menjemputnya jadi dia bisa cepat sampai kemari….”,
Ru Qian berusaha untuk memberi penjelasan kepada putranya agar suasana hatinya kembali membaik.
Setelah memakan sarapan yang dibawa oleh ibundanya, kaisar Ru Xie Chang pun segera meminum obat yang diberikan oleh Jiang Xia Yan dan langsung duduk dengan posisi lotus diatas batu giok salju.
Setelah sadar, dia ingin melihat seberapa efektif kekuatannnya bisa dia gunakan kembali setelah tertutup aura gelap dalam jangkan waktu yang cukup lama.
Ru Qian dan Aidi Wu yang melihat jika putranya sedang bermeditasi pun memilih untuk keluar dan kembali kedalam istana untuk mengurusi semua hal yang ditinggalkan sang putra selama dia belum bisa beraktivitas untuk mengurus peramalahan yang ada dalam pemerintahan.
Sementara itu di kekaisaran Ming, Jiang Xia Yan yang harus kembali kekaisaran Ru esok hari segera menyuruh Yinhang untuk menjalankan rencananya.
Dia tak mau terlalu lama membuang waktu hingga akhirnya nona Han Wu Ying diketemukan orang lain yang bisa membuatnya rugi.
Yinhang terlihat sangat terkejut dnegan permintaan nona mudanya itu.
Tapi karena sikap loyalnya, diapun tak bisa membantah dan berusaha untuk mengerjakan tugas yang diberikan Jiang Xia Yan kepadanya.
Melihat keluguan Yinhang, Jiang Xia Yan hanya tersenyum simpul. Dia sama sekali tak menyangka jika lelaki muda itu akan merasa malu waktu diminta ke Wudao Jia.
“ Aku harap kamu bisa menahan semua godaan yang diberikan nona Han Wu Ying kepadamu…”
__ADS_1
“ Dan aku percaya pengendalian dirimu cukup bagus….”,
ucap Jiang Xia Yan sambil memberikan beberapa kantong tael emas untuk dipergunakan oleh Yinhang menjalankan rencananya.
Meski Jiang Xia Yan melihat jika Yinhang sebenarnya menolak tugas itu, tapi menurutnya hanya pengawal pribadinya itulah orang yang tepat untuk bertemu dengan nona Han Wu Ying sebelum dia menebus wanita muda tersebut dari Wudao Jia.
Yinhang keluar dari kediaman nona muda ketiga dengan wajah diteguk dan auranya terlihat sangat gelap membuat Lin dan Jinying yang berpapasan dengannya merasa heran.
“ Ada apa dengannya….”
“ Apa nona habis memarahinya….”,
Itulah pertanyaan yang ada dalam benak Lin dan Jinying saat ini.
Sementara itu, Yinhang yang hatinya galau hanya bisa menendang batu kecil yang dia temui sepanjang perjalanannya sambil menggerutu.
“ Aku kan lelaki normal….”
“ Bagaimana nona bisa menyuruhku bertahan dengan kondisi seperti itu….”
“ Aku lebih baik disuruh kemedan perang dan menghabisi ribuan musuh daripada harus berhadapan dengan wanita penghibur seperti nona Han Wu Ying….”, batin Yinhang dongkol.
Meski dia tak tahu dengan pasti apa tujuan nona mudanya menyuruhnya melakukan hal tersebut, tapi melihat jika nona Han Wu Ying bukanlah wnaita muda biasa membuat Yinhang bertekad untuk menjalankan tugas ini dengan baik karena merasa jika tugas ini sangatlah penting.
Setelah kepergian Yinhang, Jiang Xia Yan pun berencana untuk bertemu dengan kedua orang tuanya untuk meminta ijin pergi kekaisaran Ru selama beberapa hari.
Mengingat bagaimana protektifnya kedua orang tuanya pasca dia diculik, Jiang Xia Yan pun berusaha untuk berbicara jujur kali ini dan berharap kedua orang tuanya bisa mengerti.
Jiang Xia Yan pun melangkahkan kakinya bersama keempat pelayan pribadinya kearah lapangan tempat dimana kedua orang tuanya, kakak dan seluruh parjurit keluarga Jiang sedang berlatih sambil membawa sepanci besar sup hangat.
Tentu saja kedatangan Jiang Xia Yan didalam lapangan membuat semua orang terkejut karena gadis itu sebelumnya tak mau menginjakkan kakinya disana ketika kakak ataupun kedua orang tuanya mengajak.
Jiang Xia Yan segera tersenyum lebar sambil menyuruh Lin dan Kiew meletakkan panci berisi sup sementara Chyou dan Jinying menyiapkan mangkuk untuk diberikan kepada para prajurit.
“ Adik….”
“ Aku merasa udara musim dingin kali ini begitu ekstrim jadi aku membuatkan sup untuk seluruh prajurit agar badan mereka menjadi hangat….”, ucap Jiang Xia Yan tersenyum lebar.
“ Apa ini Yan’er sendiri yang membuat ?....”, tanya Xiao Mei dengan kedua mata membulat sempurna waktu rasa segar dan hangat sup masuk kedalam tenggorokannya.
“ Benar nyonya….”
“ Bahkan sepagian ini nona muda berkutat sendirian didapur….”
“ Para pelayan hanya membantu memasukkan bahan – bahannya saja sedangkan resepnya semua berasal dari nona muda ketiga….”, ucap Lin bangga.
Pada walnya Lin dan ketiga temannya merasa sangsi waktu nona mudanya berkata ingin memasak didapur karena gadis sama sekali tak pernah menginjakkan kakinya didapur.
Tapi setelah melihat kepiawaian Jiang Xia Yan saat didapur mereka berempat pun merasa sangat bersemangat.
Apalagi waktu mencicipi rasa sup yang sangat lezat membuat mereka merasa sangat bangga karena menganggap nona mudanya telah tumbuh dewasa dengan sangat baik.
Bagi Jiang Xia Yan, mengambil hati melalui makanan adalah cara terbaik yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan ijin dari kedua orang tuanya.
Semua prajurit terlihat sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan oleh nona muda ketiga kepada mereka.
Apalagi sup yang dibuat oleh Jiang Xia Yan sangatlah lezat hingga membuat semua orang sangat bersemangat untuk berlatih di musim dingin ini.
“ Apa benar ini Yan’er yang memasaknya sendiri ?....”, tanya Jiang Shing terkejut.
“ Jika begitu….”
“ Ini semua milikku….”
“ Kalian cepat berlatih sana….”, usir Jiang Shing kasar.
__ADS_1
Para prajurit yang sudah selesai menyantap sup buatan Jiang Xia Yan pun segera kembali kelapangan untuk berlatih.
Begitu kedua orang tua dan kakaknya selesai menikmati sup yang dibuatnya, Jiang Xia Yan pun mulai membuka percakapan.
Pada awalnya mereka sangat terkejut karena mengetahui jika putri mereka benar – benar diculik.
Namun sedetik kemudian ekpresi mereka berubah menjadi sangat aneh.
“ Bagaiman adik bisa sampai dikekaisaran Ru dan kembali lagi kesini hanya dalam waktu beberapa jam saja ?....”, tanya Jiang Chen dengan tatapan menyelidik.
“ Apa kalian pernah mendengar jika dikekaisaran Ru banyak orang menggunakan ilmu sihir ?….”
“ Dan kenapa aku bisa kesana dan kembali dengan cepat karena aku menggunakan teleportasi sehingga memungkinkan aku untuk berpindah tempat dalam waktu cepat….”
“ Tapi bukan aku yang menggunakan sihir teleportasi tersebut…”
“ Aku diantar oleh para prajurit dan pelayan dari kekaisaran Ru….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
Semua orang terlihat diam dan menceran setiap kata yang Jiang Xia Yan ucapkan hingga Jiang Shing memecah kesunyian.
“ Jadi benar adanya jika para prajurit kekaisaran Ru memiliki ilmu sihir….”
“ Pantas saja kekaisaran Ru sangat kuat dan tak pernah sekalipun kalah dalam medan pertempuran….”, guman Jiang Shing sambil menatap jauh kedepan.
Selama ini dia tak terlau mempercayai rumor tersebut karena hal seperti itu belum pernah dia jumpai sebelumnya.
Tapi mendengar langsung pengakuan dari sang putri, Jiang Shing pun semakin yakin jika bukan hanya ilmu sihir dan kultivasi yang tinggi saja yang dimiliki oleh kekaisaran Ru yang membuat negara tersebut tak tersentuh dan ditakuti oleh negara lain tapi masih ada beberapa rahasia lainnya.
“ Tapi adik….”
“ Kenapa harus adik yang mengobatai kaisar Ru Xie Chang ?....”
“ Apa adik mengerti ilmu medis ?....”,
Jiang Chen pun mengungkapkan apa yang sedari tadi menganjal dihatinya.
“ Karena penyakit yang diderita kaisar Ru Xie Chang sama denganku…”
“ Meridiannya tertutup….”
“ Bedanya, jika dalam diriku ada yang sengaja menyegelnya….”
“ Tapi untuk kaisar Ru Xie Chang, ada yang sengaja membuat agar meridian tersebut tertutup sehingga seluruh kekuatannya tak bisa dia gunakan dengan sempurna….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Jiang Xia Yan mulai membuka penutup auranya sehingga tingkat kultivasinya bisa diketahui keluarganya.
Namun itu hanya sekilas dan dia kembali menutupnya agar tak ada orang lain yang mengetahui hal tersebut.
“A…adik….”, ucap Jiang Chen dengan mata melotot dan mulut terbuka sempuran karena terkejut.
Dia sama sekali tak menyangka jika adiknya yang dianggap lemah tersebut memiliki tingkat kultivasi surgawi tahap awal.
“ Keputusanmu sudah tepat untuk menyembunyikan kekuatan kultivasimu…”
“ Jika ada yang tahu….”
“ Itu akan sangat berbahaya karena akan banyak orang yang memburumu….”
“ Dan untuk kalian, sebaiknya bisa menjaga ini dengan baik….”, ucap Jiang Shing tajam.
Keempat pelayan pribadi Jiang Xia Yan pun mengangguk bersamaan.
Meski tanpa diminta mereka juga tak akan membocorkan hal penting seperti itu kepada orang lain.
Apalagi mereka telah bersumpah untuk melindungi dan berada disisi nona mudanya serta melakukan apapun agar nona mudanya itu terhindar dari bahaya.
__ADS_1
Karena memiliki kekuatan sebesar itu tentunya akan memancing banyak orang jahat untuk memburunya.