
Seharian ini Jiang Xialun terus tersenyum hingga membuat sang ibunda merasa penasaran dan langsung menghampirinya.
“ Apa semuanya berjalan dengan baik ?....”, tanya Ruo Xinxin lembut.
“ Tentu saja ibu….”
“ Aku mengikuti saran ibu untuk bisa mengambil hati pangeran kedua Ming Shin…..”, ucap Jiang Xialun berseri – seri.
Melihat jika putrinya berhasil dengan baik dan saat ini sedang diliputi kebahagiaan tentu saja membuat hati Ruo Xinxin menjadi hangat.
Bahkan jika dia tak memiliki pewaris dikeluarga Jiang, setidaknya jika Jiang Xialun sudah berhasil menjadi istri pangeran kedua Ming Shin statusnya akan ikut terangkat juga.
Apalagi dia banyak mendengar jika pangeran kedua Ming Shin merupakan salah satu kandidat yang pantas menduduki posisi sebagai putra mahkota dan memiliki peluang untuk menjadi kaisar dimasa depan.
Tanpa ibu dan anak ini ketahui jika kedekatan yang terjalin antara Jiang Xialun dengan pengeran kedua Ming Shin hanya semu belaka.
semuanya hanya demi keuntungan pangeran kedua Ming Shin tanpa adanya perasaan apapun didalamnya.
Seandainya nanti pangeran kedua Ming Shin berniat menikahi Jiang Xialun, dia hanya akan menempatkannya sebagai seorang selir karena keluarga ketiga Jiang tak memiliki kekuatan apapun untuk membantunya di pemerintahan.
Hanya saja, nona muda kedua Jiang itu memiliki banyak solusi bagus dan bijak meski sedikit licik tapi hal itu cukup membantu pangeran kedua Ming Shin dalam mengambil setiap keputusan yang akan dia buat.
Apa yang terjadi didalam kediaman keluarga besar Jiang sama sekali tak mempengaruhi keluarga pertama yang semakin hari semakin terlihat dekat dan harmonis.
Hampir setiap hari jika ada waktu luang, Jiang Xia Yan akan bertanding ditengah lapangan bersama ayah dan kakaknya guna menguji kemampuan bertarung dan berpedang miliknya.
Melihat keharmonisan keluarga pertama tentu saja keluarga kedua dan ketiga merasa sangat cemburu, apalagi sejak rencana nyonya besar Jiang gagal Jiang Shing seakan menarik diri sepenuhnya dari keluarga besarnya.
Bahkan keluarga pertama sama sekali tak pernah lagi menginjakkan kakinya didalam kediaman utama.
Seolah Jiang Shing sudah menarik diri secara tegas setelah dia mengatakan ingin melepaskan diri dari keluarga besar Jiang yang selama ini menaunginya.
Perselisihan yang terjadi dan renggangnya hubungan antara Jiang Shing dan kedua adik tirinya secara otomatis berimbas pada karir keduanya.
Banyak kolega Jiang Quon dan Jiang Yu perlahan mulai menjauh seiring berita yang mengatakan jika Jiang Shing memutuskan hubungan dengan keluarga besar Jiang.
__ADS_1
Apalagi banyak yang melihat jika Jiang Shing dan sekeluarga telah memindahkan banyak barang ke sebuah rumah kosong dibagian timur ibukota.
Hal itu semakin memperkuat rumor jika jenderal besar tersebut benar – benar telah memisahkan diri dengan keluarga besar Jiang.
Selama ini kedua adik tiri Jiang Shing sering menjual nama besar sang kakak demi mendapatkan dukungan dari pejabat dan bangsawan yang ada didalam ibukota.
Memburuknya hubungan mereka ternyata sangat berimbas besar bagi keduanya. Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.
Jiang Yu yang selama ini hanya mengekor dan tak terlibat langsung dalam pertempuran antara Jiang Xia Yan dengan keluarganya merasa yang paling dirugikan.
Apalagi dia tak memiliki anak laki – laki yang bisa membuatnya lebih kokoh dalam karir dan didalam keluarganya membuatnya sedikit goyah.
Ruo Xinxin yang menyadari hal tersebut tentu saja tak mau berpangku tangan jika tidak ingin statusnya sebagai satu – satunya istri Jiang Yu tergoyahkan.
“ Aku akan mulai mengatur pernikahan Xin’er….”, ucap Jiang Yu disela – sela obrolannya dengan sang istri sore ini.
“ Bagaimana dengan pangeran kedua Ming Shin ?....”, tanya Ruo Xinxin hati – hati.
“ Tidak….”
“ Dia tak akan mengambil langkah besar sebelum posisi putra mahkota berhasil diraih….”, ucap Jiang Yu sambil menghembuskan nafas secara kasar berulang kali.
Baginya, tidak baik jika putrinya masuk kedalam perebutan kursi kekuasaan saat ini. Apalagi sikap kaisar Ming Qin yang selalu curiga akan membuat karirnya semakin goyah.
Meski kecewa, namun Ruo Xinxin berusaha untuk mengerti keputusan yang dibuat oleh suaminya tersebut.
“ Ini beberapa daftar nama calon suami Xin’er….”
“ Coba kamu pelajari perlahan….”
“ Kabari aku jika sudah ada keputusan….”, ucap Jiang Yu sambil memberikan beberapa lembar kertas berisi data para bangsawan yang layak untuk jadi besannya dan bisa membantu karirnya dimasa depan.
Pangeran kedua Ming Shin sangat murka waktu mengetahui Jiang Yong menyebutkan namanya selama berada didalam penjara.
“ Cari tahu, apa yang dia inginkan dariku dan lakukan tindakan yang perlu disana....”, ucap pangeran kedua Ming Shin tajam.
__ADS_1
Yi Jie pun langsung pergi melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Jiang Yong tentu saja sangat senang melihat pengawal pribadi pangeran kedua Ming Shin datang menemuinya.
“ Berikan ini kepada Yang Mulia sekarang….”, ucap Jiang Yong sambil menyerahkan satu kertas yang sedikit lusuh dari balik bajunya sambil tersenyum lebar.
Setelah menerima lembar kertas yang diberikan oleh Jiang Yong, Yi Jie langsung memasukkan dua pil kedalam mulut tuan muda kedua Jiang tersebut dan memaksa agar pemuda itu menelannya.
Jiang Yong hanya bisa melotot tak percaya jika setelah dia menyerahkan bukti yang menjadi kartu As nya dia akan mendapatkan perlakuan buruk seperti itu.
Melihat Jiang Yong mulai terjatuh ditanah sambil menahan rasa sakit yang mendera, Yi Jie pun bergegas pergi meninggalkan penjara.
Brakkk….
“ Dia berani menyebut namaku dengan mulut kotornya hanya demi barang tak berharga ini !!!....”, geram pangeran kedua Ming Shin penuh amarah.
Satu lembar kertas yang menurut Jiang Yong sangat berharga itu nyatanya hanyalah sebuah sampah bagi pangeran kedua Ming Shin karena setelah dia menyelidiki ternyata semua bukti yang didapatkannya sudah dimanipulasi seseorang.
Itu artinya, mata – mata yang disusupkan oleh Jiang Yong sama sekali tak berguna dan tak bisa membuat Jiang Shing terkena masalah.
Justru bukti yang ada ditangannya itu malah bisa membalikkan keadaan membuat Jiang Shing menjadi pahlawan dalam insiden tersebut.
“ Kuharap, kamu tidak akan bertindak bodoh seperti saudaramu ini….”, ucap pangeran kedua Ming Shin sambil
mencengkeram wajah munggi Jiang Xialun dengan kuat sebelum menghempaskannya dengan kasar.
Ini adalah pertama kalinya Jiang Xialun melihat pangeran kedua Ming Shin penuh amarah dan bertindak kasar terhadap dirinya.
Sambil mencengkeram erat ujung gaunnya dia terus meruntuki kebodohan yang dilakukan oleh kakak keduanya dengan penuh dendam.
“ Keluarga ketiga lebih berpendidikan dibandingkan keluarga kedua jadi kami tak akan pernah bertindak bodoh dan melibatkan Yang Mulia….”, ucap Jiang Xialun dengan suara lembut dan mendayu – dayu.
Melihat ekpresi pangeran kedua Ming Shin mulai melunak, Jiang Xialun pun merasa sedikit lega karena berhasil memadamkan api amarah yang sempat bersarang dihati lelaki pujaan hatinya itu.
Dan diapun kembali menyampaikan beberapa informasi penting yang bisa dia dapatkan diluar istana yang dapat membantu pangeran kedua Ming Shin didalam menyelesaikan tugasnya dipemerintahan.
Dihalaman keluarga pertama, Jiang Xia Yan menyuruh Chyou agar menyelinap ke tempat dimana Qianyi dikurung dan memasukkan pil halusinasi yang telah dibuat seperti dupa agar asapnya bisa masuk kedalam ruangan melalui celah kecil yang ada.
__ADS_1
“ Waktuku tinggal satu hari dan aku akan menghancurkan keluarga kedua sebelum benar – benar meninggalkan kediaman Jiang…”, batin Jiang Xia Yan menyeringai licik.