
Musim dingin di ibukota kekaisaran Ming tahun ini benar – benar ekstrim. Selain badai yang datang silih berganti, kasus pembantaian rumah tangga pangeran Ming Qianfan pun masih menjadi topik hangat di ibukota.
Dipenghujung hari, tiba – tiba ada kabar mengejutkan datang dari dalam penjara yang menyatakan jika nona muda tertua Jiang melakukan bunuh diri untuk mempertahankan ketidak bersalahannya.
Dalam dinding batu penjara dia menulis pesan terakhir Jiang Xiuying yang mengatakan jika dia sama sekali tak ada hubungannya dengan kasus pemusnahan rumah tangga pangeran Ming Qianfan.
Dan karena suami yang sangat dia cintai telah mati, maka dirinya pun tidak bisa hidup dan hanya bisa menggunakan cara kematian untuk menyatakan bahwa dia tidak bersalah.
Temperamen seseorang itu memang sangat aneh. Ketika Jiang Xiuying masih hidup dia dihujat karena hamil sebelum menikah.
Tapi ketika kematian menjadi pilihan, semua orang merasa simpati dan berkata jika hidup gadis itu telah dihancurkan oleh pangeran Ming Qianfan.
Karena peristiwa malang ini, segala rumor buruk yang menimpah keluarga Jiang beberapa hari terakhir perlahan mulai menghilang, lenyap tak berbekas.
Bahkan kaisar Ming Qin juga tak mengatakan atau melakukan tindakan apapun sehingga kemungkinan besar kasus ini akan menjadi kasus yang tak terselesaikan.
Didalam kediaman Jiang, nyonya besar Jiang pada akhirnya merasa lega karena rumor buruk tersebut sudah lenyap hingga tak ada lagi yang memandangnya remeh meski harus ada kematian untuk menyelesaikan masalah.
Sementara Jiang Yu dan Ruo Xinxin terlihat menangis sedih waktu mendengar kematian keponakannya itu meski semua itu hanyalah acting belaka.
Tapi bagi Jiang Quon kematian putrinya itu telah mengurangi satu masalah dalam hidupnya sehingga dia merasa senang dan sama sekali tak bersedih.
Bahkan dia tetap bekerja seperti biasa setelah Jiang Xiuying dimakamkan disamping pangeran Ming Qianfan didalam istana karena sebelum meninggal nona muda tertua Jiang itu sudah sah menjadi wangfe pangeran Ming Qianfan.
Adapaun Jiang Yong, seluruh beban rumah tangga kedua kini telah jatuh dipundaknya. Dan saat ini, begitu dia menetap di ibukota pemuda itu terus berlarian keluar rumah setiap hari seolah banyak hal penting yang ingin dia kerjakan.
Tidak ada satupun yang mengetahui kesibukan apa yang membuat tuan muda kedua Jiang tersebut hingga hampir tak pernah ada dikediaman, bahkan bayangannya pun tak terlihat.
Yang paling tragis adalah nasib dari Qianyi. Dia sudah seperti orang gila sekarang setelah mendengar putri kesayangannya bunuh diri didalam penjara.
Bahkan sekarang dia sudah tak lagi menempati rumah utama halaman keluarga kedua yang sudah diisi oleh Xionglue sebagai selir Jiang Quon yang telah memiliki satu orang putri mengantikan Qianyi sebagai nyonya keluarga kedua Jiang.
Qianyi diasingkan dihalaman belakang kediaman rumah tangga kedua agar tak membuat malu dan kembali menampar wajah nyonya besar Jiang jika sampai berita mengenai Qianyi yang menjadi gila tersebar keluar.
Sedangkan untuk rumah tangga pertama, kematian Jiang Xiuying sama sekali tak memberikan dampak apapun.
__ADS_1
Mereka sekeluarga tetap melakukan aktivitas seperti biasa seolah kejadian buruk tak pernah terjadi didalam kediaman Jiang.
........................................................
Suasana ibukota semakin terlihat hidup setelah beberapa hari badai salju menerpa membuat ibukota seakan kota mati.
Pembantaian tragis di musim dingin penuh badai tersebut serta bunuh diri yang menyedihkan dan putus asa dipenjara segera dilupakan oleh semua orang.
Tidak ada yang lebih penting dari menyambut datangnya tahun baru dan waktu pun terus berjalan dengan cepat.
Salju baru akan langsung menutupi salju yang lama. Begitu pun dengan gossip dan rumor yang beredar dimana yang lama akan tenggelam digantikan dengan rumor baru yang mulai tumbuh dan berkembang.
Bahkan Kaisar Ming Qin seakan melupakan semuanya dan menghabiskan banyak waktu serta uangnya untuk mengadakan berbagai perjamuan didalam istana.
Kaisar Ming Qin cukup senang karena pada akhirnya semua hal yang mengkhawatirkannya belakangan ini mengenai sang adik dibersihkan oleh orang lain dengan sempurna.
Jiang Xia Yan yang sudah mencapai tingkat kultivasi surgawi tahap awal untuk sementara waktu menghentikan latihannya dan fokus pada buku – buku militer yang diberikan sang kakak kepadanya.
Bagaimanapun, di era dinasti ini kekuatan militer sangat ditakuti dan bisa dijadikan pijakan dalam setiap rencana yang telah disusunnya dengan rapi tersebut.
Sambil mengantar kudapan yang baru saja matang, Lin berusaha untuk mengalihkan atensi nona mudanya yang sudah beberapa hari ini tidak pernah keluar kediaman.
“ Nona muda….”
“ Besok akan ada festival lentera…”
“ Ada puluhan ribu orang melepaskan lentera ditepi danau Minguanxi…”
“ Apakah nona muda bersedia pergi….”, ucap Lin penuh harap.
Festival lentera adalah festival tahunan di kekaisaran Ming yang diadakan menjelang pergantian tahun di tepi danau Minguanxi.
Semua orang akan keluar rumah dan memenuhi jalan besar serta gang – gang kecil yang ada di ibukota untuk membuat permohonan yang akan ditulis dalam lentera sebelum dilepaskan.
Selain melepaskan lentera dilangit, para warga juga bisa melarungkan lentera berbentuk bunga didalam danau yang dapat membuat pemandangan danau menjadi indah dan lebih hidup dari biasanya.
__ADS_1
“ Omong kososng apa kamu ?...”
“ Tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya…”
“ Nyawa nona akan berada dalam bahaya jika berada dalam keramaian seperti itu…”, ucap Kiew cemas.
Meski semua orang merasa lega setelah meninggalnya Jiang Xiuying, tapi anggota keluarga Jiang masih belum bisa beraktiviats diluar seperti biasa karena pelaku pemusnahan rumah tangga pangeran Ming Qianfan masih belum tertangkap.
Dia sangat takut jika pelaku tersebut menggunakan kesempatan ini untuk melukai anggota keluarga Jiang, terutama keluarga pertama yang menjadi sorotan tajam di ibukota beberapa waktu yang lalu.
Tapi ketakutan Kiew yang tak mendasar ini hanya mendapatkan tatapan jengah dari ketiga temannya yang menganggap tak akan ada seorang pun yang bisa menyakiti keluarga pertama karena mereka memiliki kekuatan militer terbesar di kekaisaran Ming.
“ Apa yang perlu kamu takutkan….”
“ Siapa yang berani berurusan dengan keluarga pertama…”
“ Apalagi jenderal besar dan istrinya ada di ibukota…”
“ Tak akan ada yang berani untuk mencelakai nona….”, ucap Jinying penuh keyakinan.
Jiang Xia Yan acuh melihat perdebatan yang dilakukan keempat pelayan pribadinya tersebut dan tetap fokus pada buku yang ada ditangannya sambil mulutnya tak berhenti mengunyah kudapan yang ada dihadapannya itu.
Melihat perdebatan yang terjadi semakin memanas, sambil menghela nafas panjang Jiang Xia Yan pun mulai menutup buku yang dibacanya dan meletakkannya diatas meja.
“ Kalian tenang saja…”
“ Aku akan pergi bersama ayah, ibu dan kakak…”
“ Jadi kalian tak perlu cemas….”, ucap Jiang Xia Yan mengakhiri perdebatan yang ada.
“ Tapi nona….”, Kiew yang masih ingin membujuk agar nona mudanya tak pergi segera dihentika oleh Lin yang langsung bersuara.
“ Nona sudah memutuskan akan pergi….”
“ Jadi kitapun juga akan pergi…..”, ucap Lin yang menadapat tepuk tangan dari kedua temannya yang lain.
__ADS_1
Sementara Kiew terlihat menekuk wajahnya tak senang. Entahlsh, kenapa firasatnya mengatakan jika akan terjadi hal buruk selama festival lentera berlangsung.