Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
KEBERADAAN API SUCI


__ADS_3

Setelah mengetahui jika pangeran kedua Ming Shin hendak menggunakan pasukan mayat dalam pemberontakan yang akan dilakukannya setelah dekrit penobatan pangeran pertama Ming Zheting sebagai putra mahkota, kaisar Ru Xie Chang pun segera mengerahkan anak buahnya untuk menemukan suku Moblian.


Meski suku tersebut telah dinyatakan musnah, namun kaisar Ru Xie Chang masih menyakini jika mereka masih ada dan tinggal disekitar wilayah kerajaan Iceland.


Meski Jiang Shing mengatakan jika hanya seseorang yang terpilih oleh langit lah yang bisa mendapatkan api suci, namun kaisar Ru Xie Chang tak patah semangat karena merasa ada yang disembunyikan oleh suku Moblian mengenai masalah ini.


“ Aku harus menemukan mereka….”


“ Jika mereka benar akan menggunakan pasukan mayat, maka aku harus menemukan api suci untuk menghancurkannya…”


“ Dan mengenai siapa orang yang dipilih oleh langit, aku juga harus bisa mendapatkan informasinya…. ”, batin kaisar Ru Xie Chang tajam.


Jiang Xia Yan yang mendapatkan informasi dari kaisar Ru Xie Chang mengenai kemungkinan pangeran kedua Ming Shin menggunakan pasukan mayat dalam rencana pemberontakannya pada akhirnya menemui Feng Mo Tian untuk mendiskusikan mengenai hal tersebut.


“ Pasukan mayat ?....”, kening Gu Zou berkerut cukup dalam waktu mendengar hal itu.


Selain Feng Mo Tian, ada Gu Zou yang kebetulan sedang bersama dengan tuan muda Feng tersebut sehingga Jiang Xia Yan pun mengajaknya serta untuk berdiskusi.


“ Apa kamu tahu sesuatu ?....”, tanya Jiang Xia Yan curiga.


Feng Mo Tian yang sudah membaca isi pikiran Gu Zou hanya menggangguk pelan agar pemuda itu menjelaskan semuanya.


“ Api suci….”


“ Orang terpilih dari langit….”


“ Itu semua hanyalah omong kosong belaka….”


“ Karena aslinya, api suci tersebut dihasilkan oleh para penyihir putih untuk menyingkirkan sihir hitam yang merajalela…..”, ucap Gu Zou sinis.


“ Kenapa kamu berkata begitu ?…”, Jiang Xia Yan bertanya dengan tatapan menyelidik.


“ Karena aku salah satu keturunan suku Moblian…”


“ Untuk semua hanya karangan para tetua agar keberadaan penyihir putih tak terungkap….”, ucap Gu Zou menjelaskan.


Gu Zou pun mulai menceritakan semua yang dia ketahui, karena dia merupakan salah satu keturunan ketua suku Moblian jadi secara tidak sengaja dia mengetahui beberapa hal yang tidak pernah diketahui oleh rakyatnya, termasuk hal apa saja yang harus semua rakyatnya katakan jika berhadapan dengan orang diluar suku Moblian.


“ Kenapa kalian mengarang cerita seperti itu ?....”

__ADS_1


“ Apakah suku Moblian merupakan penyihir putih ?....”, tanya Jiang Xia Yan penasaran.


“ Omong kosong apa itu….”


“ Kami bukanlah penyihir….”


“ Hanya saja kami memiliki daya ingat yang sangat baik serta kemampuan medis yang tinggi…”, ucap Gu Zou sambil menerawang jauh kedepan.


Diapun kembali menceritakan semua hal yang berkaitan dengan  api biru dan sosok yang diibaratkan sebagai seseorang yang terpilih oleh langit.


Meski sudah mengenal cukup lama, tapi Feng Mo Tian belum pernah melihat Gu Zou berbicara seserius ini sebelumnya.


Maka dari itu dia cukup terkejut dan berusaha menyimak dengan baik setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu, seperti apa yang dilakukan oleh Jiang Xia Yan saat ini.


Setelah Gu Zou selesai bercerita, Jiang Xia Yan terlihat memutar otaknya dengan keras dan masih berharap mereka bisa mendapatkan api suci tersebut secepatnya.


“ Apakah dalam ingatanmu tidak ada peristiwa semacam ini pernah terjadi ?....”


“ Jika ini berkaitan dengan Bai Sheng, kurasa kita berdua juga akan terkait….”, Jiang Xia Yan berusaha untuk menekan Feng Mo Tian agar mengingat kembali kenangan masa lalunya.


Sejenak, Feng Mo Tian terlihat memutar bola matanya dengan cepat berusaha untuk mengingat kembali memori masa lalunya.


“ Kurasa kita bisa menemukan petunjuk disana jika memang jiwa kita dimasa lalu terkait akan hal ini….”, ucap Feng Mo Tian tajam.


Sejenak, Jiang Xia Yan merasa jika nama pegunungan yang baru saja Feng Mo Tian sebut terasa tak asing baginya.


Meski dia belum pernah kesana, namun  dia sepertinya cukup tertarik dengan saran yang diberikan oleh Feng Mo Tian saat ini.


“ Baik, kita kesana sekarang….”, ucap Jiang Xia Yan penuh keyakinan.


Tak ingin membuang waktu, keduanya pun segera berteleportasi agar bisa segera berada dipegunungan Benzia secepatnya.


Begitu melangkah masuk, keduanya merasakan aura kuat yang sangat aneh hingga membuat tubuh mereka merasa sangat tidak nyaman.


Meski begitu, keduanya sama sekali tak menyurutkan langkah untuk tetap melangkah maju sambil melihat sekeliling dengan waspada.


“ Awas !!!....”, teriak Jiang Xia Yan sambil mendorong tubuh Feng Mo Tian kesamping.


“ Tampaknya ada yang memberi sambutan kepada kita….”, ucap Feng Mo Tian menyeringai tajam.

__ADS_1


Keduanya segera bergerak maju sambil menghindari anak panah beracun yang datang entah darimana menyerang mereka secara membabi buta.


Sethhh….


Sethhh….


Sethhh….


Jiang Xia Yan dan Feng Mo Tian bergerak lincah kesana kemari menghindari anak panah beracun yang terus meluncur memburu keduanya tanpa ampun sambil melangkah maju kedepan.


Begitu sampai dipertengahan hutan, serangan anak panah beracun perlahan mulai menghilang diganti dengan serangan bola api biru.


Setelah berhasil menghindar dan keduanya bertemu sambil berlindung dibalik pohon besar Jiang Xia Yan merasakan aura yang sedikit berbeda tak jauh dari tempat keduanya berada saat ini.


“ Apa kamu menyadari jika api biru yang baru saja menyerang kita sedikit aneh ?....”, ucap Jiang Xia yan berbisik pelan.


“ Maksudmu, itu api biru itu api suci ?.....”, ucap Feng Mo Tian terbelalak tak percaya.


“ Menurutmu ?....”, Jiang Xia Yan melayangkan tatapan penuh kecurigaan darimana api biru tersebut berasal.


Jika dirasakan memang aura yang ada sedikit berbeda dari aura waktu anak panah beracun melesat kearah mereka.


Meski terasa sangat kuat, namun aura tersebut tak sepekat yang tadi dan untuk menuntaskan rasa penasaran yang ada keduanya pun bergegas melesat menuju dimana api biru tersebut berasal.


Sethhh….sethhh…sethhh…


Ctasss….duarrr….


Beberapa kali api biru yang berhasil dihindari oleh Jiang Xia Yan dan Feng Mo Tian menghantam pohon hingga membuatnya hangus tak bersisa.


Cukup lama keduanya bergerak maju menuju dimana pusat serangan api biru berasal sambil menatap awas ke depan untuk memastikan bahwa keduanya tak salah melangkah.


“ Itu dia ?....”, teriak Jiang Xia Yan bersemangat waktu dia mendapatkan sebuah api biru besar terlihat berdiri kokoh disana.


Api biru tersebut berdiri layaknya manusia dengan kedua tangan yang terus melemparkan api biru seperti meriam yang tak ada habisnya.


“ Tampaknya kita harus menakhlukkan makhluk berwujud api tersebut itu jika ingin mendapatkannya….”, teriak Feng Mo Tian lantang.


Meski berhasil melewati serangan api biru yang dilancarkan kepada mereka, namun untuk mendekati sosok yang diduga sebagai api suci tersebut sangatlah sulit apalagi untuk menakhlukkannya.

__ADS_1


" Kurasa kita harus menggunakan sihir untuk menakhlukannya....", ucap Feng Mo Tian sambil terus melancarkan serangan kepada monster aoi tersebut.


__ADS_2