Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MENJALANKAN RENCANA


__ADS_3

Jiang Xia Yan yang terlalu sibuk menjalankan rencananya tak sadar jika keponakan nyonya besar Jiang dari keluarga Wan (keluarga ibu kandungnya) telah datang dan sudah beberapa hari berada di ibukota.


“ Apa gadis itu sering datang kemari ?....”, tanya Jiang Xia Yan tak senang.


“ Betul nona, ini sudah hari ketiga dia datang untuk mendekati tuan muda pertama….”


“ Kalau tidak salah namanya Wan Lu….”, ucap Lin menjelaskan.


“ Tapi tenang saja nona, tuan muda pertama sama sekali tak pernah menanggapinya….”, ucap Kiew menimpali.


Jiang Xia Yan juga sangat tahu jika kakaknya itu sama sekali tak tertarik dengan apa yang namanya wanita karena sibuk di medan pertempuran selama ini.


Jiang Chen juga terbilang sangat kaku serta cuek jika berhubungan dengan yang namanya wanita, wajar jika dia tak menanggapi rayuan terselubung yang diberikan oleh Wan Lu selama ini.


Melihat sikap Wan Lu yang terlihat malu – malu kucing, seolah dia adalah gadis lemah yang patut dikasihani.


Padahal aslinya dia adalah rubah betina yang sudah dipersiapkan oleh nyonya besar Jiang untuk menghancurkan kakak tertuanya.


“ Aku tidak akan membiarkan rubah betina ini terus berkeliaran disini….”, ucap Jiang Xia Yan garang.


Tak ingin diganggu lebih dalam lagi, Jiang Xia Yan pun segera menyuruh beberapa orang penjaga untuk memperketat penjagaan yang ada dikediaman pertama agar dua bersaudara Wan tersebut tak lagi bebas masuk ke halaman mereka seenaknya.


Nyonya besar Jiang yang melihat jika kedua keponakannya sulit untuk menembus halaman keluarga pertama pada akhirnya memajukan acara perjamuan agar rencananya segera terlaksana.


Ruo Xinxin yang sekarang menjadi nyonya rumah terlihat sedikit kebinggungan karena anggaran yang akan digunakan untuk acara perjamuan sangatlah besar sedangkan uang kas publik sudah semakin menipis.


Dulu, sewaktu Qianyi menjadi nyonya rumah dia sering menggunakan maharnya untuk menambal kebutuhan dana yang dipergunakan oleh nyonya besar Jiang dalam menyelenggarakan pesta.


Tapi, Ruo Xinxin yang keluarganya tidak sekaya Qianyi sedikit kebinggungan dan merasa tidak rela jika harus menggunakan uang pribadinya.


Namun jika memikirkan keuntungan yang akan dia dapatkan dari pesta perjamuan tersebut, membuat Ruo Xinxin pun terpaksa mengeluarkan keuangan pribadi miliknya yang selama ini tidak diketahui oleh sang suami.


“ Kuharap rencana nyonya besar kali ini berhasil karena aku sudah tak sabar lagi ingin melihat Jiang Chen hancur…..”,guman Ruo Xinxin menyeringai lebar.

__ADS_1


Jiang Xia Yan yang sudah mengetahui dengan jelas rencana nyonya besar Jiang pun sudah mengatur strategi untuk membuat wanita tua tersebut jera.


“ Ternyata rencananya masih sama….”


“ Hanya berubah orangnya saja….”, guman Jiang Xia Yan sinis.


Akhirnya hari perjamuan yang diadakan oleh nyonya besar Jiang telah tiba. Semua tamu sejak terlihat sudah mulai berdatangan dan memasuki halam uatama keluarga Jiang.


Mengingat jika Qianyi mengalami gangguan mental, para nyonya muda pun sekarang mulai dekat dengan Ruo Xinxin sebagai nyonya kediaman rumah yang baru.


Bagaimanapun juga mereka harus menjaga hubungan baik dengan keluarga Jiang, jadi meski kurang cocok dengan Ruo Xinxin mereka mencoba untuk dekat dengan istri Jiang Yu tersebut.


Bukan hanya para nyonya muda saja yang berpindah haluan, para nona muda yang hadir pun sekarang sangat dekat dengan Jiang Xialun padahal beberapa orang dari mereka dulunya adalah sahabat dekat Jiang Xiuying.


Mereka bercengkerama dengan hangat seolah telah melupakan kematian Jiang Xiuying yang tragis.


Begitulah kehidupan para bangsawan, mereka cepat berpindah haluan ke hal yang dianggap membawa keuntungan dimasa depan.


“ Hey…siapa itu ?....”


“ Iya benar, itu adalah biao jie….”, ucap Jiang Xialun lembut.


Tak lama kemudian gadis cantik dengan gaun berwarna oranye berjalan mendekat.


Tapi karena dia tak melihat Jiang Xialun, Wan Lu hanya melewatinya dan bergegas menuju tempat dimana nyonya besar Jiang berada.


Tamu pria dan wanita duduk terpisah selama acara pesta berlangsung karena mereka memiliki kepentingan yang berbeda.


Jika para wanita duduk diaula bersama nyonya besar Jiang dan Ruo Xinxin maka tamu pria duduk dipojok aula bersama Jiang Quon dan Jiang Yu.


Karena Jiang Shing tak tertarik dengan cara seperti ini maka dia hanya duduk sambil meminum secawan anggur yang ada dihadapannya.


Tak lama kemudian Jiang Chen pun ikut bergabung. Meski dia sama sekali tak mengetahui apa rencana sang adik, tapi dia tetap menjalankan semua yang diinstruksikan kepadanya.

__ADS_1


Yinhang yang ditugaskan untuk menjaga sang kakak sengaja berdiri tak jauh dari Jiang Chen dan tak membiarkan lelaki muda itu sendirian.


Setiap pelayan memberikan minuman kepada Jiang Chen, diam – diam Yinhang akan membuang minuman tersebut dan menggantinya dengan yang baru.


Begitu seterusnya hingga tiba – tiba Jiang Yong yang sedang mabuk mulai mengajak Jiang Chen keluar dari ruangan.


Yinhang yang melihat jika rencana nyonya besar sudah mulai berjalan pun berjalan menguntit di belakang keduanya hingga dipersimpangan lorong keduanya berpisah karena ada salah satu nona muda menanyakan toilet kepada Jiang Chen.


Jiang Yong yang berjalan sempoyongan tak menyadari jika dia sedang diikuti.


Melihat kondisi disekitar aman, Yinhang segera memukul tekuk Jiang Yong dan bergegas membawanya ketempat yang diinstruksikan oleh Jiang Xia Yan sebelumnya.


Di aula pesta, nyonya besar Jiang sibuk mempromosikan Wan Lu kepada setiap nyonya yang mengajaknya berbincang hingga membuat gadis itu berada diatas angin.


Tiba – tiba ada  salah satu pelayan tak sengaja menumpahkan minuman kepakaian Wan Lu membuat ekpresi nyonya besar Jiang berubah.


“ Apa yang kamu lakukan ?....”, ucap nyonya besar Jiang dengan nada tinggi dan kedua mata melotot tajam.


“ Mohon ampun nyonya….”


“ Pelayan rendahan ini tak sengaja….”, ucap pelayan tersebut langsung bersujud dihadapan nyonya besar Jiang dengan tubuh bergetar ketakutan.


“ Madam Hu….tertibkan pelayan ini….”, ucap nyonya besar Jiang geram.


Madam Hu pun segera mentertibkan pelayan yang telah melakukan kesalahan tersebut sehingga membuat nyonya besar Jiang tak senang.


Wan Lu terlihat sedikit ketakutan melihat amarah nyonya besar Jiang membuat wanita tua tersebut langsung merubah ekpresinya demi melancarkan rencana licik yang telah dibuatnya.


“ Nona muda Wan, cuaca sedang dingin. Sebaiknya kamu segera berganti pakaian….”, ucap nyonya besar Jiang lembut.


Setelah berpamitan dengan sopan, Wan Lu diantar oleh Li selaku pelayan pribadi nyonya besar Jiang ke sebuah ruangan yang telah mereka siapkan sebelumnya.


“ Nona muda Wan, anda bisa berganti pakaian disini….”, ucap Li penuh makna.

__ADS_1


Wan Lu yang sudah mendapatkan instruksi dari Li bukannya berganti pakaian, dia malah melepaskan seluruh pakaiannya hingga menyisakan bagian dalam yang tipis serta mengacak – acak rambutnya dan langsung berbaring disamping lelaki yang tidur disampingnya.


__ADS_2