
Kali ini sudah tiba waktunya bagi Jiang Xia Yan untuk melanjutkan rencananya yaitu menarik Han Shan Yang menjadi sekutunya.
Sambil menikmati salju yang turun, Jiang Xia Yan terlihat membaca berkas mengenai Han Wu Ying yang dia dapatkan dari Shentan She.
Setelah pemusnahan rumah tangga pangeran Ming Qianfan, Jiang Xia Yan sama sekali tidak berkomunikasi dengan Shentai She maupun keluarga Dong.
Hubungan mereka seolah terputus begitu saja ditengah jalan seiring semua rencana berjalan dengan sempurna tanpa cela.
Kecantikan Han Wu Ying sudah diakui dan menjadi kecantikan nomor satu di ibukota kekaisaran Ming sehingga Wudao Jia yang merupakan rumah bordil kelas atas menjadikannya asset yang sangat berharga.
Setiap orang harus merogoh kantongnya dalam – dalam hanya untuk bisa ditemani wanita cantik ini hanya dalam beberapa jam pertemuan yang di isi dengan penampilan bakat yang dimiliki Han Wu Ying yaitu memainkan alat musik dan menari.
Sedangkan jika pelanggan ingin meminta wanita cantik itu untuk menghangatkan ranjang, maka mereka harus kembali merogoh kantongnya dengan nominal fantastis.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Yinhang, Han Wu Ying akan memerankan sebagai dewi danau Minguanxi dalam festival lentera dan akan menari di tepi danau.
Tentu saja kesempatan bagus ini tak ingin Jiang Xia Yan lewatkan begitu saja untuk melihat dan menemui wanita cantik yang merupakan kakak kandung Han Shang Yan tersebut.
“ Melalui wanita ini aku bisa membuat Han Shan Yang berpihak padaku dan mengendalikannya ditelapak tanganku….”, batin Jiang Xia Yan bahagia.
Jika pada kehidupannya terdahulu, pangeran kedua Ming Shin berhasil mendapatkan Han Wu Ying hingga bisa membuat Han Shang Yan berada disisinya.
Kali ini, Jiang Xia Yan lah yang akan menemukannya terlebih dulu dan menggunakan hal tersebut untuk membuat lelaki muda bertalenta seperti Han Shang Yan berada dipihaknya.
Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, seluruh anggota keluarga Jiang akan keluar untuk menyaksikkan festival lentera yang diadakan setiap tahunnya.
Namun bedanya kali ini, Qianyi tidak ikut karena emosinya masih belum stabil pasca meninggalnya Jiang Xiuying yang begitu menusuk hatinya.
Sedangkan Jiang Ho yang pada tahun kemarin ikut diajak, kali ini akan tinggal dirumah bersama nyonya besar Jiang karena maraknya aksi penculikan anak kecil beberapa bulan terakhir ini.
Dan sebagai penganti nyonya keluarga kedua, kali ini yang mewakili adalah Xionglue dan anaknya Jiang Zhu.
Keduanya tampak sangat bersemangat karena pada akhirnya bisa keluar menyaksikkan festival lentera bersama keluarga besar Jiang.
__ADS_1
Karena tak ingin para selirnya iri maka Jiang Quon pun memutuskan untuk mengajak semua selir yang ada dihalamannya untuk bersenang – senang malam ini.
Dan tentunya semua keputusan Jiang Quon itu diambil setelah mendapatkan persetujuan dari Xionglue sebagai nyonya keluarga kedua yang baru.
Begitu sampai, tepi danau minguanxi sudah dipadati pengunjung. Kaya miskin, bangsawan dan rakyat jelata pada hari ini telah turun membaur menjadi satu.
Bahkan banyak yang percaya jika dalam Festival lentera ini juga bisa digunakan sebagai ajang mencari jodoh sehingga banyak wanita muda dan pemuda bersemangat untuk turun menyaksikan festival yang diadakan setiap akhir tahun tersebut.
Jika biasanya ada gelak tawa mewarnai perjalanan keluarga Jiang menuju danau Minguanxi, kali ini semua orang sama sekali tak berinteraksi dan berusaha untuk mencari kebahagiaan masing – masing.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka tiba – tiba melihat ada kerumunan orang yang berlari dengan terburu – buru tak jauh dari mereka berdiri sekarang.
Jiang Shin menangkap satu bocah kecil yang berlari disisinya sambil bertanya “ Kenapa semua orang pada berlari ?...ada apa ?....”
“ Dewi danau Minguanxi telah tiba….”
“ Semua orang pergi kesana untuk melihat kecantikan dewi danau Minguanxi….”, ucap bocah kecil itu bersemangat.
Melihat jika tuan besar yang ada dihadapannya hanya diam tak menunjukkan antusiasnya seperti yang lainnya, bocah kecil itupun kembali bersuara.
“ Dewi danau Minguanxi kali ini diperankan oleh nona Han Wu Ying dari Wudao Jia….”
“ Dia sangat cantik….”
“ Tuan sebaiknya cepat pergi agar bisa menyaksikannya dari dekat….”, ucap bocah kecil tersebut yang langsung berlari meninggalkan Jiang Shing yang masih sedikit binggung siapa Han Wu Ying itu ?...
Pada saat menoleh kebelakang, Jiang Shing dapat melihat Xiao Mei tersenyum hangat kepadanya sambil berkata “ Masih tidak pergi dan melihat nona Han Wu Ying….”
Mendengar ada nada cemburu terselip disenyum lembut Xiao Mei, Jiang Shing pun tersenyum lebar dan langsung merangkul bahu sang istri dengan erat.
“ Kenapa istri berkata seperti itu ?....”
“ Aku bahkan tidak pernah puas melihat kecantikan istri jadi kenapa harus melihat nona Han Wu Ying….”
__ADS_1
“ Meski banyak yang mengatakan cantik tapi aku yakin jika istriku ini lebih cantik dan murah hati daripada wanita itu….”, ucap Jiang Shing sambil menyeka keringat didahinya.
Melihat istrinya tak lagi membahas masalah nona muda Han Wu Ying, Jiang Shing pun bisa bernafas dengan lega dan semua orang kembali melanjutkan perjalanannya.
Sangat sulit berjalan disaat banyak orang berlarian sambil berteriak memanggil nama Han Wu Ying secara histeris.
Dari kejauhan dapat mereka lihat ada sebuah kereta berjalan mendekati sisi danau.
Kereta tersebut dihiasi dengan bunga segar aneka warna sehingga menarik perhatian semua orang yang sudah berada disana sambil bersembunyi dibalik mantel dinginnya.
Dibalik cantiknya bunga yang menghiasi kereta, semua orang bisa melihat dengan jelas bahwa dewi yang ada didalam kereta lebih cantik seribu kali jika dibandingkan dengan bunga hidup yang berada disisi luar.
Seorang wanita muda yang berada didalam kereta mengenakan gaun putih dengan jubah beludru yang tebal dan rambut ditata menjadi sanggul peri terbang yang membuat seseorang ingin menyatu dengannya.
Dahi dan alisnya terlihat sangat sempurna, sepasang mata sipitnya mengait diujungnya, membuatnya terlihat genit dan bibir munggilnya yang berwarna merah segar terlihat sangat menggoda.
“ Dingin tapi menarik…. ”
“ Ringan tetapi sangat menggoda….”
Itulah gambaran Han Wu Ying yang memerankan sebagai dewi danau minguaxi malam ini.
Seolah – olah saat dia lewat ada jejak aroma hangat yang langsung menembus kedalam jiwa.
Dewi danau Minguanxi ini dikatakan sebagai makhluk abadi (immortal ) tapi memiliki ciri – ciri fisik seperti manusia biasa.
Tapi kecantikannya yang terpancar sama sekali tak biasa dan hanya dewi – dewi saja yang bisa menyainginya.
Itulah gambaran dewi danau Minguanxi yang dipercaya warga dan kali ini Han Wu Ying memerankannya dengan sangat sempurna.
Seolah kecantikannya bukanlah hal yang wajar yang bisa dimiliki oleh manusia biasa. Penampilannya seperti manusia tetapi tindakannya seperti panggilan kematian yang haus akan jiwa.
Jiang Xia Yan terlihat kagum akan acting yang diperankan oleh Han Wu Ying yang begitu menjiwai hingga larut kedalam peran yang dia mainkan.
__ADS_1
“ Kurasa ini bukan saat yang tepat untuk berbicara dengannya…”
“ Mungkin aku harus ke Wudoa Jia dan langsung menemuinya secara pribadi…. ”, batin Jiang Xia Yan bermonolog.