
Bunga yang bermekaran dengan indah ditaman akan layu pada waktunya.Begitu juga seorang wanita yang akan layu dan kecantikannya akan memudar seiring bertambahnya usia mereka.
Meski Ruo Xinxin sudah menemukan ide brilian untuk mencegah pertemuan antara suaminya dengan nona ke empat Mo, tapi melihat kegigihan nyonya besar Jiang untuk mendapatkan pewaris tentu saja wanita tua licik itu tak akan menyerah dengan mudah akan rencananya.
Apalagi Ruo Xinxin juga masih harus membujuk Jiang Xialun agar mau menikah dengan putra kedua keluarga Shu.
Sesuatu hal yang bagi Ruo Xinxin tidaklah mudah mengingat bagaimana cintanya putri semata wayangnya itu terhadap pangeran kedua Ming Shin hingga menolak beberapa pemuda bangsawan yang berusaha dekat dengannya.
Sekelebat bayangan Xiao Mei mulai terlintas dalam benak Ruo Xinxin saat ini melihat bagaimana harmonisnya hubungan keluarga pertama Jiang.
Melihat bagaimana sempurnanya hidup kakak iparnya itu bersama putra dan putri yang menyayanginya serta suami yang selalu menjadikannya ratu membuat hati Ruo Xinxin dipenuhi oleh kebencian.
Rasa iri dengki dalam hatinya semakin bertambah waktu dia melihat Jiang Xia Yan lebih bersinar dibandingkan dengan Jiang Xialun, putrinya dalam pesat perjamuan yang diselenggarakan diistana beberapa waktu yang lalu.
Meski putrinya itu lebih berbakat tapi karena kurangnya pemasukan dana beberapa bulan terakhir hingga membuat sang putri hanya bisa memakai pakaian dan perhiasan lama untuk menghadiri perjamuan karena tak bisa membeli yang baru.
Sementara Jiang Xia Yan terlihat begitu glamor dan mewah. Apalagi kedekatan gadis itu dengan tuan muda Feng yang baru saja memenangkan pertempuran hingga mendapat gelar jenderal muda berbakat membuat kebencian yang sangat dalam muncul dihati Ruo Xinxin.
Dilain tempat, kaisar Ru Xia Chang yang mendengar kabar jika Jiang Xia Yan sedang deman langsung pergi menuju kediaman keluarga pertama Jiang dengan hati resah.
Xiao Mei yang melihat kedatangan kaisar Ru Xie Chang hanya bisa menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
Melihat raut kekhawatiran yang sangat jelas diwajah kaisar Ru Xie Chang, Xiao Mei pun pada akhirnya mengijinkan penguasa kekaisaran Ru tersebut untuk menjengguk putrinya.
Meski sang putri sudah menolak lamaran lelaki tersebut dengan alasan belum siap untuk menikah, tapi melihat kesungguhan lelaki tersebut membuat hati Xiao Mei luluh.
Begitu mendapat ijin, kaisar Ru Xia Chang pun segera melesat pergi kehalaman kediaman Jiang Xia Yan.
Semua orang segera keluar begitu penguasa kekaisaran Ru tersebut masuk kedalam kamar. Jiang Xia Yan hanya menatap datar kedatangan kaisar Ru Xia Chang tanpa minat.
“ Bagaimana kondisimu Yan’er ?....”
“ Bagian mana yang terasa sakit ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang penuh perhatian dengan nada lembut.
Tatapan hangat dan kata – kata yang dipenuhi nada kekhawatiran tentunya bisa membuat orang lain merasa nyaman dan merasa sangat dicintai.
Jiang Xia Yan bukanlah gadis muda yang cuek dan polos. Meskipun dalam dua kehidupannya dia sama sekali belum pernah yang namanya berpacaran dan memiliki kekasih tai hatinya tersentuh juga atas perhatian kecil yang diberikan oleh kaisar Ru Xie Chang ini.
Namun, jika dia kembali mengingat apa yang telah Wuzia dan pemilik tubuh aslinya alami, alam bawah sadarnya seketika menyalakan alaram peringatan agar dirinya tak mudah hanyut dalam perasaan yang mendalam dalam hubungan percintaan yang semu.
Perlahan Jiang Xia Yan melepaskan genggaman tangan kaisar Ru Xia Chang sambil berkata dengan nada dingin “
Aku baik – baik saja jadi tak perlu khawatir….”.
Kaisar Ru Xie Chang sedikit kecewa dengan sikap Jiang Xia Yan, tapi dia berusaha untuk mengerti dan memahami keingginan gadis itu.
“ Aku habis minum obat dan harus beristirahat sekarang….”, usir Jiang Xia Yan dengan halus.
Kaisar Ru Xia Chang hanya bisa tersenyum tipis melihat Jiang Xia Yan mengusirnya dengan halus padahal dia belum ada lima menit berada didalam kamarnya.
“ Baiklah….”
“ Istirahatlah yang cukup agar cepat pulih….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengecup kening Jiang Xia Yan dengan lembut.
Sebelum berjalan keluar, kaisar Ru Xia Chang kembali menoleh kearah Jiang Xia Yan sambil berkata “ Hari ini aku akan kembali kekaisaran Ru untuk menyiapkan pasukan…”.
“ Lebih cepat disiapkan akan lebih bagus…”
__ADS_1
“ Aku tunggu kabar baiknya….”, ucap Jiang Xia Yan datar.
Melihat jika gadisnya sudah memejamkan kedua matanya setelah mengucapkan kalimat tersebut untuknya, kaisar Ru Xie Chang pun segera keluar dari dalam kamar Jiang Xia Yan.
“ Jaga baik – baik….”
“ Jangan sampai lengah….”, ucap kaisar Ru Xie Chang begitu berpapasan dengan Yuyun.
“ Baik…”, jawab Yuyun singkat.
Yuyun akan menjaga nona mudanya itu dengan sebaik – baiknya agar tak mendapatkan masalah dengan pangeran kedua Ming Shin.
Setelah mengamati pangeran kedua Ming Shin ketika bertemu dengan nona mudanya di hutan bamboo, Yuyun bisa merasa jika aura hitam cukup kuat terpancar dari tubuh lelaki tersebut.
Meski ilmu sihirnya masih dibawah pangeran kedua Ming Shin namun gadis itu bertekad akan melindungi nona mudanya meski harus mempertaruhkan nyawanya.
Ming Ming yang mendapatkan kabar jika Jiang Xia Yan sakit setelah semalam bertemu dengannya siang ini menyempatkan diri datang ke kediaman keluarga pertama Jiang.
Karena dia memiliki ilmu sihir diatas Jiang Xia Yan maka dengan mudah lelaki itu bisa menembus pelindung sihir yang dibuat dan langsung berteleportasi kedalam kamar nona muda ketiga Jiang tersebut
Melihat Jiang Xia Yan tertidur diatas ranjang dengan wajah sedikit pucat, Ming – Ming pun berjalan mendekat sambil menatap hangat kekasih masa lalunya itu.
“ Wuzia…maafkan aku….”, guman Ming – Ming penuh rasa bersalah.
Merasa ada tangan dingin mengusap pipinya, Jiang Xia Yan pun terbangun dan menatap tajam kedepan waktu menyadari siapa yang mengelus pipinya dengan lembut.
“ Kamu bukan pangeran kedua Ming Shin….”
“ Siapa kamu ?....”, ucap Jiang Xia Yan dingin.
Lelaki tampan dengan perawakan tinggi tegap tersebut duduk ditepi ranjang sambil menatap Jiang Xia Yan dengan hangat.
“ Panggil aku Ming Ming….”, ucap Ming Ming tersenyum hangat.
“ Oh…”, ucap Jiang Xia Yan sambil menatap tajam Ming Ming.
“ Tenanglah, aku tak seburuk Ming Shin…”
“ Dan yang pastinya aku lebih mencintaimu daripada dirinya….”, ucap Mig Ming dengan senyum menggoda.
Jika Jiang Xia Yan tak mengetahui masa lalu Wuzia dan sang pemilik tubuh serta dia gadis normal biasa pastinya dia juga akan meleleh melihat senyum manis Ming – Ming.
Tapi sayangnya dia adalah gadis dengan hati dingin dalam kehidupannya terdahulu maupun kehidupan yang sekarang.
Melihat jika Jiang Xia Yan masih bersikap waspada terhadapnya, Ming Ming pun meraih satu tangan gadis itu dan mengusapnya dengan lembut.
“ Tak perlu bersikap waspada seperti itu….”
“ Aku tak akan menyakitimu….”, ucap Ming Ming hangat.
Ingin rasanya Jiang Xia Yan mencekik laki – laki yang ada dihadapannya itu sekarang juga, tapi mengingat kekuatannya yang tak sebanding apalagi saat ini kondisi tubuhnya sedang lemah diapun hanya bisa mengeram marah dalam hati.
Dengan kasar Jiang Xia Yan segera menarik tangannya dan langsung menyembunyikannya dibalik selimut.
Melihat raut wajah Jiang Xia Yan yang kesal, Ming Ming pun tersenyum lebar sambil mencubit hidung kekasih masa lalunya itu dengan gemas.
“ Aku akan mengunjungimu lagi nanti…”
__ADS_1
“ Sekarang beristirahatlah dengan baik….”, ucap Ming Ming penuh perhatian.
Cup…Cup….
Ming Ming mengecup kedua pipi Jiang Xia Yan sebelum akhirnya menghilang bagai udara yang tak terlihat.
Brakkk….
“ Adik….”
“ Bagaimana kondisimu ?....”, tanya Jiang Chen penuh kekhawatiran.
Dia tadi berangkat pagi – pagi sekali kedalam istana karena ada beberapa urusan yang harus dia tangani dan begitu kembali dia mendapatkan kabar dari ibundanya jika Jiang Xia Yan sakit.
Tentu saja Jiang Chen merasa sangat panik, apalagi dia juga tahu jika kemarin adiknya semalaman tak bisa tertidur dengan pulas.
Dan begitu mendekat kearah kamar, dia merasa ada aura hitam cukup kuat dari dalam kamar sanga dik membuatnya segera berlari masuk berbarengan dengan Yuyun yang juga merasakan hal yang sama.
" Apakah tadi ada seseorang yang mengunjungimu ?....", tanya Jiang Chen sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan dengan curiga.
" Tidak ada..."
" Aku baik - baik saja..."
“ Kata tabib aku hanya kelelahan ….”
“ Setelah meminum obat dan beristirahat aku akan segera sembuh…”, ucap Jiang Xia Yan sambil tersenyum lebar.
“ Apa benar tidak ada orang kemari ?....”, tanya Jiang Chen dengan tatapan penuh selidik.
Bukan hanya Jiang Chen yang merasa curiga namun Yuyun yang masuk bersamanya juga sudah mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan waktu dia merasakan aura gelap yang cukup kuat dari kamar nona mudanya tersebut.
“ Aku baru terbangun saat kakak dan Yuyun masuk kedalam ruangan….”, ucap Jiang Xia Yan berbohong.
Meski keduanya tak percaya dengan ucapan Jiang Xia Yan, tapi mereka juga tak bisa mendesak dan membiarkan Jiang Xia Yan kembali beristirahat agar kondisinya segera pulih.
“ Jaga baik – baik adikku. Aku rasa siapapun yang masuk kedalam kamarnya tidak memiliki niat baik…”, ucap Jiang Chen tajam.
“ Dimengerti tuan muda….”, ucap Yuyun sopan.
Jiang Chen sangat tahu jika Yuyun adalah orang milik kaisar Ru Xie Chang yang diberikan untuk menjaga adiknya.
Pada awalnya Jiang Chen merasa jika kaisar Ru Xie Chang terlalu protektiv terhadap sang adik hingga harus menurunkan orangnya untuk menjaga Jiang Xia Yan padahal gadis itu berada dikediaman jenderal besar yang penjagaannya sangatlah ketat.
Tapi setelah dia menyadari ada aura gelap yang tadi menguar cukup kuat dari kamar sang adik, Jiang Chen merasa kehadiran Yuyun sangatlah tepat karena selain memiliki kultivasi ditingkat langit kedua gadis itu juga bisa menggunakan ilmu sihir.
“ Ternyata dugaan ayah benar….”
“ Aku harus segera bertemu dengan ayah sekarang….”, batin Jiang Chen resah.
Diapun segera berjalan dengan cepat meninggalkan halaman kediaman Jiang Xia Yan menuju kehalaman dimana orang tuanya tinggal.
Sementara Yuyun bersama Chyou terlihat menyusuri setiap sudut halaman kediaman nona muda ketiga Jiang untuk mencari jejak misterius orang yang berhasil menerobos pelindung sihir yang dibuat oleh nona mudanya itu.
“ Kurasa dia langsung masuk kedalam kamar menggunakan teleportasi sehingga jejaknya tak terlacak….”
" Aku sangat yakin jika yang datang tadi adalah pangeran kedua Ming Shin...."
__ADS_1
" Kurasa aku harus segera melaporkan ini kepada Yang Mulia...",, guman Yuyun bermonolog.